ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
- Ada apa? - Tahu kenapa kuhentikan?
Ya, aku tidak memperhatikan jalan. Maaf, aku sedang banyak pikiran.
Ini malam terakhirku di Los Angeles.
Tunggu.
Aku mengenalmu.
- Mungkin. Aku dahulu bekerja untuk LAPD. - Benarkah?
Ya. Iblis pemecah kasus kejahatan. Menyenangkan, tetapi sudah tak lagi.
- Sejak perang itu. - Timur Tengah?
Sebuah stadion sepak bola. Sebulan lalu.
Aku melawan kakakku dan para malaikatnya demi takhta Surga.
- Dahsyat. - Kau menang?
Ya, tetapi aku harus ke Silver City demi menyelamatkan pacarku, terbakar,
buktikan aku layak, berhenti terbakar,
omong-omong, singkat cerita, kini aku jadi Tuhan.
Jadi, aku baru menghentikan Tuhan?
Tidak juga. Aku masih harus ke Silver City dan bertakhta. Itu besok.
Tunggu sebentar.
Aku mengenalmu. Kau polisi yang suka mengebut dengan sirene menyala.
Ya, aku sempat takut kau tak mengenaliku.
Aku senang bertemu kau lagi. Aku harus berterima kasih.
Kuharap uang dariku kau belikan barang bagus.
Tentu saja.
Aku beli ekor rubah untuk antena motorku itu.
Aku membeli itu dan banyak sekali kokaina.
Ya. Astaga, itu membuatku merasa bebas. Mengejar keinginan telah mengubah hidupku.
Hebat. Itu sentuhan pribadi yang mau kutingkatkan sebagai penguasa alam.
Ya.
Tidak semuanya baik.
Aku sering bermasalah di kantor,
jadi akan mengendarai motor itu selama sisa karierku.
Istriku pergi meninggalkanku. Dia mendapatkan rumahku.
Rumah baruku adalah perahu!
Ya, ada banyak orang hebat di marina. Astaga, mereka suka minuman beralkohol.
Sungguh?
Aku senang sekali dan ingin berterima kasih.
Ya, sama-sama.
Hei.
Kau punya uang seperti saat itu?
Astaga.
Halo, Chloe.
- Aku belum terbiasa kau panggil itu. - Tak suka?
Tidak, aku suka.
- Mari? - Ya.
- Aku tak sabar menunjukkanmu ini. - Aku tak sabar melihatnya.
"GENIUS MELEPASKAN DIRI"
Percaya atau tidak, ini satu-satunya klub pribadi untuk para pesulap.
Selain yang aku mulai dengan Rasputin.
Keluarga Romanov marah besar.
Ya, apa kau mengenal Dai Vernon?
Sang Profesor? Itu tidak penting.
Dai Vernon menantang David Copperfield untuk kontes minum di bar yang itu.
Tahun 1971. Aku yang jadi wasitnya.
Sungguh? Siapa yang menang?
Aku, tentu saja. Aku tidak bisa menahan diri.
Astaga, aku tak percaya. Lihat, di sudut itu.
Itu Jon Armstrong, salah seorang pesulap kartu terhebat di dunia.
Lewat sini.
Hati-hati dengan jalan-jalan rahasianya.
Aku selalu ingin ke sini.
- Kau tampan sekali. - Terima kasih.
- Sulap untuk malam terakhir kita? - Apa yang lebih ajaib dari sulap?
Entahlah. Bukankah sulap agak konyol?
Konyol? Itu keahlian, kecerdikan, dan penipuan tanpa berbohong.
- Permisi. - Halo!
Kau harus memecahkan semua teka-teki?
Kita tak akan memecahkan apa pun.
Jika tahu triknya, semuanya rusak. Terima kasih, Bones.
Apa beratmu turun?
- Mari? - Ya.
Lucifer, kau berharap aku di sini semalaman dikelilingi misteri
dan tak mencari tahu rahasianya?
Chloe, kau pencari kebenaran. Itu menjadikanmu detektif hebat.
Namun, aku pencari keajaiban.
Kau mencari keajaiban?
Benar, serta narkoba, pesta pora, dan wiski yang sudah punah.
Malam ini kau harus menikmati keajaiban denganku. Bersulang.
Aku mengerti, besok,
kau akan menjadi Tuhan dan tahu rahasia dari semuanya, bukan?
Tidak, kurasa kau baik sekali
ingin menghabiskan malam terakhir keajaibanmu bersamaku.
Ya, benar. Soal itu.
Aku berpikir di perjalanan tadi, apa kita sungguh harus memulai besok?
Maksudku, kita sedang bersenang-senang.
Nenek Penelope senang sekali bisa menghabiskan waktu bersama Trixie.
Kenapa kita tak perpanjang liburan?
Ya, kita memang bersenang-senang, dan itu sungguh membahagiakan,
tetapi kau pernah menunda penobatan. Bukankah kita harus ke atas sana?
Pada akhirnya akan begitu. Langit tak akan jatuh sendiri atau apalah.
Apa kau yakin, karena kurasa jika kita…
Nanti saja. Pertunjukan dimulai. Ayo.
Ini alasan kita berada di sini sekarang.
Pertunjukan terakhir Magnar yang Hebat.
Aksi sulapnya seperti sudah 100 tahun.
Tepatnya seratus dua puluh tahun.
Magnar pertama membuat aksi sulap paling sempurna,
dan mewariskan kepada muridnya.
Begitu seterusnya, dan pertunjukan istimewa malam ini…
Mantel itu diwariskan lagi.
Kau tak bisa menahan diri, ya?
Pak Morningstar!
Silakan lewat sini.
Aku tak sabar!
Terima kasih.
Dan untuk…
aksi terakhirku di panggung ini…
aku akan menaklukkan kematian
lalu muncul
dibangkitkan!
Dia menguncinya.
Jadi, pasti ada mekanisme di dalam kotak itu sehingga…
Ayolah, Chloe! Kita tak akan memecahkan misteri apa pun malam ini.
Kebangkitan!
Dia hebat, bukan?
Baiklah, semuanya tetap tenang dan jangan menyentuh apa pun.
Sekarang tempat ini adalah TKP aktif. Semua terkendali.
Magnar yang malang.
Setidaknya dia mati membawa misteri ilusinya itu.
Apa kau dengar itu? Apa suaranya dari dalam kotak?
- Kau melarang menyentuh apa pun. - Apa? Tidak, buka kotak itu.
Apa yang terjadi?
Magnar! Dia melakukannya lagi!
Erika, kenapa kau melewatkan aba-abanya?
Namun, jika dia hidup di sana, lalu siapa korban itu?
Ya Tuhan!
Jared Holbrook.
Dia muridku.
Jadi, beginikah rahasia dari trik itu?
Kau sembunyi di kotak, dia muncul di sini berpakaian sama, dan dapat aplaus?
Ya, selama ini dia memang bersembunyi di sana.
Saat kami tunjukkan kotak kosong,
sebenarnya interiornya sudah dicat untuk memberi kesan kedalaman yang palsu.
Kau baik-baik saja, Nak?
Dia tak suka mendengar rahasia triknya.
Tentu saja aku tidak suka,
tetapi aku yakin masih ada hal lain yang tak kuketahui.
Tidak, itu saja.
Kau tahu orang yang ingin menyakiti Jared atau yang marah kepadanya?
Sudah cukup, Ayah. Aku pengacara. Ayahku tak perlu menjawab pertanyaan ini.
Kau pengacara dunia hiburan, Alan?
Jangan sekarang.
Jangan khawatir karena kami bukan polisi. Bukan begitu, Chloe?
Tidak. Saat ini kami bukan polisi.
Aku menghargai jika ayahku tak diganggu dengan pertanyaan sebelum polisi tiba.
Aku tak percaya ini!
Enam pekan aku harus datang
ke TKP tanpa Lucifer dan Chloe dan sekarang, astaga!
Kalian menjadi saksi mata. Ini sungguh luar biasa! Maksudku…
Ini cara yang buruk mengakhiri kencan,
buruk juga bagi si korban tewas, tetapi tidak bagiku.
Atau apa itu terdengar buruk?
Senang jumpa denganmu, Lopez.
Pasti rasanya aneh kali ini berada di sisi lain.
Kami butuh waktu untuk terbiasa. Ya, itu pasti.
Bagaimana keadaan Carol?
Bagus. Maksudku, dia bukan kalian, tetapi…
Nona Decker, Pak Morningstar, aneh bertemu kalian di sini.
Senang jumpa denganmu, dan tak perlu bersikap formal.
Semua teman Dan adalah…
Kau tahu.
Aku senang kau bisa pindah. Kantor beruntung menerimamu.
Ya, tetapi aku harus memenuhi standar tinggimu serta Dan.
Terima kasih sudah mengamankan TKP dan menenangkan semua.
Aku tak yakin menangani kasus ini, ada kau dan Ella.
Kami beruntung jika kau bersedia.
Chloe tak perlu lagi menjadi detektif, aku tak perlu lagi dengar rahasia sulap,
dan kami bisa menonton acara pukul 20.30, permisi…
Menurutku, sebagai sakti mata, kita harus di sini. Bukan begitu, Carol?
Ya, sayangnya dia benar. Kalian harus memberi pernyataan sebelum boleh pergi.
Itu kabar yang bagus.
Baiklah, siapa yang ingin digelitik sensasi minuman Satan's Whiskers?
Tidak ada koktail bertema "Ratu Neraka". Aku tak dapat kata yang tepat.
Tak apa. Aku pernah digelitik oleh kumis-kumis itu.
Aku juga.
Kalian ditakdirkan bersama, ya?
Ya. Bersulang, Semuanya.
Bersulang.
Kau membuatnya sepenuh hati, Linda.
Ya, ini momen yang sangat langka, sahabatku dan pacarnya
meninggalkan dunia untuk menguasai Neraka.
Jadi, Eve, apa kau pernah ke sana?
Belum, tetapi itu akan menjadi petualangan yang hebat, bukan?
Berpetualang dari Surga ke Neraka dan ke tempat-tempat di antaranya.
Kali ini aku akan ditemani oleh pasangan terbaikku.
Kalian siap berangkat besok?
Aku siap menerbangkan kalian setelah acara penobatan Lucifer.
Tentu saja, aku siap.
Ratu Mazikeen akan menguasai takhta itu.
Kau akan kubuat bangga.
Aku akan menyiksa orang-orang jahat dan menindas saudara-saudariku itu.
Jadi, Eve, kau sudah memikirkan
apa yang akan kau kerjakan saat Maze berkuasa di sana?
Aku akan mendukung pacarku dalam semua pekerjaannya.
Dia akan menjadi ratu yang terhebat.
Itu hebat, tetapi apa sebenarnya peranmu nanti?
Apa kau juga akan menyiksa orang-orang jahat?
Entahlah, maksudku…
- Akan kupikirkan saat kami tiba di sana. - Ya.
Ya, baiklah.
Baiklah, ini saatnya hidangan pembuka. Aku membuat telur isi.
No comments yet. Be the first to leave one.