Als Hitler das rosa Kaninchen stahl
ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Berlin, Februari 1933
Kau memang pintar ya.
Malah menakut-nakuti gadis-gadis Cina kecil.
Sedang apa kau dibawah meja?
Aku dikejar Nazi.
Nazi?
Halo, Max. Bukannya kau terlalu tua untuk jadi Zorro?
Paling tidak ini kostum. Tak sepertimu!
- Itu pendapatmu. - Bodoh.
Hei, kembalikan kelinciku!
Tangkap!
Max, hajar dia!
Habisi dia!
Kau menghajarnya, Max! Ayo!
Berdasarkan novel karangan Judith Kerr
When Hitler Stole A Pink Rabbit Ketika Hitler Mencuri Kelinci Merah Jambu
- Kami tak memberi kepada pengemis. - Dasar tak punya hati!
Tolong kasihani anak pengemis yang malang.
- Dan Zorro yang lapar? - Jangan langsung ke ruang tamu.
Ayo, lepaskan pakaian kalian yang basah.
Max menghajar semuanya.
Yang koboi, Indian..
Dan yang Nazi.
- Ya! - Tadi itu keren, Max.
Aku senang kalian bersenang-senang.
Ayo.
Mama masih di rumah?
Bagaimana kalian berdua sampai basah kuyup?
Kami merosot di bukit.
- Kenakan baju yang hangat. Ada di ranjang. - Baik.
- Pipimu seperti anjing St. Bernard. - Terima kasih.
Dokter datang lagi?
Ia bilang ayahmu harus berbaring di ranjang hingga 3 hari lagi.
Ia harus beristirahat dan tak boleh bekerja
atau pergi ke teater.
Apa yang kau lakukan?
- Tidak akan ada tempat untuk udara di perutmu nanti. - Hidupku memang tidak akan panjang.
Erich dan Otto sama sekali tidak mengenakan kostum.
Mereka datang begitu saja sebagai Nazi.
Mereka sama bodohnya dengan orang tua mereka.
Anna, jangan bicara sembarangan.
- Karnavalnya bagaimana? - Bagus.
Kenapa makan disini?
- Disini nyaman ada Heimpi. - Benar.
Mau ke konser lagi?
Bu Fischer menyanyikan Franz Schubert.
Ia mau menjemput mama.
Max, buku kosakatamu tak pernah tersentuh di meja.
Setelah makan malam, kau belajar ya.
- Annuntio vobis gaudium: Habemus papam. - Apa artinya itu?
- "Kita punya Paus.” - Kau gila.
Dorothea Kemper.
Ya, aku sendiri.
- Mama? - Dengan siapa aku bicara?
Diamlah dan habiskan gunung kentang itu.
Silentium. Favete linguis.
Melawan Yahudi berarti menyingkirkan Yahudi!
Kau gila ya? Kita ini sosialis, bukan Nazi.
Dan kita sendiri Yahudi.
Kalau begitu kau harus disingkirkan!
Pergi! Aku harus belajar.
Dasar tak seru.
Heimpi?
- Mereka tak berhak. - Mama? Mama tidak...
- Keluar! Tutup pintu. - Tapi aku...
- Keluar kataku! Sekarang! - Kembalilah nanti, sayang.
Nampaknya buruk. Kurasa mama menangis.
Tak mungkin. Mama tak pernah menangis. Mungkin ia sedang mengupas bawang.
Tentu saja ia sedang mengupas bawang. Mama kita! Mengenakan gaun malam.
Keluarlah, Anna. Didalam sana pasti sudah dingin.
Dalam sastra dan teater, kejahatan memiliki banyak wajah...
- Papa, sudah bangun? - Iblisnya Goethe, bangkit dari...
Sini, sayang.
Ia adalah iblis yang mengerikan bagi mereka yang tak waspada...
Jangan terlalu dekat. Aku menular
Mephisto setidaknya laki-laki sejati.
Ia datang langsung untuk merenggut jiwanya Faust.
Zaman sekarang iblis hanya perlu mengirim pelayannya.
Orang kotor dan korup, dengan tangan berlumuran darah,
menjerit dan penuh retorika, merenggut jiwa dari seluruh Jerman.
Itu papa yang di radio?
Ya. Tapi kau tak perlu berbisik.
Papa tahu apa yang papa ucapkan minggu lalu.
Aku akan memilih tidak untuk kejahatan.
Karnavalnya bagaimana?
Kalian juga harus begitu.
Bagus!
Aku jadi gadis pengemis.
Menarik sekali.
Donat lebih enak rasanya ketika miskin.
Betul itu. Apa itu?
Kapal tenggelam.
Kapal tenggelam?
Bu Funk menyuruhku untuk menggambar yang bagus.
Kau mau menggambar yang bagus?
Seperti kutukan saja. Aku tak bisa memikirkan apapun kecuali bencana.
Ini kapal tenggelam terbaik yang pernah digambar.
Pekerjaanmu bagus sekali.
Apa tidak buruk kalau menggambar hal sesuram itu?
Kalau kau mau menggambar bencana, gambarlah.
Tak ada gunanya menggambar sesuai harapan orang lain.
Tak akan berhasil.
Max merebut ini saat pesta.
Di zaman kuno, Swastika adalah lambang keberuntungan.
Sekarang maknanya berkurang menjadi lambang kebodohan.
Buang saja.
Anna, nanti kau sakit juga.
- Kadang aku takut, papa. - Begitukah?
Apa yang kau takutkan?
Kabut dan jarum.
Dan mama tadi menangis.
Nanti kau tertular, sayang.
Tidak, aku tak pernah sakit.
Heimpi merawatku.
Ketika kau sakit, kau butuh banyak cinta.
Cinta adalah obat terbaik di dunia.
Haleluya.
Kau anak kecil yang melodramatis ya.
Sial! Saljunya sudah hilang semua.
Papa.
Papa!
Heimpi!
Papa mana?
Anna!
- Papa meninggal? - Tidak.
Max, kau dengarkan juga.
Yang akan mama katakan sangat penting.
Kemarin kita mendapatkan telepon.
Ada yang memperingatkan ayah kalian. Dari seseorang dalam kepolisian.
- Makanya mama tidak jadi ke konser. - Tepat.
Ada banyak Nazi di kepolisian tapi orang ini bukan Nazi.
Ia kenal papa dan suka papa
karena artikel koran dan bukunya.
Ia menelepon untuk memberitahu kita kalau nama papa ada didalam daftar.
Daftar apa?
Kalau Hitler menang pemilihan 10 hari dari sekarang,
ia akan berusaha membungkam mereka yang menentangnya.
Orang itu bilang paspor papa akan diambil
dan papa harus pergi dari Jerman sekarang, selagi bisa.
Pergi dari Jerman? Tapi kita tinggal disini.
Dan papa kena flu.
Pagi ini sudah jauh lebih baik.
Papa mendengarkan omongan orang itu dengan sangat serius.
Makanya pagi-pagi sekali, papa sudah pergi ke Praha, di Cekoslovakia.
Bagaimana Hitler tahu kalau papa tak suka padanya?
Semua orang tahu.
Ayah kalian menyatakan pendapatnya dengan sangat jelas di koran.
Dan ia juga mengatakannya di radio.
- Dan sekarang? - Kita tunggu hingga pemilihan usai.
Kalau Hitler menang, maka...
kita pergi menemui papa di Praha.
Dan kalau Hitler kalah, papa akan pulang.
Tapi aku tak mau pergi!
Mama juga tak mau.
Tapi dengar.
Tak seorangpun, sama sekali,
tak boleh ada yang tahu kalau papa sudah pergi dari Jerman.
Itu sangat penting.
Kalian tak boleh beritahu siapapun. Tak seorangpun.
- Bagaimana dengan Gunther dan Oli? - Dan Elsbeth?
Demi Tuhan. Tak seorangpun!
Aku juga Yahudi.
- Sejak kapan? - Sejak dulu.
Benarkah? Aku tak tahu.
Aku juga.
Tapi hidungmu...
- Elsbeth, tak semua... - Anna?
Ayahmu masih sakit?
- Ya, ia kena flu. - Sudah lama ia sakit flu.
Aneh ya?
Demamnya seberapa tinggi?
Aku harus pulang. Ibuku menunggu.
- Sampaikan salamku padanya! - Ya.
Bilang padanya aku merindukan artikelnya di koran...
Artikel kejamnya!
Anna!
- Mama. - Ya?
Bu Lambeck ada diluar...
- Halo, sayang. - Halo.
- Paman Julius! - Anna.
- Apa yang paman lakukan disini? Bukannya paman seharusnya bekerja? - Tidak hari ini.
Mau makan bersama kami?
Sayangnya tak bisa. Paman kemari untuk bicara dengan ibumu.
Paman bawakan ini.
Cantiknya. Terima kasih.
- Bagaimana para gajah di kebun binatang? - Bagus. Mereka tak peduli pada Hitler.
Mereka senang musim semi datang supaya bisa kembali keluar menghirup udara segar.
Anna, jasmu.
Sudah waktunya kita mengunjungi si kecil.
Kuyakin ia sudah dewasa sekarang.
Tiup.
Terima kasih.
Apa Gunther bisa makan bersama kita? Ia tahu papa sakit.
Tidak, papa perlu istirahat total. Maaf, Gunther.
Tak apa-apa.
- Sampai besok, Max. - Sampai besok.
Ayahmu sudah tiba di Praha. Paman Julius sudah menemuinya disana.
Ia tidak ingin kita tinggal disini lebih lama.
- Besok pagi ke Swiss, dan bertemu papa disana. - Besok?
Heimpi? Kau suka ini?
No comments yet. Be the first to leave one.