The Sandlot

The Sandlot

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

The Sandlot 1993 BluRay 720p x264-HALCYON
The Sandlot 1993 BluRay 720p x264-YIFY
다음의 해설 Hnrazz
Manual Translate - http://IDFL.us

태그

BluRay
x264
720p
720
게시일: 2013-05-17
다운로드: 100
청각 장애인용: Yes

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Ada satu momen terbaik sepanjang masa dalam sejarah olah raga...

...dan ini terjadi di Kejuaraan Dunia tahun 1932.

Cerita berlanjut di inning ke-sembilan dengan dua pemain ke luar...

...satu tim penuh dan skor imbang...

Babe Ruth mengangkat tangannya dan menunjuk ke tengah penonton.

Tak ada yang percaya, karena tak ada yang pernah melakukannya.

Tapi "The Babe" mempermainkan si pelempar.

Lemparan berikutnya, "The Great Bambino" memukul bola sejauh sejauh 400 kaki.

Meskipun sebelum itu ia sudah jadi pahlawan...

...kira-kira begitulah ia menjadi legenda.

30 tahun kemudian, anak bernama Benjamin Franklin Rodriguez...

...menjadi legenda lingkungan.

Itu musim panas terhebat dalam hidupku...

...saat ia mengajariku cara bermain bisbol...

...dan ia menjadi sahabatku.

Dan ia membantuku dari masalah terbesar yang pernah kualami.

Penerjemah: Hnrazz

Ayo!

Datanglah jam 9:00.

Baiklah. Sampai jumpa.

Aku pindah ke lingkungan itu dua minggu sebelum sekolah dimulai.

Musim panas yang sama saat Dodger Maury Wills memecahkan rekor.

Jadi dengan kejadian hebat seperti itu,...

...harusnya dimulai dengan banyak kejadian hebat dalam hidupku,...

...tapi ternyata tidak.

Aku berasal dari luar kota, dan aku tak punya teman.

Cara yang menyebalkan untuk mengakhiri kelas 5...

...karena aku harus dapat teman sebelum musim panas.

Dan dari sanalah cerita ini dimulai.

Ayah kandungku meninggal saat aku masih kecil.

Ibuku menikahi Bill sekitar setahun sebelum kami pindah ke Valley.

Pada saat itu, hubungan kami masih baik.

Ya.

Yah?

Maksudku Bill.

Ingat kau berjanji akan mengajariku menangkap bola?

Kau bisa mengajariku?

Tentu.

Baiklah.

Oke?/ Terima kasih.

Maaf.

Aku mengikuti mereka ke lapangan usai sekolah.

Aku belum pernah melihat tempat seperti itu.

Itu seperti kerajaan bisbol milik mereka.

Itu tempat terhebat yang pernah kulihat.

Bertram./ Tapi mereka hebat,...

...sangat hebat. / Ayolah, Bertram!

Aku cuma punya sarung tangan plastik pemberian Nenek...

...pada ulang tahunku yang ke-6.

Tapi saat aku berani untuk pergi ke sana dan mencoba berteman,...

...ternyata mereka tak mengingat skor, tak memilih tim,...

...bahkan tak pernah berhenti bermain.

Berlangsung selamanya. Tiap hari mereka lanjutkan permainan hari kemarin.

Seperti permainan impian tanpa henti.

Mereka cuma delapan orang, jadi tim mereka belum lengkap.

Meskipun aku tak bisa main, kurasa aku bisa jadi pemain ke-sembilan...

...dan mungkin hanya berdiri di luar lapangan.

Squints!/ Tentu, jika aku tahu yang akan terjadi saat aku ke sana,...

Kutangkap!/ ...mungkin aku takkan ke sana.

Tangkapan bagus./ Ya.

Ayo!

Ayo, Benny!

Ayo!

Awas!

Baiklah, aku akan mengambilnya.

Jangan jadi penakut. Jangan jadi penakut!

Lemparkan bolanya! Ayo!/ Ya, cepat!

Kami menunggu!

Ayo! Lempar!

Ayo, lempar bolanya!/ Ayo!

Cepat!

Astaga!

Hidupku berakhir.

Kau lihat tangannya?

Jika bukan karena Benny...

...aku takkan punya teman di musim panas itu...

...karena anak-anak lain menganggapku pecundang.

Bahkan sebelum kami berteman...

...Benny dan aku saling terikat untuk satu masalah di musim panas itu...

...saat kami terlibat dalam masalah terbesar yang pernah kami lihat.

Malam, sayang.

Oh, maaf, Bu. Aku tak sengaja.

Scotty, apa kau sudah dapat teman?

Belum./ Kenapa belum, sayang?

Karena aku masih anak baru.

Ibu tak mau kau habiskan musim panasmu dengan mainanmu...

...seperti musim panas kemarin dan yang sebelumnya.

Ibu tahu kau pintar, dan Ibu bangga padamu.

Ibu mau kau ke luar rumah dan mencari teman.

Berlarian, menggores lututmu, kotor-kotoran.

Memanjat pohon, melompati pagar.

Bahkan terlibat masalah.

Bukan masalah yang serius. Ibu mengizinkanmu.

Menurutmu berapa ibu yang mengatakan itu pada anaknya?

Tidak satupun, kurasa.

Sayang, Ibu mau kau punya teman musim panas ini. Banyak teman.

Ya, aku tahu.

Tapi aku tak punya keahlian, Bu.

Aku cuma kutu buku.

Sayang, kau akan terus jadi kutu buku kalau bertingkah seperti itu.

Bagaimana?

Bagaimana?

Dia masih sibuk, Bu./ Tidak, sayang. Dia punya waktu.

Kembalilah ke sana dan tanyakan dia.

Bill.../ Ya?

Maksudku, Yah, apa kita bisa...

...maksudku, apa kau bisa mengajariku menangkap bola?

Ya. Tentu.

Tapi aku harus selesaikan ini.

Baiklah, terima kasih./ Baik.

Bill?/ Ya?

Apa kau tak bisa istirahat dan mengajari dia sekarang?

Bu, tak apa, sungguh./ Sayang...

Kubilang aku mau, tapi aku diburu waktu.

Butuh waktu berapa lama?

Bisakah kau luangkan waktu setengah jam?

Bu, sungguh, tak apa./ Baiklah.

Baiklah. Aku ambil sarung tanganku.

Lihat? Ibu sudah bilang.

Oh, bagus.

Baiklah, Scotty, pergilah ke ujung halaman.

Baiklah.

Kunci permainan ini adalah memperhatikan bolanya.

Jadi penangkap atau pemukul, tetap perhatikan bolanya. Paham?

Baiklah. Ya. Kurasa begitu.

Ke manapun arah bolanya, tetap ikuti. Paham?

Baiklah.

Oke. Baiklah.

Meleset. Maaf.

Tak apa-apa.

Ini.

Oke.

Oke, aku siap.

Perhatikan bolanya, mengerti?

Oke.

Jika bolanya bergerak, gerakkan sarung tanganmu. Paham?

Ya.

Baiklah. Kita mulai.

Kau cuma butuh sarung tangan besar. Lemparkan bolanya.

Lempar bolanya.

Baiklah. Scotty, perhatikan bolanya.

Oke. Paham.

Oke.

Oh, mataku!

Apa yang terjadi?/ Mataku.

Sayang, ambil es./ Tidak apa-apa.

Ini./ Itu untuk makan malam.

Tekanlah di sana.

Tekan yang kuat. Tekan... Ya.

Mataku kena bolanya, Bu./ Ya, tapi kau menangkapnya.

Tekan terus, selama satu jam.

Masih tetap lebam, tapi takkan bengkak.

Maaf.

Harusnya kau perhatikan lengkungannya.

Hei.

Aku mau main bisbol. Kami butuh orang. Kau mau main?

Tidak. Terima kasih./ Kenapa? Bukankah kau suka bisbol?

Ya, tapi.../ Tapi kenapa?

Tapi sarung tanganku... Sobek.

Aku tidak bisa main. Tapi terima kasih.

Tak apa-apa.

Aku punya satu lagi.

Ayo pergi.

Bu, aku mau pergi main bisbol!

Aku segera pulang.

Ayo pergi.

Dan aku adalah Babe Ruth.

Dengar. Siap?

Lihat ini.

Aku "The Great Bambino."

Apa?

Aku "The Great Bambino."/ Apa?

Aku "The Great Bambino."

Siapa dia?

Apa?

Aku tak tahu siapa yang mereka bicarakan.

Apa katanya?/ Apa kau lahir di gudang, Kawan?

Ya, kau dari Planet mana?

Tapi tak mungkin kubiarkan mereka tahu.

Kau tak pernah dengar "The Sultan of Swat"?

"The Titan of Terror"?

"The Colossus of Clout"?/ "The Colossus of Clout."

"The King of Crash", Kawan./ Jadi aku berbohong.

Oh, ya, "The Great Bambino." Tentu saja.

Kukira kau bilang, "The Great Bambi."

Si rusa lemah itu?

Ya. Kukira. Maaf.

Omong-omong, Scott, itu Timmy dan Tommy Timmons...

Mike "Squints" Palledorous...

Alan McClellan, kami memanggilnya Yeah-Yeah...

Bertram Grover Weeks...

Kenny DeNunez dan Hamilton Porter.

Kami memanggilnya Ham. Teman-teman, ini Scott Smalls.

Hai.

Ya, dia akan main bersama kita karena dia jadi pemain ke-9.

Sekarang tim kita lengkap. Kita buang-buang waktu. Ayo ke lapangan.

Benny, ini jam 9:00 pagi./ Ini jam 9:00.

Kenapa kau bawa dia, Benny?/ Karena kita cuma ber-8, dia jadi ke-9.

Ya, begitu juga saudariku, tapi aku tak membawanya.

Dengan pemain ke-9 tim kita lengkap, Yeah-Yeah.

More Indonesian subtitles for The Sandlot

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left