처음 198줄입니다.
Karya fiksi. Segala kemiripan cuma kebetulan.
Dilarang merokok di bawah umur.
Akhir Era Reiwa.
Jepang kalah telak dalam revolusi industri keempat
melawan AS, Tiongkok, India, dan negara lainnya.
Selain itu, makin turunnya angka kelahiran dan populasi lansia yang terus bertambah
dan penurunan level edukasi memperburuk kemunduran Jepang.
JEPANG NO. 1 GIM USAI
Perang nuklir pun pecah.
Meski Jepang tak jadi medan perang,
pengungsi berdatangan dan penyakit menular menyebar.
Lebih lagi, gempa bumi besar terus terjadi.
Sementara itu, kekayaan terfokus pada kalangan elite yang dibenci,
seperti politisi dan kaum kapitalis.
Menderita akibat kegagalan pemerintah, pajak tinggi, bencana alam, dan kelaparan,
rakyat akhirnya melawan.
Ini disebut Revolusi Brutal Besar.
Jepang hancur sebagai negara.
Dalam beberapa tahun, populasi turun menjadi kurang dari sepersepuluh,
lalu semua budaya, infrastruktur, dan teknologi modern hilang.
Tingkat peradaban mundur menjadi seperti Era Meiji.
Lalu lahirlah dunia penuh perang yang terbagi oleh kelompok militer.
Kemudian, puluhan tahun kemudian,
tiga bangsa Yamato, Buo, dan Seii
memasuki Zaman Sangoku, saling berebut kekuasaan.
THE THREE NATIONS OF THE CRIMSON SUN
YAMATO - DISTRIK EHIME
Tahan dirimu! Gaun pengantin itu tidak masuk akal!
AOTERU MISUMI 15 TAHUN
Apa boleh buat? Ini pernikahan, jadi aku harus pakai gaun.
SAKI HIGASHIMACHI 16 TAHUN
SUMPAH PERDAMAIAN
Saki, itu budaya dari akhir Era Jepang.
Benar-benar di akhir.
Lagi pula, gaun pengantin itu dipakai dalam pernikahan Kristen Katolik…
Berisik!
Aku memakai gaun pengantin karena tampak manis.
"Karena tampak manis"?
Apa? Itu tidak masuk akal sama sekali!
Hei, tunggu! Saki!
Aoteru! Saki! Selamat atas pernikahannya.
Saki tampak sangat cantik!
Pakaian putih itu apa?
Kudengar itu disebut "gaun uejingu".
PERPUSTAKAAN EHIME
Astaga, tak kusangka putriku akan menikah
dengan pria keras kepala dan pengomel sepertimu, Aoteru.
Direktur Perpustakaan. Bukan, Ayah Mertua!
Aku cuma menilai sesuatu dari apakah itu masuk akal atau tidak.
Di akhir Era Jepang, pernikahan diadakan dengan gaya Kristen,
pemakaman dengan gaya Buddha,
dan orang pergi ke kuil saat Tahun Baru mengikuti gaya Shinto.
Dalam kata lain, orang Jepang punya hubungan erat dengan agama.
Tapi sekarang tidak seperti itu.
Sekarang sudah wajar aku mencegah Saki,
yang tak punya agama, mengenakan gaun pengantin.
Tapi kata Saki, "Aku memakainya karena tampak manis…"
Semua orang pasti menjawab, "Apa?"
Direktur Perpustakaan, Aoteru memang tahu banyak!
Dia juga pandai bicara.
Benar.
Saat orang tua Aoteru meninggal karena sakit,
aku mulai membesarkannya.
Dia pandai membaca dan mendapat berbagai pengetahuan dari Era Jepang,
sekarang dia petugas pertanian.
Meskipun jabatannya paling rendah.
Walau begitu, mereka berdua serasi.
Omong-omong, Saki justru kebalikanmu,
dia mudah marah dan tak berpikir panjang.
Tolong jaga Saki mulai sekarang, Aoteru.
Baik.
LEWAT BEBERAPA HARI
Dia lama sekali.
NOBUHITO HIGASHIMACHI
NAKADAI - NAKASONE
Hei.
Saki.
Sudah kuduga kau di sini.
Tak kusangka kau melakukan ini di hari dingin sialan ini.
Sedikit lagi. Cuma sedikit lagi.
Aku suka pemandangan di sini.
Pegunungannya, lautnya, lahan buatannya.
Pabrik dan bangunan dari Era Jepang.
Jalan beraspal dan tiang listriknya.
Aku terpikirkan betapa hebatnya peradaban Jepang dulu.
Kau selalu menggambar peta sejak kita kecil.
BERSAMA SELAMANYA R8.4.15
Aku rindu saat semua orang menjauhimu karena itu.
Tidak semuanya. Kau tak menjauh, Saki.
Aku cuma kasihan kepadamu.
Tapi membuat peta seperti ini
terbukti membantu dalam manajemen pertanian.
Mungkin ini bisa membantuku mencapai sesuatu yang lebih besar dari sekarang…
Misalnya, perang?
Sun Tzu, sang ahli strategi militer dari Tiongkok kuno…
…menekankan betapa pentingnya memanfaatkan geografi dalam perang.
Benar. Lalu penasehat militer genius, Kanbei Kuroda…
…menganalisis medan saat menguasai Bitchu,
lalu mengepung Kastel Takamatsu.
Benar!
Jika kau memanfaatkan pengetahuanmu,
kau mungkin bisa mengakhiri Zaman Sangoku.
Reunifikasi Jepang bukan cuma mimpi lagi!
Reunifikasi Jepang?
Aoteru, kau pernah dengar "Toryumon"?
Mitsuhide Ryumon… Dia jenderal yang berkuasa atas perbatasan.
Mulia dan berbakat dalam sastra serta seni militer, dia sangat dihormati.
Katanya, lebih dari 1.000 orang datang ke rumahnya di ibu kota Osaka tiap hari,
berharap bisa melayaninya.
Menurutku kau pasti bisa memanfaatkan kemampuanmu sepenuhnya bersamanya.
Aku cuma mau hidup normal bersamamu, Saki.
Hari ini cukup sekian. Ayo pulang.
LEWAT BEBERAPA HARI
Enak! Saki, masakanmu yang terbaik!
Semua bahannya dipanen di sini,
jadi aku bisa membuatnya berkat kalian.
Tapi rasanya seperti mimpi.
Selagi kita bertani di sini, banyak samurai Yamato berperang, 'kan?
Aku jadi merasa tak tahu malu.
Tak perlu malu sama sekali.
Untuk menang perang, kita harus punya samurai kuat.
Menurutmu apa yang diperlukan untuk itu?
Keahlian berpedang?
Komandan yang kompeten?
Tekad yang kuat!
Semua itu sangat penting, tapi ada satu yang lebih penting.
Makanan.
Agar bisa menyediakan makanan bergizi kepada banyak samurai,
produktivitas pertanian kita harus tinggi.
Dalam kata lain, pertanian memperkuat negara.
Akan kukatakan berulang kali, kalian tidak memalukan.
Kita hebat!
-Ayo makan dan kembali bekerja! -Kita harus makan untuk bertani!
-Apa itu? -Banyak sekali orangnya.
Kunjungan kerajaan?
Itu artinya orang di dalam kereta itu adalah Kaisar Yamato?
Bukan, itu bukan kaisar.
KEPALA KEMENDAGRI - DENKI TAIRA
Rakyat Ehime, membungkuklah.
Orang ini telah datang dari Osaka, ibu kota Yamato.
Tuan Denki Taira, Kemendagri!
Apa yang kau lakukan?
Tangkap dia!
Tunggu dulu.
Baiklah.
Mutilasi dengan roda.
-Dalam 30 detik. -Apa?
Apa?
Tiga, dua, satu.
Mustahil! Apa?
Baiklah.
Dengar baik-baik, Para Rakyat Jelata.
Aku mewakili negara. Paham?
Aku akan di kota ini sampai besok siang, jadi jaga sikap kalian.
Si gemuk itu pasti gila!
Tahan dirimu, Saki! Tahan!
Apa-apaan si gemuk itu?
Tuan Denki Taira.
Dia pejabat tertinggi di Yamato dari Kemendagri.
Klan Taira adalah klan yang kuat sejak Yamato berdiri.
OSAKA
Sembilan belas tahun lalu, saat adiknya menikah
dengan Kaisar Fuji II, dia ditugaskan menjadi Kepala Kemendagri.
Lalu Denki Taira membunuh Fuji II dengan racun.
Dia mendukung kaisar saat ini, Fuji III,
dan menikahkan putrinya sendiri demi mendapat kekuasaan.
DIRACUNI
Dia membunuh kaisar yang dulu?
Jika dia melakukan hal seperti itu,
kenapa kaisar saat ini memberinya kendali atas semuanya?
Karena takut.
Takut? Tak mungkin, tak bisa kuterima!
Beraninya dia mengatakan, "Aku mewakili negara"? Yang benar saja!
Ucapannya tidak salah.
Aoteru, jadi kau setuju dengan si gemuk itu?
Aku bukan setuju, cuma menyatakan fakta.
Aku tak akan membiarkan fakta seperti itu.
Kita harus membunuh si gemuk itu.
Apa? Bunuh?
Tunggu, bisa tenang dulu?
Itu tak akan membuat perubahan fundamental sedikit pun.
Aku menghargai keberanianmu,
tapi kau harus belajar cara mengendalikan diri!
Aoteru, justru kau yang harus belajar memberanikan diri.
Apa yang mereka lakukan?
Berikutnya!
Pajaknya sepuluh yen per orang!
Jika tak punya, pinjam dari rentenir,
atau dipukul 20 kali dengan ini!
1 YEN 50 SEN
Tuan Pemungut Pajak dari Klan Taira, ini jumlahnya sepuluh yen.
Tolong terimalah.
-Kau lupa sesuatu? -Apa?
Ada biaya penanganan dua yen.
Jadi, aku butuh dua keping ini lagi, paham?
Dasar sampah!
Tunggu, Saki! Besok mereka sudah pergi.
Satu! Dua! Tiga!
No comments yet. Be the first to leave one.