Captivating the King

Captivating the King (세작, 매혹된 자들)

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

세작-매혹된 자들-Captivating-The-King-E13-NEXT-NF
다음의 해설 Anangkaswandi
Durasi 01:10:44

태그

other
게시일: 2024-02-24
다운로드: 19
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

EPISODE 13

Ada apa denganmu?

Tubuhmu gemetar. Ada apa?

Jangan…

masuk ke dalam.

Apa ada selingkuhanmu di dalam sana?

Atau…

ada pembunuh yang bersembunyi untuk membunuhku?

Sejak kapan Paduka tahu?

Mengapa Paduka masih kemari…

jika sudah tahu semua sejak awal?

Aku sudah berjanji datang…

jika

kau memanggilku. Ingat, kan?

Mong-woo…

Mong-woo!

Paduka baik-baik saja?

Mong-woo…

Nona…

Nona!

Mong-woo, sadarlah.

"Nona"?

Mong-woo…

Jangan.

Kau harus tetap sadar.

Mong-woo.

Mong-woo.

Mong-woo.

Paduka, persiapan kembali ke istana sudah selesai.

Mohon bertitah.

Luka Mong-woo sangat parah.

Cepat panggil Tabib Kerajaan Ji dan tabib wanita.

Keselamatan Paduka lebih penting.

Kang Mong-woo akan diobati begitu sampai di Pengadilan Negeri.

- Ayo kita kembali. - Mong-woo lebih penting.

Dia seorang penjahat.

Mong-woo tertusuk…

karena hendak menyelamatkanku.

Aku yakin dia berkomplot dengan pembunuh yang menusuknya.

Mereka hanya gagal membunuh Paduka.

- Paduka. - Aku sudah bertitah.

- Panggil tabib. - Namun, Paduka…

Laksanakan titahku!

Aku akan melaksanakannya.

Jika harus kehilanganmu seperti ini,

aku

tak akan bisa memaafkan diriku.

Kepulangan Paduka ke istana ditunda.

Jaga tempat ini, jangan sampai ada yang masuk.

Perkuat penjagaan.

- Siap, Kapten! - Siap, Kapten!

Haruskah kubawa penjahat yang dikurung di gudang?

Belum saatnya.

Kurung sampai ada titah selanjutnya.

Awasi dia dengan baik.

Baik, Kapten.

Kalian berdua, ikuti aku.

- Baik. - Baik.

Wanginya enak.

Minumlah, Dayang Senior Dong.

Maaf, Yang Mulia.

Entah kapan Paduka kembali ke istana.

Jadi, tolong katakan dahulu alasan Yang Mulia memanggil.

Takhta ratu yang sedang kosong

akan segera diisi orang lain.

Aku akan berusaha menjadikanmu selir,

meski itu sebenarnya urusan ratu.

- Lancangnya kau… - Biarkan saja.

Mengapa kau tertawa?

Karena teringat kejadian di masa lalu.

Kejadian apa?

Dahulu,

waktu Paduka Raja belum menjadi raja,

dan aku masih dayang di istana Anda,

Anda berkata sesuatu kepadaku

waktu aku mendadak dipanggil mendiang Raja.

Yang Mulia.

Tolong jangan pindahkan aku ke istana Paduka Raja.

Lebih baik

bunuh saja aku di sini.

Katamu kau menyukai Pangeran Agung Jinhan, kan?

Jika memang demi Pangeran Agung Jinhan,

jadilah wanita bagi Raja.

Jadilah pedang untuk melindungi Pangeran Agung Jinhan.

Waktu mendengar perkataan itu,

aku yang masih muda sangat ketakutan.

Setiap ingat kejadian itu,

aku berkeringat dingin dan jantungku berdebar.

Mengapa tiba-tiba membicarakan hal itu?

Waktu istana tersambar petir,

Paduka Raja menanyakan sesuatu kepadaku.

"Kau tahu siapa yang meracuni…

mendiang Raja, kan?"

Tadi Yang Mulia bilang akan berusaha menjadikanku selir, kan?

Aku akan menantikannya, Yang Mulia.

Dasar wanita jalang.

Mengapa lari di istana Paduka Raja?

Apa Paduka sudah kembali?

Belum.

Ikuti aku.

Jika Paduka kembali,

aku akan langsung memanggilmu.

Jadi, tunggulah di kediamanmu.

Apa Kapten Joo belum kembali?

Paduka Raja belum kembali.

Mana mungkin Kapten Joo sudah kembali?

Ada apa ini?

Apa ada sesuatu…

yang terjadi kepada Paduka?

Tunggu di sini.

Ikuti aku.

Hari ini,

ada percobaan pembunuhan terhadap Paduka Raja di tempat ini.

Apa

orang yang tak sadarkan diri di sana

adalah Paduka Raja?

Yang terluka adalah

seorang wanita.

Dia Gidaeryeong Kang Mong-woo.

Dia punya terkait dengan pembunuhnya.

Beri tahu kepadaku semua hal yang kau ketahui tentangnya

setelah mengobatinya, tanpa terkecuali.

Paham?

Baik.

Bagaimana keadaannya?

Untungnya dia tak tertusuk di bagian vitalnya.

Namun, lukanya dalam.

Dia demam, dan darahnya tak kunjung berhenti.

Tubuhnya sangat lemah sekarang.

Coba ukur denyut nadinya.

Denyut nadinya sangat lemah dan berdebar.

Apa keadaannya kritis?

Karena terluka saat tubuhnya sedang lemah agaknya membuatnya trauma.

Kami akan coba hentikan darahnya.

Lukanya harus dicuci air garam dan dioleskan obat.

Maaf, tetapi tolong keluar sebentar, Paduka Raja.

- Bagaimana dia? - Darahnya sudah berhenti.

Namun, aku cemas demamnya tak kunjung turun.

Malam ini akan kritis baginya.

Paduka Raja.

Aku telah berbuat kesalahan fatal.

Waktu perjalanan gisinje ,

kau telah berbohong dengan bilang bahwa telah mengobatinya, kan?

Ada kesalahan yang lebih fatal daripada itu.

Apa itu?

Aku memutuskan untuk berbohong waktu itu

karena seseorang yang pernah membantuku dahulu

minta tolong kepadaku untuk menjaga gidaeryeong .

Waktu itu, aku hanya ingin membalas budi kepada orang itu.

Aku tak menyangka dia berkomplot dengan seorang gidaeryeong ,

apalagi bisa masuk ke dewan untuk menjadi inspektur jenderal.

Kim Je-nam…

Apa hubungan Kim Je-nam dengan Gidaeryeong ?

Katanya Gidaeryeong adalah anak sahabatnya.

Perkataanmu seperti pengakuan berkhianat.

Kau bisa bersumpah bahwa kau tak berbohong sama sekali?

Untuk apa aku berbohong jika bisa ketahuan

dengan mudah melalui Inspektur Jenderal?

Paduka Raja, jika perkataannya benar,

ini tidak bisa dibiarkan.

Panggil Kim Je-nam.

Baik, Paduka.

Silakan ikut denganku.

Tabib Ji Nam-kyu

hanya melaporkan kebenaran, Paduka.

Aku akan menjawab

jika Paduka bertanya.

Selama ini…

kau tahu apa yang Gidaeryeong rencanakan terhadapku?

Tentu, Paduka.

Tiga tahun lalu, dia datang kepadaku dalam keadaan sekarat.

Saat sudah mulai pulih,

dia langsung mengaku bahwa dia mendendam pada Paduka

dan meminta bantuan kepadaku.

Apa kau juga…

berpikiran sama dengannya?

Paduka Raja.

Aku malu mengatakannya,

tetapi aku tidak seberani dia.

Sebelum menerima panggilan Paduka,

aku bertekad untuk terus tinggal di desa terpencil sampai mati.

Meski rencananya telah tersusun rapi,

aku yakin dia akan gagal.

Jadi, aku hanya berharap dia selamat.

Paduka Raja.

Semua perkataannya bohong.

Dia tak melaporkan perbuatan Gidaeryeong

meski sudah menjadi Inspektur Jenderal.

Tentu saja itu karena dia merencanakan pengkhianatan bersamanya!

Wajar saja jika Paduka mencurigaiku.

Aku pun dahulu mencurigai Paduka.

Aku heran mengapa Paduka memanggilku yang tidak jelas apa gunanya.

Aku sempat berpikir Paduka ingin pura-pura bijaksana

agar bisa menenangkan hati rakyat.

Namun, semua kecurigaanku

langsung hilang begitu bertemu Paduka.

Aku jadi berpikir bahwa ada sesuatu

yang bisa kulakukan demi rakyat dan bangsa ini.

Lalu, aku menyampaikan semua kepada Gidaeryeong dengan jujur.

Setelah itu kami tak pernah bertemu secara pribadi lagi,

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left