처음 200줄입니다.
Penerjemah: Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent A Member of IDFL™ SubsCrew
--- Terima Request Subtitle Berbayar --- 087784989595 or PM me
Hari ini, kutinggalkan kota ini..
Tempatku tumbuh besar bersama kasih sayang orangtuaku.
Namun hampir tak ada perbedaan antara kebahagiaan dan kesedihan.
Dapat kupahami itu saat aku kehilangan segalanya persis di hadapanku.
Kata orang itu adalah kerusuhan antar orang Muslim dan Hindu.
Tapi bagiku itu adalah kerusuhan antara kemanusiaan dan fanatisme.
Di sini, kemanusiaan sudah hilang.
Ayah..
Mumtaz, tunggu.
Ibu!
Ibu!/ Tunggu!
Mumtaz, kendalikan dirimu.
Ibu!
Ibu!
Ayah! Ibu! Tidak!
Kendalikan dirimu. / Ayah!
Kereta sudah datang, ayo Mumtaz. Ayo, ayo.
Ayo cepat. Habis ini tidak ada kereta lagi.
Minggir, minggir. Ayo cepat, Mumtaz.
Mumtaz, ayo cepat, habis ini tidak ada kereta lagi. Ayo cepat.
Kenapa kau cuma lihat-lihat? Ayo cepat.
Habis ini tidak ada kereta lagi. Tak ada apa-apa lagi di tempat ini.
Kau renungkan apa? Ayo cepat. Hei, ayo.
Hei! Minggir, minggir.
Keinginan ibu bahkan usai aku menikah...
...adalah aku tidak boleh keluar kota.
Agar aku bisa selalu mendampinginya.
Apa yang tersisa di kota ini, selain kenangan manis?
Kini aku hidup bersama paman Irfan.
Biarlah kumelihat, ke mana hidup akan membawaku.
Apa ini, Kakak Iqbal? Turunkan tanganmu.
Sialnya aku. / Assalammualaikum.
Kartumu bagus, Teman.
Paman lrfan?
Menurutku semua kerusuhan itu adalah ulah para politisi.
Orang lain yang lakukan dan orang miskin yang kena imbasnya.
Kami akan dapat tempat tinggal, 'kan Kakak Iqbal?
Ya, kau beruntung sekali kita saling mengenal.
Aku datang ke Mumbai dengan menaruh kepercayaan padamu.
Paman, jangan pernah percaya siapapun di Mumbai, Paham?
Aku memberimu tempat tinggal untuk hidup demi persahabatan.
Jika tidak, kita harus bayar demi hidup di Mumbai. Paham?
Ayo.
Apa kabar?/ Halo.
Semua temanku, mereka sangat menghargaiku.
Awas barangmu.
Kemari.
Jangan cemas. Akan kutangani segalanya.
Ia adalah Kakak Qureishi, ia orang yang sangat berbahaya.
Dulu memotong orang, kini memotong daging.
Kakak Qureishi, Assallamualaikum.
Ia selalu menyendiri.
Paman, ini tempat tinggalmu.
Anggap seperti di rumah sendiri, oke?
Kakak Iqbal, bolehkah aku bekerja?
Kau gila?
Bukan maksudku kalau di sini tidak ada pekerjaan.
Kau akan temukan pekerjaan di Mumbai. Di sini tak ada yang tidur kelaparan.
Tapi, butuh waktu untuk memberimu pekerjaan.
Dengar.
Kalau boleh, aku bisa pekerjakan ponakanmu.
Di seluruh penjuru Mumbai, Wanita Bar Malam adalah yang terbaik.
Bar Malam adalah tempat penjualan miras.
Dimana perempuan mengajakmu minum miras, mereka menari...
...dan pelanggan menikmatinya.
Pria yang biasa minum satu gelas akan minum dua gelas.
Masih tidak paham?
Zaman dulu ada tarian dari wanita-wanita Nautch, bukan?
Ini ini dansa disko zaman modern. Paham?
Taruh kotaknya di sini dan keluar bersamaku.
Persiapkan ponakanmu. Aku datang nanti malam.
Aku mengenal baik Pak Anna pemilik Chandni Bar.
Aku akan minta ia pekerjakan ponakanmu di sana.
Kapan kau datang dari Tirupati?
Kau sudah berikan sumbanganku sebesar 501 Rupee 'kan?
Shabboo Sialan! Jangan coba-coba merayu pelangganku.
Hei! Pelacur murahan! Kau mulai duluan.
Ingat saat kau merayu Mahim-ku?
Hei! Berikan lipstiknya. Dasar kalian tukang drama.
Hei, diam! Apa yang selalu diocehkan setiap hari?
Aku sampai tak bisa bicara di telpon.
Anna, masalahnya dia merayu pelangganku.
Diam, bisa?
Hei, berhenti di sini.
20 Rupee./ Ambil.
Apa kabarmu, Prem? / Baik, Iqbal.
Siapkan 120 sirih. Aku segera kembali.
Siap./ Masuk, Paman.
Mari. Duduk di sini.
Aku segera kembali.
Bilang Anna aku sudah datang. / Baik.
Salam.
Apa kabarmu Shabbo, Rani?
Bagaimana perhiasan dari Bandra-mu?
Kau pasti menggerogotinya bagai semut./ Diam!
Enyahlah! / Anna, sebentar.
Pasha.
Ayo, Paman.
Anna, ia adalah Paman Irfan dan ini Mumtaz.
Aku telah ceritakan tentang dia..
Dia bisa menari?
Ya, dia bisa!
Dia tahu tarian dari film.
Chamdi, lakukan satu hal,... / Baik.
...minta dia untuk mulai bekerja besok. / Oke.
Dan jelaskan padanya aturan keuangan di sini.
Akan kujelaskan. / Silakan pergi.
Ayo Paman, kau ikut juga. / Chamdi, sebentar.
Kau berjanji akan membawa Rupa dari Diamond Bar ke sini.
Apa yang terjadi dengannya?
Anna, kami tak bisa membujuknya.
Akan kucarikan yang lain. Ada Kanchan dari Saturday Bar...
...dia hebat! Akan kuminta dia.. / Baiklah, cepat pergi.
Mari!/ Dan suruh Sundar masuk.
Terima kasih.
Mumtaz, kenakan pakaian ini dan bersiaplah.
Nanti malam kita ke Bar Malam.
Paman, aku tak mau ke sana.
Kenapa?
Aku tak suka tempat itu, dan orang-orang yang datang ke situ.
Kau pikir Paman suka semua ini?
Tapi, kita bisa apa?
Mumtaz, ini Mumbai, bukan kota kita!
Lakukan satu hal, bekerjalah selama beberapa hari.
Usai Paman dapat kerja baru kau bisa berhenti.
Kenapa kau berlaku begini?
Jika kau tak bekerja sebelum Paman cari kerja, kita akan mati kelaparan.
Iqbal juga akan usir kita dari sini.
Kenakan pakaiannya dan siaplah nanti malam.
Cepat! Bajajnya menunggu di luar.
Ayo.
Rani! / Lelakiku sudah datang?
Bukan lelakimu, tapi lelakiku sudah datang.
Kau suka sekali pak tua itu.
Ya, tapi pak tua itu dulu pahlawanmu.
Ambillah. Kini dia tidak berguna.
Hei, Deepa, Rani, Shabboo, dia adalah teman baru kalian.
Nomornya adalah 16.
Dengar, naik ke panggung hanya saat kupanggil, paham?
Duduk sana.
Hei, siapa namamu?
Mumtaz!
Apa kau kawin lari dan datang kemari?
Atau kau datang karena namamu sudah tercemar di kota asalmu?
Hei, Sundal! Diam!
Kau pikir semua orang sepertimu?
Oke, Deepa, Rani, Anju, Shabbo, Pushpa dan...
...siapa namamu? Ya! Mumtaz!
Keluar. Cepat!
Ayo, cepat. Keluar.
Rani, ambil bagianmu.
Ambilkan kotak lain.
Anna, aku pergi.
Hei! Nomor 16 kotak siapa?
Siapa kotak 16 ini? Ini tidak ada isinya.
Heroine. Bukankah kotak uang 16 itu punyamu?
Chamdi, kotaknya kosong.
Harusnya kau tak bawa gadis macam itu kemari.
Apa aku mengelola panti asuhan?
Bukankah sudah kuminta kau jelaskan aturan keuangannya?
Kau belum jelaskan, bukan?
Gadis bodoh! Dia sama sekali tak tahu apa-apa!
Anna, dia masih baru, 'kan?
Akan butuh satu atau dua hari untuk mempelajarinya.
Akan kujelaskan.
Mumtaz, kau sudah gila?
Kau harus ambil uang dari pelanggan.
Kenapa tidak paham?
Chamdi, jangan banyak bicara. Bawa dia pergi.
Dengar apa ucapan bos?
Anna, akan kujelaskan.. / Anna, jangan bebani dia.
Serahkan dia padaku, akan kuajarkan dia.
Bukankah aku yang melatih gadis-gadis lainnya?
Kulatih mereka, 'kan? Dengar!
Datanglah sejam lebih awal, paham?
Dan kenapa kau tutupi diri dengan kain?
Akan kujelaskan cara pakai besok! Paham?
Dia suamiku, Gokul. Dia adalah supir.
Kami sudah empat tahun menikah.
Semenjak itu aku selalu bersamanya.
Sudahlah! Bukankah ada orang lain untuk kau ganggu?
Kenapa berhenti di sini?
Bukankah kita akan pulang?
Kenapa?
Hari ini, aku lelah sekali.
Kau bicara apa?
Aku sudah terima uang muka dari Tony.
Besok, dia mau ke Goa.
Tapi, kau bisa tanya dulu padaku.
Gokul, kau tahu betul aku hamil dua bulan.
Aku sudah aborsi tiga kali.
Gokul, katamu kali ini aku boleh jadi ibu.
Hei, Bunda India, jangan mengguruiku.
Kita akan punya anak kalau kita punya uang.
Aborsikan besok. Cepat pergi!
Pergi.
Hei, dengar! Dia meminta dua.
Bodoh, dia ingin jadi ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.