Koi... Mil Gaya

Koi... Mil Gaya (कोई मिल गया)

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Koi Mil Gaya (2003) Indonesia
다음의 해설 kikywebsite

태그

other
게시일: 2019-07-28
다운로드: 531
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Alam semesta ini terbuat dari beberapa kelompok bintang...

... yang dikenal sebagai galaksi.

Bumi kita adalah bagian dari galaksi yang disebut...

... Bima Sakti.

Suamiku yang merupakan ilmuwan ruang angkasa meyakini bahwa...

... layaknya Bima Sakti, terdapat pula galaksi-galaksi lain...

... yang memiliki kehidupan.

Dia hanya punya satu tujuan hidup: menemukan kehidupan di planet lain.

Dia telah menciptakan beberapa jenis peralatan...

... untuk mengumpulkan data.

Dia selalu mengirimkan sinyal suara ke ruang angkasa...

... dan selalu mengatakan bahwa suara tidak akan pernah mati.

Dia mengatakan bahwa suara bergema di ruang angkasa untuk selamanya.

Dia sangat yakin bahwa suatu hari nanti...

... seseorang dari dunia lain akan mendengar sinyal suaranya...

... dan memberikan respon.

Suatu malam...

Sonia!

- Sonia! - Sebentar, Sayang.

- Ada apa? - Lihat! Mereka merespon!

Mereka memberikan respon!

Maksudmu, suara-suara ini?

Aku menggunakan kata "OM" untuk membuat pola di octopad ini.

Aku mengkonversinya secara digital menggunakan komputer...

... untuk mengirim bit suara ke ruang angkasa.

Lihat ini. Seseorang dari dunia lain meresponku.

Risetku berhasil!

Ini sebuah terobosan, Sonia!

Kita harus segera memberitahu pusat ruang angkasa.

Jadi, apa mereka berbicara padamu?

Apa mereka menyapamu?

Serta menanyakan kondisi cuaca di Bumi?

Maafkan aku, Pak. Tapi ini bukan lelucon.

Apa kau lihat Pusat Penelitian ini, Dr. Mehra?

Ini adalah apa yang telah kami teliti selama bertahun-tahun...

... dan mereka mengontak kau, bukan kami? Bagaimana mungkin?

Kenapa tidak? Aku juga telah meneliti ini seumur hidupku.

Aku mengirimkan berbagai gelombang suara...

... serta menciptakan berbagai instrumen untuk memproduksi suara.

Setelah berbagai eksprerimenku, ketika aku mengirim kata "OM" pada mereka...

... dalam berbagai variasi dan nada, kenapa tidak mungkin bahwa...

Apa kata "Om" yang dia bicarakan ini?

"Om" adalah kata relijius dalam Agama Hindu.

Kata ini mengandung segala vibrasi di alam semesta.

Jadi mereka juga memeluk agamamu!

Dengar, Dr. Mehra. Melamun itu kebiasaan yang sangat buruk.

Percayalah padaku, Pak.

Aku bisa membuktikannya.

Kau membuang-buang waktu kami, Dr. Mehra. Pulanglah, kumohon.

Mereka bilang melamun itu kebiasaan buruk.

Aku harus pulang dan tidur.

Mereka tak sadar bahwa segala penemuan dan terobosan berawal dari mimpi.

Jangan putus asa.

Orang-orang di dunia ini selalu menolak penemuan baru...

... namun menerimanya kelak. Itu yang mereka lakukan ke kita.

Apa mungkin dunia-dunia di alam semesta...

... yang terpisah jutaan kilometer...

- ... akan pernah bertemu? - Kenapa tidak?

Manusia telah pergi ke Bulan. Kita juga telah mengirim...

... pesawat luar angkasa ke Mars dan Jupiter.

Maka tentu mereka juga berusaha menemukan dunia kita.

Karena itulah Benda Terbang Aneh sering terlihat.

Kenapa lampunya mati-hidup mati-hidup?

Apa yang terjadi?

Sanjay! Lihatlah!

Ya Tuhan!

Aku tak percaya ini, Sonia!

Orang-orang tadi tak percaya padaku. Tapi lihatlah, mereka datang!

Tidak!

Tidak...

Dalam seketika, seluruh mimpi dalam hidup kami hancur berantakan.

Dia yang mencoba mencari dunia lain...

... hilang ke dunia yang tak diketahui siapapun.

Setelah kematiannya, aku tak bisa bertahan hidup di Kanada.

Rohit saat itu masih sangat muda, jadi aku kembali ke India.

Dari apa yang kau ceritakan, aku kini memahami seluruh sejarahnya.

Ini adalah hasil X-ray otak Rohit.

Apa kau lihat bagian putih ini? Ini dikenal sebagai gliosis.

Ini disebabkan oleh luka di kepala.

Namun, hal seperti itu tak pernah terjadi pada Rohit, Dokter.

Pernah. Nyonya Mehra, saat kecelakaan,

kau jatuh dan perutmu terbentur...

... hingga terjadi luka pada otak janin...

... dalam kandunganmu, dan karena itu ia menderita kerusakan otak.

Karena itulah, pertumbuhan mentalnya tidak normal dan ia lemah belajar.

Meski umurnya delapan tahun, otaknya setara anak umur dua setengah tahun.

Aku khawatir, bahkan ketika dewasa nanti, kemampuannya akan terbatas.

Pasti ada yang bisa menyembuhkannya, Dokter.

Ada. Operasi otak.

- Namun... - Apa?

Kesempatan sukses pada kasus seperti ini sangat kecil.

Kalau operasinya gagal, seluruh tubuhnya bisa lumpuh.

Bahkan bisa jadi kegagalan itu berakhir dengan kematian.

Tidak. Aku sudah kehilangan semua yang aku miliki.

Aku hanya punya Rohit.

Aku tak bisa kehilangan dia.

'Meski umurnya delapan tahun, otaknya setara anak umur dua setengah tahun.'

'Bbahkan ketika dewasa nanti, kemampuan mentalnya akan terbatas.'

- Hei, Rohit! - Maaf, Paman Sukhwani!

Maaf, kepalamu! Lihat apa yang bolamu perbuat pada rumahku!

Aku ini anggota kepolisian. Kalau kau memecahkan jendela lagi...

... akan kukurung kau di penjara. Paham?

Berani-beraninya menentangku. Dasar anak tidak beradab.

Apa kesalahanku padamu?

Kau memecahkan jendela lagi!

Aku memecahkan jendelamu. Tapi aku sudah minat maaf, 'kan?

Apa kau pikir kau berbuat baik padaku?

Sudah berapa tahun aku bersabar denganmu?

Aku tak akan mengampunimu hari ini. Tidak akan!

Rohit, tunggu.

- Tak perlu merasa takut. - Ya, biarkan saja dia datang.

Ya Tuhan! Apa yang telah mereka lakukan?

Mereka memecahkan semua jendelaku!

Hujan, sinar matahari, debu...

... semua ada di dalam sana, kecuali diriku sendiri!

Jangan marah, Paman.

Saat aku sudah dewasa, akan kubetulkan semua jendelamu, Paman.

Kau ingin tumbuh sampai kapan?

Sekarang kau sudah setinggi pohon.

- Apa kau ingin menjadi Menara Eiffel? - Jangan hina teman kami.

- Kami akan mengganti jendelamu. - Iya.

Sana lakukan!

- Beri kami Rp100 ribu dulu. - Rp100 ribu? Untuk apa?

Kami kan harus membeli jendela baru. Bayarlah, Paman.

- Beri kami uangnya. - Ayo.

Anak bandel! Kau meminta uang dari polisi?

Sana pergi sebelum kalian aku pukul! Pergi!

Rohit,cepat lah, Nak. Kau akan terlambat masuk sekolah.

Ini hari yang sangat penting, Tuhan. Aku akan naik kelas.

Kelas tujuh. Lindungi aku, Tuhan.

Ibu, apa kau pernah ke sekolah?

Kami tak membawa buku lama ke kelas baru.

Aku akan mendapat buku baru di kelas tujuh.

Kau tak akan naik ke kelas tujuh.

Kenapa tidak? Seluruh temanku naik kelas!!

Kau tidak lulus.

Aku tidak lulus lagi?

Iya.

Aku tak akan pergi ke sekolah. Tak akan lagi!

Guru itu jahat. Aku belajar keras, dan ia masih tak meluluskanku.

Padahal dia meluluskan semua orang.

Karena itu aku tak akan sekolah.

Belajar lah lebih rajin kali ini, Rohit. Kau pasti lulus.

Tidak.

Akan ada murid-murid baru di kelasku, Bu.

Mereka akan mengejekku dan menjadikanku bahan bercandaan.

Mereka akan memanggilku tiang bodoh. Aku tak mau sekolah lagi.

Buang saja buku-buku itu. Aku tak mau membacanya.

Itu tak mungkin, Ibu Mehra.

Jangankan menaikkan Rohit ke kelas tujuh...

... ia bahkan tak seharusnya bersekolah di sini.

Ada sekolah-sekolah spesial untuk anak sepertinya.

Tak ada sekolah seperti itu di kota ini.

Namun, aku berusaha untuk dipindahkan ke Delhi...

... di mana ada sekolah spesial untuk anak-anak seperti Rohit.

Kepala bank tempatku bekerja bahkan sudah berjanji padaku.

Hanya untuk satu tahun, Pak.

Aku mohon?

Aku akan berhutang budi padamu, Pak.

Guru tak pernah menganggap mengajar anak-anak menciptakan hutang budi.

Namun, menaikkan kelasnya seperti ini tak akan menolongnya sama sekali.

Ayah, aku tahu Rohit tak akan pernah menjadi apa yang aku inginkan...

... atau pun apa yang ayahnya inginkan.

Namun, tetap saja, demi kebahagiaan Rohit...

... ku mohon padamu...

Baiklah, Ibu Mehra.

Ini kali terakhir.

Oke, anak-anak.

Kalau x adalah 12 dan y adalah 8...

... berapa nilai x + 3y? Cepat tulis jawabanmu.

Pak!

Ya, Rohit.

Berapa x + 3y? Tunjukkan jawabanmu.

Ya.

Bagus sekali!

Jawabanmu benar.

Sungguh, Pak?

Seharusnya kau menjadi yang pertama mengajukan diri.

"Penampakan burung-burung itu..."

"... membangkitkan sebuah hasrat."

"Meski kita melangkah di bumi..."

"... kita akan menyentuh langit."

"Penampakan burung-burung itu..."

"... membangkitkan sebuah hasrat."

"Meski kita melangkah di bumi..."

"... kita akan menyentuh langit."

Kereta!

"Dapatkah kau memberitahuku bagaimana kita akan terbang tinggi..."

"... tanpa sayap?"

"Semuanya mungkin, segalanya bisa terjadi..."

"Semuanya mungkin, segalanya bisa terjadi..."

"Dapatkah kau memberitahuku bagaimana kita akan terbang tinggi..."

"... tanpa sayap?"

"Semuanya mungkin, segalanya bisa terjadi..."

"Semuanya mungkin, segalanya bisa terjadi..."

"Lihatlah, akan datang suatu hari..."

"...hari yang pasti akan datang..."

"... ketika semua orang di dunia ini..."

"... ingin menjabat tanganku."

"Lihatlah, akan datang suatu hari..."

More Indonesian subtitles for Koi... Mil Gaya

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left