처음 200줄입니다.
- Tanah air kita… harum sekali! - Harum sekali!
- Tanah air kita… harum sekali! - Harum sekali!
Baunya seperti hamparan bunga mawar.
Semua barang milik kita yang hilang akibat tsunami ada di sini. Ayo keluarkan semuanya.
- Tanah air kita… - Harum sekali!
- Tanah air kita… - Harum sekali!
- Tanah air kita… - Harum!
Harum!
Harum!
Harum!
"Semua kekayaan berada di tempatku berada."
Ya Tuhan! Apa ini adil?
Tarik!
Devi.
Abangmu mengirim mesin cuci sebagai hadiah pernikahanmu.
Ambil ini.
Pergilah kau jangkrik air!
Oh, kau mau jangkrik air?
Koti, adikmu mau jangkrik air.
- Kirimi dia! - Bodoh!
Tutup mulutmu dan kembali bekerja.
Ayo, kawan-kawan. Tarik terus.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Bang, mau buah?
Dengan atau tanpa?
Wah. Itu lelucon?
Yang itu sudah tua. Tertawalah sendiri.
- Brengsek! Dia mengejekmu, Bung! - Dasar bodoh.
Bodoh?!
- Bung, ayolah. - Kau mengataiku bodoh?
Beraninya kau?
Hei, hei! Berhenti!
- Ini keterlaluan. - Mereka mabuk.
Aku melihat orang-orang itu tadi. Mereka ngebut-ngebut di jalan.
- Bilang sekarang. - Tolong lepaskan aku.
Bilang!
Ayo kita pergi.
Empat…
Katakan, sayang. Ayo. Bicaralah.
- Bilang saja. - Lima…
Bang, jangan. Kumohon jangan.
Bilang!
Lepaskan aku!
Kau bukan siapa-siapa!
Hei, diamlah.
Hei, minggir dari hadapanku.
Mundur dan nikmati tontonan itu.
Hei, bung! Apa...
Lihat kami.
Bang.
Hei, ke sini!
Pak!
- Pak! - Pak, tolong kami!
Pak…
- Kau menandatanganinya? - Ya, Pak.
Pak, Pak! Tolong kami, Pak. Dia akan membunuh kami.
- Tolong kami, Pak. Tolong! - Siapa orang ini?
Tolong, Pak. Tolong kami.
Hentikan dia dulu.
Siapa kau sebenarnya?
Pegang dia.
Masukkan dia ke dalam penjara dan kurung dia.
Orang gila!
Ya Tuhan! Dia membuat kekacauan! Bereskan tempat ini.
Pergilah. Jangan berdiri di sini. Kembali nanti.
Dia membalikkan seluruh tempat itu dalam semenit.
Dia bahkan merobek seragamku.
Brengsek! Kalau orang tahu, kita akan dipermalukan.
Suruh dia duduk di sudut.
Tidak apa-apa. Silakan duduk.
Kembalikan semuanya pada tempatnya.
- Air… - Berikan dia air sebelum dia mati.
Pak.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Siapa orang-orang ini?
- Siapa itu? - Kami tidak tahu, Pak.
Dia muncul entah dari mana dan menghajar orang-orang ini.
Kami mencoba menghentikannya. Tapi, dia malah mendorong kami.
- Kuharap kau tidak memukulnya. - Aku tidak memukulnya, Pak. Demi Tuhan.
Tentu saja!
Kita memukul orang yang tidak bisa membalas.
Ada video dengan apa yang terjadi di sini?
Aku memikirkannya, Pak. Tapi dia tidak memberikan waktu sedikit pun.
Apa-apaan ini! Kau seharusnya merekamnya.
Orang merekam video dan mengejek kita, bahkan saat kita menghajar pemerkosa.
Kau seharusnya sadar.
Hei. Siapa namamu?
Hey.
Hey!
Baiklah kalau begitu.
Dia punya rencana.
Tampaknya dia sedang memintal jaring untuk kita.
Jika dia tetap bungkam, dia pasti punya dukungan kuat.
- Kau sudah mengajukan FIR? - Belum, Pak.
- Oke. Catat. - Oke, Pak.
Pelanggaran perdamaian dengan memicu kekerasan di tempat umum.
Oke.
Pemukulan dan penyerangan pada polisi di dalam kantor polisi.
Oke Pak.
Meremehkan masa India… brengsek!
Merusak kedaulatan India dengan menghasut terorisme melalui ucapan.
Pak, ini terdengar seperti kasus serius.
Itu pelanggaran yang tidak bisa dibebaskan dengan jaminan.
Besok hari Senin, jam 07.30 hingga jam 09.00 bukan waktu yang baik.
Haruskah kubawa dia ke pengadilan jam 9.30, Pak?
Apa? Besok?!
Aku akan membawanya ke Hakim malam ini
dan membuat namaku harum.
Oke, Pak. Oke, Pak.
Pergi dan beri tahu mereka.
Halo. Pastor! Pastor!
Pak, dia Pastor Gereja St. Michael.
Aku tahu dari penampilannya.
Apa itu? Puji Tuhan.
Pak, aku kenal anak itu.
Ada kesalahpahaman.
Dia agak cepat marah.
Oh.
Itu sebabnya dia memukuli orang-orang di kantor polisi?
- Tidak ada yang bisa kulakukan, Pastor. - Maaf, Pak.
Tolong dengarkan aku.
Dia sudah memberikanku pernyataan rincinya.
Kami bahkan mengajukan FIR.
Sekarang, tidak ada yang perlu dibicarakan. Puji Tuhan.
Ada apa sayang?
Malaikatku yang manis!
Roti manisku!
- Pak… - Ada apa, sayang?
- Pak, kumohon. Pak... - Ayah akan pulang sekitar setengah jam lagi.
- Aku akan… - Tolong dengarkan Pastor, Pak.
Dengarkan. Amin kecil untukmu juga.
Sekalipun kau bawa jemaat, aku tidak bisa menolongmu.
- Pak, Pak. Tolong, Pak. - Ayah akan mengantarmu ke pantai.
- Pak, Pak… - Kau bisa menembak balon dan bermain game.
Kau bisa menaiki bianglala.
Ayah akan membawamu kemana pun kau mau.
Orang sering kali lebih suka beramal secara anonim karena alasan moral.
Kau bicara menentang kedaulatan India.
Bagi orang-orang sepertimu, bukankah namamu adalah identitasmu?
Siapa namamu?
Apa yang terjadi? Kau lupa namamu?
Kau akan memberitahuku pada sidang berikutnya?
Pak, ini kasus yang aneh.
Klienku terlahir dengan gangguan bicara.
Apa?!
Dan satu hal lagi. Sangat disayangkan, pendengarannya juga kurang baik.
Ini buktinya.
Apa ini, Manikandan?
Di mana kau menemukan kasus seperti ini?
Jika kasus ini dibawa ke pengadilan besok,
Media sosial akan menghancurkanmu dan departemenmu.
Pastor, kau tampak terhormat. Kenapa kau tidak memberitahunya sebelumnya?
Aku sudah memberitahunya. Tapi, dia tidak mau mendengarkan.
Kau harusnya menunjukkan rasa hormat pada seragamnya.
Dia mirip aktor Sivaji.
Kukira dia sedang berakting.
Masuk akal.
Aku tidak bisa menyalahkanmu. Ayo.
Berapa kali aku sudah bilang jangan pukul siapa pun?!
Kau akan melakukan ini lagi? Kau akan melakukannya? Kau akan melakukannya?
Lihat kekacauan yang kau buat.
Kau harus bermimpi
sebelum impianmu menjadi kenyataan.
Kupikir itu Dr. APJ Abdul Kalam.
Aku tidak tahu siapa itu.
Itu dia.
Tapi itu benar.
Terima kasih.
Pada suatu saat,
telah menjadi kebiasaan untuk menyapa hadirin dengan ucapan, 'Hadirin sekalian.'
Tapi pada suatu hari yang cerah,
tanggal 11 September 1893,
di Chicagomu…
Swami Vivekananda berdiri di podium,
dan menyapa semua orang dengan…
"Saudara-saudariku terkasih."
- Dia bilang yang sebenarnya? - Kita harus menyelidikinya.
Sejak itu, dunia terinspirasi oleh Swami Vivekananda.
Semua orang tahu.
Dewa Siwa berada di Kailash.
Bagaimana dengan Swami Vivekananda?
Tempat ini?
Ya, sayang. Kau hebat.
Jadi, orang harus mengunjungi tempat ini setidaknya sekali dalam hidupnya.
Kau sudah di sini hari ini. Selamat bersenang-senang.
Hai, Charles!
Aku akan membunuhmu.
Semua klien kami pergi ke arah ini. Kenapa kau malah ke arah yang lain?
Kenapa kau menggeliat?
Pergilah.
- Kau hanya punya waktu dua menit. - Terima kasih.
Benar-benar orang bodoh!
- Dia datang. Panggil dia. - Kita berkumpul lima menit lagi.
- Hei, nona. - Hah?
- Kemari. Duduklah bersama kami. - Ada apa?
Apa Swamiji memanggil semua orang saudaranya?
Jangan ragukan kata-kataku, Bibi.
Guru kita bilang hal yang sama.
Kapan Guru bilang ini?
Sebelum dia ke pandisaala.
No comments yet. Be the first to leave one.