처음 200줄입니다.
Sayang, kau tampak kurang sehat.
- Sebaiknya kau tak ikut sarapan siang. - Kau yakin?
- Aku sungguh ingin pergi. - Tinggal dan istirahatlah.
Kau bisa bertemu Nenek saat kami kembali.
Terima kasih, tempat sampah Videobarn.
Ingin bercinta denganku, Sayang?
- Ya. - Kau ingin bercinta denganku?
Hei, Erik, apa ayahmu masih menyimpan alat pemotong milikku?
Aku tak tahu, Pak Williams.
Baik. Lanjutkan kegiatanmu.
Kau ingin bercinta denganku, Sayang?
Ya.
- Ya. Bercintalah denganku, Sayang. - Ya, kumohon.
Tiduri aku, Sayang.
Ya, seperti itu.
Ya! Sangat nikmat, Sayang.
Ya!
Sudah kubilang akan kubayar.
Apa bedanya jika kau lupa membawa kuponnya?
Dia tak suka menyia-nyiakan uang.
Aku tak akan membiarkanmu membayar penuh
jika ada kupon diskon setengah harga di meja itu.
- Aku akan segera kembali. - Aku juga ikut. Aku harus kencing.
Aku akan memeriksa Erik.
- Ya. - Ya, bagus.
- Kau suka itu? Aku juga suka. - Ya!
- Ini dia. - Baik, Ibu.
- Lebih keras. - Lebih keras? Baik.
Ya! Sangat nikmat.
- Seperti ini? - Ya, di situ, Sayang.
- Seperti ini? - Ya.
Sayang, benar seperti itu.
Baiklah, bagus.
- Dari belakang? - Ya, Sayang! Lebih keras!
- Baiklah. - Baik.
- Kau ingin keluar untukku? - Ya.
- Ya? Keluarlah, Sayang. - Hampir. Aku akan keluar.
Kita hampir sampai.
- Kau akan keluar untukku? - Hampir.
Bagus, Sayang.
Nenek.
Nenek.
Hari itu nenekku meninggal.
Itulah kisah hidupku. Tapi biar kuceritakan dari awal.
Itu aku. Bukan pusat perhatian di pesta.
Itu temanku, Mike Coozeman.
Semua orang memanggilnya Cooze karena hanya itu minatnya.
Cooze adalah pria yang populer di antara wanita dan seorang legenda.
Terkadang metodenya... meragukan.
Sangat mulus.
Tidak. Aku anggap itu pemanasan.
- Di mana Ryan? - Entahlah.
Terakhir kulihat dia menari bersama Stacey dan Shelly.
Itu sahabatku, Ryan Grimm.
Entah bagaimana caranya.
Sudah kubilang, cukup untuk kalian berdua.
Dia pindah kemari pada kelas dua.
Percaya atau tidak, dulu aku yang mengajari dia.
Sekarang dia pemain gelandang tim futbol,
dan pria paling keren di sekolah.
Hei, aku membawa vodka dan soda jahe agar perutmu tidak sakit.
Terima kasih.
Itu pacarku, Tracy.
Kami bertemu di Biologi kelas 11.
Buat sayatan pertama di katak kalian.
Potong di sepanjang perut, dari panggul hingga tulang dada.
Entah apa yang dia lihat dari diriku,
tapi saat akhirnya aku berani mengajaknya berkencan, dia setuju.
Tidak apa-apa.
Entah kenapa, dia terus berkencan denganku.
Seolah-olah dia sangat memahamiku.
Aku berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkannya.
Ayo. Cobalah yang rendah. Mudah.
Masa bodoh.
Kau baik-baik saja?
Entahlah. Apakah bokongmu bisa patah?
Aku berjanji tidak akan memintamu menaiki kuda lagi.
Kelihatannya dia sempurna, bukan? Hanya ada satu masalah.
Tracy belum siap untuk bercinta, jadi itu membuatku perjaka.
Menjadi satu-satunya perjaka di sekolah sudah cukup buruk,
tapi lebih buruk bagiku.
Ya.
Keluarga STIFLER
Aku seorang Stifler.
Para sepupuku adalah pria Stifler yang legendaris.
Steve, adiknya, Matt, dan sepupu kami, Dwight.
Nama belakangku memberikan tanggung jawab,
reputasi yang harus kujunjung.
Sayangnya, aku mengecewakan nama keluargaku
pada lebih dari satu kesempatan.
Apa masalahmu, Erik?
Sepupumu pasti membantuku mencuri bir ini.
Seorang Stifler sejati pasti meniduri kambing itu.
Jika kau sungguh seorang Stifler, kau pasti sudah meniduri Tracy sekarang.
Stifler.
Namaku, warisanku, kutukanku.
Sulit dipercaya kau membunuh nenekmu karena merancap.
Hasil penemuan koroner tidak pasti.
Kenapa kau masih merancap dengan film porno payah itu?
Ya, kenapa kau tidak membuka Internet seperti orang normal?
Karena ibuku memasang CyberNanny
setelah kau mencari film porno Jerman semalaman.
Bung, kau menyedihkan.
Kau tahu siapa yang kusalahkan? Tracy.
Apa? Kenapa?
Jika dia sudah bercinta denganmu,
mungkin kau tak akan membunuh kerabat dengan ejakulasimu.
Erik, jangan lulus sebagai perjaka. Demi Tuhan, kau seorang Stifler.
Hei, Sayang. Bagaimana kelas matematika?
Baik. Bagaimana kelas bahasa Inggris?
Sebenarnya, cukup menarik.
Kau tahu anak yang selalu kuceritakan?
- Dia memainkan pensil dan... - Keren.
- Kau baik-baik saja? - Ya, aku baik.
Erik, kita berkencan selama dua tahun. Aku tahu saat ada yang mengganggumu.
Tak ada masalah.
Entah kenapa kau mengira bisa membaca pikiranku.
Aku memang bisa. Ada apa?
Kau akan menganggapku berengsek. Lupakan saja.
Erik, kau tahu kau bisa bicara apa pun denganku.
Baiklah.
Ini soal seks.
Maksudku,
kita sudah berpacaran dua tahun. Dua tahun, Trace.
Sewaktu SMP, itu lain hal,
tapi sekarang kita SMA, dan masalah perjaka ini
mulai memiliki dampak serius.
Ada yang meninggal.
- Sudah kubilang, aku belum siap. - Aku sangat siap.
Apakah aku tidak bisa siap untuk kita berdua?
- Bukan seperti itu caranya. - Seharusnya begitu.
Maaf, Erik. Aku tahu kau telah sangat sabar.
Aku tahu. Terkadang...
Apa?
Kau perempuan. Lebih mudah bagimu menjadi perawan,
karena semakin lama kau perawan, kau semakin polos dan suci.
Semakin lama aku perjaka,
aku semakin ditertawakan seisi sekolah.
- Maaf, tapi... Maksudku... - Maaf aku membahasnya.
Aku harus pergi. Sampai jumpa seusai sekolah.
Baik.
Sampai jumpa.
Percayalah, penisnya sebesar ini.
Bagaimana dengan Erik? Aku yakin penisnya besar.
Tracy tak akan tahu.
Terserah.
Kurasa sulit mengetahui ukuran penis dari bergesekan saja.
Brooke, itu jahat.
Hanya karena aku tak punya katalog ukuran penis sekolah sepertimu,
bukan berarti aku tak tahu beberapa hal.
Baik. Jadi, berapa ukuran penis Erik?
- Sudah kubilang. - Ayolah, Brooke.
Hubungan kami tak seperti itu.
Erik berbeda. Dia menghormati batasanku.
Lebih baik kau memberinya alasan untuk tetap bersamamu,
atau dia akan mencari gadis dengan batasan lebih longgar.
- Erik tak akan melakukan itu. - Ya, itu katamu tentang Trent.
Dia memutuskanmu karena seks, dan itu tahun pertama.
Ya, ini tak akan berhasil tanpa seks.
Trent manis, dan kudengar dia baru memutuskan Holly.
Tracy, kami menyayangimu, dan kami suka Erik, tapi hadapi saja.
Dia laki-laki, dan mereka punya kebutuhan khusus.
Sungguh. Sudah kebiasaan dari zaman dahulu.
Aku tak percaya kau berpacaran dengannya tanpa seks selama ini.
Erik, tebak aku baru bicara dengan siapa?
Siapa?
Sepupumu Stifler di Michigan.
Kenapa bicara dengan sepupuku Dwight?
Kami sering bicara.
Apa? Kami punya banyak kesamaan.
Apa yang dilakukan orang gila itu?
Dia ikut fraternitas dan mereka semua hanya minum dan bercinta.
Kebetulan mereka mengadakan
pesta besar akhir pekan ini
- untuk Balap Telanjang. - Apa itu Balap Telanjang?
Sebuah acara tempat ribuan siswa
berlari telanjang di kampus.
Cara menghilangkan stres setelah ujian.
Ribuan wanita telanjang?
Kata Stifler, pesta ini akan luar biasa.
Intinya, tempat ini sudah tak menarik.
SMA sudah berakhir untuk kita.
Waktunya berpindah ke tempat baru.
Film porno, ejakulasi, nenek mati, dihukum selamanya?
Jangan khawatir.
Beri tahu orang tuamu,
kau berniat kuliah di sana.
- Entahlah. - Yang benar saja.
Ibumu menangis saat kau bilang akan kuliah di Boston.
Dia akan membantumu berkemas jika kau bisa dekat rumah.
Aku akan membantumu.
Aku akan membuat roti lapis.
- Selada ayam? - Tentu.
Apa kau bisa menemui sepupumu?
Ya. Kami bisa mampir dan menyapanya.
Dia orang yang pantas dijadikan panutan.
Pasti dia tak sempat ejakulasi pada keluarganya.
- Harry, kumohon. - Aku tidak mengerti.
Saat aku seusiamu, aku bercinta dengan banyak wanita.
Aku tak punya waktu untuk masturbasi.
No comments yet. Be the first to leave one.