릴리스 정보

Maine Pyaar Kyun Kiya 2005 WEBrip MKVcinemas NANOsubs
다음의 해설 NANOsubs_
Paid Request for Resync for WEBripp MKVcinemas! | Membuka Jasa Penerjemahan, Transkrip, dan Resync Subtitle Film, Video atau Series, silahkan kontak WA: 0895333122239 untuk lebih lanjut atau pemesanan! Thanks! | Bantu support NANOsubs di: https://trakteer

태그

webrip
web
BRip
mkv
게시일: 2023-05-16
다운로드: 57
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 188줄입니다.

NANO

subs

Diterjemahkan Oleh : Galank87 AKA Battosai212

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Sameer.

Bau gas.

Sameer...

Tante! Tante!

Tante yang cantik.

Hei tante, bangunlah!

Sameer, maafkan aku. Aku telah meninggalkanmu.

Tentu, kau akan dimaafkan. Sekarang bangunlah!

Kuharap kau Spesialis Hati bukannya Spesialis Tulang,...

...jadi kau akan mengerti. / Aku mengerti semuanya!

Sekarang, ayo bangunlah!

Kumohon, Sameer... untuk terakhir kalinya.

Baiklah.

Siapa kau? Dan sedang apa di sini?

Gadis aneh! Dia yang memelukku duluan sekarang malah memarahiku!

Bagaimana kau bisa masuk? / Gadis tak tahu berterima kasih!

Seperti pahlawan! Kuterobos melalui jendela. Kau biarkan gas-nya menyala.

Jika aku tak tepat waktu, kau pasti sudah mati sekarang.

Kenapa menyelamatkanku? Harusnya kau membiarkanku mati!

Aku mengerti! Ini kasus bunuh diri!

Alasannya karena Sameer, kan? / Dari mana kau tahu?

Tante! Cuma namanya yang kau sebutkan saat memelukku!

Jangan sebutkan namanya. Aku sangat marah padanya.

Kenapa? Apa ada gadis lain di kehidupannya Paman?

Gadis lain? Dia sudah menikah! / Kau mencintai pria yang sudah menikah?

Dia pria yang sangat jujur. Tak sembunyikan apapun dariku.

Itu sebabnya aku mencintainya. / Paman yakin kau akan mengerti.

Oh ya, aku Pyare Mohan. / Hai!

Tapi panggil saja aku Pyare. Tetanggamu yang baik.

Aku baru saja tiba dari Delhi. Aku ingin jadi bintang film!

Aku Sonia, seorang model. Dan Sameer, Spesialis Tulang.

Itu bukan hal penting. / Apa?

Ini sudah larut. Selamat malam. / Tunggu, tunggu dulu.

Ini kartu namanya Sameer. Bilang kalau aku masih hidup.

Dan dia tak usah menemuiku lagi.

Tentu, akan kutelepon dia.

Selamat malam, Pyare.

Ini Naina, dari Klinik Dr. Malhotra. Ada apa?

Kenapa ronsen-nya belum tiba? Tolong cepatlah. Terima kasih.

Restoran Thailand? Klinik Dr. Malhotra. Makanannya masih belum sampai.

Ini sudah jam 1 siang. Tolong cepatlah. Terima kasih.

Permisi, Bu. / Ya?

Berapa lama lagi antrianku? / Anda berikutnya. 5 menit lagi.

Baiklah. / Silahkan duduk.

Dan kapan giliranku, sayang? / Kau? Ada apa?

Harus kukatakan di sini, atau kita keluar?

Apa yang kau mau? / Kau!

Kau tahu, jika kau tak punya teman Dokter...

...aku takkan pernah biarkan kau masuk ke Klinik ini.

Kau tak membiarkanku masuk ke Klinik ini, juga ke hatimu,...

...apa kau semacam pengawas?

Sekarang lihatlah... / Aku bisa melihatmu seumur hidup.

Sekarang, Dokternya sedang memeriksa pasien.

Aku tahu pasien seperti apa yang dia periksa!

Bagaimana? Apa yang kau derita?

Sejak aku melihatmu, lututku menjadi lemah...

Kekurangan kalsium. / Terasa sakit di bawah punggungku.

Pasti sendimu terkilir. / Hatiku terus saja berdebar.

Kolesterolmu harus diperiksa. / Seluruh tubuhku terbakar.

Sepertinya kau mengalami demam. / Hei...jangan buang-buang waktu.

Sekarang cepat peluklah aku! Kumohon!

Bagaimana aku bisa kendalikan diri? Ini bukan wafer...ini seorang gadis!

Dengar...apa kau tahu? Aku ini sudah menikah.

Lalu? Kapan aku menyuruhmu menceraikan istrimu?

Setidaknya kau harus tetap menemuiku seperti biasa.

Baiklah. Tapi tidak sekarang. / Kapan?

Bulan Juni nanti. / Sekarang!

Bulan Juni! / Sekarang!

Naina!

Lepaskan! Tolonglah aku! Naina!

Lepaskan! Lepaskan!

Astaga! Aku ini sudah menikah!

Lepaskan!

Kau baik-baik saja? / Beraninya kau!

Tapi aku cuma ingin menolongmu. / Kau sebut ini pertolongan?

Dokter, beritahu temanmu agar menjaga sikap! Kurang ajar.

Bagaimana kau bisa menghadapinya? / Aku bisa menghadapi hal ini...

Aku bisa kendalikan diri... aku punya karakter yang hebat!

Tak bisakah kau temukan Perawat yang baik?/ Sampai ketemu lagi!

Kau nanti saja!

Tak mungkin ada perawat yang lebih baik dari Naina.

Dia menjaga Klinik, makananku...semuanya.

Seperti istri yang baik. Perbedaan hanya...

...setelah selesai kerja, dia pulang ke rumahnya. Dan aku ke rumah Sonia.

Setingan yang bagus! Luar biasa!

Sameer, setelah kau membaca ini, Aku sudah tak ada di dunia ini : Sonia

Dokter! Kau dapat e-mail!

Mengusir pria. Memasukkan wanita!

Ini dari Sonia, Dokter. / Benarkah? Apa tulisannya?

Setelah kau membaca pesan ini, Aku sudah tak ada di dunia ini : Sonia

Maaf, maaf... / Sonia!

Dokter, bagaimana dengan janjimu? / Batalkan semua janjiku!

Halo! Ini Pyare. Beritahu Paman Dokter bahwa Sonia masih hidup.

Sonia masih hidup? Dokter!

Dr. Sameer... / Nanti saja.

Mau pergi ke mana Dokter? / Aku tidak tahu.

Dan apa yang kau lakukan?

Bagaimana kalau kita main dokter-dokteran di sana?

Hei! Apa yang kau lakukan?

Sudah kukira! / Apa yang kau tahu?

Kau tahu berapa banyak pasien yang kutinggalkan? Dan kau...

Kau bahkan tidak mati! Dengan santai meminum kopi.

Maafkan aku. Ini menyakitimu melihatku masih hidup, kan?

Aku tahu masalahmu! Aku tak datang ke fashion show-mu tadi malam.

Tapi bagaimana aku bisa? Ada kasus darurat yang harus kuhadiri!

Ada pria malang dengan 17 patah tulang di kakinya.

Dia mendatangiku dengan pincang... merasakan kesakitan!

Haruskah aku mengobatinya atau menontonmu di atas panggung?

Bohong! Kau pergi dengan istrimu.

Apa? Aku membenci wanita itu, mana mungkin aku pergi dengannya?

Coba berpikirlah! Pikirkan lagi!

Hei! Siapa itu? Dan kenapa dia masuk dari jendela?

Aku memperbaiki apa yang sudah kuhancurkan kemarin.

Sameer, itu Pyare. Tetangga baruku.

Tapi tetap saja, tinggallah di rumahmu.

Kenapa masuk ke rumah tetangga melalui jendela?

Dan cuma pakai kaos dalam?

Jadi kau Paman Dokter, si Spesialis Tulang!

Lihat? Sonia masih hidup. Seandainya kemarin aku telat, Sonia pasti sudah...

Benarkah? / Benarkah?

Kita bahas lagi nanti. Tapi setidaknya aku ingin berterima kasih dulu, Pyare.

Terima kasih, terima kasih...

Dah, Pyare. / Dah.

Kau gadis dewasa dan malah ingin bunuh diri karena aku?

Jaman sekarang, gadis menyia-nyiakan hidup. Mereka tak menghargai dirinya sendiri.

Aku cuma Spesialis Tulang. Ahli bedah tulang.

Dan tak hebat dalam hal itu. Aku bukan Tuhan penyelamatmu!

Bermain pikiran dengan pacarmu. Cuma bermain pikiran.

Pura-pura mati... tapi sebenarnya tidak mati.

Kumohon jangan mati.

Sameer...siapa yang kumiliki selain dirimu?

Tapi aku di sini untukmu, kan? Aku di sini untukmu!

Aku akan menikahimu./ Tidak, aku tahu kau takkan menikahiku.

Tentu aku akan menikahimu! / Tidak! Kubilang kau tak akan.

Aku sungguh berniat akan menikahimu.

Benarkah? / Tentu saja.

Mati saja, dasar penipu!

Takkan kubiarkan rencana kejimu itu! / Siapa itu? Pyare?

Apa dia mengatakan itu padaku? Padaku?

Tenanglah, Sameer. Pyare cuma seorang aktor.

Dia sedang berlatih. / Benarkah?

Tapi mana bisa kau menikahiku? Kau sudah punya istri.

Akan kuceraikan istriku! / Aku tahu niatmu, dasar penipu!

Kau telah mempermainkan cinta seorang gadis lugu? Brengsek!

Brengsek? Dia mengatakan itu padaku!

Oh tidak, bukan padamu. Bukan padamu.

Apa yang kau lakukan? Mungkin ada orang melihat kita.

Siapa? / Pyare.

Mana bisa Pyare mengganggu kisah percintaan kita?

Sepertinya kita harus habiskan akhir pekan ini di luar kota!

Kau penyanyi yang hebat. Kuharap kau juga pandai memasak?

Tentu saja, kenapa tidak?

Jika kita bisa menyanyi bersama, kita juga bisa memasak bersama.

Kau dan aku.

Tidak. Itu adalah tugasmu. Aku tak ingin merebutnya darimu.

Kaulah yang akan mengurus masalah memasak.

Halo. Maaf kalau mengganggu. Aku dari bagian manajemen.

Bagaimana Maldives menurut kalian? / Indah sekali.

Shazia....kau? / Kau adalah...

Sameer Malhotra! / Astaga! Apa kabar?

Aku baik-baik saja.

Sonia, dia ini temanku, istrinya Avinash.

Bagaimana kabarnya? / Temanmu sudah menceraikanku.

Oh, maafkan aku. / Tapi bukannya aku.

Ada gadis lain di kehidupan temanmu, lalu dia meninggalkanku.

Oh ya, silahkan bersenang-senang. Dan beritahu kalau kau butuh sesuatu.

Terima kasih. / Baiklah.

Dasar brengsek! Bajingan!

Dia memang fotografer yang buruk. Ternyata dia juga suami yang buruk.

Kenapa? Kau juga meninggalkan istrimu, kan?

Tapi kasusku ini berbeda. Sama sekali berbeda.

Apanya yang beda? Dengar, Sameer. Aku ingin bertemu istrimu.

Kau ingin bertemu istriku! Untuk apa? Kenapa?

Apa kau tak lihat penderitaan di matanya Shazia?

Aku tak ingin menyakiti seseorang cuma karena cintaku.

Aku harus bertemu dengannya. / Dengar, itu tak mungkin.

Kenapa tidak? / Kubilang tidak, ya tidak!

Karena... / Karena apa?

Karena...sekali kau mengeluarkan pasta gigi dari tabungnya...

...kau tak bisa memasukkannya lagi.

Dan istriku sudah lenyap! Dia takkan kembali.

Lakukanlah kalau kau mencintaiku! / Mana bisa? Aku bahkan belum menikah!

Tak punya istri! / Apa?

Maksudmu kau membohongiku, Sameer?

Maine Pyaar Kyun Kiya? subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Maine Pyaar Kyun Kiya?

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left