처음 200줄입니다.
Episode sebelumnya di Touch...
Angka yang diberikan anakmu tidak baru.
Dia menemukan urutan Amelia.
- Kau masih mengejar hantu. - Aku tahu apa yang kulihat.
Ada anak perempuan di kamar itu. Namanya Amelia.
Periksa saja jika kau tidak percaya padaku!
Kau bagian dari ini.
Oh, tidak.
Angka-angka selalu tetap.
Sampai angka itu berubah.
Ketidakmampuan kita untuk mempengaruhi hasilnya
adalah penyeimbang yang hebat.
Membuat dunia menjadi adil.
Komputer menghasilkan angka acak dengan tujuan
mengumpulkan sedikit demi sedikit arti dari kemungkinan.
Deretan angka tak berakhir,
kekurangan akan pola.
Selama kejadian bencana alam--
tsunami, gempa bumi,
serangan pada 11 September--
angka-angka acak ini tiba-tiba berhenti menjadi acak.
Saat kumpulan kesadaran kita bersinkronisasi,
begitu juga dengan angka-angka.
Ilmu pengetahuan tidak bisa menjelaskan fenomena ini,
tapi agama bisa.
Ini disebut doa.
Permintaan secara kolektif,
dikirimkan secara bersamaan.
Harapan yang terbagi.
Angka-angka selalu tetap,
sampai angka itu berubah.
Hai.
Mereka bilang kau ada disini.
Kantor yang bagus.
Ini bukan kantorku.
Kita tidak punya banyak waktu. Coba lihat ini.
Apa?
Ada celah di rekaman videonya.
Kenapa?
Aku tidak tahu, tapi ada beberapa detik hilang
saat Teller keluar dari kamar nomer enam.
Ini aneh sekali.
Saat videonya kembali, ini yang terjadi.
Bisa kau perbesar?
Mainkan lagi.
Berhenti. Lihat disana. Teller memberi Jake sesuatu.
Apa itu?
Aku tidak yakin, tapi 10 menit kemudian dia meninggal.
Aku ingin menemui anakku sekarang.
Hey, kawan.
Jake...
Aku ingin kau melihat sesuatu, oke?
Ini Dr.Teller.
Dia datang menemuimu minggu lalu.
Aku ingin tahu apakah ia memberimu sesuatu.
Kartu pengunjung Teller.
1-1-8-8.
Itu kartu orang mati.
- Apa? - Itu istilah dalam poker.
As mewakili angka satu. As dan delapan.
Itu kartu terakhir yang dipegang Bill Hickok
sebelum ia ditembak.
1-1-8-8.
Jadi Teller meninggalkan petunjuk.
Sebuah peta jalan.
Benar 'kan, Jake?
Hai, aku Natalie dan
selamat datang di Video Blog 1188.
Aku punya cerita yang ingin kubagi dengan kalian.
Aku mengira Paris adalah jawabannya.
Aku belajar dengan giat di sekolah, dan...
Kalian tahu?
Aku tak akan berbohong.
Aku berharap bertemu seseorang.
Baiklah.
Pria yang kukencani selama enam bulan, Daryl,
seminggu sebelum kami
berangkat ke Eropa bersama,
Daryl memutuskan kalau,
dia tidak lagi mencintaiku,
dan mungkin pergi ke Eropa bukanlah ide yang baik.
Aku tetap memutuskan untuk pergi.
Disana hujan selama seminggu,
Aku membaca semua buku yang bisa kucari, dan kemudian
saat aku memutuskan ingin berangkat ke negara lain,
aku menemukan ini.
Sebuah flash disk,
di lantai hotel
dimana aku tinggal.
Dan ini yang ada di dalamnya.
Celeste.
Sayangku.
Aku bisa bahasa Italia
karena aku mengambil jurusan sejarah Italia,
tapi untuk kalian yang tidak bisa bahasa Italia,
Paolo bertemu dengan Celeste
di Pizza Navona di Roma,
dan itu sangat romantis.
...dunia sangat luas.
Kita berbagi Gelato...
dulce de leche...
adalah kesukaanmu.
Tapi sebelum Paolo punya kesempatan untuk menciumnya,
teman-teman Celeste membawanya pergi,
dan keesokan harinya mereka berangkat ke Paris.
Yang Paolo tahu bahwa dia akan ada
di kota New York saat ulang tahunnya,
28 Maret, jadi ia memutuskan
untuk pergi kesana dan menemuinya.
Temui aku di Cafe Kismet jam 7 malam.
Celeste sama sekali tidak tahu
kalau Paolo sedang mencarinya, dan dia tidak akan bertemu dengannya
di Kismet, dan itu sungguh menghancurkan hatiku.
Jadi, aku berpikir kalau kita harus membantunya mencari Celeste.
Jika kau tahu siapa dia, atau bisa menghubunginya,
upload video ke websiteku.
Ayolah.
Dunia perlu lebih banyak Paolo dan lebih sedikit Daryl.
Mari kita cari Celeste!
Kau... Siapa...?
Kau mengagetkanku.
Kau pria yang di rumah sakit.
Kau perawat disana. Aku melihatmu di pemakaman.
Pemakaman ayahku.
Aku turut berduka.
Aku teman ayahmu. Namaku Martin Bohm.
Jadi kau pikir bisa masuk begitu saja ke rumahnya?
Tidak! Tidak, tidak.
Dia memberiku kunci ini.
Kukira ini kunci rumahnya, tapi...
pintunya terbuka, jadi aku masuk.
Ini bukan kunci rumahnya.
Dia bekerja dengan anakku.
Nama anakku Jake.
Oh.
Anak ajaib yang dibicarakannya.
Y-Ya.
Dia datang menemuiku beberapa hari yang lalu di rumah sakit...
Dia mengalami kejadian otak lagi.
Lagi?
Dulu dia mengalami hal serupa.
Dokter mengira itu adalah stroke, tapi
dia sembuh, dan dia menjadi terobsesi dengan...
pola-pola, dan kemudian itu menggiringnya pada...
angka-angka, dan persamaan matematika.
Jadi kau tahu tentang penelitian ayahmu.
Aku adalah asistennya.
Aku melihatnya kehilangan segalanya.
Dia bukan nabi, Tuan Bohm.
Otaknya mengalami kerusakan,
dan jika saja ia bisa menerima kenyataan itu,
aku bisa menyelamatkannya.
Ayahmu memberikan kunci itu pada anakku.
Dan menurutku, untuk sebuah alasan.
Kurasa ia ingin aku mempunyai akses ke penelitiannya.
Dia tidak menyimpannya disini.
Kau tahu dimana ia menyimpannya?
Saat ia menolak pertolonganku di rumah sakit,
aku mengikutinya
ke sebuah gedung di sudut
jalan Third and Allan.
Keesokan harinya, hal yang sama.
Kurasa kunci ini akan cocok dengan pintunya.
Terima kasih.
Namanya Abigail Kelsey.
Dia berkata kalau ia adalah bibi Jake,
tapi dia tidak termasuk dalam daftar pengunjung.
Nyonya Kelsey?
Clea Hopkins.
- Oh, Halo. - Hai.
Aku sudah mengisi formulir ini
selama sepuluh menit.
Sungguh menakjubkan mereka tidak menanyakan golongan darahku,
Ya, maafkan saya.
Anda tidak termasuk dalam daftar pengunjung,
dan dengan keadaan keluarga yang...
rumit, kami harus berhati-hati.
Oh, jadi maksudmu ini bukan karena iparku
mengatakan kalau kami tidak akur?
Dia mungkin menyebutkan itu,
tapi sebagai wali sah Jake,
dia punya hak untuk memutuskan siapa saja yang boleh menemui Jake.
Kau benar; maafkan aku.
Aku baru saja pindah ke New York,
dan aku sangat ingin
bertemu dengan keponakanku.
Saya yakin anda dan Martin bisa mengurusnya.
Kuharap demikian.
Aku bisa menunggu sementara kau menghubunginya.
Oh, sementara itu, aku membawa sesuatu untuk Jake.
Ini komputer tablet terbaru dari perusahaanku.
Ini tidak akan ada di pasaran sampai musim panas nanti,
tapi aku berhasil membawakannya.
Kurasa ini bisa membantu Jake berkomunikasi.
Akan saya beritahu kalau anda memberikan ini untuknya.
Kemudian akan saya hubungi Martin.
- Terima kasih. - Baiklah.
Tidak berhasil.
Siapa kau?
Maafkan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.