最初の200行です。
Aku hanya merasa muak melihat sikapmu yang begitu angkuh hanya karena kau mempunyai pekerjaan, itu saja.
Tunggu!
Kau akan pergi begitu saja setelah kau mengatakan itu?
Ku terima...
Wawancara ini.
Aku sudah menemukan pekerjaan.
Pekerjaan apa?
Seorang pembuat roti.
Pembuat roti?
Selamat pagi.
Kau sudah terlambat 5 menit.
Pakai seragammu.
Berapa lama lagi?
Sekitar satu menit.
Sudah, buka saja.
Hati-hati...
Aku tahu...
HEI! Aku kan sudah menyuruhmu untuk hati-hati!!
Begitu saja kau mengeluh?
Terbakar sedikit adalah lambang yang pasti dimiliki oleh semua pembuat roti.
Lihat tandaku.
Disini ada bekas luka bakar.
Disini juga.
Bahkan ada juga yang disini dan disini.
Mereka jadi sombong...
Baiklah.
Aromanya harum.
Benarkah?
Dengan adanya petunjuk ini, bahkan seekor monyet juga bisa melakukannya.
Baiklah...
Ternyata kau di bawah level monyet! Dasar bodoh!
- Apa yang kau katakan? -Sudah-sudah.
Baiklah, sekali lagi!
- Kau yang bersihkan ini. - Baiklah.
Kau tahu kan, hanya karena Haruo sekarang menjadi tukang roti bukan berarti kita tidak bisa menemukan pekerjaan lain.
Aku hanya sedang berusaha demi masa depanku, itu saja.
Haruo sangat berusaha menjadi tukang roti.
Mungkin dia melakukan itu hanya karena ingin bertemu Sa-chan setiap hari, kan?
Walaupun mereka Ayah dan anak, apakah kau tidak keberatan dengan itu?
Terserahlah. Lagipula tidak apa-apa jika mereka dapat bertemu 1 sama lain.
Kau mahir juga melakukan itu.
Karena saat aku berada di penjara aku sering melakukan pekerjaan yang tidak membutuhkan kepintaraan seperti ini.
Terima kasih atas makanannya!
Kau menyisakan ladanya lagi.
Soalnya aku tidak suka.
Saat kecil, Ayah juga tidak suka terung.
Tapi, saat Ayah sudah besar Ayah jadi bisa memakannya.
Jadi, artinya sekarang aku boleh tidak memakannya?
Kau sudah memakan yang lainnya?
Ya sudah kalau begitu.
Kau terlalu lembut dengannya.
Kau juga pasti memiliki makanan kesukaanmu, kan Kana-chan?
Tidak kok.
Kau tidak pernah bosan memakan roti untuk makan pagi?
Tapi saat aku di rumah, aku akan memakan yang lain untuk makan malam.
Makanmu banyak juga.
- Baiklah. - Wow!
Kelihatannya enak sekali
Aku hebat bukan? Semuanya kelihatan enak sekali jadi aku membelinya saja.
Sebaiknya kita memanggil Haruo naik saja.
Haruo hanya pekerja, jadi dia tidak boleh naik ke atas sini.
Boleh tidak aku membawakannya ini?
Ayolah...
Sa-chan!
Ini! Strawberries.
Terima kasih.
Ini.
Maaf,
Ayah bilang kau tidak boleh naik ke lantai 2.
Tidak apa-apa.
Sebagai balasan karena kau telah membantuku, aku membawakanmu yang paling besar.
Menolong?
Masalah tiang itu.
Aku berhasil!
Sampai jumpa!
Terima kasih.
Strawberries-nya enak.
Selamat datang.
Haruo, kau mau strawberries?
Kami akan membaginya padamu.
Kelihatannya strawberries murah.
Kalau begitu, kau jangan makan ya.
Cepat sekali!
Kurasa dia sudah kelelahan.
Dia kelihatan begitu bahagia.
Apa yang kau lakukan?
Hanya ingin menjahilinya saja.
Hei, Sa-chan kelihatan seperti pembantu kecil ya?
Jahat!
Kita lakukan lagi, yuk?
Apa yang sedang kalian lihat?
Memangnya pesta anak perempuan itu menyenangkan ya?
Kelihatannya sepi sekali.
Minggirlah!
Mungkin mereka mau bergabung juga kali.
Iya.
Ngomong-ngomong, kali ini rumah siapa yang kita jadikan tempat pestanya?
Maaf.
Kita tidak bisa melakukannya dirumahku.
Karena rumahmu adalah tempat usaha, kan?
Jangan khawatir.
Habis ini kelas bermusik.
Cepat-cepat.
Sa-chan, cepat.
Ada apa?
Kepalaku agak sakit.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih! - Terima kasih!
Permisi.
Terima kasih banyak!
Kau harus lebih ramah pada pelanggan.
Bagaimana kalau tersenyum?
Hai! Disini adalah toko roti Murakami.
Iya...
Yamanaka pekerja kami?
Saat mengantar, dia mengalami kecelakaan.
Iya.
Saat ini, dia sedang dirawat di rumah sakit.
Keiichi mengalami kecelakaan saat mengantar.
Kecelakaan? Ada yang terluka?
Tampaknya lukanya tidak terlalu serius.
Saat ini dia berada di Rumah sakit Choufu Daichi.
- Aku akan memeriksanya. - Aku juga ikut.
- Tolong jaga toko, ya? - Baik.
Aku harus keluar sebentar, kau lanjutkan saja apa yang sedang kau kerjakan.
Baik.
- Selamat datang! - Selamat datang!
Ada apa?
Aku demam, makanya aku pulang.
Demam?
Coba kuperiksa...
Wajahmu memerah.
Kau harus segera tidur.
Aku sudah menidurkannya, seharusnya sudah lebih baik.
Ayah bilang, kau tidak diijinkan naik ke lantai 2.
Paman.
Kau baik-baik saja?
Iya
Kau sudah makan obatnya?
Mana obatnya?
Tidak perlu makan obat, nanti juga aku akan baikkan.
Dimana obatnya?
Obatnya ada di laci sebelah sana.
Ini.
Tampaknya demammu semakin naik.
Kau sudah makan siang?
Kau mau makan bubur?
Tidak apa-apa.
Aku yang akan membuatnya.
Panas...
1 telur saja cukup?
Aku tidak mau pakai telur.
Kenapa?
Aku tidak suka telur.
Makan saja.
Sudah selesai.
Baiklah, coba dimakan.
Iih...ada telurnya...
Saat kecil, aku juga tidak suka telur.
Benarkah?
Kita sama.
Sudahlah, coba dimakan.
Ini.
Bagaimana rasanya?
Aku tidak bisa merasakan...
Tidak apa-apa.
Baiklah, kau yang lanjutkan sisanya.
Ini saat kami mengadakan pesta di rumah Saori-chan.
Silahkan jika paman mau melihatnya.
Pesta apa?
Pesta biasa saja.
Benarkah?
Aku berharap bisa mengadakannya disini...
Memangnya tidak boleh?
Ayahku terlalu sibuk.
Aku punya foto-foto yang lainnya. Mau lihat?
Tidak perlu.
Kenapa?
Aku senang Keiichi tidak mengalami luka parah.
Cukup mengejutkan.
Besok dia sudah mulai bisa bekerja lagi.
Apa-apaan ini?
Apakah ini pencurian?
Ayah.
Sachi.
Kenapa tidak sekolah?
Selamat datang.
Apa yang kau lakukan?
Dia demam.
Benar.
Kau tidak apa-apa?
Dibawahnya ada yang pecah.
Aku menjatuhkannya sedikit.
Jika sudah selesai, silahkan pergi.
Haruo yang sudah memberikanku obat.
Dan dialah yang telah membuatkanku bubur.
Tolong, jangan pernah masuk kerumahku lagi.
Iya.
Kau tidak mengatakan sesuatu yang tidak penting pada Sachi, bukan?
Aku tidak mengatakan apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.