最初の200行です。
Anda menghubungi kantor Dr. Stuart Price. Ingatlah,
kantor akan ditutup sampai tanggal 24.
Jika ini darurat, tolong...
Hai. Ini Dr. Stu Price. Saya akan menikah,
jadi saya akan ke luar negeri selama dua pekan.
Saya tak yakin akan ada sambungan telepon selular.
Jika ini masalah darurat gigi...
Tak ada.
Ayah, kumohon. Kau tak membantu.
Aku menatap matanya. Bukan mata seorang pria.
Mata seorang pengecut.
Permisi.
- Phil. - Tracy.
- Maafkan aku. - Di mana kau?
Terjadi lagi.
Jangan katakan itu. Kumohon.
Tidak, kali ini kami benar-benar kacau.
Ada apa dengan kalian bertiga?
Sangat banyak, Trace, aku tak tahu harus mulai dari mana.
Astaga. Seberapa parah?
Sampai menggagalkan pernikahan?
Ya.
Sedikit lebih buruk daripada itu.
Kau benar-benar harus lebih banyak membersihkan gigi.
Persetan. Itu sebabnya aku datang kemari.
Kalau begitu, kau harus datang lebih dari dua tahun sekali.
- Agar kau bisa merampok semua uangku? - Aku tak pernah meminta bayaran.
Bagaimana caranya aku menyalakan nitrogennya?
- Tak perlu. - Ayolah. Sekali saja.
Tambalannya tampak cukup bagus. Ada masalah lain?
Sebenarnya, ya. Kau akan menikah di Thailand.
Pertama, penerbangan untuk aku dan Steph,
itu sudah $2.000. Mertuaku menjaga anak-anak.
Sekarang dia punya hal baru untuk menguasaiku.
Ditambah, perlu lima hari untuk sampai ke sana.
Itu penerbangan 16 jam. Di sana indah saat kau tiba.
- Terserah. Itu merepotkan. - Memang cukup jauh.
Lauren sudah di sana seminggu dan dia masih jet-lag.
Orang tuanya berasal dari sana. Itu berarti banyak.
Siapa yang peduli dengan orang tuanya? Ayahnya membencimu.
Dia tak membenciku.
Dia hanya tak pernah bicara kepadaku. Kurasa itu budayanya.
Mengapa kau tak menikah di Vegas seperti terakhir kali? Lebih mudah.
Mengapa kau tak bisa bahagia untukku?
Ini pernikahanku.
Kau benar-benar bahagia, ya?
Ya.
Baiklah. Aku juga bahagia.
- Terima kasih. - Ini akan menyenangkan.
Phil? Kembalikan buku resepnya.
Terima kasih. Kau tahu itu kejahatan ringan, 'kan?
Persetan kau.
- Apa ini tepat di depan skrotummu? - Ya.
- Astaga. Aku baru sadar. - Apa?
Aku lupa memperbaharui pasporku.
Tidak. Untung kulakukan minggu lalu. Paspornya ada di lemari dapur.
- Kau yang terbaik. - Kita satu tim.
Tidak, kau pria yang baik. Benar-benar baik.
Terima kasih.
Jadi, aku tahu kau takkan marah.
Marah? Kenapa? Marah terhadap apa?
Alan tahu kita akan ke Thailand untuk pernikahan Stu.
- Jadi? - Dia patah hati, Doug.
Kalian sudah seperti keluarganya.
Tidak, keluargamu seperti keluarganya.
Alan terus membicarakan kalian bertiga dan akhir pekan itu.
Tunggu. Apa dia yang terus menelepon dan menutup?
Dia melakukannya jika kesal.
Dia tak mengerti mengapa dia tak diundang.
Bisakah kau membicarakannya dengan Stu?
Bahas saja.
Demi aku?
Tak mungkin.
Jelas tidak.
Ayolah, Stu. Ini membuatnya gila.
Aku tak peduli.
Jujur saja, kalian berdua hampir tak diundang.
Baiklah. Aku mengerti. Sungguh.
Alan menganggapmu salah satu sahabatnya.
Aku menganggap Alan gila.
Stu, berikan dia kesempatan.
Ayahnya akan membayar untuk semua yang dia makan dan dia pecahkan.
Kita harus menyertakan si tua untuk membayar pesta bujangnya.
- Itu bagus. - Aku senang kau membahasnya,
karena inilah pesta bujangnya.
- Apa? - Apa maksudmu?
Ya. Ini pesta makan siang bujanganku. Bersenang-senanglah.
Makan panekuk cokelat, pelayan menari di pangkuan.
Omong kosong. Kau tak bisa melewatkan pesta bujangan, Stu.
Kau lihat itu? Itu jus jeruk dengan serbet di atasnya.
Kau tahu alasannya? Agar tak ada yang membuatku mabuk.
Aku menolak makan melon di pesta bujangan.
Ayolah. Tidakkah menurutmu reaksimu berlebihan?
Tidak.
Aku masih dalam proses memperbaiki pecahan-pecahan kewarasanku.
Kau tahu apa lemnya?
Lauren. Aku takkan lakukan apa pun untuk mengacaukannya.
Kau takkan bersamanya jika bukan karena kami.
- Ini akan bagus. - Stu, pikirkan.
Akhirnya kau mencampakkan Melissa dan bertemu belahan jiwamu.
Jika kau hilangkan Vegas dari hal itu...
kau pasti sudah menikahi wanita jalang.
Tak apa, aku boleh mengatakannya. Ini pesta bujangan.
Minumlah, semua.
Tunggu, tak ada alkohol. Aku lupa, kita di restoran panekuk.
Ini keputusanku dan sudah bulat, jadi, mau bersulang?
Ini menyebalkan. Aku akan menunggu di mobil.
Ayolah, Phil. Kau mau ke mana?
Aku tak mengerti. Dia akan menikah di Thailand.
Itu bagus untuknya, tetapi bagaimana dengan kita? Kau egois.
Ayo, sayang.
Seharusnya kau malu.
Jangan khawatir, Stu. Aku akan tetap membelamu.
Terima kasih.
Namun, kau harus membantuku soal Alan.
Teman-teman, aku tak bisa ungkapkan betapa berartinya ini.
Alan telah menanti undangannya sejak dia tahu tentang pernikahan.
- Aku yakin begitu. - Ya, dia menunggu di luar...
di samping kotak surat setiap hari.
- Astaga, itu berat. - Ya.
Aku tak yakin dia pernah meninggalkan Vegas.
Dia sangat membutuhkan ini.
Apa?
Sayang, ini Pa Pa. Kau kedatangan pengunjung.
Masuk pelan-pelan, beri dia kesempatan untuk menyesuaikan diri.
Hai, Alan.
Hai, teman-teman.
- Hai, Phil. - Hai, Bung.
AWAS GENIUS SEDANG BEKERJA
Kalian mau masuk?
- Tentu. - Ya, jelas.
- Hai. - Hai.
- Hai, Stu. - Sampai jumpa di lapangan dalam...
Kamar yang keren, Alan.
Terima kasih, Phil. Ayahku yang membayar sewanya.
Alan, apa-apaan ini?
Kita seharusnya menghapus ini. Kau sudah janji.
Apa-apaan ini?
Aku sangat keberatan dengan ini. Kau tak boleh menyimpannya.
Tenang, Stu. Tak ada yang pernah masuk kemari.
Benar-benar pelanggaran kepercayaan.
Ibu, aku sudah selesai makan siang. Piringnya belum diambil.
Maaf, sayang. Aku akan segera naik.
Aku tak percaya kalian mampir. Ini keren.
Tunggu sebentar. Al, apa itu Tn. Chow?
Ya. Kami masih kontak.
Stu.
- Orang yang menculik kita? - Dia tak menculik kita.
Dia menculik Black Doug. Ingat? Semua itu kesalahpahaman.
Sebenarnya dia cukup menarik.
Alan, dia seorang kriminal.
Permisi, anak-anak.
- Hai, Linda. - Hai, Dougie.
Kurasa tak ada makanan penutup. Aku tak dapat pesannya.
Maafkan aku, sayang. Aku akan segera kembali.
Apakah satu kue mangkuk akan membunuhmu?
- Kurasa itu bukan ide bagus. - Alan, kami punya kejutan untukmu.
Stu mau mengundangmu ke pernikahannya.
Hanya jika kau tak sibuk.
- Stu. - Mungkin Jonas Brothers datang.
Tidak. Mereka di Raleigh-Durham pada akhir pekan itu.
Apa kau serius, Stu? Kau mengundangku?
Ya, mengapa tidak? Akan menyenangkan, 'kan?
- Phil, apa kau akan pergi? - Tentu saja.
Kalau begitu, ini akan menyenangkan.
Apa yang kau lakukan?
Ini imunisasiku. Ini hari terakhir aku bisa melakukannya.
Seharusnya itu dilakukan dengan perawat yang punya izin.
Aku perawat. Aku hanya tak punya izin.
Stu, lihat ini.
Aku membeli ini karena aku memikirkanmu.
KEBERANGKATAN BANGKOK - SESUAI JADWAL
- Itu dia. - Hai, Stu.
- Teddy. Apa kabar? - Senang bertemu denganmu.
- Baiklah. - Siapa orang ini, Stu?
Ini Teddy, adik Lauren.
Kuliah di Stanford. Kedokteran. Ini Phil, Alan, dan Doug.
- Senang bertemu denganmu. - Stanford? Berapa usiamu?
- Dia 17 tahun. Semacam genius. - Sebenarnya aku 16 tahun.
Aku bukan genius. Ayahku menyuruhku cepat mengambil ujian masuknya.
Karena kau genius.
- Jadi, kau seorang dokter? - Bukan, aku siswa kedokteran.
Pernah dengar Doogie Howser?
- Ya. - Ternyata dia homoseksual.
- Alan. - Itu benar. Kubaca di Teen People.
Baik. Aku akan membeli buku untuk dibaca di pesawat.
- Kalian mau sesuatu? - Tidak, terima kasih.
Sebenarnya aku mau Smartwater.
Baik.
Terima kasih.
- Ada apa denganmu? Dia 16 tahun. - Ya, Alan. Tenang saja.
Aku agak bingung. Apa dia di sini untuk mengantar kita pergi?
- Bagaimana peraturannya? - Peraturan apa?
Apa orang itu datang ke pesta pernikahan?
Ya, Alan. Adik mempelai wanitaku akan datang ke pernikahan.
Apa kau tak keberatan?
Hanya saja baru kali ini kudengar. Kau bisa saja memberi tahu aku.
Jangan berlebihan. Semua akan baik-baik saja.
Keberatan jika aku duduk di sini?
Hanya untuk gerombolan serigala. Cari kursi lain.
No comments yet. Be the first to leave one.