最初の200行です。
Mungkinkah seseorang yang telah di tipu uangnya menulis ini?
Mungkin uangnya memang tidak pernah ada.
Bagaimana jika mereka tidak membayarnya setelah kau pergi kepenjara?
Paman!
Ini, sesuai janjiku.
Aku harus segera pulang, jika tidak kita akan mendapat masalah.
Tempat Pachinko itu buka 24 jam nonstop.
Cepat habiskan makananmu.
Orang itu...
Baru keluar dari penjara.
Apa yang telah dia lakukan?
Tidak tahu...
Gawat...
Permisi, bisa tolong ambilkan tehnya?
Teh...
Ini.
Bos.
Ada telpon untukmu.
Dari siapa?
Orang yang bernama Sakura.
Oh, terima kasih.
Halo.
Ini aku.
Apa yang kau inginkan?
Jangan begitu.
Makamnya...
Mariko.
Kenapa?
Mengenai makamnya...
Bisakah kau memberitahuku dimana letaknya?
Aku tidak bisa.
Apa yang kau bilang?
Kau telah mencampakkan Mariko saat dia sedang sakit, dan justru kepenjara.
Aku tidak ingin kau mengunjungi makamnya.
Sial.
Ini dia!
Ibu,
Aku berhasil menjadi juara.
Ini, lihat.
Siapa ini?
Ibuku.
Kembalikan.
Ibumu masih muda, ya?
Gambarnya sudah usang, ya?
Ibuku sudah lama meninggal.
Kasihan kau!
Kembalikan.
Kembalikan!
Kembalikan!
Kembalikan!
Bukan salah kami, ya?
Iya, angin yang telah meniupnya.
Kau telah mencampakkan Mariko saat dia sedang sakit, dan justru ke penjara.
Aku tidak ingin kau mengunjungi makamnya.
Kesini!
Tidak!
Apa?
Ayolah!
Kembalikan!
Kau jahat!
Sudah-sudah...
Tidak!
Ada apa?
Kenapa kau menangis?
Fotoku...
Foto?
Ada apa dengan fotomu?
Foto Ibuku...
Tunjukkan padaku!
Di atas sana!
Oh, itu.
Iya. Paman bisa mengambilnya?
Berapa bayaran yang akan kuterima jika aku membantumu?
Aku tidak akan memungut bayaran dari anak kecil.
Tunggu sebentar.
Dimana?
Ini foto Ibumu?
Terima kasih!
Apa-apaan ini?
Aku sudah mengambilkannya, tunjukkanlah padaku!
Oh, baiklah.
Ini.
Bagaimana?
Siapa ini?
Ibuku.
Aku telah merawat Mariko sampai akhir hidupnya. Aku selalu menjaganya!
Apakah Ayahmu seorang tukang roti?
Iya.
Paman mengenal Ayahku?
Tidak...
Bukankah Ibumu ada dirumahmu?
Tidak.
Lalu...
Wanita itu siapa?
Itu Kanako-san.
Dia adalah adiknya Ibuku.
Adik?
Ibuku meninggal tidak lama setelah aku dilahirkan.
Jangan beritahu Ayahmu kau telah bertemu denganku.
Baiklah.
Sampai jumpa!
Aku pulang!
Selamat datang!
Selamat datang!
Lihat, Sachi!
Roti yang kau rancang banyak peminatnya!
Benarkah?
Benar!
Bagus tidak?
Iya, bagus!
Tidak seperti wajah Akiyo-chan yang sedang marah.
Sa-chan, lukis aku yang lebih cantik ya!
Ibuku meninggal tidak lama setelah aku dilahirkan.
Acara ini dipersembahkan oleh Lion, Toyota, dan sponsor-sponsor lainnya.
Apakah Ayahmu seorang tukang roti?
Paman mengenal Ayahku?
Oh... hei!
Hati-hati!
Aku senang kau menemuiku.
Tapi...
Mengapa kau menemuiku?
Saat kita berbicara melalui email, kepintaranmu itu telah membuatku tertarik
Benarkah?
Apakah itu membuatmu tertarik?
Kalau begitu...
Apa-apaan ini?
Mau kemana kau?
Sudah masuk kejebakanku!
Kau terlalu naif, ya?
Siapa kau?
Ada urusan apa?
Hei, orang tua!
Jangan macam-macam dengan pacarku!
Bagaimana cara kau menjelaskan ini?
Apa maksudmu?
Uang, tentunya!
Apakah itu yang kau inginkan dari awal?
Hentikan omonganmu!
Jangan menangis!
Kau menggagalkannya!
Benarkah?
Aku kan sudah bilang, aku tidak mau melakukannya!
Hampir saja jantungku lepas...
Mau bagaimana lagi! Kita ada utang.
300 ribu.
Ada email...
Tidak mungkin.. benarkah?
Mau kemana kau?
Selamat datang.
Dimana dia?
#82.
Terima kasih banyak.
Ini untukmu.
Terima kasih...
Senang bisa bertemu denganmu di sini!
Ada apa denganmu?
Kau tidak ingat denganku?
Kita sudah pernah bertemu sebelumnya!
Gadis pencari itu.
Nama panggilannya boleh juga.
Bagaimana, Sachi?
Hari ini, ada Ibu-Ibu daerah sini yang sering ke toko ini...
dia bilang dia melihatmu sedang di ganggu oleh anak-anak lelaki itu.
Kemudian beliau memberitahu kami.
Apa benar kau di ganggu?
Mereka hanya menjahiliku saja.
Apakah kau merasa terganggu oleh mereka?
Iya.
Berarti itu namanya penggangguan.
Sudah berapa lama seperti ini?
Sudah beberapa kali.
Lalu apa yang kau lakukan?
Kurasa, aku akan berbicara dengan gurunya.
Siapa nama gurumu?
Kawai-sensei.
Onii-san (kakak), kupikir kau tidak menyukainya.
Kenapa Ayah tidak menyukainya?
Itu tidak benar. Ayah suka dengan beliau.
Kau tahu, Sachi...
Jika lain kali terjadi seperti ini, jangan kau simpan sendiri. Beritahu Ayah.
Iya.
Lewat sini!
Kau mau membawaku kemana?
Masuklah.
Kemana saja kau?
Tempat ini cukup bagus, tergantung dari mana kau melihatnya, bukan?
Jadi kau tinggal di sini?
Jangan salah paham!
Aku tidak pernah mengijinkannya menyentuhku.
Benar.
Siapa yang perduli?
Hei!
Apakah kau bisa untuk tidak menyentuh benda-benda itu?
Apakah menurutmu ini akan laku?
Itu hanya contohnya.
Kau ingin bekerja bersama kami?
Aku tidak biasa bekerja sama dengan anak-anak nakal.
Kalau begitu, kenapa kau tidak pergi saja?
Walaupun kita tidak bekerja sama, apakah kau ingin tinggal di sini?
Disini, kita bisa melakukan apapun yang kita mau.
No comments yet. Be the first to leave one.