最初の200行です。
INSPEKTUR CHAN
POLISI
PEMBASMI KEJAHATAN SUPER
Ada yang lain?
LAWAN KEJAHATAN DAN LINDUNGI MASYARAKAT
Wanita yang begitu cantik
dan kau menangkap dia
hanya karena meludah?
Apa tidak ada keadilan?
Apa tidak ada hukum?
Komisaris jadi bosmu hanya karena
dia membayar pada Geng Buaya.
Dan kau tidak tahu aku?
Maaf, aku tidak tahu dia istrimu.
Pengecut jelek!
Lihat apa kau? Belum pernah lihat bos geng setampan aku?
Siapa yang tertarik dengan bisnis film?
Ini Minggu, dan bioskop kosong.
Di mana mobilnya?
Ayo kembali ke dalam!
Panggil bantuan!
Itu tidak perlu, orang Utara.
Saat kau bermain-main dengan polisi, anak buahmu bergabung dengan kami.
Aku bunuh kalian semua, Geng Kapak!
Berhenti! Kau lupa saat aku mentraktirmu makan malam.
Kakak Sum.
Kumohon...
Kumohon ampuni aku.
Jangan cemas.
Aku tak membunuh wanita. Kau boleh pergi!
Terima kasih, Kakak.
Polisi! Ayo bereskan kekacauan ini!
KELAB BWELL
RESTORAN GRAND DRAGON & PHOENIX
GENG KAPAK
PADA MASA KERUSUHAN DAN KEKACAUAN SOSIAL, GENG MERAJALELA.
YANG PALING DITAKUTI DI ANTARA SEMUANYA ADALAH GENG KAPAK.
HANYA DI DISTRIK TERMISKIN, YANG TIDAK MENARIK BAGI GENG
MASYARAKAT BISA HIDUP TENANG.
GANG KANDANG BABI
RUMAH PEMANDIAN
- Apa yang kau lakukan? - Aku akan terlambat.
Satu, dua, tiga!
- Kau bisa, kuli? - Tidak masalah.
TOKO BIJI-BIJIAN DAN MINYAK LONG TAI
PENJAHIT
KATUN LEMBARAN
MIE DAN BUBUR
Notaku, tolong, Donat.
- Berapa? - Tidak usah bayar!
Donat.
- Tidak masalah. - Aku suka kau.
Aku akan minta istriku menurunkan sewamu.
Terima kasih.
Selamat pagi, Bapak Kos!
Bapak Kos!
Jill! Kau sudah besar rupanya!
Sini, biarkan aku memeriksamu!
Senang bertemu denganmu, Bapak Kos!
Apanya yang menyenangkan?
Jangan...
Bisa kau buat belahannya sedikit lebih tinggi?
Tentu!
Lihat, ada bintang jatuh!
Jane! Kau gadis nakal!
Bapak Kos! Kau benar-benar bajingan!
TEH HERBAL PAK WA TONG
Jangan pergi, Jane! Tinggallah dan ngobrol!
Aku hanya bercanda, Jane!
Jane!
Ibu Kos!
Ibu Kos!
Kenapa airnya?
Air tidak gratis!
Kau banyak omong untuk orang yang tidak mau bayar sewa.
Tapi aku baru keramas.
Memangnya itu masalah?
Sejak sekarang, tidak ada air tiap Senin, Rabu dan Jumat.
Air dijatah Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Aku senang mendengar kalian, orang-orang dungu mengeluh. Dasar berengsek!
Selamat pagi, Ibu Kos!
Bayar saja sewamu, atau kubakar tokomu.
Apa yang lucu? Sewa bukan bahan lelucon, Banci!
Kau sudah pantas jadi kuli!
Nunggak berbulan-bulan dan bilang "selamat pagi" pun tidak.
Kau akan jadi kuli seumur hidup.
Rasakan itu, Tampan!
Kenapa lama sekali buburnya?
Aku berhenti untuk membantu seorang nenek menyeberang jalan.
- Apa yang kau lakukan di sini? - Mencari tukang ngintip.
Apa seseorang mengintipmu tadi, Bibi Six?
Jangan asal tuduh tanpa bukti.
Dia gila.
Pergi sana!
Bisakah kau mengajari kami, Pak?
Tidak ada sepak bola lagi!
SUPLEMEN NUTRISI
GANG KANDANG BABI
- Siapa yang mau pangkas? - Bosku.
Silakan duduk.
Selesai! Bayarannya lima puluh sen.
Ganteng, kan?
Ini terlalu tampan!
Kenapa kau membuat dia terlihat begitu tampan?
Kenapa?
Jangan marah, Bos. Dia teman lamaku. Biar aku tangani ini.
Dia bos Geng Kapak. Kau tak lihat dua kapak itu? Kami orang jahat.
Membuat dia terlihat tampan itu sangat buruk. Paham?
- Aku tidak tahu. - Dasar bodoh!
Tapi aku suka kau, jadi bayar saja aku, dan aku akan bereskan ini.
Tidak bisa!
Tahan kapaknya, Bos. Biar aku bicara padanya.
Aku benar-benar peduli padamu. Kau lihat sendiri. Sungguh.
Kau bayar sajalah. Tidak banyak. Cukup untuk minum.
Jadi ini pemerasan!
Bos!
Bos!
Bos!
Tamat riwayatmu sekarang!
Sepertinya dia mulai bangun!
Aku tidak takut.
Kau bisa membunuhku.
Tapi akan ada ribuan lagi yang seperti aku!
Kalian berlagak tangguh? Bos Geng Kapak sedang tidur di dalam sana.
Siapa yang mau mati, silakan maju.
Jadi kalian ingin berkelahi?
Bagus! Ayo kita satu lawan satu.
Jangan coba-coba berbuat curang.
Perempuan tua dengan bawang itu!
Kau kelihatan tangguh. Mau coba aku? Akan kubiarkan kau memukulku dulu.
Apa pekerjaanmu?
Aku petani.
Petani tidak berkelahi. Enyah sana!
Dia gila!
Kau sebut aku apa?
Kau beruntung kau wanita.
Hei, Pendek! Ya, kau! Kalau kau pendek, jangan marah diejek.
Apa yang kubilang tadi soal curang?
Duduklah lagi!
Kau! Orang tua berkacamata. Kau kelihatan kejam.
Tidak, bukan kau. Maksudku...
Kau!
Hei, Nak, ayo berkelahi!
Baiklah!
Jadi tidak ada satu lawan satu hari ini.
Kalian semua pengecut!
Dia memeras aku.
Gembrot, kau yang bertanggung jawab di sini, ya?
Gembrot, cium pantatku!
Aku anggota Geng Kapak!
Geng Kapak, cium pantatku!
Bos!
Bos, cium pantatku!
- Kau harus bayar tagihan dokter kami! - Tagihan, cium pantatku!
- Kita di pihak yang sama. - Pihak yang sama, cium pantatku!
Kau pikir kau tangguh? Aku akan panggil bantuan!
Dasar tolol! Panggil bantuan sana!
Kau tidak tahu bantuan yang aku punya. Aku bicara satu pasukan.
Kau jangan kabur! Bayar dulu uang muka peti matimu!
Siapa yang lempar petasan?
Aku anggotamu, Kakak.
Urus urusan kalian!
Hujan akan turun. Angkat cucian kalian!
Gembrot!
Kau akan memerasku juga? Aku tidak takut.
Aku...
Ada yang lihat apa yang terjadi?
Jangan! Punggungku patah!
Panggil bala bantuan!
Pergi sana!
Tahan, tenang. Kau lapar?
Di sini kami menyajikan...
Jangan ribut.
Tidak.
Siapa yang melakukan ini?
Aku akan hitung sampai tiga.
Satu...
dua...
Aku yang melakukannya!
Barangnya bagus, Kakak Sum?
Maaf!
Lihat sana, Nak.
Singkirkan dia!
Kita penjahatnya!
Kita yang seharusnya menghajar mereka...
bukan sebaliknya.
Dan ini semua karena dua orang bodoh ini mengaku anggota Geng Kapak.
Jangan buang-buang waktumu, Kakak Sum.
Kami akan tangani ini.
Kalian! Bereskan ini.
Orang ini bisa membuka kunci.
Ini penghidupanku. Beri aku kesempatan.
Buka yang itu juga, kalau kau memang hebat.
Ayo.
Aku hitung sampai tiga.
Cepat!
Siap? Tiga!
Itu cepat!
Kakak Sum, kami benar-benar ingin jadi anggota Geng Kapak.
Itu alasan kami melakukannya. Beri kami kesempatan.
No comments yet. Be the first to leave one.