最初の161行です。
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
MADE IN ABYSS THE GOLDEN CITY OF THE SCORCHING SUN
Ini lapisan keenam…
Nanti kutukannya…
Tenang saja, Riko.
Aku tidak tahu bagaimana konsepnya, tapi di sini tidak ada medan gaya.
Berarti kau tidak akan kena kutukan.
Ayo kita ikuti dia.
Aku juga ingin tahu kebenaran soal mereka.
Ya.
Hampir lupa, Reg.
Karena tidak ada medan gaya, aku tidak bisa merasakan sekitar.
Jadi, tolong waspada.
Baiklah.
Nanachi, apa mereka juga Narehate?
Mungkin.
Apa kau merasa mereka masih memiliki kemanusiaan
atau sesuatu yang aneh dari kecerdasan mereka?
Entah wujud makhluk bernama Majikaja,
juga kebenaran tentang mereka,
kita harus mengetahui itu untuk bisa terus maju.
Kira-kira begitu.
Seperti yang Penguasa Fajar katakan,
mungkin ini ada hubungannya dengan kutukan dan anugerah.
Entahlah.
Tapi semoga saja ini bukan ulah para Peluit Putih.
Di sini.
Prushka!
Ka…
- Kau! - Reg, Tunggu!
Prushka…
Prushka tidak merasa keberatan.
Kenapa?
Batunya belum mencapai wujud yang sebenarnya.
Apa?
Medipo, bahasa umumnya apa, ya?
Memproduksi suara untuk menyampaikan hasrat kehidupan.
- Instrumen? - Itu dia.
Batu akan menjadi kuat dan lebih akurat setelah menjadi instrumen.
Tanpa melewati proses tersebut, batu itu tidak bernilai.
Nilai?
Ikut aku.
Aku akan menunjukkan Desa Ilblu.
Namamu Majikaja, 'kan?
Kau itu sebenarnya apa?
Sama seperti dia yang lembut dan wangi di sana, Narehate.
Wah.
Tapi bagiku kau terlihat seperti makhluk yang mencurigakan.
Tubuhku terbuat dari bau.
Aku tidak bisa berbicara dalam bentuk itu.
Tubuh ini hanyalah wadah.
Aku menginginkan tubuh.
Bukan hanya sekadar wadah.
Hebat!
Tempat apa ini?
Seperti pasar!
Benar, pasar.
Ini Pasar Nilai.
Kita bisa barter barang ataupun bukan barang dengan nilai.
Nilai?
Tadi dia bilang itu juga.
Mungkin maksudnya harga.
Pengganti uang?
Ini bukan Orth.
Lihat!
Ini barang bawaan Penjelajah!
Modelnya sudah tua.
Ini dari zaman dahulu.
Sejak kapan, ya?
Semua kondisi barangnya terawat dengan baik.
Tidak mungkin, ini…
Bukankah ini salah satu dari surat Ibu?
Jangan sembarangan memegang sesuatu yang bernilai.
Majikaja!
Aku mau barang itu!
Kau bisa beli apa pun di sini.
Asalkan dibayar dengan nilai.
Di sini bisa barter juga?
Kalau begitu, barang yang aku punya…
Itu…
Bukan begitu, bayar dengan dirimu sendiri.
Kau itu sangat bernilai.
Bisa dengan mata, kulit, atau lemak.
Anak manusia itu
nilainya paling mahal.
Kalau seluruh tubuh,
aku pun menginginkannya.
Sebelum dijual ke orang lain, tawarkan padaku dahulu.
Tunggu!
Tidak akan kujual!
Soalnya aku akan pergi ke dasar Abyss!
Sayang sekali. Aku akan menyerah.
Merebut nilai adalah sesuatu yang paling berdosa.
Aku tidak akan menyerah.
Aku bisa membelinya dengan rambut atau ujung kuku atau tidak, ya?
Kalian sempat lihat tanda di uang itu?
Ya.
Itu tanda yang waktu itu.
Jangan-jangan Majikaja tidak tahu soal catatan itu, ya?
Bagaimana kalau kita pura-pura tertarik dengan hal di sini
supaya bisa dapat informasi?
Soalnya kita juga belum menemukan siapa yang mengambil Prushka.
Boleh juga, ternyata kau sudah terbiasa di kandang musuh, ya.
Reg, Nanachi!
Apa?
Lihat ini!
Hebat!
Mereka juga jual Tikus Petapa.
Mereka masih hidup!
Kenapa dia malah asyik sendiri.
Imutnya!
Dia menjual hewan peliharaan?
Atau bahan makanan?
Bisa ya dan bisa tidak.
Orang ini, Enbelietz,
menjual makhluk kecil yang menempel di tubuhnya.
Banyak hewan yang dibarter dengan cara ini.
Aku juga sering barter di sini untuk dijadikan sebagai wadah.
Sabatha yang di sana membuat pipa di seluruh tubuhnya sebagai nilai.
Myskes memotong bagian tubuhnya sebagai nilai.
Penampilannya memang seperti itu, ya.
Semua Narehate kurang lebih mengambil wujud dari hasratnya.
Semuanya memiliki hasrat, menantang Abyss, tapi kehilangan tempat tujuan mereka.
Jadi, mereka memilih untuk menjadi Narehate di sini.
Sekali orang menyerah akan hidupnya lalu menjadi Narehate,
dia akan terikat di sini selamanya.
Sebagai gantinya, dia akan mendapat wujud dari hasratnya dan sebuah perlindungan.
Kau yang lembut dan wangi.
Kau berbeda dari yang ada di sini.
Sepertinya kau Narehate yang berasal dari tempat ritual lama.
Memiliki kehidupan yang baik.
Kau dilindungi oleh hasrat yang sangat kuat.
- Kau sangat bernilai. - Begitu, ya.
Kalian juga bertualang menuju dasar Abyss sama sepertiku, ya.
Aku memang tidak akan menetap di sini, tapi mohon bantuannya, ya.
Namanya Meinya, kalian yang akrab, ya.
Hei, geli!
Hentikan…
- Sesekali rasakan penderitaanku. - Hentikan!
Meinya!
Jangan bawa ia pergi!
Minggir! Jangan! Tolong jangan kasar begitu!
Meinya!
Tidak…
Meinya!
Awas! Tolong minggir!
Coba lihat.
Ia kenapa?
Tulangnya sangat lunak.
Jangan berontak.
Meinya!
Karena udara di dalam tidak bisa keluar,
ususnya membengkak.
Biar kumasukkan kembali,
tapi untuk sementara akan membengkak.
Ia nilainya berapa?
Meinya tidak seperti itu!
Tidak bisa menentukan saking berharganya?
Benar!
Pengimbangan akan dimulai.
Apa itu?
No comments yet. Be the first to leave one.