Clip (Klip)

Clip (Klip) (Klip)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Clip 2012 For All BlurayRip
Un commento di LiverBirds
Enjoy...! Thanks For Downloading!!

Tag

BluRay
Pubblicato il: 2014-12-02
Download: 87
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Diterjemahkan oleh L.P.Bagariang Once Reds Always Reds YNWA

Aku tidak tahu.

Apa kau sedang merekamnya?

Oh, ok. Aku tidak tahu kalau kameranya berfungsi.

Pamanku membelikan itu untukku. Dia tinggal di Qatar. Di negara Arab.

Dia sangat kaya, tapi dia tidak pernah apapun mengirim pada kami.

Ibuku ingin aku mnjualnya, tapi hanya aku gunakan untuk SMS saja.

Hentikan itu!

Katakan. Apa?

Apapun yang mau kau katakan.

Namaku Jasna...

Aku punya rumah yang besar dengan kolam renang dan sebuah vila.

Kau bisa kesana naik bus.

Apa yang kau inginkan dariku?

Menurutmu apa?

Kenapa kau datang?

Kau memeritahuku agar aku datang.

Mengapa kau seperti itu? Aku tidak suka.

Apa yang kau suka?

Aku suka menari. Mengapa kau bertanya apa yang aku suka?

Bagaimana kau menari? Seprti ini.

Kau suka melakukannya?

Ya, tapi kadang-kadang payudaraku bergoyang-goyang.

Tunjukkan padaku.

Apa kau mau menujukkan payudara indahmu padaku?

Kau suka ini?

Apa yang kau inginkan?

Bercintalah denganku. Kau tadi bilang apa?

Bercintalah denganku.

Bagaimana?

Masukkan saja ke dalam. Aku mau merasakannya.

Mintalah dengan baik.

Tolong, bercintalah denganku.

Kau bagus juga.

Tunggu. Ini mustahil.

Dia sekarat dan kau tidak mau memanggil ambulan? Tolong.

Ya. Hari ini dia disana. Sekarang dia harus mati?

Apa?

Teh hijau?

Siapa namamu? Mrs. Milanovic, dia sesak...

...dan kau bilang aku harus memberinya teh hijau?

Baiklah. Aku akan menelponmu jika semakin buruk.

Selamat tinggal.

Dia sesak napas. Keluar, gendut!

Milica, bantu aku!

Sel yang sudah mati..

...berbeda dari... Lihat kukumu!

...melepaskan...

Mari kita rias kuku ini...

Sel...

Sebagai contoh...

Dalam proses menstruasi.

Sel yang sudah mati...

...diprogram...

Dan itulah yang...

...disebut...

Sampai jumpa. Dah Sonia. Dah Tanya.

Djole sayang, kau makan banyak sekali.

Hentikan itu. Aku akan membunuhmu.

Kau memang bodoh. Jika kau menggangguku dengan si bodoh itu, aku akan membunuhmu.

Tapi aku mencintai dia. Apa yang kau suka dari dia?

Saat dia mengatakan,"Kawan, kawan, kawan?" Bagus! Coba lakukan!

Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau gila?

Kembalikan TV-nya!

Ma, Jasna mengambil TV-nya. Dia selalu saja begitu.

Diam! Ada apa ini? Dia membawa TV-nya lagi.

Pelankan suaranya. Ayahmu mau tidur. Tapi dia berteriak.

Pembohong! Dasar jalang! Aku akan membunuhmu!

Berhentilah kalian berdua! Dengarkan aku.

Beritahu itu padanya. Kenapa kau bertingkah seperti ini?

Kita ada ujian besok jadi kita harus belajar bersama-sama.

Aku lebih baik belajar disini daripada menhabiskan waktu bersamamu, ok?

Kau ingin aku gagal?

Ya, kita sudah gagal.

Lihat bokongku. Montok. Semakin besar saja.

Kenapa tidak kau pakai celana pendek saja?

Ya, kau bahkan tidak tahu cara berpakaian. Lihat dirimu.

Kenapa dengan itu? Bagaimana bisa kau menyukainya?

7 botol. 140 dinar.

Satu botol minuman beralkohol.

Aku tidak sadar kalau kau mencurinya. Lihat.

Berikan botolnya padaku. Kenapa?

Karena kau mencintaiku. Dasar bodoh.

Datang dan minumlah!

Kau bisa menghisap kemaluanku. aku tidak akan pergi. Tidak akan

Lihat mataku. Aku tidak bisa meriasnya. Aku kelihatan berantakan.

Siapa yang akan melihat matamu? Kau punya payudara dan bokong yang bagus. Mata untuk apa?

Halo.

Hai, Djole.

Jangan raba kakiku.

Berikan botolnya padaku!

Ya, untuk menghisap kemaluannya. Siapa lagi?

Teman-teman ayo pergi! Ayo, Sanja.

Ayo.

Bagaimana dengan birnya?

Akan aku lempar. Tentu saja tidak.

Apa kabar, kawan?

Gadis-gadis!

Hai, cantik. Lama tidak bertemu.

Lihat wanita jalang ini!

Aku akan membunuhmu!

Apa? Apa yang kau inginkan dariku?

Dasar jalang!

Bantu dia. Dia bukan saudarimu.

Bunuh dia. Dia telah bercinta dengan pacarmu dan ayahmu dan saudaramu.

- Dasar jalang! - Persetan denganmu!

Sudah cukup!

Apa yang sedang kau lihat?

- Ayo kita pergi! - Kau membela si jalang itu dan aku akan pergi denganmu?

- Itu tidak pernah terjadi. - Diam. Aku melihatmu.

Damai sekali. Tidak ada tekanan. Tanpa PMS.

- Aku akan bercinta dengan seseorang! - Bercintalah dengan dirimu sendiri!

Ayolah kawan! Aku ingin bermandikan sampanye!

Orang-orang ini keren sekali. Mereka mengundang kita pergi bersama mereka.

- Siapa? - Kita berempat.

Aku tidak akan pergi. Aku mau tinggal disini dengan Djole and Crni.

- Ayo pergi! - Tidak mau. Sanja dalam masalah.

Boleh aku cicipi?

Ambillah.

Teman-temanku sudak mabuk. Mereka minum sato botol gin di Bar Ivana.

Aku sudah tahu.

Bawa Sanja. Dia mabuk dan menjijikkan.

Jam berapa sekarang? Sudah lewat tengah malam. Ayo!

Ayolah! Ini pesta kita!

Dia mabuk berat.

- Kalian tidak tahu pengaruh minuman itu. - Jangan bercanda.

- Kau tahu, tapi kawanmu tidak tahu? - aku tidak pernah muntah.

- Kau tahu bagaimana cara merokok tanpa muntah? - Ya.

- Bro, hari apa ini? - Jumat atau sudah hari Sabtu.

- Tanggalnya, bukan harinya. - 15. Kenapa?

Cuma bertanya saja.

Zodiakmu apa?

Libra.

Dan kau?

Gadis ini bertanya apa zodiakmu.

Sebenarnya Sagitarius, bro.

- Dan kau? - Gemini. Sama seperti Ceca.

Teman-teman selalu mengejekku karenanya.

Dia Gemini juga?

Kalian mirip. Sedikit mirip.

Bisa kita pergi, bro'?

- Mau kuantar pulang? - Tidak. Aku belu mau pulang.

Aku mau bertemu teman-temanku. Mereka pergi berpesta.

Bagus juga.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Halo. Aku sedang bersama Sanja di halte bus.

Jam berapa ini?

Dah.

Mengapa kau baru pulang pagi ini?

Mereka selesai pagi ini.

Apa yang terjadi?

- Tidak. - Dimana ayah? - Di kamarmu. Sedang mendengar berita.

Sudah sering aku bilang jangan menyentuh barang-barangku!

Ibumu yang melakukannya.

Barang-barangmu tadi berantakan. Dia yang merapikannya.

- Apa ayah sudah bosan? - Bosan sekali.

Aku harus belajar.

Belajarlah.

Pakaiah pakaianmu.

Kau tahu kan, cuacanya dingin.

- Mengapa aku tidak boleh ke dapur? - Kemari duduklah dengan kami.

Aku tidak mengerti.

Jaca, kemarilah.

- Bagaimana sekolahmu? - Baik-baik saja.

- Apa Mira masih mengajar? - Saat aku masih kelas satu.

- Mirko mau membeli sebuah rumah. - Di Gajdobre? Mengapa?

Suka dengan orang pinggiran Serbia?

- Menyenangkan tinggal disana. - Jangan marah. Dia mau membantu.

Terutama kakek dan nenek.

Mereka tidak pernah memberimu uang dari hasil penjualan rumah itu.

Tapi Ibu tetap saja mau jadi pembantu mereka.

Jika ayahmu dioperasi, aku akan jadi pembantu setiap hari.

Kau sudah jarang berbicara dengan ayahumu.

- Ada pakaian yang mau disetrika? - Ya.

Aku tidak akan mau berbicara padamu, jika kau jadi seorang pembantu.

Tak bisakah teman-teman Ibu yang menjaga dia?

Karena dialah kita bisa membayarnya.

Nenek dan Kakek akan tinggal disini selama beberapa bulan, selama renovasinya selesai.

Baju apa ini?

Bu, itu pakaian model sekarang.

Kami sudah mengencani mereka. Menyenangkan sekali.

- Brrrrr. - Anak-anak itu keren sekali.

Kau semalam bersama Nikola, orang yang membosankan bagiku.

Ya, dia memang membosankan.

Dia terlalu dekat.

Aku tidak bisa menari.

- Bagaimana ceritanya? - Dia tertawa terus, tapi aku tidak bisa lepas darinya.

Dan dia ingin ngobrol. Aku tidak mau mengambil kacang itu dari tangannya.

- Kau tahu kalau ini lelucon kan? - Aku tahu.

Kau tahu kan?

Kau tahu tidak, mereka menghisap ganja seperti ini...

- Kami tidak mau kalah... - Tidak.

Aku memakainya selama 2 menit. Itu rasanya menyenangkan.

- Aku memakai hidung kanan dan kiri. - Aku cuma kiri. - Aku dua-duanya.

- Bagaimana rasanya? - Entahlah. Akan merasa seperti bersemangat..

Energimu semakin meningkat.

Paginya sudah baikan. Tidak mabuk lagi.

Tidak seperti itu juga. Lagipula kau masih normal.

- Dan bagaimana denganmu? - Baik-baik saja. Aku bersama Crni dan Djole.

Apa ada sesuatu yang terjadi?

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left