Last Knights

Last Knights

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Last-Knights-2015-BlurayRip-01:49:44
Un commento di LiverBirds
Visit idfl.me!

Tag

BluRay
TS
Pubblicato il: 2015-06-06
Download: 84
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

L i v e r B i r d s

Selama masa-masa kegelapan Perang Besar...

...prajurit elit bangkit dari pertempuran.

Kode kebesaraan mereka sederhana.

Punya hati mulia nan berani.

Bertindak tepat dan setia pada tuannya.

Dari masa-masa perang, berdirilah sebuah kerajaan.

Kekuatannya menggabungkan rakyat dari setiap ras...

...kredo dan kepercayaan.

Aturan ini menjadi tradisi dari ksatria hebat...

...tapi tidak untuk semuanya.

Turunkan pedang kalian, kalian bisa pergi.

Aku utusan dari Kaisar. Ada pesan untuk Tuan Bartok.

Selamat datang di istana. Akan kuterima pesannya.

Pesan ini untuk tuanmu.

Siapapun yang mau bicara pada tuanku harus bicara padaku dulu.

Apa kau yakin kata-kata Kaisar cocok untuk pengawal?

Aku yakin kesombonganmu berguna di istana lain.

Maka, aku bersedia memaafkan kesalahanmu.

Siapa namamu, Prajurit?

Aku yakin Kaisar...

...ingin tahu siapa yang memperlakukan utusannya.

Perkenalan perlu untuk memulai pembicaraan.

Aku Raiden, Komandan Seven Rank.

Aku kenal baik dengan namamu.

Maafkan anggapanku.

Tuanku.

Ini langsung dari ibukota?

Digulung di depan mataku oleh Kaisar sendiri.

Baiklah.

Aku disuruh ke ibukota menemui Menteri Gezza Mott...

...untuk meninjau protokol baru dan tugas.

Ini omong kosong!

Protokol baru adalah suap yang diharapkan dariku saat bertemu...

...dan tak ada alasan lain selain demi kepentingannya.

Pengaruh Menteri meluas sejak menggantikanmu.

Dia akan dijadikan Dewan Pertama.

Aku takkan mentolerir penyuapan, baik dariku atau istanaku.

Apa pendapatmu?/ Aku setuju, Tuanku.

Sejak kapan kau mulai bicara bohong?

Katakan pendapatmu.

Jika korupsi memang mengganggumu...

...maka mungkin kau akan tergerak untuk bertindak...

...sebelum kau diadili.

Apa maksudmu?

Lebih baik diperiksa dulu jika ini soal kebanggaan.

Ini bukan soal kebanggaan, ini soal martabat.

Jadi, kau menolak bertugas./ Aku menolak pemerasan!

Tuanku, korupsi di ibukota bukanlah hal yang baru.

Apa bedanya dengan pajak baru yang tak masuk akal?

Saat pria itu terang-terangan menuntut suap...

...tak takut ketahuan...

...kita menuju saat-saat yang berbahaya.

Apa?

Menurutmu aku berpegang pada idealisme semu?

Mungkin.

Pak?/ Aku baik saja.

Biar kupanggil dokter./ Dia sudah memeriksaku.

Kapan? Dia bilang apa?

Jangan bicarakan hal ini pada mereka.

Gadis-gadisku sudah kembali.

Dan bagaimana pelajaranmu hari ini?

Guru musik Lilly bilang dia banyak kemajuan.

Tentu saja./ Kurasa itu berlebihan.

Dan kurasa dia pandai menilai.

Atau mungkin dia minta kenaikan gaji.

Sekarang, bisa kau mainkan untuk Ayah?

Bagus.

Pertempuran tak selalu terjadi satu lawan satu seperti ini.

Aku tak tahu kita berlatih seperti itu.

Tak ada peringatan dalam pertempuran.

Tak semua musuh mematuhi kode prajurit seperti kita.

Kau harus selalu waspada.

Kita harus bersiap-siap pergi.

Kita dipanggil ke ibukota.

Letnan, apa aku bisa bergabung?

Itu keputusan Komandan.

Dengan segala hormat, Pak, aku yakin aku siap.

Jika Komandan buat keputusan atas dasar apa yang orang lain percaya...

...setengah dari kalian akan menempati posisiku.

Kumpulkan anggota agar siap berangkat!

Kau mengejutkanku.

Berapa lama kau berdiri disana?

Berjam-jam.

Leluconmu tak cocok dengan sifat pendiammu.

Tak adil menggunakan keahlianmu pada istrimu.

Percayalah, kaulah yang ambil keuntungan dariku.

Dan apa itu?

Kabarnya, utusan telah tiba.

Kurasa mereka tak membawa kabar baik.

Kenapa kau bilang begitu?

Kau bisa sembunyikan tubuhmu, tapi tidak pikiranmu.

Kami dipanggil ke ibukota.

Kukira kau takkan kesana sampai pergantian musim.

Ini permintaan Menteri yang baru./ Untuk apa?

Hanya ingin mengganggu malam kami.

Berarti kau tak mau membahasnya.

Tidak, maksudku kita akan berpisah...

...dan aku bisa pikirkan hal yang baik...

...untuk mengisi waktu kita.

Sulit berdebat dengan logika itu.

Ikut aku.

Kakek buyutku, prajurit hebat.

Tak disukai, tapi dia telah memperluas wilayah kita...

...menjadi provinsi sekarang ini.

Ayahku.

Dia telah melindungi wilayah ini selama Perang Besar.

Kau pasti senang mengenalnya.

Anakku.

Aku tak punya pewaris.

Aku akan jadi generasi ke-10 yang dimakamkan disini.

30 tahun lalu di bulan ini...

...dan melawan semua dewan.

Idealisme itu yang membuatku mengundangmu ke rumahku.

Pemuda dengan jiwa kosong, "berlumpur" dengan minuman...

...dan gelap seperti makam bagi orang yang melintasinya.

Tapi idealisme itulah yang bisa melihat semua itu.

Kepada orang yang di depanku.

Nasihatmu lebih baik dari nasihatku.

Saat aku mati...

...negeri ini akan jadi tanggung jawabmu.

Tuanku./ Kau akan memegang namaku.

Tapi pedangmu milik ahli waris. Aku hanya pengawalmu.

Kau pewaris semangatku.

Ikatan telah terjalin, bukan diwariskan.

Tidak, Pak.../ Ambil pedangnya.

Kau akan baik saja./ Tentu saja.

Baik-baiklah, Sayang.

Kau siap, Komandan?/ Ya, Tuanku.

Kita bawa hadiah untuk Menteri Gezza Mott?

Ya, semua sudah diurus.

Gabriel./ Komandan.

Terima kasih atas kehormatan ini./ Aku kenal baik orang tuamu.

Jika mereka masih hidup, mereka pasti bangga.

Jadi, dimulai lagi./ Begitulah.

Duduk.

Pak, boleh aku bertanya?

Tentu saja.

Kau sudah lama kenal Komandan, kan?

Sejak seusiamu.

Apa benar dia bukan dari keluarga militer?

Dia dari keluarga petani.

Yatim piatu, keluarganya meninggal karena demam.

Saat itu Tuan Bartok membawanya?

Tidak, saat dia masih remaja.

Kenapa kau bertanya?/ Gosip beredar soal dirinya.

Katanya dia kejam dan pembunuh.

Tanpa hati nurani atau rasa hormat.

Selama bertahun-tahun, dia suka minum.

Kabut gelap membuatnya melakukan kekerasan.

Apa dengan begini rasa hormatmu berubah?

Orang dikagumi karena bisa bangkit kembali.

Bukan dihakimi.

Beristirahatlah. Perjalanan besok akan panjang.

Selamat datang, Tuan Bartok.

Perjalananmu lancar?/ Lumayan.

Mungkin lama.

Tampaknya sebentar.

Kulihat kau membawa hadiah.

Ini adat untuk kunjungan resmi.

Jubah./ Jubah yang indah.

Kau juga bisa simpan kotaknya.

Apa pengawalmu yang memilih hadiahnya?

Tidak, kupilih sendiri.

Baiklah. Kita akan mulai besok subuh.

Banyak yang harus dilakukan.

Kutunggu ulasanmu soal protokol baru ini.

Ya, lagipula, kita bisa berdiskusi soal tantangan...

...yang dihadapi demi masa depan wilayah Bartok.

Kurasa dia tak suka warnanya.

Jika aku tahu begini, aku pasti bawa banyak.

Banyak? Kuberikan kotaknya juga.

Ini bukan soal hiburan. Dia merasa terhina.

Besok kubawa hadiah yang pantas./ Tidak usah.

Dan menurutku, itu seperti menerima permintaan Menteri...

...seperti benar-benar menyuap.

Menggunakan bahasa dan cara yang halus juga tetap suap.

Tuanku, kurasa bukan saatnya keras kepala.

Dan jika aku melemah...

...kau sarankan kapan aku akan membela negeriku?

Saat mereka sudah merebut wilayahku?

Kapan terjadi saat aku membuat tirani sendiri...

...atas orang bawahan agar menyuap orang elit?

Dia pikir dia siapa?

Mungkin dia tak paham permintaannya.

Dia sangat paham.

Apa dia kemari ingin terkenal di wilayahku?

Atau dia begitu sombong dan tak ada kerendahan hati?

Nah, anjing, sutra untuk kotoranmu!

Kita mau kemana?

Ada yang ingin kutunjukkan padamu.

Pedang yang indah.

Boleh kulihat?

Ini pisau bangsawan. Dapat darimana?

Itu hadiah.

Dari tuanku.

Tak pernah kudengar ada kemurahan hati...

...dari tuan untuk pengawalnya.

Tampaknya kau sudah menang.

Ini ruang favoritku.

More Indonesian subtitles for Last Knights

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left