Le prime 200 righe.
pergi kau, cepat pergi...
jangan banyak omong, cepat pergi...
sudah mau mati, Lao Gui
ya uda, jangan pakai isyarat tangan denganku, pergilah kau...
hei, jangan lupa pulang belikan bir ya
ma, lapkan bokong sini
pagi, paman bisu
cepat makan
paman bisu, hari ini aku kasih setengah kilo sayur putih untukmu
A Kun, Kenapa kau main disini? cepat balik sana
kalau tidak, aku bilang ke kakakmu
paman bisu, pagi
paman bisu--paman bisu, kau juga mau pergi
paman bisu, ajak aku pergi juga dong
cerita ini
dimulai dari aku pertama kali melihat paman bisu
waktu itu, aku baru berumur 2 bulan
seperti sampah yang dibuang di pinggir jalan
alasannya apa? tak ada orang yang bisa memberitahuku
waktu dia memelukku
aku tidak akan meninggalkannya
karena dia membuatku merasa hangat, aman
sama seperti seorang ayah yang bisa diandalkan seumur hidup
namanya A Mei
orang yang menghidupinya, Dewi Kuan Im akan melindunginya
orang yang kasihan memohon
pama bisu sudah punya anak
pakaianku
jangan berebut, pinjamin adikmu pakai
tanganmu naikkan ke atas, ayo, berikan padaku
sudah aku ikatkan
laki-laki selalu begitu
gerakan lamban bagaimana bisa menjaga anak?
anak bayi sudah lapar, kasih minum kuah beras dulu
aduh, nurut ya. anak dari mana? aku lihat, aku lihat. jangan nangis ya
kau bisanya curi uang baru tahu pulang ya
kau lihat tidak nangis lagi kan
tangan satunya kotor
kau jangan membuat anak bayi nangis dong
anak bayi kan tidak bisa bicara dengan suara keras
bisu, saiapa namanya?
namanya Bao Bei
Bao Bei
jelek, jelek. tidak enak didengar, ganti saja
kau jangan pura-pura sudah paham ya
kau paham, kau paham waktu kau baca
aduh, kalian ini, pegangnya terbalik. namanya A...A Mei
benar juga, A Mei
wanita ini bagaimana sih?
jangan pakai isyarat tangan denganku
ya sudah, jangan pakai isyarat tangan denganku lagi
paman bisu
hari ini mau ambil kendi lebih?
minum susu, mau perbaikan gizi ya?
tak boleh pergi
bisu sialan, kenapa kau galak-galak? aku buat perhitungan denganmu
kami orang yang bagaimana?
bisa menghidupi anak ingusan ini tidak?
pagi hari aku bantu kau cuci setrika, masak nasi dan sayur
malamnya kau masih perlu mengecek sana sini
kau masih mengganti arak beras kita dengan susu bubuk anak ingusan itu?
hari-hari sudah tidak baik untuk dilewati
apa sudah bosan bermain? mau mengusirku?
kuberitahu kau bisu, dimulai dari waktu aku pindah kemari
aku sudah menyesal, aku menyesal mengikuti seorang bisu
aku menyesal mengikuti seorang yang memungut sampah
bisu, kemarin malam kau diceramahi, ya kan?
paman bisu dipukul orang
paman bisu, pagi
paman bisu, kacamatanya pinjamkan aku lihat
masih mau perbaikan gizi? mau arak beras?
memang masuk akal
paman bisu
setelah aku masuk ke rumah ini
nasib kita telah berubah
aku telah mendapat orang yang bisa diandalkan seumur hidup
tapi itu juga membuat paman bisu meninggalkan pasangan hidupnya
bibi Zhi Lan
aku kira ini semua memang aku yang lakukan
karena bibi Zhi Lan
dulunya pernah bener2 menyayangi dan menjagaku
dan juga aku sering nakal dan nangis
membuat bibi Zhi Lan
dulunya tidak mendapatkan cinta lagi
karena paman bisu hampir memberikan cintanya ke aku
sekarang giliran kalian yang di bawah pentas untuk tampil
siapa yang mau tampil?
sini....
dia, dia bisa tiup terompet kecil
sini, anaknya aku gendong
bener, kau saja
paman bisu bisa tiup
dalam masa pertumbuhan
aku pernah bukan hanya sekali berpikir
diantara aku dengan paman bisu sebenarnya punya nasib yang sama
kami pernah dibuang
aku dihidupi orangku
sering hidup tak tetap dan tidak punya rumah
dia pernah punya orang tua yang penuh kasih sayang, kebun rumah, orang yang disayang
dan bibi Zhi Lan
dan dalam sekejap, selain kenangan semuanya telah lenyap
mungkin dia pernah menganggap aku sebagai nasibnya sendiri selamanya
sama seperti hatiku yang tidak terbuka
awalnya telah menganggapnya pada kedudukan yang paling tinggi
seperti gambaran yang tidak bisa diganti
tapi, kami tidak bisa menuturkannya dalam kata-kata
bisu, sembahyang leluhur
bibi
ayo ke rumah kami makan nian ye fan(= makan malam sebelum hari pertama imlek)
aduh, kenapa kau sungkan?
malam ini kita akan minum sampai puas
kau tidak memberi muka?
paman bisu, kau lihat A Mei
cepat panggil papa, A Mei, panggil papa
cepatlah, A Mei, panggil papa
dia mungkin seorang bisu?
sembarangan bicara apa kau? tidak ada yang mengajari tentu tidak bisa bicara
A Man sukanya sembarangan bicara, kau jangan marah ya
hei, A ming, kami sudah pulang
paman bisu, datanglah sebentar lagi
sampai pada suatu hari, mungkin juga instruksi dari A Ming
atau mungkin juga desakan dari atas langit
dalam hidupku kata pertamaku adalah
papa
papa
paman bisu, sini sini. silakan duduk
kenapa? dia bilang apa?
A Mei sudah bisa panggil papa ya?
gagak yang menghidupi phoenix bisa panggil. A Mei sudah bisa panggil papa
sini....panggil papa
bisu, bisu
paman A Man
A Mei buat pr ya
sini sini....cepat kesini
bisu, sekarang sedang musim dingin, harus ada sedikit persediaan
ada seikat sayur, istriku tidak bisa masak
kau bisa bantu tidak?
makan daging ya
maaf ya, anjing kecil, cepat mati cepat reinkarnasi
selanjutnya ke rumah orang barat minum susu, tidur di sofa
sedang salon kecantikan di luar
papa, ada anjing sedang menggonggong. rumah siapa ya?
A Mei, bukan urusanmu, kerja pr sana
cepat tuang air ke bak
baik baik...
hei, anjingnya kok sudah tidak ada, kau sembunyikan dimana?
papa
pa, lihat. kasihan sekali, kepalanya penuh dengan darah
pa, kita bawa disini ya?
tidak boleh, kita mau makan
A Mei, A Mei
A Ming, kau lihat anjing baru kami
seekor anjing yang sangat lucu
di kepalanya kok penuh dengan darah?
aku juga tidak tahu, mungkin dipukul oleh orang
kasihan. ayo kita obati dia
baik
pelan sedikit, hati-hati
pa, anjing kalau berdarah sakit tidak?
sembarangan, ya pasti sakit dong
aku kan tidak tanya kau
benar, dia tidak tanya kau
jangan banyak ngomong. kau sedang apa
pa, liburan sekolah jemput aku, mau tidak?
ciu gan tang bue bo
pa, aku mau turun
A Mei, kau jangan begitu
ada masalah apa bicara ke aku saja
aku akan gantikan kau urus
ciu gan tang bue bo
kau kenapa dorong orang aduh, kau masih gigit aku. aku pukul kau
A Ming, kau lihat
Liu Jun Jie, lagi apa kau? jangan kabur
Liu Jun Jie, kesini. kau jangan kabur, berhenti, jangan kabur
A Ming, jangan biarkan dia kabur
kupukul kamu sampai mati
A Ming
A Ming
A Ming
A Ming, lihat
A Mei
Lai Fu semangat
Lai Fu
gigit dia sampai mati
Lai Fu, gigit dia sampai mati
hebat sekali
Lai Fu, anak baik
Lai Fu, anak baik
sudah mati belum? tidak tahu
sebenarnya sudah mati belum?
sudah mati
ma
buang. cepat buang
lagi apa, lagi apa
sudah, sudah, anak kecil kok
anak baik, sekilo lebih
sini, sini...jangan buru-buru
A Mei, dia mengagetimu, kau makan dia
aku tidak mau makan
ada racun tidak?
No comments yet. Be the first to leave one.