Long Lost

Long Lost

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Long Lost 2018 720p AMZN WEB-DL x264-MkvCage ws
Un commento di BernadX
Request bung Anwar dari Plat Putih. Terima kasih sudah menunggu.

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
mkv
MkvCage
Pubblicato il: 2019-04-12
Download: 55
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Aku terkejut oleh nasehat Shakespeare kepada para pemain.

Jika kau berkenan, aku kutip ucapannya...

"Apapun yang berlebihan...

...sebagai tujuan akhir permainan seseorang,"

saat dimulai dan sekarang,

seolah memegang cermin kepada semesta.

"Untuk menunjukkan keagungan dari kehebatannya, cela pada citra diri,

usia dan tubuhnya akibat bentuk dan tekanannya."

Aku anggap ini menarik...

...sebagai salah satu contoh utama dari meta-teater.

Kita banyak melihat ini kemudian hari...

...di teater Eropa abad ke-19 dan ke-20.

Artaud, Genet, Brecht, Beckett...

Tapi yang sangat menarik tentang...

Tapi ada hal tentang aksesibilitas...

...dan keabadian citra disini,

khususnya dengan cermin.

Mendalam dalam kesederhanaan.

Sekarang kita lihat pria muda. Seorang yatim piatu.

Terusik oleh dorongan hati dan kelambanan...

...yang mencoba memahami dirinya sendiri.

Memutuskan ingin jadi siapa.

Terjebak dalam dunia kemunafikan dan kinerja...

...yang tidak peduli dia mau berbuat atau tidak,

tetap saja dia akan bernasib buruk.

Meskipun ini gila,

tapi metodenya tidak.

Aku yakin itu sudah dingin.

Yang masih hangat ada di oven.

Jika mau menunggu.

Aku bilang kapan saja setelah siang hari, kan?

Ya, benar.

Kau bilang itu. Aku tadi mau keluar tapi...

Gigi kamu.

Apa?

Ada asparagus di gigimu.

Oh.

Oh, ya.

Ya.

Besar juga.

Maaf aku agak terlambat.

Ada shift pagi ini.

Kau tidak menelepon.

Tak tahu nomormu.

HP'ku juga mati, jadi...

Punya charger?

Laci pertama sebelah kananmu.

Terima kasih.

Mereka tidak menyertakan charger di mobil sewaan.

Kadang mereka...

...begitu.

Terima kasih telah menyiapkan semua.

Dengan senang hati.

Ini rumah yang sangat indah.

Aku sangat beruntung.

Berapa lama disini?

Sudah 4 tahun.

Sebelumnya banyak bepergian.

Paris.

Ekuador dalam waktu lama.

- Wow. - Hongkong.

Pasti luar biasa.

Cukup untuk beli rumah ini.

Apa sebenarnya pekerjaanmu?

Kita belum kenalan secara pantas.

- Richard. - Seth.

Senang bertemu kamu, saudara.

Ya.

Ya, Richard. Aku mau bilang...

...agak kaget menerima suratmu.

Sudah kuduga.

Minggu lalu aku bahkan tak tahu kamu ada.

Itulah gunanya kekayaan, Seth.

Bisa jadi kamuflase.

Jika kau ingin memakainya seperti itu.

Tapi sudah saatnya kita bertemu.

Anggap saja pesta kelulusan yang terlambat.

Aku lulus 2 tahun lalu.

Kataku terlambat.

Lagipula kau baru dapat alamat tetap.

Kalau aku kirim surat, aku harus yakin bisa sampai.

Berapa lama kau tahu tentang aku?

Seth.

Aku mengawasimu seumur hidupmu.

- Apa? - Tidak tiap saat.

Kadang-kadang. Dari jauh.

Banyak hal menyeramkan yang kau dapat di internet.

Turut prihatin tentang Ibumu.

Kau tahu tentang ibuku?

Ya.

Kenapa kau tidak berbuat sesuatu?

Aku tak berhak ikut campur.

Dia sekarat.

Ya, memang.

Begini Seth,

kita baru saja bertemu.

Semoga tidak terkesan aku tak punya perasaan, tapi...

Ibumu yang sekarat. Bukan Ibuku.

Kau yang bangun rumah ini?

Aku dan 74 orang Meksiko.

Ya.

Ya. Proyek besar.

Ya.

Seberapa besar?

Sangat besar.

Sungguh.

Rumah 14.124 kaki persegi di tanah seluas 17 hektar.

Rumah yang terlalu besar untuk satu orang.

Tidak juga.

Kau mau?

Tidak, terima kasih.

Kamu tidak minum?

Aku berhenti minum sekarang.

Kau bawa surat kontraknya?

Oh. Ya.

Sebenarnya aku kurang paham apa maksudnya.

Sungguh?

Bahasanya tidak sulit.

Maksudku,

aku tak tahu kenapa kau membutuhkannya.

Aku menjaga privasiku.

Tentu saja.

Ya.

Aku hormati itu.

Dan sekarang,

secara hukum,

kau harus patuhi.

Sebelum aku lupa.

Password Wifi.

Agar kau selalu bisa posting di blog.

Kau juga tahu itu?

Seperti yang kubilang, Seth,

internet adalah tempat yang menyeramkan.

Kau terlihat lelah.

Naiklah dan pilih kamar tidurmu.

Kukabari saat makan makam siap.

Baiklah.

Kau tadi bilang untuk pilih kamar tidurku?

Terserah mana saja.

Keren. Terima kasih.

Seth.

Selamat datang di rumah.

Ya...

Kau pasti Seth.

Sialan.

Maaf, aku tak sengaja melihatmu atau...

Tak apa-apa.

Aku Abby.

Aku Seth.

Maaf jika menakutimu.

Aku kira semua kamar kosong.

- Richard tidak bilang... - Bisa ambilkan handuk?

Terima kasih.

Kau mirip dia.

Siapa?

Saudaramu.

Oh, ya.

Balikkan badanmu.

- Apa? - Ayo.

- Mungkin aku harus... - Lakukan saja.

Nah yang itu.

Mata itu.

Ya?

Bukan bisep raksasa'ku?

Kau masih pakai jaket. Aku belum melihatnya.

Jadi aku tak tahu.

Ini mirip adegan awal film forno tahun 90an.

Aku harus pergi sebelum saudaraku datang.

Dan itu dialog selanjutnya di film itu.

Ya, lalu muncul permintaan untuk berlangganan, kan?

5 dolar untuk akses sehari.

Itu sebabnya aku bayar bulanan.

Lebih hemat.

Sepertinya aku harus...

- Pergi? - ...pergi. Ya.

- Oh iya, aku Seth. - Aku tahu.

Ya.

Aku tadi sudah bilang.

Baiklah.

Ketemu lagi saat makan malam?

Itu pasti.

Ehm...

Kau kenal Richard lebih baik dariku.

- Apa dia mengira ini lucu? - Mungkin.

Lebih baik tak usah diceritakan.

Lebih enak begitu.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Sudah dapat yang kau butuhkan?

Ya.

Kau suka yang kau lihat?

Ehm, yah. Bagus.

Bagus.

Ikuti aku.

Aku tunjukkan sesuatu.

Wow.

- Ini... - Bagus, kan?

Bagus.

Ini dia.

Apa?

Long Lost subtitles in other languages

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left