Le prime 200 righe.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun...
Ada yang kurang, bukan?
Apa gunanya ulang tahun tanpa kue ulang tahun?
Kue?
- Kau punya? - Aku punya.
Ini. Kue kacang merah.
Pakai ini saja.
Berhenti makan.
Nyalakan.
Sulit dinyalakan.
- Apa? - Sial!
Sial!
Kau yang memintanya!
Guru.
Ayolah. Di mana pemantiknya?
Pemantik?
Bukankah kau bilang ingin menjadi cantik?
Bagaimana jika aku mengeriting rambutmu?
- Selamat ulang tahun - Tidak!
- Selamat ulang tahun - Tidak!
- Tidak! - Selamat ulang tahun.
Maaf.
Macet parah.
Kita di sini hari ini untuk merayakan kelulusanmu.
Selamat.
- Terima kasih, Ayah. - Mari makan.
Bawa ini pulang dan bacalah.
Itu laporan keuangan Chang Xin beberapa tahun terakhir.
Kau sudah dewasa.
Kau harus lebih memahami perusahaan ini.
Baiklah.
Ayah.
Untuk gelar S2-ku di luar negeri, aku ingin mengambil ilmu komputer.
Kurasa perusahaan ini punya lebih banyak ruang
untuk meningkatkan digitalisasi.
Aku ingin membahasnya dengan Ayah.
Kurasa Ayah sudah memberi tahu kalian berdua.
Sebagai putra Ayah
kalian harus melihat hal yang berbeda daripada orang lain.
Aku masih bisa membantu perusahaan jika mengambil jurusan ilmu komputer.
Membantu bagaimana?
Ayah ingin kau belajar mengelola perusahaan
bukan menjadi insinyur.
Katakan.
Kau tahu berapa banyak pegawai yang harus kita beri makan
dan pemegang saham yang harus kita puaskan?
- Ayah... - Apa kau tahu
berapa keuntungan dari kaki babi ini ke grup kita setiap tahun?
Tahu cara membuatnya?
Jenisnya? Asalnya?
Cara menawarnya?
Kau bahkan tidak bisa tepat waktu. Apa yang ingin kau diskusikan?
Kau harus mengerti, Ayah sudah tidak muda lagi.
Berapa sisa waktu Ayah untuk menjagamu dan adikmu?
Jika kau tidak tahu harus bagaimana, ikuti saja perintah Ayah.
Mulai sekarang sampai Hari Ayah
masing-masing dari kalian akan memegang satu merek.
- Aku memegang satu merek? - Benar.
Hsiu-wen akan memimpin Jin Lai Xuan.
Chien-yuan
kau lebih mengenal Chang Xin.
Jangan bilang Ayah tak memberimu kesempatan.
Lakukan dengan baik. Jangan kecewakan Ayah.
Baiklah.
Tidak masalah.
Bukankah kau pernah magang di Mianzi?
Ya.
Kau akan bertanggung jawab atas pemasaran Hari Ayah.
Ayah akan mengirim orang untuk membantumu.
Belajarlah dari mereka, ya?
Sial!
Kenapa?
Sial!
Seorang chef yang takut api.
Itu hal paling absurd yang pernah kudengar.
Aku bingung kenapa kau merekrutnya.
Kau tak bisa membuat tas sutra dari telinga babi.
Aku tidak tahu kenapa kau takut api.
Aku tidak peduli dan aku tidak mau dengar.
Kita butuh rasa yang konsisten.
Jika kau tidak bisa, keluar saja.
Mi minyak cabai lada hitam yang kalian makan ini
adalah produk kami yang paling stabil di pasar
dengan tingkat pembelian terbaik.
Ini juga favoritku.
Haruskah kita jadikan ini hidangan khas kita?
Mungkin, tapi kurasa yang penting saat ini
bukan memutuskan hidangan khas kita.
Segmentasi pasar kita adalah pekerja kantoran
yang ke sini untuk makan buru-buru.
Kenapa mereka tidak ke restoran mewah untuk perayaan?
Bagaimana kita menarik mereka kemari?
Kurasa ini yang penting.
Sebenarnya, kami pernah melakukan promosi
tapi peningkatan pelanggannya tidak signifikan.
- Halo. - Hai.
Sedang apa kau di sini?
Ini yang kau minta. Kubawakan untukmu.
Ada yang harus kami kerjakan di luar. Silakan mengobrol.
Ya. Santai saja.
Santai saja.
Resep baru?
Tidak. Kami sedang memutuskan hidangan khas kami.
- Mau mencobanya? - Boleh.
Terima kasih.
Apa rasanya agak menyedihkan makan mi di Hari Ayah?
Lumayan enak. Masalahnya bukan pada rasanya.
Target pasarmu seharusnya orang-orang
yang biasanya tidak merayakan hari raya
bukan yang terbiasa merayakannya.
Orang-orang yang tidak merayakan Hari Ayah?
Ya.
Kau bisa membuat rencana untuk menarik orang-orang ini.
Maaf. Ini sumpitmu.
Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan.
Pikiranku sedang tidak fokus. Maaf.
Ya, terima kasih.
Hei.
Bagaimana?
Senang menjual mi?
Ya, tentu saja.
Apa Hsiu-wen membantumu?
Ya.
Memang kenapa?
Aku mau kau menjauh darinya.
Sial. Bukannya kau mau kuliah di luar negeri?
Cepatlah pergi.
Jangan jatuh cinta kepadanya.
Dengar, kau tidak punya kesempatan.
Dia tidak akan menyukai pria muda sepertimu.
Dia tidak akan menyukai pembunuh sepertimu.
Jangan mengatakan hal yang tidak kau ketahui.
Tutup mulutmu!
Paham?
Lihat kemari.
Bagus. Tahan seperti itu.
Apa sudah dipastikan dia penerus Chang Xin?
Bukankah dia punya adik?
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Kudengar adiknya pintar, tapi tidak ambisius.
Dia hanya ingin bekerja di pengembangan teknologi
dan tidak tertarik mengelola perusahaan.
Itu sebabnya Pimpinan marah
dan menyuruhnya melakukan promosi Hari Ayah untuk kedai mi.
Ini untuk membuatnya sadar bahwa dia pemula
tak berpengalaman, dan naif.
Namun, Chien-yuan sangat ambisius.
Dia mempelajari semuanya dari Pimpinan
dan sangat berpengalaman.
Dia pasti akan sukses.
Hei, coba letakkan sikumu di sandaran itu.
- Seperti ini? - Keren!
Judulnya "Pewaris Restoran Mengambil Alih Bisnis Keluarga".
- Tidak apa-apa? - Ya, tentu.
- Baiklah. - Terima kasih banyak.
Kau juga mau coba?
Tapi ini terlalu asin.
Ayah tidak bisa memberikannya kepadamu.
Itu dia.
Terima kasih.
Hei.
Aku memanggil seorang ahli.
Lin Shih-ching, somelier
dan juara Kompetisi Uji Rasa Buta RVF.
Dia memilih sendiri semua anggur yang didistribusikan keluarga kami.
Meski dipasangkan untuk pesta Hari Ayah
aku ingin mulai
dengan anggur soda Lolea Sangria No. 4.
Dengan gelembung yang bercampur
dengan aroma menyegarkan sari lemon dan kapulaga
ini sempurna untuk menargetkan anggota keluarga wanita.
Lumayan.
"Kita semua ayah."
Untuk menguatkan ikatan dalam perekonomian yang lesu.
"Hari Ayah untuk anabul."
Bagi yang memesan kombo Hari Ayah
dan menunjukkan foto dengan hewan peliharaan mereka
akan menerima hadiah gratis dari kita.
Daging kering beku yang aman bagi manusia.
Hewan peliharaan bisa makan apa pun yang dimakan ayahnya.
Apa musang dan bunglon juga termasuk hewan peliharaan?
Jika kau lebih suka yang lebih kuat
kami juga punya sebotol wiski ini.
Ini akan cocok dengan beragam rasa hidangan Taiwan
terutama hidangan laut.
Wiski untuk hidangan laut?
Temanku punya ayam peliharaan. Apa itu termasuk?
Ya, apa itu termasuk?
- Ayam? - Ya.
Temanku punya babi. Jadi, aku penasaran...
Tapi kurasa tidak etis memberi daging babi kepada babi.
Kurasa idemu cukup bagus.
Tapi definisi "anabul" harus dibatasi pada kucing dan anjing
yang dipelihara orang pada umumnya.
Akan lebih konkret
dan lebih mudah bagi kita untuk menyiapkannya.
Kita akan memberi hadiah apa?
Itu akan menambah biaya.
No comments yet. Be the first to leave one.