Simon of the Desert

Simon of the Desert (Simón del desierto)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Simon Of The Desert 1965 1080p BluRay x264 AAC-[YTS MX]
Un commento di singoulo
Resync buat YTS.MX biar lebih pas timingnya. Durasi 45:08. Thanks @Lee_Jin.

Tag

bluray
Pubblicato il: 2025-05-27
Download: 33
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

SIMON DARI PADANG PASIR

Selama enam tahun, enam minggu dan enam hari,

Kau sudah berdiri di pilar itu, Simon.

Pertapaanmu telah meneguhkan kami semua.

Muliakanlah kami sekarang dengan menaiki tumpuan yang lain ini,

dipersembahkan kepadamu melalui kemurahan hati orang kaya ini.

Dari pilar barumu

kau dapat terus menginspirasi saudara-saudara kita dengan penebusan dosa- dosamu

mengikuti jejak Bapa Kita, Simeon Stylites.

Terima pilar ini

sebagai tanda terima kasih keluarga kami kepadamu

karena telah menyembuhkan aku dari penyakit yang tak terkatakan.

Tolong aku!

Biarkan orang suci itu lewat!

Tolong kami, Bapa Simon.

Tunggu.

Ibumu ingin berada di dekatmu sampai saat kematiannya.

Biarkan dia memelukmu untuk terakhir kalinya.

Akan lebih baik bagimu

seandainya kau tinggal di rumahmu yang damai, wanita.

Berbaktilah, Simon, dan terimalah dia dengan sukacita.

Tinggallah di dekatku jika kau menginginkannya, Ibu.

Tapi aku pamit padamu dalam kehidupan ini dengan pelukan ini.

Cintaku padamu tak boleh menjadi penghalang antara Tuhanku dan hamba-Nya.

Selamat tinggal.

Kita akan bertemu lagi di hadapan-Nya.

Berkat-Mu, Bapa.

Pertama-tama, izinkanlah aku untuk memberikan perintah suci kepadamu.

Persiapkan dirimu, anakku.

Lihatlah dia yang pelayanannya - - Tidak!

Aku tak pantas. Perintah suci, tidak!

Lihatlah dia yang pelayanannya ditawarkan kepadamu.

Aku tidak layak untuk menerima kasih karunia itu.

Aku, orang berdosa yang tidak layak.

Naiklah ke kalvari, Simon. Kedamaian menyertaimu.

Saudara Simon.

Mari kita berdoa.

Ya Bapa kami, yang ada di surga...

Dikuduskanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu...

Jadilah kehendak-Mu...

di bumi seperti di surga.

Wahai yang diberkati!

Lihatlah tunggul-tunggul yang dulunya adalah tangan.

Setiap hari kami semakin miskin, dan anak-anak perempuanku kelaparan.

Bagaimana kemalangan ini bisa menimpa dirimu?

Mereka ditebas.

Tapi kenapa?

Karena mencuri.

Itu benar.

Tapi aku sudah bertobat.

Bapa, hilangkanlah penderitaanku.

Tolonglah kami. Kasihanilah anak-anak ini.

Aku hanya bisa berdoa.

Berdoalah bersamaku dalam keheningan.

Mungkin Allah akan mengizinkan kita untuk menyaksikan salah satu mukjizat Simon.

Amin.

Kau utuh.

Bersyukurlah kepada Tuhan dan lakukanlah urusanmu.

Fabiola, ayo pulang.

Kebunnya perlu digali. - Kita harus membeli cangkul baru.

Yang lama rusak. Ayo pergi, anak-anak.

Apakah ini tangan yang sama dengan yang kau miliki sebelumnya, Ayah?

Diamlah, gadis bodoh. Tinggalkan aku.

- Lihat itu? - Apa?

- Benda dengan tangan itu. - Oh, itu.

Ada roti yang tersisa? - Ya.

Beri aku sedikit.

Kita sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk urusan spiritual ini.

Haruskah kita pergi, Bapa?

Kita harus menemani kesendirian Simon sementara waktu dalam doa.

Dari mana wanita bermata satu itu berasal?

Bermata satu? Kau salah, Simon.

Dia bermata satu, aku katakan padamu.

Dia memiliki dua mata, keduanya sehat.

- Bagaimana kau tahu? - Karena aku melihat.

Dan tidak ada yang salah dengan kedua matanya.

Bagaimana mungkin kau melupakan perintah yang berbunyi,

“Janganlah kamu menatap perempuan,”

dan “Janganlah engkau tergoda oleh pandangan wanita,”

dan terutama...

“Janganlah engkau dibakar oleh api perenungan yang sia-sia”?

Saudaraku,

Aku berdoa agar kau tidak datang ke sini lagi

sampai pandanganmu kembali normal.

Selamat siang, Saudara Matius.

Tuhan menyertaimu, saudara.

Di manakah susu untuk biara?

Seorang pelacur menghirupnya dan mengentalnya.

Saat fajar menyingsing, aku akan membawa kendi segar.

Sudahkah kamu mengunjungi Simon yang diberkati?

Kemarin aku membawakan semangkuk dadih dan sepotong roti yang lembut untuknya.

Dan terkutuklah jiwaku,

si fulan tidak menghiraukan aku.

Jangan mengumpat.

Maafkan Bapa Simon. Dia pasti sedang berdoa.

Ada apa dengan dia?

Dia punya kaki yang buruk.

Kau menyukainya, bukan?

Namanya Domitila.

Lihatlah betapa cantiknya mereka.

Kau cukup menyentuhnya, dan mereka akan mengeras.

Tinggallah bersama Tuhan, saudara.

Janganlah terlalu mengasihi binatang-binatang itu.

Iblis berkeliaran di padang gurun ini.

Aku mendengarnya di malam hari.

Hindarkanlah murka-Mu.

Mereka tidak dapat...

hatiku...

Ya Tuhanku

Aku tak ingat bagaimana akhirnya.

Hatiku -

Inilah aku!

Aku membawa makananmu, Wahai yang terberkati.

Semoga kedamaian Allah bersamamu. - Dan bersamamu, saudaraku.

Aku membawa minyak dan roti serta selada.

Tubuhku tidak membutuhkan makanan lezat itu.

Tubuhku cukup diberi makan dengan selada yang Tuhan berikan padaku.

Aku juga berpuasa, Bapa.

Tapi masalahnya adalah,

semakin sedikit aku makan, semakin gemuk aku.

Kepala biara ingin kau makan lebih banyak.

Berterima kasihlah atas perhatiannya,

tapi mintalah maaf kepadanya.

Aku lebih tahu daripada dia betapa pentingnya aku berpuasa.

Aku juga memohon pengampunanmu.

Banyak hal telah berubah di biara. Mereka tidak lagi memberi kami anggur.

Air kami mengandung jintan dan lada.

Kepala biara mengatakan itu membuatmu kuat.

Apa yang kau makan selama lima hari terakhir ini?

Kau hampir tidak minum air.

Dan yang tersisa berbau busuk.

Apa kau butuh yang lain, Bapa?

Pergilah dengan damai. Biarlah aku bertempur dalam perjuanganku.

Pertempuran?

Orang polos sepertimu tidak tahu apa-apa tentang hal-hal ini.

Anakku.

Kau terlihat sangat bersih.

Terima kasih, Bapa.

Tapi ingatlah kebersihan tubuh dan pakaian,

merupakan hal yang wajar bagi manusia biasa,

adalah dosa bagi mereka yang mempersembahkan hidup mereka kepada Allah.

Jika kau berkata begitu, Bapa. Aku akan mengingatnya.

Dalam kebenaran Engkau akan disembah.

Dia bodoh, keledai yang sombong!

Dalam kebenaran -

Manusia adalah yang paling hina di antara semua ciptaan-Mu, Tuhan.

Kehadirannya menjauhkan aku dari-Mu.

Pertolonganku datang bahkan dari TUHAN.

Aneh, tidak ada lalat hari ini.

Aku lapar dan haus kembali.

Aku berhasil melupakan tubuhku,

tapi si malang itu membuatku ingat.

Tidak! Aku tidak akan makan apapun sampai matahari terbenam.

Berapa lama lagi sebelum aku layak untuk-Mu?

Betapa aku sangat tergoda untuk turun

dan merasakan ibu pertiwi di bawah kakiku

Dan lari, dan lari...

Tidak secepat itu.

Pernahkah kau memikirkanku, anakku?

Nyaris tak pernah, Ibu.

Aku tidak punya waktu.

Mengapa kau begitu bangga, anakku?

Aku bangga dengan kebebasanku.

Atau dari perbudakanku, Ibu.

Di sinilah aku, Simon!

Lihatlah ini!

Hentikanlah kebodohanmu

Dianggap sebagai orang yang tersesat

Yang telah binasa

Engkau sendiri

Di atas semua orang upahan

Engkau, anak Suriah yang suka kelinci

Kau orang yang baik, Simeon

Dengan janggut tebal yang indah

Dan gigi yang disikat bersih

Dengan air seni Suriah

- Apa yang kau lakukan di sini? - Bermain.

- Dari mana kau datang? - Dari sana.

- Dan kau mau ke mana? - Ke sana.

Siapa kau?

Aku adalah gadis kecil yang polos, Simon.

Lihatlah kaki polos yang kupunya.

Di dalam kerajaanku, Simeon

Tak semua orang seperti yang terlihat

Juga tidak seperti yang terlihat

Apa adanya

Jenggot yang indah sekali

Dan gigi yang disikat bersih

Dengan air seni Suriah

Lihat betapa panjangnya lidahku.

Aku tak takut padamu, Iblis.

Oh Kristus!

Aku akan kembali, rambut kusut!

Ya Bapa Surgawi

Dan Kristus, Juruselamat kami

Aku memuji Engkau pada waktu matahari terbenam

Kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus

Sungguh benar Engkau patut dipuji

Oleh suara-suara kudus

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left