Le prime 200 righe.
Di tanah tandus di dataran tinggi Yorkshire, Inggris, seratus tahun lalu, berdirilah sebuah rumah yang muram dan terpencil, setandus alam di sekelilingnya.
Hanya orang asing yang tersesat dalam badai yang berani mengetuk pintu Wuthering Heights.
Panggil anjingmu itu dan hentikan mereka.
Hentikan.
Hentikan.
Lamm.
Diam.
Lamm.
Apakah kau Tuan Heathcliff?
Ya.
Aku Lockwood.
Penyewa barumu di Grange.
Aku tersesat. Aku...
Bisakah aku meminta pemandu dari salah satu orangmu?
Tidak bisa.
Aku hanya punya satu dan dia dibutuhkan di sini.
Jika begitu aku harus menunggu sampai pagi.
Lakukan sesukamu.
Diam.
Lamm.
Terima kasih atas jamuanmu.
Bisakah keramahan itu mencakup secangkir teh?
Perlukah aku menyediakannya?
Kau dengar sendiri ia memintanya.
Terima kasih.
Kuduga wanita ramah ini
adalah Nyonya Heathcliff.
Ya.
Ya.
Akankah permintaanku berlebihan
jika aku duduk?
Semoga jamuanku menjadi pelajaran bagimu
untuk tidak melakukan perjalanan gegabah di daratan ini.
Untuk bermalam di sini,
aku tidak menyediakan kamar bagi tamu.
Kau bisa berbagi ranjang dengan salah satu pelayan.
Terima kasih, aku akan tidur di kursi saja, Tuan.
Tidak. Orang asing tetap orang asing.
Tamu begitu jarang datang ke rumah ini
hingga aku nyaris tidak tahu cara menerimanya.
Aku dan anjingku.
Joseph, bukalah salah satu kamar di lantai atas.
Ini kamarmu, Tuan.
Kamar pengantin.
Tidak ada yang tidur di sini selama bertahun-tahun.
Cukup muram.
Bisakah kau menyalakan api?
Tidak ada api yang mau menyala di perapian itu.
Cerobongnya tersumbat.
Baiklah.
Terima kasih.
Selamat malam.
Aku bilang selamat malam.
Suara perempuan pelan: Heathcliff.
Biarkan aku masuk.
Biarkan aku masuk.
Aku sangat kedinginan. Aku Catherine.
Tolong. Tolong, Tuan Heathcliff.
Tuan Heathcliff, ada seseorang di sini.
Oh, Tuan Heathcliff.
Tuan Heathcliff, ada seseorang di tengah badai.
Seorang perempuan. Aku mendengarnya memanggil.
Ia menyebut namanya.
Catherine. Itu namanya.
Cathy.
Mungkin aku bermimpi.
Maafkan aku.
Keluar dari kamar ini.
Keluar.
Keluar. Aku bilang keluar.
Cathy.
Cathy.
Masuklah.
Cathy, kembalilah padaku.
Cathy, datanglah sekali lagi.
Kekasih hatiku.
Cathy, milikku.
Aku...
Cathy.
Ke mana ia pergi di tengah badai?
Dia memanggilnya.
Dan ia mengikutinya ke daratan luas itu.
Ia sudah gila.
Dia seperti orang tak waras.
Ia mencengkeramku lalu melemparkanku ke luar.
Kau tahu, aku bermimpi.
Kudengar suara memanggil.
Aku hendak menutup jendela
ketika sesuatu menyentuhku,
sesuatu yang dingin dan terasa seperti tangan es.
Lalu kulihat seorang perempuan.
Lalu kesadaranku kacau
karena salju yang jatuh membentuk
bayangan seperti sosok gaib.
Namun itu bukan apa pun.
Itu Cathy.
Siapa Cathy?
Seorang gadis
yang telah meninggal.
Tidak. Aku tidak percaya pada arwah.
Aku tidak percaya pada sosok gaib
yang meratap sepanjang malam.
Kasihan Cathy.
Aku tidak percaya bahwa
hidup yang telah berakhir bisa kembali
dan memanggil yang masih hidup.
Mungkin jika aku ceritakan sesuatu,
kau akan berubah pikiran tentang arwah yang kembali.
Mungkin kau akan memahami seperti aku
bahwa ada kekuatan yang membawa mereka kembali
jika hati mereka cukup liar semasa hidup.
Ceritakan semuanya.
Semua bermula 40 tahun lalu.
Saat aku masih muda,
dan bekerja untuk Tuan Earnshaw,
ayah Cathy.
Wuthering Heights kala itu tempat yang indah,
penuh musim panas dan suara riang.
Suatu hari, Tuan Earnshaw pulang
dari perjalanannya ke Liverpool.
Kau takkan menangkapku.
Oh, tentu aku bisa.
Naiklah dan berganti pakaian. Aku tak ingin ayahmu
melihatmu dengan gaun itu.
Kau juga, Hindley.
Cepatlah.
Aku tidak mau mandi atau berganti pakaian.
Pergilah sekarang.
Akan kuberitahu ayahmu untuk tidak membawakanmu gaun itu.
Apa yang ia bawa?
Naiklah.
Joseph bilang kudanya sudah hampir tiba di bukit.
Selamat malam, Tuan Earnshaw.
Halo, Joseph.
Halo, tetangga Earnshaw.
Apa kabar, Dr. Kenneth?
Pulang dari Liverpool secepat ini?
Apa yang kau bawa itu?
Anugerah Tuhan.
Walau rupanya gelap
seakan datang dari iblis.
Tenanglah, Nak. Kita sudah tiba.
Wajahnya muram.
Benar, dan ada alasannya.
Kutemukan ia kelaparan di jalanan Liverpool,
dipukul dan disiksa hampir mati.
Jadi kau menculiknya.
Tidak, sebelum aku habiskan 2 pound
untuk mencari siapa pemilik anak ini.
Tak seorang pun mengakuinya.
Daripada membiarkannya terlantar, kubawa ia pulang.
Hei, sini.
Ayo turun.
Sekarang masuklah. Temui yang lain.
Cathy, Hindley.
Selamat datang kembali. Anak-anak sebentar lagi turun.
Ha ha ha.
Jangan terlihat terkejut, Ellen.
Ia akan tinggal di sini sementara,
mandikan ia,
beri ia pakaian yang layak.
Yang paling ia butuhkan sekarang adalah makanan.
Tubuhnya kurus seperti burung pipit.
Masuklah ke dapur, Nak.
Cathy, Hindley.
Ayah, apa yang kau bawakan untukku?
Ha ha.
Halo, Ayah.
Kalian di sini rupanya.
Cathy, ini yang selalu kau inginkan,
cambuk kuda.
Gunakan dengan hati-hati.
Aku senang kau pulang lebih cepat.
Aduh. Ayah, hentikan dia.
Sudah, anak-anak.
Ini biola Hindley.
Salah satu yang terbaik di Liverpool.
Nadanya indah.
Dan ini busurnya.
Ini untukmu, Paganini.
Siapa itu?
Ia kelaparan seperti serigala.
Anak-anak, inilah anak kecil
yang kutemui di Liverpool.
Atas undanganku, ia berkunjung ke sini.
Ia... ia kotor.
Cathy, jangan membuatku kecewa padamu.
Setelah ia bersih,
tunjukkan kamar Hindley. Ia akan tidur di sana.
Di kamarku?
Tidak boleh. Aku tidak mengizinkannya.
Anak-anak, kalian harus belajar dari sekarang
untuk berbagi dengan mereka
yang hidupnya tidak seberuntung kalian.
Rawat dia, Ellen.
Mari, Nak.
Siapa namamu?
Kita akan memanggilnya Heathcliff.
Heathcliff, ayo kita berlomba ke lumbung.
Yang kalah harus menjadi pelayan pemenang.
No comments yet. Be the first to leave one.