Le prime 157 righe.
Setiap tahunnya
ada menu yang sering dipesan pelangganku.
Menu itu diinginkan saat musim panas.
Korvina kering.
Disini, kan?
Terima kasih kepada Tuan Kim, yang suka memancing dan menyebut dirinya 'Kim Tae Gong'.
Aku mendapat setoran ikan yang bekualitas dengan harga murah.
Seluruh tubuhku terasa sakit saat musim panas karena aku sangat ingin makan ini.
Ini dan kepiting kecap asin benar-benar membangkitkan nafsu makanmu.
Apa tidak membangkitkan nafsu makanmu?
Master, berikan aku semangkuk nasi lagi.
Oke.
Ini aslinya dibuat dengan menjemur korvina kuning.
Dalam bahasa klasik cina
korvina artinya penambah kekebalan tubuh.
Jadi, saat musim panas, saat kau tak punya nafsu makan
makanan yang satu ini akan memberikan trik kepadamu.
Tuangkan lebih banyak.
Aku tak paham dengan ucapanmu.
Kenapa kau tak punya nafsu makan padahal ada banyak makanan yang enak?
Sedikit lagi.
Rasanya sungguh sangat enak.
Namun tampaknya rasa ini
dipengaruhi oleh skil Kim Tae Gong.
Keahlian memancingku sungguh hebat.
Akan kubuktikan.
Tapi, Kenapa akhir-akhir ini kau tak pergi memancing?
Aku benar-benar mabuk saat terakhir kali memancing.
Aku hampir saja jatuh ke air.
Habis itu, istriku...
menyuruhku untuk tinggal di rumah, aku jadi tak bisa bernapas.
Aku datang ke restoran ini untuk bernapas.
Ini sungguh enak.
Sungguh.
Badanku terasa sakit karena aku sangat menginginkan makanan ini.
Siapa yang tertarik untuk pergi memancing bersamaku?
Ayo./ Aku tak mau.
Kau diam untuk beberapa saat.|Sekarang kau berisik lagi.
Dulu, kau berkeliaran menggunakan namaku untuk keuntunganmu.
Kembali ke masa mudaku, ketika aku berada pada saat yang terbaik
Bisa dikatakan aku pergi memancing dengan dia, tapi kenyataannya malah berkeliaran ke seluruh bangsa.
Aku punya wanita yang berbeda-beda dari setiap daerah.
Hei, ayo.
Kau harus baik pada istrimu.
Istrimu adalah tangkapan yang hebat.
Hei, fakta bahwa selama ini aku hanya hidup dengan satau wanita
sudah termasuk prestasi besar.
Aku punya lima saudara.
Tapi semuanya pernah bercerai, sedangkan aku tidak.
Ayahku, kakek, dan bahkan orang-orang sebelum mereka
swmuanya punya dua tau tiga wanita simpanan.
Tapi akulah satu-satunya yang tidak mengikuti kebiasaan keluargaku
dan hidup hanya dengan satu pasangan.
Anakku bilang mereka bersyukur atas hal itu.
Aku belum juga menikah karena aku khawatir akan bertemu pria seperti ini.
Aku tidak melakukan hal lain kali ini.
Aku sungguh akan memancing.
Ada lokasi yang menakjubkan yang hanya dirikulah yang tahu.
Jika kau memancing di malam hari, hanya ikan-ikan besar yang kau dapat.
Aku tak mau.
Kami tidak mau.
Sedikit menakutkan untuk pergi ke sana sendirian.
Akhirnya, teman memancingnya adalah Min Woo.
Katanya, dia punya cuti liburan musim panas dari semua kerjaan paruh waktunya.
Kau lapar?/|Tidak
Aku cuma menyita waktu seorang pelajar yang seharusnya belajar, iyakan?
Tidak kok.
Ya, kau perlu datang ke tempat seperti ini untuk menghirup udara segar
dengan begitu otakmu akan bekerja lebih baik.
Benar.
Udaranya sangat segar!
Aku sungguh ingin melakukan hal-hal seperti ini.
Melakukan apa?
Aku ingin melakukan hal-hal seperti ini bersama ayahku.
Hei, seorang ayah sejati tidak mengajak anaknya ke tempat macam ini.
Saat anakku masih kecil, aku mengajaknya berkeliling.
Setelah mereka dewasa, mereka bahkan tak mengingatnya.
Sekarang saat mereka menua, mereka menolak, dengan alasan sibuk.
Jadi, aku tak lagi mengajaknya berkeliling.
Itu mungkin saja.
Jika kau bosan, coba masaklah beberapa ramen.
Ramen sangat enak saat kau memakannya di tempat seperti ini.
Mister, aku yang terbaik dalam hal masak ramen.
Ramen adalah satu-satunya makanan yang bisa kumasak lebih enak daripada Master.
Tunggu sebentar. Aku akan memasaknya dengan enak./|Oke.
Benar, cobalah masak itu.
Kenapa perutku begini?
Ada apa?
Perutku sakit.
Kenapa ini sakit bahkan saat aku tak makan terlalu banyak?
Ini masalah besar./|Bagaimana ini?
Aku cuma akan setor di sekitar sini.
Jadi, kau jagalah pancingnya.
Ya?/|Baiklah.
Perhatikan baik-baik jika ada pergerakan.
Segeralah kembali.
Katakan sesuatu yang masuk akal./|Itu benar.
Ya, benar.
Aku memarkirkan mobilku kurang dari 10 meter dari tempat kita mancing.
Aku setor di balik mobilku.
Aku tidak melihat wanita seperti itu.
Sungguh aku bersamanya.
Apa kau datang untuk mancing?
Ya?
Maaf.
Kau terkejut, kan?
Tidak kok.
Tapi, kenapa kau di sini sendirian?
Aku keluar untuk mencari angin karena aku merasa tercekik.
Kau pasti datang untuk mancing.
Iya.
Kau mau makan ramen?
Tidak usah.
Lalu bagaimana aku tak melihatnya?
Entahlah.
Maksudku, aku orang yang beranjak ke kasur untuk seorang wanita.
Apa kau melihat kaki wanita itu?
Apa anda pikir aku mirip dengan Tn. Kim?
Kenapa aku perlu melihat kakinya disituasi begitu?
Hei, hantu tak punya kaki.
Hei!
Kau melihatnya, kan?
Yah.. itu...
Dasar, kenapa kau seperti itu?
Apa yang harus kita lakukan?
Dia pasti sudah dikuasai oleh hantu wanita.
Kalau begitu, kenapa kau membawa anak-anak yang seharusnya belajar ke lokasi mancing?
Aku cuma pria yang berhenti dan mulai mancing lagi
karena aku juga takut dengan apa yang dikatakannya.
Aku bahkan tak bisa makan ramen dengan benar, jadi aku sangatlah lapar.
Buatkan sup panas atau apalah untukku./|Bagaimana kalau sup telur ikan pedas?
Dilihat dari bagaimana dia tetap berhalusinasi, tubuhnya terlihat melemah.
Kurasa kau perlu merebuskan beberapa daging sapi untuknya.
Tidak, aku tidak berhalusinasi. Kurasa dia benar-benar ada di sana.
Apa kau mau kumasakkan sesuatu untuk menghangatkanmu?
Tidak perlu.
Itu benar. Aku yakin itu...
Itu membuatku takut.
Master, tolong bir dan dendeng sapi.
Oke.
Kau melihat wanita di sana?
Iya.
Penampilannya ia seperti apa?
Rambutnya panjang dan...
Apa dia pakai baju warna biru langit?
Bagaimana anda tahu?
Apa...
Kupikir dia wanita itu.
Apa dia wanita yang kau kenal?
Aku punya teman yang kerja buaya.
Kerja buaya?
Dibayar untuk menemukan tubuh orang yang tenggelam dan mati.
Itu disebut kerja buaya.
Temanku bilang bahwa belum lama ini
dia melihat tubuh seorang wanita yang terlihat seperti berasal dari perairan.
Katanya, seorang pria mengkhianatinya atau apalah itu.
Awalnya seperti itu, sang pria melakukannya cuma untuk menakut-nakuti dia
No comments yet. Be the first to leave one.