Kung Fu Panda: The Paws of Destiny

Kung Fu Panda: The Paws of Destiny

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Kung Fu Panda The Paws of Destiny S01E08 Secrets Lost to Shadow 720p WEB-HD x264
Un commento di cendolijo

Tag

web
x264
720p
720
TS
HD
Pubblicato il: 2018-11-23
Download: 66
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 152 righe.

Dia selamat.

Lihat ini, Master Po masih hidup!

Tahu dari mana? Mungkin itu kalkun bau Jindiao mempermainkan kita.

- Kukira Jindiao burung hering. - Aku mengejeknya, Fan Tong.

- Aku tak paham. - Tidak, ini chi Master Po.

Bisa kurasakan. Jindiao tak bisa palsukan itu.

Kita akan keluar dari sini sekarang.

Minggir.

Aku akan menghancurkan tembok ini.

Seharusnya tak begini.

Jindiao pasti telah memantrai ruangan ini dengan semacam segel chi.

Kemampuan baru kita tak berguna di sini. Cari jalan lain.

Apa yang kau lakukan?

Aku mencari aliran udara dari celah di papan.

Dia kacau. Jika dia hilang akal, boleh kuambil chi-nya?

Tunggu! Jika ada celah, mungkin ada jalan keluar.

Buluku akan kotor jika harus berguling...

Jing, ayolah. Master Po membutuhkan kita.

Master Po tak butuh aku. Aku sudah celakai dia.

Itu bukan salahmu.

Kita sudah putuskan pengaruh Jindiao.

Hanya melemahkan, namun masih terasa.

Jindiao bisa kendalikan aku kapan saja. Kalian terancam bersamaku.

Aku tak bisa bantu lagi.

Inilah tempat pintu masuk Gua Empat Konstelasi dibuka.

Aku sudah menanti ribuan tahun untuk momen ini.

Mata Air kini dalam genggamanku!

Terima kasih.

Sekarang minggir.

Master...

Mantra pertahanan.

Ayo kita coba lagi.

Rasanya menyenangkan!

Aku suka Chi Master Naga itu.

Kau mau ikut?

Yang di dalam, hentikan!

Dia menengok! Teruskan.

Sakit sekali! Sinusku!

- "Sinusku"? - Memang seharusnya apa?

Entahlah. Kau yang aktor.

Penjaga harus yakin kau butuh obat. Bukan tisu lap hidung.

Kau jadi suka mengatur sejak dapat chi pahlawanmu.

Lututku!

Kram. Aku tak tahan sakitnya.

Hentikan, Anak manja. Aku datang.

Dia datang!

Saatnya pergi.

Pahaku berkeringat. Mereka bisa dengar pahaku!

Tak ada yang peduli soal itu!

- Nenek? - Luar biasa, kau masih ingat nenek.

Bangunkan nenek sebelum darah kering dari kaki.

- Tunggu dulu, di mana... - Tolong! Gelap!

Aku tak bisa merasakan kakiku.

Tadi sangat mengerikan.

Aku melihat masa laluku.

Tak seindah yang aku ingat.

Jangan di sini. Kita bicara di dalam.

Sedang apa di sini?

Kukira Jindiao tidurkan sedesa.

Mantra itu hanya memengaruhi panda. Otak angsa jauh lebih berkembang.

Baiklah. Bagaimana dengan Nenek?

Lupakan, demensia sudah mengacaukan otak Nenek sejak lama.

Hanya aku yang boleh mengurung cucuku.

Berpelukan!

Tidak mau.

Nenek, Tn. Ping...

Master Po masih hidup.

Sudah kuduga! Di mana anak tampanku?

Aku tak sabar memberi tahu Gerobak!

Kami tak tahu di mana dia, tapi kami akan mencarinya.

Pertama, kita harus melewati penjaga Jindiao.

Rasanya nenek bisa bantu.

Chi butuh waktu untuk pulih. Tentang ini aku yakin.

Bagus! Jadi apa idemu?

Bagaimana ini akan membantuku memulihkan chi-ku...

Apa kau mempertanyakan matahari terbit?

Jika dia jalan di atas titian, dengan dua ember, tentu!

- Sakit! - Bagus, sekarang jalan.

Dan jangan tumpahkan, aku baru mengepel lantai.

Lantaimu kotor.

Baik! Jangan tumpah.

Jadi, bagaimana kau tahu cara ini?

Hanya pengamatan, tapi kau kelihatannya jarang keluar.

"Seorang tak perlu pergi jauh, jika dia sudah ada di rumah."

Oogway yang agung ajarkan aku.

Terdengar seperti perkataan Oogway...

Apa? Oogway? Kau kenal Oog...

Ini gila! Kau kenal Oogway!

Aku kenal Oogway! Dunia sempit, ya?

Sedikit terlalu kecil.

Latihan selesai. Aku lelah.

- Mulai lagi besok. - Sebentar.

- Bagaimana kau kenal Guru Oogway? - Aku tak tahu siapa dia.

- Tadi kau bilang kenal. - Benarkah?

Ya. Tentu. Master Oogway.

Aku tak bertemu dia sejak mengejar Ke-Pa Raja Iblis

keluar Lembah Damai.

Itu lebih dari seribu tahun lalu! Seberapa tua umurmu?

Aku lupa.

Bunni...

Kau tahu, aku rasa Oogway adalah alasan aku berada di gua ini.

Sudah kuduga! Kau bukan tak sengaja menemukanku!

Kau terkait dengan yang terjadi. Kenapa dia menaruhmu di sini?

Aku yakin dia menaruhku karena...

Karena...

Makan Siang!

Siapa lapar?

Kenapa tak bisa mudah? Sekali saja.

Nenek, maaf, tapi bagaimana buku sejarah bisa membantu kita?

Lanjutkan, itu menghibur.

Apa yang kita lakukan di sini, Nenek?

Membawa kalian pergi dari sini tanpa terlihat.

Desa ini dibangun di atas terowongan yang menjalar ke bawah gunung.

- Aku baru dengar. - Karena kalian tak pernah belajar.

Ini dia.

- Nenek pernah ke sana? - Belum.

Entah kenapa itu ada atau siapa yang bangun.

Tak terlalu meyakinkan. Aku rasa pahaku berkeringat lagi.

Kawan-kawan, ini dia. Ini cara kita kabur jika ingin temukan Master Po.

- Baik! Kita butuh obor. - Dan makanan!

Gerobak dan aku bisa buatkan plum dibalut tepung jangkrik.

Kalau begitu obornya saja.

Jing, kau tak apa?

- Aku tetap di sini. - Apa?

Jika Jindiao kendalikan aku, dia akan tahu.

Kalian takkan bisa bantu Master Po.

Kita Empat Konstelasi, bukan tiga.

Kau anggota kami. Dan kau sahabatku. Tak terbayang aku lakukan ini tanpamu.

Jangan sampai aku memohon.

Tetapi, Jing, jika mau tetap di sini, kau...

Kita cari cara kalahkan Jindiao di permainannya.

Ayo, Semua. Berpikirlah.

Kadang saat aku takut, aku pikirkan tempat menyenangkan.

Saat aku takut atau sedih, aku bercermin!

- Selalu membuatku gembira. - Tunggu! Mungkin itu bisa.

Saat Jindiao mengendalikanku, dia melihat yang aku lihat.

Bagaimana jika kubuat dia lihat yang lain? Tempat menyenangkan versiku sendiri.

Ingatan.

Tak ada tanda-tanda Mata Air, Master.

Dan kau yakin anak-anak itu tak menemukannya?

Dari yang aku dan mata-mataku lihat, ya.

Kolam ini tempat mereka menyimpan Mata Air.

Sumber energi paling kuat di alam semesta.

Dan si Bodoh Oogway memilih untuk menyimpannya di gua

di bawah desa panda-panda tak berguna.

Dijaga empat orang bodoh.

Mungkin seiring berlalunya waktu, mata airnya mengering.

Mata Air bukan dari dunia ini.

Itu akan terus mengalir lama setelah kita tinggalkan dunia ini.

Mata Air itu ada di sini, tetapi tersembunyi.

Begitu aku punya kekuatan Empat Konstelasi

dan mendapatkan tubuhku yang asli,

Kung Fu Panda: The Paws of Destiny subtitles in other languages

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left