Le prime 200 righe.
Satu Lingkungan Buruh Boston Telah Menghasilkan Lebih Banyak...
Perampokan Bank Dan Mobil Baja Daripada Di Mana Pun Di Dunia
Perampokan Bank Bagai Ilmu Di Charlestown
Diwariskan Dari Ayah Ke Anak
Agen FBI, Satgas Perampokan Boston
Aku Bangga Berasal Dari Charlestown
Itu Sungguh Menghancurkan Hidupku, Tapi Aku Bangga
Warga Charleston
Halte Bus Dan Stasiun Metro Harvard
Nama pengemudi itu Arthur Shea. Mantan polisi Medford, usia 57 tahun.
Begitu mitranya pergi membawa tas uang...
Artie baca koran dan tak mendongak hingga mitranya kembali.
Marty MacGuire, kurir Cummins Armored.
178 cm, 100 kg, 52 tahun.
Mengambil tiap Rabu dan Jumat tepat pukul 08.12.
Gaji 110 dolar per hari. Membawa SIG 9.
Dan dia akan dirampok.
Celaka kalau kita melihat helikopter dan SWAT.
Jika ada mobil polisi, berhenti, rusak mesinnya, jalan terus.
- Tak perlu ada yang terluka. - Penjaga suka menguji kita.
Mereka mau terluka demi 10 dolar per jam, kita berikan.
Ayo.
- Minggir! - Jauhi meja!
- Semua menjauh! - Punggung merapat dinding.
Jauhi komputer!
- Berikan kuncinya! - Mundur! Cepat!
- Bangun! Lakukan. - Merangkak di lantai!
- Tiarap! - Cepat tiarap!
Cepat!
- Di lantai! - Aku minta semua BlackBerry.
- Taruh BlackBerry kalian! - Ayo, cepat!
- Taruh di lantai! - Aku tak melakukan apa-apa.
- Taruh ponsel kalian. Ayo. - Lepas sepatumu.
- Taruh ponsel kalian! - Ambil mesin uangnya. Ayo.
Lepas sepatumu.
- Manajer bank, berdiri. - Cepat!
Kau tidak. Kau berdiri. Cepat. Ayo.
- Mau jadi pahlawan? - Ya, Tuhan.
- Kunci terbuka pukul berapa? - 09.00.
Jangan bohong. Pukul 08.15. Itu bukan uangmu, paham?
- Jangan bohong lagi. - Ke pojok, Sayang. Kau juga.
Ayo.
Jangan bunyikan alarm. Buka dengan bersih.
- Maaf. - Jangan menunda.
Ini temanmu?
Cepat!
Pelan-pelan saja.
Tarik napas. Ayo.
Baik, mundur. Minggir.
Pintu depan.
- Halo. - Pintu depan!
Kalian buka?
Kita harus pergi.
Ayo!
- Beri pemutih. - Cepat!
- Ayo cepat. - Tunggu. Alarm senyap dari sini.
- Siapa yang tekan tombol? - Tak ada yang melakukan apa pun.
- Apa katamu? - Tak ada yang melakukan apa pun.
- Kau yang bunyikan alarm? - Bukan.
- Kau, 'kan? - Bukan.
Kami harus pergi, berengsek!
Sial!
Tenang. Cukup.
Berengsek!
Kami pergi, Berengsek.
Ayo pergi.
Di mana dompetmu?
- Apa-apaan ini? - Polisi mengepung. Kita butuh dia.
Duduk. Jalan.
Ke Boulevard.
Kau akan baik-baik saja. Tak akan ada yang menyakitimu.
- Bagaimana? - Van DPU curian.
Yang hingga kini pun belum dilaporkan dicuri.
Mungkin terlalu sibuk bekerja.
Van dipakai menutupi pintu.
Seluruh tempat disiram pemutih untuk hancurkan DNA dan serat pakaian.
Alarm senyap berasal dari kasir nomor 2.
Asisten manajer masuk RS Beth Israel.
Para perampok menunggu kunci waktu berlalu.
Lalu meminta manajer membukanya.
Dipaksa?
Entahlah.
Lemari baja 3 meter.
Hanya sekuat orang yang pegang kunci.
Mereka padamkan pewarna dan pelacaknya.
- Van ditemukan. Dibakar. - Di mana?
Menurutmu di mana?
- Di mana Jem? - Membakar rumah dulu.
Mungkin merampok toko minuman, entahlah.
- Kini kita menyandera orang? - Tidak.
- Kau akan bicara dengan si brengsek? - Lebih dari bicara.
Panjang umur.
Kau datang juga.
- Jalan-jalan dulu? - Ada masalah.
- Apa? - Lihat.
- Lalu? - Ada apa? Coba kulihat.
- Berengsek. - Sial.
- Lihat alamatnya? - Dia tinggal dekat sini.
Aku tahu di mana kita.
- Berengsek! - Kita akan bertemu dia tiap hari?
- Dia tak lihat apa pun. - Kau yakin?
- Kau yang mengajaknya ikut. - Ya.
Sial. Akan kutangani.
- Caranya? - Kuikuti dan kucari tahu.
- Cari tahu apa? - Apa dia perlu ditakut-takuti.
- Dia sudah takut. - Mungkin belum cukup takut.
Terima kasih, Kathy.
Nn. Keesey. Agen Khusus Adam Frawley, Perampokan dan Kejahatan Kejam.
Derek akan singkirkan beberapa sidik jari.
Kau sudah beri pernyataan awal. Aku ingin bahas penculikanmu.
Baik.
Jadi, mereka mengancammu.
Salah satunya mengambil SIM-ku.
- Kau pernah berusaha kabur? - Tidak.
Ada yang bisa kau kenali dari mereka? Bisa bersaksi untuk itu?
Aku tak berusaha kabur karena mereka bawa pistol.
Aku paham.
Lalu mereka melepaskanmu begitu saja?
Ya, mereka melepaskanku begitu saja.
Apa aku perlu didampingi pengacara?
Bukan melanggar hak asasi, tapi yang minta pengacara biasanya bersalah.
- Kurasa kau baik-baik saja. - Baik.
Bila orang mengalami hal semacam ini...
Pengaruhnya sering tersisa.
- Semua akan baik-baik saja. - Ya.
Mereka mengatakan sesuatu?
Jika kau bicara pada FBI, kami akan ke rumahmu dan membunuhmu.
Akan kau tangani?
- Biar aku saja. - Kenapa kau?
- Sebab ini gara-gara kau. - Akan kubereskan.
Apa yang akan kau bereskan?
Kau akan ditangkap karena mengancam saksi.
Dekati 30 meter, hukuman 10 tahun.
Kau sudah 2 kali dipenjara, nanti kau akan dikubur di penjara.
- Berapa uang kita dapatkan? - Masing-masing dapat 90.000 dolar.
Dikurangi biaya tukang bunga.
Jem, bagaimana dengan si asisten manajer?
Lain kali Skeletor masuk bawa AK...
Kurasa dia akan berpikir panjang sebelum membunyikan alarm.
Dia beruntung tak kutembak.
- Rusty, apa kabar? - Jem, apa kabar?
Fergie, mereka datang.
Hai, Fergie.
- Ini. - Apa kabar, Nak?
Baik. Tolong cucikan itu.
Percayalah padaku.
Baik. Senang jumpa kau.
Jaga dirimu. Senang jumpa kau.
Di mana mereka? Sedang apa mereka?
Mereka dapat uang, harus dicuci. Kasino. Balap kuda.
Mungkin transaksi narkoba besar, menyeberangi kota.
Mereka mau merayakan. BPD, DEA. Cari petunjuk, nama, saksi, apa pun.
Kita ketuk pintu, mungkin ada yang mau bantu.
Ada pertanyaan? Tidak? Bagus, ayo jalan.
Apa kabar, Kawan?
- Apa kabar? - Itu dia. Sober Jackson.
- Apa kabar? - Krista di sini.
- Pergilah bercerita. - Duduk, aku cerita tentang ayahmu.
FBI tak akan paham. Dia menghadapi 40 tahun.
Dia berkesempatan bebas jika mengkhianati teman-temannya.
Dia bilang, "Masa bodoh. Hukum aku 40 tahun."
Untuk Big Mac.
- Dipenjara secara jantan. - Benar. Kru terakhir di Charlestown.
- Aku akan pesan tonik. - Mintakan payung untuk birku.
Aku pesan Shirley Temple dengan ceri tambahan.
Si berengsek tak mabuk yang malang.
- Terima kasih. - Tak masalah.
- Jus? - Ya. Jus.
- Mau pakai kokain? - Apa yang kau lakukan?
Aku hanya bercanda. Berengsek.
Ini minumanku.
Kudengar kau berkelahi, Kris.
Apa aku seperti habis berkelahi?
Entahlah, coba kulihat, apa antingmu lepas?
Benar. Orang Somalia berengsek itu omong kotor saat aku bersama putriku.
- Kau bersama Shyne? - Di sini hanya ada profesional muda.
Mereka kira tak ada lagi kulit putih serius di Charlestown.
Jadi, mereka boleh menghina?
Tidak.
- Kau merindukannya? - Kokain dan segalanya? Ya.
Kita hisap sampai habis.
Tahu aku merindukan apa?
Bagus.
- Itu yang kau mau, 'kan? - Ya.
Itu yang kau mau?
- Katakan kau suka. - Ya.
Selamat malam.
Aku bersyukur bisa hadir hari ini. Besar di Charlestown...
Di lingkungan kecil, kami saling mengurus dan terlindungi.
- Teman-temanku bagai keluargaku. - Aku malu dengan semua kelakuanku.
Entah dari mana kupelajari hal-hal ini.
7 tahun berlalu, kusaksikan Natal, ulang tahun, tak tahu wajah putraku.
Cari uang cepat jika terpaksa yang berujung ke penahanan.
Pergumulan dalam diri sendiri, kehilangan, paham maksudku?
Kekecewaan pada diri sendiri. Amarah jadi kekecewaan. Putus asa.
Pria yang duduk di bar, lalu pendeta datang, ambil kursi.
Kata pria itu, "Jangan buang waktu. Aku tahu tak ada Tuhan."
Kata pendeta, "Bagaimana bisa?" Katanya, "Dulu aku penjelajah Kutub."
"Pernah terjebak badai. Kedinginan, tak bisa melihat."
"Aku berdoa, jika ada Tuhan, selamatkanlah aku sekarang."
No comments yet. Be the first to leave one.