Le prime 200 righe.
SONG OF THE BANDITS
PADA 1905, PERJANJIAN PAKSA JEPANG-KOREA DITANDATANGANI.
KOREA MEMBENTUK PASUKAN KEBENARAN.
OPERASI PENUMPASAN MILISI JEPANG MENDORONG PASUKAN KE MANCHURIA DAN YEONHAEJU.
Mulai sekarang, kalian harus patuh dan mengikuti Kekaisaran Jepang!
Percayalah pada Pemerintahan Umum Joseon dan Oriental Development Company!
Edisi ekstra!
Sesuai asas kesetaraan, kalian harus melaporkan tanah kalian!
Dan nikmati hak kalian sebagai tuan tanah.
Tolong minggir! Minggir!
Kalian semua akan menjadi kaya!
Paman!
Sudah sampai.
Kurasa dia di sini.
Pria yang kau cari.
TAEPYEONG-DONG, 18-JEONG, 30-RI DESA MYEONGJEONG, GANDO UTARA
Mati kau!
Letnan Lee.
Mayor Miura menunggu Anda. Anda harus bersiap, Pak.
Ini acara penting bagi Anda.
Aku diperintahkan untuk memastikan Anda hadir.
Oh, Anda harus memakai seragam Anda.
Pria yang ingin kuperkenalkan hari ini,
yang sebagian dari kalian sudah kenal,
pernah menjadi budakku.
Tanpa bantuan Kekaisaran Jepang yang agung,
dia akan tetap menjadi budak tak dikenal selamanya.
Dan dia tak akan menjadi teman baikku,
rekan seperjuangan, dan saudaraku.
Dia pahlawan perang yang menumpas korps artileri Rusia di Sapyeong
dan patriot sejati yang menundukkan perusuh selama Operasi Penumpasan Milisi.
Mari kita sambut dengan tepuk tangan meriah.
Letnan Dua Lee Yoon.
Kau bilang, "Jangan ulangi"?
Aku sudah repot-repot mengatur acara itu,
tapi kau malah mabuk-mabukan?
Sudah enam tahun.
Selama itu pula aku menunggumu.
Aku tak bilang mau kembali ke militer.
Kok, kau tega berkata begitu padaku?
Aku pergi besok.
Aku harus menemui seseorang.
Aku mungkin tak bisa kembali.
Apa maksudmu?
Apa maksudmu mungkin tak kembali?
Kau meremehkanku, ya?
Begitu? Karena aku membebaskanmu dan berteman denganmu?
Hati-hati.
Dulu aku tuanmu.
Berkat akulah kau ada di sini sekarang, Bodoh!
Akulah yang membakar dokumen budakmu pada tahun 1894.
Aku menjadikanmu prajurit,
menjulukimu pahlawan perang, dan membantumu membangun relasi, Bodoh!
Mayor kelahiran Joseon termuda di Angkatan Darat Jepang, Shohei Miura.
Pikirmu gelarmu itu berkat siapa?
Jasaku besar.
Relakanlah aku pergi.
Apa? Merelakanmu?
Tunggu, apa ini…
Apa ini soal insiden itu?
Gurye, enam tahun lalu?
Kita mengikuti perintah saat itu.
Sudah kubilang berkali-kali aku tak bisa apa-apa!
Sial.
Seharusnya aku membunuhmu hari itu.
Kenapa kalian berisik sekali?
Aku jadi tak bisa mengobrol!
Aku tak terima.
Bangun sebentar. Kau punya pistol?
Hei. Pegang ini. Peganglah dan berdiri di situ.
Agar kepalamu bisa kutembak kali ini.
Bunuh aku dulu atau kau yang mati.
Ayo putuskan sekarang juga.
Ada apa?
Kau takut aku akan menembakmu lagi?
Kalau takut, jangan pergi.
Tetaplah loyal kepadaku, sialan!
Situasinya sudah sangat berbeda.
Dulu, aku tak punya semangat hidup.
Kini aku punya.
Haruskah kita memutuskan takdir kita di sini sekarang?
Budak Pertama sialan.
Kita tak akan di sini jika kau membunuhku dulu.
Walau terlambat,
tapi aku, Budak Pertama, berterima kasih karena membebaskanku, Tuan.
Hei, Lee Yoon. Berhenti.
Lee Yoon!
Mayor, jangan!
Lepaskan! Lepaskan aku!
Lee Yoon! Hei!
GYEONGSEONG
WONSAN
CHŎNGJIN
MYEONGJEONG, HOERYŎNG
Yoon!
Kau sudah tumbuh dewasa, Nak!
Kau menawan, Kak Seon-bok. Uang memang membahagiakan.
Hanya uang yang bisa membuat gadis budak dihormati.
Jadi, kau dihormati?
Tentu!
Tapi aku pasti terlalu kasar. Aku dikatai jalang.
Gadis budak ini jadi jalang!
Kau pasti lelah.
Masuklah.
Wah, kau seketika datang ke sini, ya.
Tunggu, apa kau menunggu suratku selama enam tahun terakhir?
Kau pasti kerepotan mencarinya. Terima kasih.
Tak repot sama sekali. Tak perlu berterima kasih.
Tapi apa Tuan Muda membolehkanmu pergi tanpa ribut-ribut?
Aku mengancamnya.
- Kuancam kubunuh jika dia mencegahku. - Seharusnya kau bunuh saja.
Kau ingat dulu dia memukuliku?
Teganya dia memukulku karena tak memanaskan ruangan.
Si bajingan itu dulu anak yang kasar.
Punggung bawahku sakit sampai sekarang.
Uangku mungkin banyak,
tapi tubuhku masih ingat kemiskinan.
Ya ampun.
Para bedebah itu tertangkap lagi.
Untuk apa repot memperjuangkan kemerdekaan jika berujung dibunuh?
Ulah orang Jepang?
Entah ulah orang Jepang atau bandit berkuda.
Untuk apa bandit membunuh mereka?
Demi uang.
Di sini, pejuang kemerdekaan bukan manusia, tapi uang.
Jangan anggap Gando sama seperti Gyeongseong.
Intinya, Jepang mengambil alih Gyeongseong.
Tapi di sini, meski semua orang mendambakan itu,
tak ada yang mengambil alih.
Tak ada tuan yang jelas.
Tanah Tiongkok, uang Jepang, dan rakyat Joseon.
Mana yang akan mengambil alih tempat ini?
Ada apa?
Yoon. Ini.
Pakailah selalu. Badai pasir di sini dahsyat.
Sudah reda. Ayo.
- Itukah desanya? - Ya.
Itulah Myeongjeong. Kota terbaik di Gando Utara.
Hebat, 'kan?
DESA MYEONGJEONG
Pesan dua mangkuk mi.
Duduklah. Mi di sini enak sekali.
Kedai Joseon tak banyak di sini.
Mereka tak mampu membukanya.
Aku orang Joseon terkaya di sini.
Kau dapat uang dari sana?
Astaga. Tidak, di situ pemasukannya kecil.
Kini aku jual senjata.
Banyak perang di sekitar sini.
Katakanlah pasukan kemerdekaan menyerang pasukan Jepang.
Mereka rampas semua senjata karena itu bernilai.
Aku beli murah, lalu kujual mahal ke panglima perang Tiongkok.
Saat masa sulit, kujual ke bandit berkuda.
Aku jual ke mana-mana.
Terima kasih.
Mari makan. Ini.
Omong-omong,
kau mau kerja apa di sini?
Mencari pria itu bisa diatur,
tapi bagaimana kau cari nafkah?
Aku tak berniat tinggal.
Apa maksudmu?
Kau kemari untuk mati?
Siapa itu?
Jangan! Tidak!
Mereka kenapa?
Sialan, lagi-lagi. Aku sedang makan.
Hei, bangun.
Tak ada untungnya ikut-ikutan.
Hindari saja.
Dah. Ayo, bangun!
Tunggu.
Yoon!
Sial. Aku ketakutan setengah mati.
Kenapa kau berdiri memelototi mereka?
Siapa dia?
Jang Ki-ryong. Dia bandit berkuda.
Yang mati di sana adalah anak buah Nodeoksan.
Mereka bertempur tanpa henti
untuk mengambil alih pasar di Myeongjeong dan Gando.
- Sial. - Apa yang dilakukan polisi?
Wah, orang-orang bodoh itu hanya…
Mereka datang.
Kau lihat pria di depan itu?
Inspektur Ōoka dari konsulat. Dia pengawas jalan utama.
Bajingan itu sangat kejam.
Hei. Bersihkan ini.
Mereka hanya memindahkan mayat? Mereka tak menangkap pembunuhnya?
Tidak jika pembunuhnya Jang Ki-ryong,
bandit terbaik di Gando Utara dalam membunuh pejuang kemerdekaan.
Ya ampun.
Jadi, mereka menutup mata karena dia membunuh pejuang?
Selalu orang Joseon yang mati.
Tapi itu tak terlalu buruk saat ini.
Sebentar lagi, akan ada pertumpahan darah.
Kabarnya Pasukan Jepang akan segera tiba.
Mereka mau ambil alih Manchuria dan Gando.
Ya ampun. Dengan para bandit berkuda, polisi,
dan Pasukan Jepang berkeliaran,
bayangkan nasib kita dan pasukan kemerdekaan nanti.
No comments yet. Be the first to leave one.