Le prime 200 righe.
Diterjemahkan oleh L.P.Bagariang Once Reds Always Reds
Aku berubah pikiran. Aku ingin pulang.
Ayolah, Charly. Kita sudah disini.
- Setidaknya lihat-lihat saja dulu. - Ya, ayolah. Kami akan menjagamu.
Aku akan menjagamu, Charly. Kau akan baik-baik saja bersamaku.
Takkan kubiarkan hal buruk terjadi padamu, oke? Oke?
Oke. Jangan jauh-jauh dariku.
- Aku benar-benar tidak menyukai tempat ini. - Tentu saja.
Tadi aku melihat genset diluar.
Lebih baik, kan?
Baiklah.
Kalian siap?
- Kau bawa... - Ya.
Sebaiknya kita tidak melakukan ini. Ini benar-benar salah.
Aku mau melihat sesuatu.
Maksudku, banyak orang sudah melihat hal-hal aneh disini.
Aku mau melihatnya.`
Jangan risau, Charly. Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, oke?
Dan bahkan jika ada hantu, dia tidak akan bisa menyakitimu.
Sial!
Apa itu?
Ya Tuhan. Kumohon, bisa kau antar aku pulang? Kumohon.
Lari.
Ikuti aku!
Pintunya tertutup!
Oke, Nicola. Masalah adalah...
Namaku Nicole. Nicole.
Maaf, Nicole.
Ini bukan masalah kau tidak merekamnya dengan baik, ini hanya...
Tidak ada bukti apa-apa disini. Ya kan?
Aku butuh video yang lebih baik. Aku butuh cerita yang sesuai.
Bukankah video ini juga tetap kau berikan pada reportermu?
Kadang-kadang kami terpaksa melakukannya.
Tapi aku ingin seseorang yang bisa membawakan ceritanya padaku.
Cerita yang besar. Artinya orang-orang akan menonton acara kita daripada acara EastEnders.
Aku butuh semangat. Aku butuh tuntunan. Aku butuh yang lebih dari ini.
Dengar, aku bisa melakukannya.
Aku bisa berikan materinya.
Aku... Kau tahu aku menguasai pekerjaan ini.
- Ya, dengar... - Aku... Aku bisa melakukannya.
Nicole... Oke.
Pergilah. Carilah sebuah cerita yang orang-orang ingin dengar.
Rekam dan kembalilah.
Oke? Mudah saja.
Oke.
Halo?
Mmm. Tidak juga.
Akan lebih sulit dari yang aku harapkan.
Ya... Dengar, akan kuberitahu setelah aku sampai di rumah.
Aku baru saja masuk ke mobil, oke?
Baiklah. Dah, sayang.
Aku tahu kau sudah mendengar rumor konyol mengenai tempat ini.
Tapi bisa aku pastikan kalau itu semua hanya omong kosong.
Orang-orang punya cara yang aneh dalam menanggapi sesuatu.
Jika kau tidak suka, kabari kami.
Jangan menghilang begitu saja.
Tentu saja. Aku akan baik-baik saja.
Sudah bertahun-tahu aku melakukan pekerjaan seperti ini.
Bagus.
Jadi ada beberapa penjelasan untuk pekerjaanmu.
Berpatroli di sekitar halaman...
...memeriksa gedung beberapa kali di setiap malam...
...dan kau bisa pulang pukul 8:00 pagi.
Kadang kontraktor akan bermalam disini tapi tidak semua anggotanya ...
...tapi kau tetap berjaga-jaga.
Oh, lantai 3 belum dibersihkan.
Jadi ada pipa penghubung yang aneh disana.
Itu saja.
Jika tempat ini sudah selesai dan bersih, rumor aneh itu akan berhenti.
Oke. Tidak masalah. Serahkan saja padaku.
Akan kuserahkan padamu.
Tak ada yang bisa keluar.
Duduk.
Aku akan sembuh. David. Sungguh.
Tapi kau belum siap.
Jika kau berhenti sekarang, kau akan mengalami depresi...
...dan akan semakin sulit disembuhkan.
Kau masih butuh waktu untuk penyesuaian.
Oke, baiklah...
Kaulah ahlinya, Chris.
Aku percaya padamu.
Bagus.
Bagus.
Kau sudah kacau, David.
Kau tidak akan bisa bebas dari ini.
Kau akan disini sampai aku melepaskanmu...
...dan itu tidak akan terjadi.
Akan kuambil istrimu, uangmu.
Akan kuambil semuanya.
Kau tidak akan bisa keluar.
Mengapa dibiarkan berbaring disitu?
Ayo, David. Kau baik-baik saja.
Bangunkan dia.
Bawa dia. Mari kita bersikan.
Pelan-pelan saja.
Adam, masuk ke kamarmu.
Hei.
Hei, sayang.
Aku membawa sesuatu untukmu.
Maaf.
Apa ini?
Kurasa sebaiknya kau periksa saja.
Perbaikan klinik di Grove Road.
Ada cerita bahwa banyak orang yang hilang di tempat itu.
Mungkin cocok untuk cerita yang kau cari.
Serius?
Itu hanya cerita untuk menakuti anak-anak, aku yakin.
Situs itu tidak berpikir begitu.
Dulu Ayahku yang mengelola tempat itu.
Saat aku masih kecil, aku pergi kesana beberapa kali.
Ayahmu bekerja disana?
Ya.
Dulu dia direktur klinik.
Baiklah, ini menjadi semakin bagus. Bisa jadi urusan pribadi.
Aku tidak bisa mewawancarai orang yang sudah hilang, kan?
Tidak. Tapi kita bermalam disana.
Kita melihat jika ada yang terekam.
Kau pasti bercanda.
Tempat itu benar-benar kacau.
Tempat itu sudah berantakan saat terakhir kali aku melihatnya.
Pikir-pikir saja dulu.
Kau bisa dapat hasilnya cuma dari satu malam.
Bawa Liz dan Mike juga.
Mungkin lebih menyenangkan.
Akan kupertimbangkan.
Baiklah, jangan pikir terlalu lama, orang lain akan mendahuluimu.
Maaf kami terlambat.
Aku tidak tahu mau pakai apa.
Kau kira ini tidak akan sulit, kan?
Sweter, celana jeans.
Kita bukan mau audisi kustom.
Mengapa kau tidak diam saja, Mike?
Tempat itu terlihat menyeramkan.
Kita akan bermalam disana?
Apa kau yakin tempat itu aman?
Ya, kontraktornya sudah mulai membangun. Sudah aman, percayalah.
Bisa kau pegang ini?
Adam? Adam?
Kemana kau? Aku tidak bisa melihatmu.
Kau kemana, kawan? Jangan main-main.
Aku benci sama gelap, Mike. Tetaplah disini.
Kalian sangat membutuhkan cahaya.
Bisakah kau tidak asal menghilang begitu saja? Kau membuatku takut.
Aku minta maaf.
Jadi sekarang bagaimana?
- Ya, apa rencananya? - Ya.
Baiklah, aku harus menyiapkan peralatanku, kamera, dan lainnya.
Dan kurasa harus cari tempat yang bagus untuk merekamnya.
Mari kita jelajahi tempat ini.
Tidak.
Jika hal aneh terjadi, aku mau berdekatan dengan pintu. Itulah pilihanku.
- Mudah saja, tetap didekat pintu. - Ya.
Kadang kalian terlalu takut. Aku mau lihat-lihat.
Bisakah kita disini dulu, sayang? Membiasakan diri dulu.
Terserah.
Jadi ada cerita apa dengan tempat ini?
Tempat ini adalah klinik rehabilitasi narkoba pada tahun 1970 dan 1980'an.
Orang yang sangat ketagihan pada heroin, minuman, ampitamin.
Mereka datang kesini agar bebas dari obat-obat itu.
Jadi mengapa tempat ini ditutup?
Oh, seorang pasien gantung diri.
Sial.
Sekarang tempat ini tidak seperti klinik lagi.
Sudah tutup sekitar 20 tahun yang lalu.
Tak seorangpun...
...yang bisa keluar.
- Kau dengar itu? - Aku dengar.
Aku juga. Itu berasal dari sana.
Ya Tuhan.
Kurasa sebaiknya kita pergi.
Bagaimana dengan barang-barang kita?
- Biarkan saja disini. - Ayo.
Ayo, tidak apa-apa.
Aku tidak yakin mau naik kesana.
Sebaiknya kita periksa pintunya.
- Ayo. - Ya.
Apapun itu, pintunya baik-baik saja.
Dengar, aku mau meletekkan satu kamera di atas tangga.
Yang satu lagi di belakang ruangan ini.
Dan kita pegang salah satunya.
Aku akan segera kembali.
Cepat, oke?
Tidak akan lama.
Kamera yang lain sudah kau siapkan?
Belum. Kau mau bantu?
Kau takut?
- Akan kulakukan. - Tidak, aku saja.
Aku saja.
Nicole.
Nicole.
Sudah lama aku menunggumu, Nicole.
Sialan, Adam!
- Apa? - Ya Tuhan! Kau menakutiku!
- Mengapa kau tiba-tiba muncul? - Aku hanya memeriksa keadaanmu.
Ya, aku baik-baik saja. Astaga!
Sekarang bagaimana?
Apa kita hanya duduk saja menunggu terjadi sesuatu?
Kecuali kau ingin menjeljahi lagi?
Baik, kelihatannya sia-sia saja datang kesini jika kita tidak jelajahi.
Masih ada lantai atas yang belum kita lihat.
No comments yet. Be the first to leave one.