Kung Fu Panda: The Paws of Destiny

Kung Fu Panda: The Paws of Destiny

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Kung Fu Panda The Paws of Destiny S01E09 Out of the Cave and Onto Thin Ice 720p WEB-HD x264
Un commento di cendolijo

Tag

web
x264
720p
720
HD
Pubblicato il: 2018-11-23
Download: 51
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 124 righe.

Aku hanya pembuat tembikar sederhana.

Sampai suatu hari, takdir memanggilku melakukan tugas yang lebih besar.

Master Oogwa butuh bantuanku.

Master Naga Jindiao semakin dimabuk kekuasaan

dan menginginkan Mata Air.

Itu akan jadi tugas terberatku sejauh ini.

Jadi, kubuat mahakaryaku, Guci Arwah,

untuk memerangkap roh jahat Jindiao.

Aku seharusnya mengantarkannya kepada Empat Konstelasi.

Tergantung padaku untuk menyelamatkan negeri

dan menyelamatkan semesta.

Tetapi sayangnya, aku ketiduran.

Kau ketiduran?

Kawan.

Ya.

Guci itu satu-satunya

yang bisa menyelamatkan semesta dari Jindiao.

Guci yang selama ini kupakai untuk makan kismis?

Ini memang kismis, 'kan?

Kurasa sebagiannya ya.

Mengenai ada di mana akhirnya roh Jindiao,

aku juga tak tahu sepertimu.

Aku tahu di mana roh-nya.

Dia mencoba mengambil alih dunia.

Jindiao...

Telah kembali?

Jing, kau baik-baik saja?

Jindiao mencoba membuat koneksi chi.

Baiklah, tak masalah.

Kita berhenti lari, cari sarapan dan tiduran.

Tunggu, mungkin Fan Tong benar.

Benarkah? Keren.

Karena ada pondok kecil nyaman dekat sini.

Dikelola dua pria bernama Keith.

Bukan! Kita berhenti lari.

Jindiao dan anak buahnya mengejar kita.

Kita pancing mereka agar masuk perangkap.

Kita umpannya!

Kau seperti senang mengatakannya?

Jing, kami akan butuh bantuanmu.

Para panda kecil itu sudah dekat.

Pemarah tak bisa menipuku lagi.

Ini peluangmu untuk menebus diri!

Pembebasan karmamu sendiri!

Aku tak tahu artinya itu.

Empat Konstelasi baru dalam bahaya dan butuh bantuan kita.

Kita harus hancurkan dan menjebak Jindiao dalam gucimu!

Kau sudah menunggu momen ini ribuan tahun!

Ini adalah takdir!

Aku bisa tunggu lagi.

Kau juga bisa.

Kau belum siap, Po.

Jika kau pergi sekarang sebelum memulihkan kembali chi-mu,

Jindiao akan membunuh kita semua!

Aku tak mau pergi!

- Lepaskan jemari gemukmu! - Tidak.

Itu bukan gemuk. Itu otot.

Dengar, Pria tua. Aku jengkel kau bertingkah seperti...

Serius mau bertarung?

Kau serius mau dipukuli oleh kelinci kecil pikun?

Kau bukan terapis fisik yang buruk, Pria tua.

Sayangnya untukmu, aku punya Booya-shaka!

Kau calon gagal, sama sepertiku.

Panggil aku sesukamu, orang gagal, tak berbakat, pecundang tua.

Lalu kenapa? Aku tahu aku mungkin gagal.

Dari mana asalnya semua kismis ini?

Itulah bedanya kau dan aku.

Aku puas jika tewas saat mencoba.

Muridku di luar.

Aku bisa merasakannya.

Kau tak tahu kekuatan macam apa yang kau lawan.

Dan ingatlah.

Jika teman-temanku dibunuh

oleh pria yang mau mengambil alih dunia,

aku pasti coba mencegahnya.

Bangun, Bodoh!

Bangun!

Desa kita dipenuhi panda yang dikutuk tertidur.

Po memang masih hidup, tapi kita tak tahu di mana dia.

Putraku masih hidup?

Putraku, Master Naga Po? Masih hidup?

Po masih hidup!

Semuanya!

Gembiralah!

Putraku! Po! Dia hidup dan bernapas!

Ada apa dengan warga desa?

Kau tak ingat?

Jika Biksu Agung Jindiao jahat, maka kita semua dalam bahaya besar.

Bagaimana patahkan mantra?

Aku tak tahu.

Kau bangun saat kubilang Po hidup.

Setelah kulemaskan kau dengan pukulan keras.

Mungkin itu pembalik kutukannya.

Pukulan?

Sesuatu yang ingin kudengar lebih dari apa pun di dunia.

Sesuatu yang memberiku harapan.

Sebaiknya kita mulai.

Master, bobot gabungan kita bisa memecahkan es.

Kusarankan kita memutar.

Ini pertengahan musim dingin. Danau ini telah membeku berbulan-bulan.

Jinjit saja atau apalah.

Kalian siap bermain bola?

Jing, kau harus masuki cukup lama untuk mengacau pikiran Jindiao.

Hebat.

Itu baru semangat!

Semuanya baik-baik saja, Master Jindiao?

Aku baik-baik saja.

Hanya, hanya merasa tak seperti biasanya.

Rasanya ini berhasil, Kawan.

Jing menyerang pikirannya.

Master, apa yang kau lakukan?

Aku seekor ayam. Kotek-kotek.

Kotek-kotek. Aku seekor ayam!

Master!

Hentikan! Kita akan tenggelam!

Hentikan apa? Ini?

Jangan bergerak sama sekali.

Kenapa?

Jing? Itu kau?

Koneksinya terputus.

Ini memberi kita sedikit waktu.

Tak cukup waktu! Waktunya tak cukup!

Sebagai wali kota, kuucapkan selamat kembali...

Lebih keras!

Kung Fu Panda: The Paws of Destiny subtitles in other languages

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left