Le prime 200 righe.
Dia tumbang. Selesai sudah.
Pertandingan usai.
Dia hebat! The Prince hebat!
Daya pukulnya George,
daya pukulannya luar biasa!
Laga paling membekas tahun 1997,
dan Kevin Kelly tak ingin ini berakhir.
Pemenang, dan tetap
Juara Dunia Kelas Bulu WBO tak terkalahkan,
Prince Naseem Hamed!
1997 HAMED V KELLY, TAMAN MADISON SQUARE
1981 SHEFFIELD, INGGRIS
Permisi.
Permisi, jangan di sini. Diam di situ.
Apa ini?
Nak, lepaskan! Lepaskan!
Brendan, Brendan!
Brendan, bertindaklah.
Aku sedang bertindak, menghibur anak-anak.
Kita harusnya menjauhkan mereka
dari jalanan dan perkelahian.
Kita malah mengurung mereka.
Ini bagai bom waktu!
Mereka anak baik, Pak Pendeta.
Semua anak baik.
Mereka hanya butuh kesibukan.
Ayo, mulai.
Menari dan bergoyanglah,
ini malam Minggu!
Kurasa mereka tidak menari.
Bukan. Sialan.
Maaf, Pak Pendeta.
Biar aku bereskan.
Jangan cemas.
Hei! Semuanya!
Mundur, ayo mundur.
Hei. Berhenti.
Bubarkan! Bubarkan!
Kubilang, dilarang berkelahi di lantai dansa.
Paham? Kalian dengar aku?
Jika ingin bertarung, masuklah ke ring.
Buktikan siapa yang terbaik. Ayo.
Kalian semua, bersikaplah baik.
Nah, begitu.
Menari dan bergoyanglah.
Ayo.
Oh! Oh!
Hei, hei, pukulan badan saja,
kalian berdua, cukup ke badan.
Kau, ke sudut sekarang.
Cepat ke sana.
Nah, Terry, kan?
Angkat sarung tinjumu tinggi-tinggi.
Biar dia memukul sarung tinjumu 2 kali.
Lalu merunduklah dan pukul dia,
kiri ke samping, kanan ke dada, oke?
Ke badan? Takkan mempan.
Lakukan saja. Ayo maju.
Cepatlah.
Astaga.
Ya.
Sudahlah, dia tidak melukaimu, bukan?
Hmm?
Lihat hasilnya jika pakai otak?
Tinju, sekolah, hidup.
Sedikit ilmu berdampak besar.
Berhenti di jalan, bawa ke ring.
Bisa membawamu ke tempat istimewa.
Sana, pulanglah.
Jika ingin belajar, datanglah sepulang sekolah atau akhir pekan.
Di sini.
Kerja bagus.
Lihatlah Don King dari Lembah Don ini.
Bagaimana kabar putramu itu?
Bocah kulit berwarna itu? Apa sudah jadi Juara Dunia?
Harry, dia sedang berusaha ke sana.
Kulihat dia minum bir malam kemarin
bersama seorang wanita.
Gadis kulit putih.
Siapa yang dia kencani adalah urusannya.
Lihatlah anak itu.
Lihat gerakannya.
- Ya. - Hmm.
Paki (Pakistan) kecil itu lincah.
Tenang, kita akan meringkusnya nanti.
Para perusuh bersiaga
di balik bangkai mobil
yang dijadikan sebagai barikade pelindung.
Ya, itu dia, bagus.
Lebih keras lagi!
Hebat, pintar.
Bagus sekali.
Angkat sarung tinjumu, Dominic.
- Nah, begitu. - Ya, ya.
Anak pintar.
Nah, sekarang kanan.
Mantap. Bagus.
Ayo, teruskan.
Bagus.
Sekarang giliranmu, John. Ayo.
Nakal, ayo pukul!
Ayo, Nak.
Kau habiskan semua susunya!
Nah, begitu.
Brendan!
Ayo, John.
Ayo!
Hei! Berhenti!
Nanti lehermu patah dan merusak mebel!
Teh hampir siap, cuci tanganmu.
Bersihkan kotoran di bawah kukumu itu,
nanti kau cacingan.
Dengar kata Ibumu. Sana.
Kau sama kekanakannya seperti mereka.
Aku tahu, tapi tarianku lebih hebat dari mereka.
- Nah, kan? - Oh, kau pikir begitu?
Hei! Hei!
Apa yang kalian lakukan?
Pergi dari sini sekarang.
Enyahlah, keparat!
Pergi dari sini!
Tak ada warna hitam di bendera Inggris!
Pulanglah ke negeri budak!
Ayo. Mari, Nyonya.
Demi Tuhan, maaf atas kejadian ini.
Biar kubantu bersihkan.
- Tak apa. - Apa?
Mau ke toko?
Hanya butuh sebotol susu. Itu saja.
Kepala botak mereka perlu dibenturkan satu sama lain.
Mereka kurang kerjaan,
itu masalahnya.
Sebotol susu?
Ya, sebotol susu cukup.
Anda pria Irlandia yang kelola sasana tinju?
- Ya. - Di Aula Gereja?
Benar, aku Brendan Ingle.
Tapi bocah tadi bukan muridku, asal kau tahu.
Ke mana kau? Halo?
Nabeel, mana Naseem? Ayo.
Halo.
Cepat kemari. Ini anakku.
- Riath. - Riath.
- Nabeel. - Nabeel.
Dan Naseem.
Dan Naseem. Oh, halo.
Mereka dirundung di sekolah.
Uh-huh.
Juga di jalanan.
Bisa ajari mereka bertarung?
Kalian mau belajar tinju?
Baiklah.
Kalian bersedia belajar?
Mereka pekerja keras, Pak Ingle.
Hmm.
- Pernahkah kita bertemu? - Entahlah.
Kau sering bergaul dengan bocah tujuh tahun?
Kenapa bibirmu luka?
Sama seperti hidung pesekmu.
Hei!
Oh!
Bawa mereka besok pulang sekolah,
sebelum jam makan.
Baiklah, Nak. Sampai jumpa.
Satu, dua, tiga, ganti. Satu, dua, tiga, ganti.
Satu, dua, tiga, ganti. Satu, dua, tiga, ganti.
BERJUANG HABIS-HABISAN ATAU PULANG SAJA
Satu, dua, tiga, ganti. Satu, dua, tiga, ganti.
Oke, balik lagi. Balik lagi.
Istirahatlah dulu sejenak.
Kau mencari Brendan?
Baiklah, minumlah dulu.
Pasti sakit.
Jika memukul samsak, pakailah sarung tinju.
Masih lama bagimu untuk memakainya.
Jangan ganggu yang ahli.
Kemari sekarang. Kalian berdua juga.
Ada anak baru di sasana, Kawan!
Apa tugas anak baru?
- Menyanyi! - Ya.
Menyanyi? Aku tak sudi menyanyi.
Oh, tentu saja kau harus!
Apa hubungannya dengan tinju?
Jika tak bernyali menyanyi di depan 30 orang,
bagaimana saat bertarung di depan 1.000 orang?
Ayo naik ke ring, kalian bertiga.
Naiklah.
Bukan kiamat, kok.
Cepat naik.
Baiklah, cari posisi, mulailah menyanyi.
Perhatikan, semuanya.
Bagus. Kerja bagus.
Berbaliklah. Nah, begitu.
Baik, Nabeel. Perhatikan di sana.
Dari...
Dari gurun Sudan.
Dan taman Jepang.
Dari Milan ke Yucatan.
Setiap wanita dan pria.
Pukul aku dengan iramamu.
No comments yet. Be the first to leave one.