Day of a Lion

Day of a Lion

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Day Of A Lion 2025 BluRay x264 AAC YTS MX
Komentar oleh subber.id
Dimohon kepada semua situs streaming yang memakai subtitle ini, tidak menghapus iklan dan kredit di dalamnya agar kami bisa terus berkiprah. Mohon kerja samanya.

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2025-11-30
Unduhan: 22
Tuna Rungu: No
FPS: 23.976

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Selamat datang, Piccola.

Aku harus buang air kecil.

Mau teh?

Mau teh?

Tiga sendok gula, tanpa susu, madu, krim...

Simpan saja biskuit kecil menyedihkan di samping

yang selalu mereka sajikan di Florence.

Alangkah indahnya bisa pulang ke rumah!

Mau sarapan?

Sarapan?

Tidak ada sarapan di Italia?

Cuma keju dan anggur.

Aku punya Patty.

Patty.

Kenapa aku meninggalkan Italia?

Bagaimana perjalanannya?

Sayang, bencana!

Apa? / Bencana!

Bencana besar! Menjijikkan.

Seluruh kekacauan ini dimulai pagi ini saat aku sadar

aku lupa bawa topi favoritku.

Apamu? / Topiku.

Tikus? / Topiku.

Topimu? / Topi.

Topi. / Kau ingat.

Yang besar itu. Borgogna.

Warna burgundy, yang merah sekali.

Aku sangat yakin sudah memasukkannya ke dalam tasku,

tapi saat kubuka di stasiun kereta api...

Kau buka kopermu di kereta?

Tidak, bukan di kereta.

Itu sangat baha... / Di trotoar.

Trotoar. / Trotoar.

Aku tidak mau naik kereta sebelum topi favoritku ketemu.

Lalu aku bertanya kepada kepala pramugara

apa mungkin seseorang melihat topi favoritku.

Bagaimana bisa topi merah itu keluar dari bagasimu?

Siapa yang tahu?

Pencopet, mafia, tetangga cemburu.

Bisa siapa saja.

Lalu, saat aku mengobrak-abrik barangku di lantai basah dan kotor...

tiba-tiba, pria raksasa ini muncul di belakangku.

Raksasa?

Pria. Raksasa.

Awalnya kukira dia orang Rusia.

Sial! Sial! Sial!

Ya, begitu pikirku.

Dia menatap ke bawah ke arahku dengan janggut hitamnya yang lebat,

dan aku sudah sangat kesal

karena tidak bisa menemukan topi cantikku.

Lalu aku berkata kepadanya dengan suara kecilku yang paling menawan,

paling menyenangkan, selembut madu, aku berkata...

Permisi, Tuan?

Tuan! Tolong, kau harus menahan kereta itu!

Aku harus naik kereta ini tapi topi merahku...

...hilang, dan aku sangat khawatir.

Aku yakin memasukkannya ke dalam tasku, tapi tidak ada.

Ya, aku sangat yakin kubawa.

Tuan, kau kebetulan tidak melihat topi merah ?

Bentuknya seperti ini. Merah dan cukup besar!

Sangat merah dan besar.

Bagaimana aku tahu kalau dia masinis kereta?

Nyonya yang terhormat.

Topimu adalah masalah terkecil bagi kekhawatiranku saat ini.

Berdiri dari lantai dan biarkan aku melakukan pekerjaanku.

Jadi, terkejut, aku menjawab...

Maaf, tapi kekhawatiranku

harusnya kekhawatiran seluruh awak kereta juga

jadi aku tidak puas dengan pelayanannya.

Sama sekali tidak.

Topiku hilang selama kau bertugas.

Tidak ada yang paham kekhawatiran seorang wanita zaman sekarang ini?

Andai saja aku bersama Geronimo sayangku.

Dia pasti sudah membantuku.

Dia pria yang baik.

Dia pasti sudah maju dan berkata, hei brengsek!

Kau menolak membantu wanita yang sedang butuh?

Ya, aku pasti suka itu.

Indah bukan, menjadi diriku?

Ya.

Ya, betul sekali.

Wanda?

Tehnya hampir siap. Sebentar. Panas!

Apa ini?

Apa? Aku tidak melihatmu.

Kau ganti warnanya?

Warna apa? / Dindingnya.

Apanya? / Dindingnya. Astaga.

Dindingnya biru sekarang.

Aku tahu.

Kuning cerahnya kenapa?

Maksudmu campuran jelek abu-abu dan oranye ini?

Jelek sekali!

Kapan Ayah sempat melakukan ini?

Bukannya dia selalu di ranjang?

Di hari-hari terakhirnya.

Maksudku, dia harus banyak istirahat, 'kan?

Aku sangat suka warna barunya. Sangat manis.

Sesuai semangat rumah ini.

Terima kasih. Karena itu kuganti.

Kau yang mengecatnya? / Ya.

Mengecat dindingnya biru? / Mint.

Aku tidak suka. / Aku tidak peduli.

Aku tidak keberatan.

Tidak masalah, begitu aku pindah masuk, warnanya akan berubah juga.

Kurasa tidak.

Kau mau aku pergi?

Kau baru saja sampai. / Itu membuat pergi lebih mudah.

Tentu aku tidak ingin kau pergi.

Aku minta untuk datang.

Betul.

Betul. / Dan aku setuju.

Itu benar.

Tapi kau tidak mengundangku.

Tidak.

Itu tiga bulan lalu.

Apa?

Kita sepakat aku akan mampir tiga bulan lalu.

Jadi?

Jadi mungkin kau sudah berubah pikiran.

Kau mau aku pergi? Aku bisa... / Aku tidak mau kau pergi.

Tidak?

Tidak. / Tidak?

Baik, kalau kau mau aku tinggal... / Aku ingin kau... / Itu keinginanmu.

Itu bukan keinginanku. / Maka aku bisa tinggal

selama yang kau mau. / Aku ingin kau... / Tidak. Selama kau membutuhkanku.

Aku merasa seperti ibu peri.

Bukannya fantastis kakak perempuanmu pulang?

Tentu.

Aku harus pergi.

Tidak, aku ingin kau tinggal.

Kalau kau ingin aku tinggal, kau sudah memberitahuku apa kabar.

Sudah berapa lama? / Tiga... / Bulan? / Tahun.

Waktu yang teramat sangat lama.

Melukismu masih lancar?

Kau selesaikan studimu di Paris

sebelum Ayah... / Arsitektur.

Maaf?

Aku belajar arsitektur. Bukan melukis.

Semua melibatkan warna.

Kelihatannya seperti tugas anak-anak, 'kan? Aku melantur.

Aku mau dengar semua tentang itu.

Itu menyenangkan.

Bagus dan menyenangkan.

Aku belajar banyak tentang apa yang tidak kusuka.

Aku tidak mendapatkan persis yang kusuka,

tapi tidak apa-apa juga, karena sekarang setidaknya aku tahu

apa yang ingin kumiliki, dan jika aku belum punya.

Tapi cara mencapainya lebih mudah karena kini aku tahu seperti apa jadinya...

...jika aku tidak belajar yang tidak kusukai sama sekali.

Sama sekali tidak akan tahu apa yang harus dicari.

Atau mungkin aku tidak akan mencari karena tidak akan tahu jika ada sesuatu

yang lebih baik di luar sana daripada kondisi pikiran saat ini.

Kebuntuan yang kujalani.

Aku belajar...

...bagaimana aku tidak suka merasakan.

Tapi itu lebih baik daripada tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Itu membuatku merasakan perasaan.

Dan itu yang terpenting, bukan?

Kau terlihat berbeda. Bertambah berat.

Otot itu berat. / Lemak juga.

Terlihat indah.

Sedikit lebih berisi tidak menyakiti siapapun, 'kan?

Di mana Theodore?

Tidak di sini.

Kulihat itu, dia di mana?

Aku membebaskannya.

Membebaskannya ke mana?

Ke mana saja. / Ke mana saja.

Di mana dia bisa melakukan apapun yang ingin dia lakukan.

Dia pergi ke mana?

Dia di luar di dunia, menjalani hidup.

Ini hidup. / Bukan, maksudku hidup dalam kebebasan.

Apa ini? / Gula.

Kau apakan dia? / Hidup yang mulia.

Dolly, kau apakan dia?

Aku membukanya. / Senang?

Membuka sangkarnya dan melepaskannya keluar.

Kenapa?

Untuk membebaskannya.

Kau membunuhnya. / Tidak.

Kau pembunuh. / Pembunuh.

Menjijikkan! / Sejak dulu dia cuma burung.

Sekarang kau membicarakannya dengan bentuk waktu masa lalu.

Sudahlah.

Mereka harusnya hidup di langit, bukan di tanah.

Mereka butuh angin, bukan tanah.

Mereka butuh rumah terlindungi. / Tidak.

Theodore tidak. / Bagaimana kau tahu?

Jangan terlalu dramatis.

Dia burung kita. Dia burung cinta.

Dan dia akan suka di luar.

Aku tidak percaya kau melakukan itu.

Itu jadi terlalu sulit.

Menyita waktu dan perhatian, dan aku... Kau ini ratu drama.

Aku tidak bisa mengubah pikiranku tentang ini. Tapi aku percaya melakukan hal yang benar.

Jadi kau pikir kau tidak melakukan kesalahan?

Tidak, tentu tidak.

Ini burung yang diselamatkan dari kehidupan menyakitkan

dan pada akhirnya, kematian yang menyedihkan di dalam sangkar.

Day of a Lion subtitles in other languages

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left