The Wolf Children Ame and Yuki (Okami kodomo no ame to yuki)

The Wolf Children Ame and Yuki (Okami kodomo no ame to yuki)

おおかみこどもの雨と雪

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Wolf Children : Yuki & Ame BRrip 720p IDFL Subscrew
Komentar oleh why_hyde

Tag

brrip
720p
720
Diterbitkan pada: 2019-04-07
Unduhan: 238
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Kisah ini mungkin terdengar seperti dongeng,

kau mungkin akan tertawa karenanya.

Kau pun mungkin akan berkata kalau itu hal yang mustahil terjadi.

Tapi ini sungguh kisah bundaku.

Pria yang bundaku jatuh cinta kepadanya,

adalah seorang manusia serigala.

Anak-anak Serigala : Yuki & Ame

Alih bahasa oleh: Why_Hyde Member of IDFL Subscrew

Bundaku seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di pinggiran kota Tokyo.

Dia memperoleh beasiswa.

Dan untuk biaya hidup dia kerja paruh waktu.

Barangsiapa yang terpuji oleh kearifan mereka di dunia ini,

dan memiliki pengetahuan yang luas tidak hanya bidangnya sendiri,

tapi juga bermacam-macam mata kuliah.

Juga tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan...

mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Areté.

Awal musim panas, bunda berjumpa dengan ayah untuk pertama kali.

Dia mengenakan kaos yang berkerah besar.

Membawa buku catatan tanpa buku pelajaran dan tidak mencatat apa-apa.

Bunda berpikir pria itu sangat berbeda dengan mahasiswa lainnya.

Tunggu.

Ini kartu kehadirannya.

Kalau kau tidak mengisi dan mengembalikannya ke dosen kau dianggap mangkir.

Jadi...

Aku...

Bukan mahasiswa sini.

Apa?

Kalau aku hanya merusak pemandangan, aku tidak akan datang lagi.

Itu siapa?

Tunggu.

Aku tidak tahu kalau kau mahasiswa atau bukan,

tapi di jam kuliah tadi kau tidak punya buku pelajarannya. Jadi, akan sedikit sulit dipelajari.

Bagaimana kalau kita berbagi?

Selamat datang.

Selesainya hari Jumat.

Terima kasih banyak.

Maaf sudah menunggu.

Selamat datang.

Hati-hati.

Lewat sini.

Di mana aku harus menaruh ini?

Sini, sini. Masuklah.

Ayo, sini.

Tiga terdakwa dari pengadilan ini adalah seorang penyair bernama Meletus,

orang penting dengan kekuatan politik yang besar bernama Anytus,

dan orang sesat bernama Lycon.

Yang mewakili adalah Meletus, tapi Anytus yang menjadi penuntutnya.

Kau suka melakukan apa kala senggang?

Makanan apa yang kau suka?

Orang seperti apa yang kau sukai?

Kenapa kau dipanggil “Hana”?

Hana = Bunga

Namaku?

Iya.

Ketika aku lahir bunga Kenikir di belakang rumah sedang mekar.

Bunga itu tidak ditanam, tumbuh begitu saja.

Ketika ayahku melihat bunga itu, dia langsung berpikir:

“Aku akan membesarkan anakku agar dia memiliki senyum yang indah seindah bunga, yang tak akan pudar.

Walau menghadapi kesulitan dan penderitaan...

kita akan tersenyum, suka ataupun tidak,

dengan begitu kita akan mampu mengatasi apapun."

Itulah sebabnya, ketika pemakaman ayah, aku tetap tersenyum.

Semua kerabatku menganggap aku kurang ajar.

Itu membuatku sangat marah.

Tapi... Mungkin aku memang kurang ajar...

Itu bukan kurang ajar.

Syukurlah.

Ada apartemen multi-unit yang sama, tapi penghuninya berbeda.

Ada orang kaya, dan ada yang miskin,

ada yang banyak orang, dan ada yang masih sendiri,

ada yang punya bayi, dan ada yang isinya orang yang sudah tua.

Sepertinya menyenangkan punya rumah sendiri.

Mengucapkan “Aku pulang” saat kau tiba di rumah.

Melepaskan sepatu, membasuh wajah dan tangan.

dan duduk nyaman di sebuah kursi.

Itu akan sangat menyenangkan.

Aku akan membuat rak.

Memenuhinya dengan buku-buku, lalu membuat rak yang lainnya.

Kau bisa berbuat sesukamu,

...di rumahmu sendiri.

Dan aku akan mengucapkan “Selamat datang” saat kau tiba di rumah.

Hana...

Apa?

Ada yang ingin aku katakan...

Katakanlah.

Sebenarnya...

Besok kita jalan lagi.

Baik.

Hana...

Maafkan aku, Hana.

Aku mengacaukan.

Ada sesuatu yang belum pernah aku ceritakan kepada siapapun.

Kemarin aku takut,

...takut kau akan meninggalkan aku.

Tapi, secepatnya aku harus mengatakan ini kepadamu.

Bukan, aku harus memperlihatkannya kepadamu.

Memperlihatkan?

Bisakah kau pejamkan matamu sejenak?

Lebih lama lagi.

Boleh aku membukanya?

Hana...

Seperti apa rupaku?

Berubah saat malam bulan purnama,

dan menyerang orang seperti cerita legenda.

Dunia penuh dengan hal yang tidak aku ketahui.

Mungkin itu yang ada dalam benak bundaku.

Apa aku membuatmu kaget?

Apa kita harus berhenti bertemu?

Tapi kau gemetar. Apa kau takut?

Tidak.

Karena kau.

Ayahku adalah keturunan dari serigala Jepang,

yang dinyatakan punah seratus tahun yang lalu.

Keturunan terakhir yang mewarisi darah campuran manusia dan serigala.

Orangtuanya memberitahukannya ketika ayahku masih sangat muda, sejarah kehancuran keluarga mereka.

Mereka minta kepada ayah kalau kenyataan itu tidak boleh diungkapkan, sampai mati.

Kemudian dia pergi dari pengawasan kerabatnya yang tidak tahu apa-apa tentang hal itu,

menghadapi berbagai macam masalah dan tumbuh dewasa.

Dia memperoleh SIM dan pindah ke kota untuk mengadu nasib.

Dia tidak punya kenalan, dan tidak punya seorang pun yang bisa dihandalkan.

Akhirnya dia memutuskan untuk hidup dalam kerahasiaan dan ketertutupan.

Itu yang ayahku katakan.

Lembut kepada Jasmani dan Rohani

MELAHIRKAN ALAMI

Bunda melahirkan aku di apartemen kecil itu.

kala itu sedang turun salju.

Tanpa ke rumah sakit ataupun bantuan dari bidan,

hanya mereka berdua...

Bunda sangat cemas,

dokter akan kaget, bila melihatku terlahir sebagai serigala.

Syukurlah dia lahir dengan selamat.

Tapi, segalanya baru akan dimulai.

Apakah dia akan tumbuh menjadi wanita yang ramah?

Mungkin dia akan menjadi anak yang pintar.

Aku penasaran akan jadi apa dia dewasanya nanti.

Bisa jadi seorang perawat, guru, atau tukang roti,

Aku ingin dia melakukan apa yang dia suka.

Aku ingin dia tumbuh tanpa merasakan kesulitan,

menjadi anak yang sehat dan bahagia.

Kita akan menjaganya hingga dia tumbuh besar.

Iya.

Setahun kemudian adikku lahir di musim semi.

Kala itu sedang turun hujan.

Tiba-tiba, ayahku menghilang.

Aku tidak tahu... apa yang sedang dipikirkan ayahku saat itu.

Mungkin naluri berburu untuk makan anaknya muncul saat sedang bekerja.

Atau mungkin ayah hanya ingin memberikan makanan bernutrisi untuk bunda yang baru saja melahirkan.

"Aku serahkan anak-anak kepadamu."

Bundaku seolah mendengar ayah mengatakan itu.

Serahkan kepadaku.

Aku akan membesarkan mereka dengan baik.

Setelah itu aku tidak ingat bundaku pernah...

menganggap suatu hal dengan serius.

Nasi!

Mama sedang membuatnya. Tunggu sebentar yah, Yuki.

Nasi!

Tunggu sebentar lagi.

NASI!

Yuki!

Bunda bilang, tiap kali aku marah dan mengeluh

buluku tumbuh dan aku bisa berubah menjadi serigala.

Oh, sepertinya tak bisa dibiarkan.

Makan biskuit dulu sebelum makan siang.

Sepertinya aku dulu makan banyak,

menangis dan mencari makanan dari pagi hingga malam.

Aku sangat berbeda dengan adikku yang makan sedikit dan lemah.

Bundaku meminta cuti kuliah untuk membesarkan kami.

Dia juga berhenti dari kerja paruh waktunya.

Hampir saja.

Tabungan peninggalkan ayahku sudah cukup untuk menopang hidup kami.

Hampir saja.

Menurut bunda, dia ragu apakah harus menjalankan hidup

...sebagai manusia atau serigala.

Bunda hampir menyerah dalam hal itu.

Ya, ampun.

Ini bukan hal yang bisa didiskusikan dengan tetangga,

...jadi bunda harus mempelajari segalanya sendiri dari buku.

Siang atau malam, dia harus menyusui dua jam penuh.

Disaat payudaranya tak bisa mengeluarkan susu, dia menggantinya dengan susu skim.

Hidup Bersama Serigala

Saat adikku tidak lapar tapi tetap menangis,

tanpa tahu harus berbuat apa,

dia jadi begadang semalaman mengendong dia sambil mengelus punggungnya.

Karenanya bunda sering terkantuk-kantuk.

Tidak apa-apa.

Karenanya juga dia selalu tertidur,

walau hanya memejamkan mata beberapa saat saja.

Mama.

Apa?

Yang jadi masalah adalah kalau kami sakit.

Yuki?

Yuki?

Yuki!

dia bingung antara pergi ke dokter atau ke dokter hewan...

Anak perempuanku tidak sengaja memakan bungkusan pengering kemasan.

Umurnya dua tahun.

Iya, dia muntah.

Tidak ada darah di muntahannya.

Di sini tertulis “Silica Gel”.

Tapi... Apa nanti ada komplikasi?

More Indonesian subtitles for The Wolf Children Ame and Yuki (Okami kodomo no ame to yuki)

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left