200 baris pertama.
Diterjemahkan oleh baekdpotato
Astaga.
Ada ruangan yang terpisah untuk atasannya, dan kantornya sangat besar.
Apa dia benar-benar harus duduk disitu dari semua tempat disini?
Atasan yang baru adalah kekasih Bok Sil.
Tn Cha bekerja untuk Singsingline. Mungkin itulah alasannya.
Aku kan sudah bilang. Tn Cha juga menyukai Bok Sil.
- Ah. - Tidak mungkin.
Haruskah aku menyukai Bok Sil juga?
Apa kau mulai menyukai Bok Sil...
hanya karena Tn Cha menyukainya?
Sepertinya dia akan melakukannya.
Jika apa yang dikatakan Tn Lee benar, Bok Sil pasti sangat senang.
Dia disukai oleh dua orang pria menawan.
Siapa yang harus dia pilih?
- Tn Cha lebih jantan dan bisa diandalkan. - Itu tidak benar.
Dia harus memilih Tn Louie.
Dia adalah pewaris Gold Group, tampan dan baik. Dia sempurna.
Iya, kan, Nn Baek?
Berhenti bicara omong kosong,
dan kembali bekerja. Sekarang!
- Halo, Tn Cha. - Halo, Tn Cha.
Halo.
Ini menyebalkan.
Pemenangnya mendapatkan semuanya.
- Kau tidak membuat salinannya, kan? - Tentu saja tidak.
Ini semua uang tunai...
yang bisa kusediakan.
Terima kasih, Pak.
Bagaimana caramu keluar dari negeri ini?
Aku akan bersembunyi selama seminggu.
Apa kita harus pergi sekarang? Bukan itu yang kita sepakati.
Baiklah. Temui aku dalam dua jam.
Bantu aku.
Nenek. Apa kau baik-baik saja?
Tolong ambilkan aku air. Cepat.
Aku penasaran apa yang ada dalam tasnya.
Ini.
Ah.
Terima kasih.
Astaga. Jika bukan karena kau,
aku sudah mati sekarang.
Astaga.
Ada permen karet di rambutmu.
- Permen karet? - Ya, permen karet.
Apa ini? Ah.
Nenek!
Nenek! Tidak.
Aku tidak percaya padanya.
Permen karet sialan ini.
Astaga.
Omo.
Apa ini semua uang?
Selamat datang!
Apa kau mencari sesuatu yang lebih spesifik, Tuan?
Kita bicara di telpon waktu itu. Aku Tn Goo.
Tn Goo?
Ah. Kau bekerja dengan suamiku?
Tn Goo?
Kau bilang kau bekerja dengan suamiku, kan?
Um, ya.
Silahkan masuk.
Silahkan duduk. Aku akan membuatkan teh.
Tn Kim.
Tn Kim.
Ada apa, Tn Louie?
- Pelan-pelan. Kau bisa terluka. - AKu ingat.
- Ingat apa? - Kotak harta karunku.
- Aku ingat dimana aku meninggalkannya. - Benarkah?
Kotak harta karun?
- Dimana itu? - Di loteng rumah yang ada di Busan.
Aku sudah mencari ke lotengnya berkali-kali.
Itu ada di bawah lantai.
Aku penasaran apa isi kotak itu.
Apa ini?
"Koboshi"?
Ini semua tidak penting.
Kenapa dia...
Halo?
Sayang, Tn Goo datang ke toko bukuku.
Apa?
Oke. Aku akan segera kesana.
Dia akan segera datang. Tunggulah sebentar.
Ngomong-ngomong,
kenapa kau malah datang kesini...
bukannya memanggilnya sendiri?
Seseorang mencuri tasku.
Ponselku ada di dalamnya.
Aku pernah datang ke toko bukumu sekali dengan Tn Baek.
Astaga.
Siapa yang mencuri tasmu?
Hal yang sama juga terjadi pada Bok Sil saat dia pertama kali datang ke Seoul.
Benarkah?
Astaga. Ada banyak orang jahat di dunia ini.
Permisi, Tn Goo.
Apa sebelumnya kau pernah menelpon ke rumah Ny Choi?
Tidak. Tentu saja tidak.
Ah benar, Louie. Lihat ini.
Aku membeli ini di butik yang sering aku kunjungi. Bagaimana menurutmu?
Apa ini bagus untuk Ma Ri?
Polanya cantik.
Celana seperti apa yang akan dia gunakan?
Apa rekomendasimu, Tn Fancy Styling Talk?
Kau membuatku malu.
- Celana jeans yang fit rasanya bagus. - Oke.
Dia sedang subuk memilih baju...
untuk acara liburan perusahaan.
Dia membesar-besarkannya.
Kadang-kadang aku berpikir kalau Ma Ri mirip denganmu,
tapi kalian berdua sangat berbeda.
Dia putriku, tapi juga putrinya Seon Goo.
- Ini akan bagus dipakai Ma Ri. - Iya, kan?
- Hei, kau... - Sayang, kau sudah datang.
Halo.
Halo. Kau juga ada disini, Ji Sung.
- Ayo bicara diluar. - Seon Goo.
Kenapa kau sangat tidak sopan pada adik temanmu.
Adik temanku?
Terima kasih untuk tehnya.
Tentu.
Tn Goo. Silahkan datang lagi lain kali.
Apa dia mengatakan semuanya padamu?
Mengatakan apa?
Tidak ada. Sampai jumpa lain kali, kalau begitu.
Ahjussi.
Sepertinya temanmu itu...
menelpon rumahku sebelumnya.
Apa?
Tidak mungkin. Itu tidak mungkin.
Itu pasti salah.
Permisi.
Seon Goo.
Apa kau sudah gila?
Kau harusnya sudah pergi sekarang. Kenapa kau masih disini?
Apa yang kau rencanakan?
Seseorang mencuri uangku.
Apa?
Ayah.
Kapan dia pergi?
Apa ini? Apa ini milik Ji Sung?
Apa yang ada di kaset ini?
Ada apa?
Ini rusak?
Ada apa dengan ini?
Berikan uang lagi?
Kau kehilangan uang itu karena kesalahanmu. Kenapa aku harus memberimu uang lagi?
Apa lagi yang bisa kulakukan? Aku tidak bisa pergi dari Korea tanpa uang.
Bodoh!
Jika kau bisa memberikanku uang lagi, aku akan menghilang tanpa jejak.
Berikan saja aku uangnya.
Kau pikir satu juta dolar itu mudah didapatkan?
Kemana Seon Goo pergi?
Maafkan aku karena pergi tanpa menemuinya lagi.
Lagipula kau bisa sering bertemu dengannya. Jaga dirimu.
Kau juga.
Selamat tinggal, Audrey.
Dah.
- Bolehkah aku melihat ini? - Silahkan.
- Apa kau mencari cincin untuk pria? - Ya.
Bok Sil.
Halo. Aku sudah siap.
Kemana kita akan pergi?
Ayo pergi ke tempat terhangat dan terbaik di dunia.
Dimana itu?
Dunianya Bok Sil.
- Apa kita akan tinggal disini? - Ya.
Aku merindukan saat-saat kita menghabiskan waktu bersama disini.
Aku akan bermain denganmu disini seharian.
Apa yang harus kita lakukan?
Mereka harusnya sudah datang sekarang.
- Ini paket anda. - Itu dia.
Halo.
- Terima kasih. - Ini paket anda.
- Silahkan masuk. - Halo.
Terima kasih.
- Ini paket anda. - Silahkan masuk.
Terima kasih.
Sempurna. Sempurna.
Sempurna? Sempurna.
Sempurna. Sempurna.
Rasanya sesuatu terasa tidak asing sekarang.
Ini belum semuanya.
- Ta-da. - Bukan kah ini...
Sempurna.
Tas ini dibuat khusus untukmu. Ini halus sepertimu.
- Ini terlalu mahal. - Ayolah.
Aku membelinya dengan uang hasil jerih payahku.
Kau tidak bisa menolaknya.
Jangan membuatku mengembalikannya. Terima saja, kumohon?
Oke, terima kasih.
Tapi, kau harus mengembalikan benda mahal seperti ini mulai sekarang,
- jadi jangan pernah membelinya lagi, oke? - Oke.
Cepat bereskan, anak nakal. Cepat.
Apa kau lapar? Mau Ramyeon?
Tidak, jangan lakukan apapun. Aku akan membuatkanmu sesuatu yang enak.
- Benarkah? - Percayalah padaku.
Bok Sil.
Bok Sil.
Ya? Lap tanganmu.
Bok Sil.
No comments yet. Be the first to leave one.