200 baris pertama.
Tidak!
Selamat tinggal, Cass.
Ayah.
Jack adalah Nephilim. Dia setengah manusia dan setengah malaikat.
Putra Lucifer.
Rupanya, dia bisa tertusuk Pedang Malaikat di jantung, dan tetap hidup.
Legenda mengatakan, "Seorang Nephilim menjadi lebih kuat
daripada malaikat yang memperanaknya."
- Wraith. - Itu menyeruput otakmu, mengeringkanmu.
Wraith akan menunjukkan wujud aslinya di cermin.
Halo, kawan.
Kau menyakiti teman-temanku!
- Jack menyelamatkan kita. - Itu tidak membuktikan apa pun.
Dan meskipun dia belum menjadi jahat, dia akan begitu.
- Kau tidak tahu itu. - Ya, aku tahu.
Karena kapan segalanya berjalan lancar bagi kita?
Jika kau benar?
Jika aku benar, dan tiba waktunya untuk membunuhmu,
aku yang akan melakukannya.
Halo?
Maaf. Aku baru saja akan tutup.
Oh.
Tapi...
Masuklah.
Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.
Ya. Banyak, sebenarnya.
Jadi, apa yang bisa kubantu?
Apa kau tidak tahu?
Papan di depan bilang kau cenayang.
Aku konselor cenayang, bukan pembaca pikiran.
Aku membaca energi, aura.
Apa kau bisa membaca milikku?
Tutup matamu.
Tak bisa kubiarkan kau lari.
Terutama sekarang, setelah aku tahu.
Apa? Tidak. Tidak! Tolong, jangan.
- Tidak. - Kau benar-benar hebat.
Oh, tolong. Tidak. Tolong, jangan.
Diamlah.
- Tolong, kau tak harus melakukannya. - Tolong.
- Siapa itu? - Hei, ini aku, Sam.
Hei.
Hanya memastikan.
Kau belum keluar sejak kami menempatkanmu.
Tidak apa-apa. Maksudku, semua ini gila, aku yakin, tapi...
Ngomong-ngomong, aku membawakan sesuatu. Silakan duduk.
Sebelum kau lahir, ibumu meninggalkan pesan untukmu.
Dan aku tahu kau punya banyak pertanyaan.
Semoga, ini adalah awalnya.
Baik. Ya, ini. Aku akan...
Ini dia.
Tekan tombol ini, di sini. Kapan pun kau siap.
Terima kasih.
Hai, Jack, ini...
Aku ibumu.
Kurasa harus kubilang, aku selalu ingin jadi ibu.
Aku dulu bermain boneka. Aku tipe gadis seperti itu.
Dan berkhayal tentang bayiku.
- Halo? - Sam Winchester?
- Senang mendengar suaramu. - Missouri.
- Wah, sudah... - Aku tahu. Sudah lama.
Maaf karena menghilang.
Tidak apa-apa. Apa kabarmu?
Sejujurnya? Aku butuh bantuan.
Jack, jangan biarkan siapa pun memberitahumu siapa dirimu,
karena dirimu yang seharusnya bukanlah takdir.
- Itu bukan aku. - Itu bukan ayahmu.
Kau adalah siapa yang kau pilih.
Dan aku tahu kau akan baik-baik saja.
Kau akan menjadi luar biasa.
Kau punya malaikat yang menjagamu.
Ya. Ya. Tidak, aku mengerti.
Ya, terima kasih, Jody. Ya.
Ada apa?
Kau takkan percaya ini. Aku ditelepon Missouri Moseley.
- Wah. Sudah berapa lama? Mungkin satu dekade? - Lebih.
- Bagaimana kabarnya? - Tidak begitu baik.
Dia bilang dia sudah pensiun dari kehidupan ini,
tapi sesuatu terjadi, dan dia butuh bantuan kasus,
jadi, aku menyuruh Jody menanganinya.
Kenapa kau lakukan itu?
Karena kita harus tetap di sini.
Kita harus membantu Jack belajar mengendalikan kekuatannya.
Jody bisa menanganinya.
Ya, mungkin bisa. Atau mungkin dia berakhir tewas,
karena kau ingin pergi darinya demi mengasuh Antikristus.
Dean, kita butuh dia.
Tidak, jangan.
- Ibu... - Jangan. Kau...
Jika kau ingin tetap di sini dan menjadi Mr. Miyagi bagi anak ini,
silakan saja.
Aku tidak setuju dengan itu, jadi, aku akan bekerja.
Aku menghargai bantuannya. Terima kasih banyak.
Sudah bicara dengannya. Semuanya baik-baik saja.
Jadi, korban, Dede, adalah temanmu?
Anak didikku. Dia seperti putri bagiku.
Kerabat terdekat yang kupunya saat ini.
Aku selalu suka mobil itu.
Dean Winchester.
Missouri. Jody. Bingung harus memeluk siapa dulu.
Hei.
Oh, sayang. Aku turut berduka atas kehilanganmu.
Memang cenayang harus langsung ke intinya, ya?
- Kemarilah. - Hei.
- Apa kabarmu? - Baik.
Apa kata Sheriff?
Korban ditemukan dengan lubang di pangkal tengkoraknya, dan otaknya...
Maaf.
- Apa kau berpikir sama denganku? - Wraith.
Tidak ada paksaan masuk.
Permisi, sayang.
Missouri membaca objek. Itu keahliannya.
Dia berpura-pura jadi pelanggan, bilang butuh bantuan.
Dede memang selalu mudah iba.
Dia adalah Wraith.
Tapi dia mulai menyukai jenis kita.
Dia memangsa cenayang?
Ya, benar.
Oh!
- Missouri? - Oh.
Missouri, kau tidak apa-apa?
Oh!
James!
Melatihku? Untuk apa?
Aku sudah melihat apa yang bisa kau lakukan, Jack.
Kau kuat, tapi harus belajar mengendalikannya. Fokuslah.
Agar aku tidak menyakiti siapa pun lagi.
Tepat sekali.
Lihat pensil ini?
Aku ingin kau menggerakkannya.
Dengan pikiranmu.
- Hanya itu? - Hanya itu.
Halo?
- James? Sayang? - Ibu?
Aku tahu aku tak seharusnya menelepon, tapi ini penting.
Biar kutebak. Kau mendapat penglihatan.
Ya. Kau harus percaya padaku.
James, sesuatu yang buruk akan datang. Itu mengincar kau dan...
Aku ingin kau pergi ke Buckhead, Georgia.
Ini alamatnya.
Putraku, James, tinggal di sana bersama cucuku, Patience.
Wraith ini akan mengincar mereka. Itulah yang kulihat.
Baiklah, ayo kita pergi.
Tidak, aku... Aku hanya akan memperumit keadaan.
James tidak ingin berurusan denganku.
Kenapa tidak?
Dia punya alasannya sendiri.
Aku akan tinggal di sini, mengucapkan selamat tinggal pada Dede.
- Aku sangat tidak suka itu. - Kau tidak harus menyukainya.
Kau hanya harus melakukannya. Selamatkan keluargaku.
Kau dengar, Dean Winchester?
Ya, Bu.
Bagus.
Dan, terima kasih.
Aku tak bisa. Tidak ada.
- Aku tidak berguna. - Baiklah, baiklah.
Jack, saat kau menggunakan kekuatanmu, rasanya seperti apa?
Aku tidak...
Rasanya seperti bernapas.
Berkedip. Itu terjadi begitu saja.
- Bahkan dengan Asmodeus? Itu terjadi begitu saja? - Tidak. Dia memaksaku.
Rasanya seperti... Seperti dia ada di kepalaku.
Baik, um, kalau begitu, um... Bayangkan dia melakukan itu.
- Tidak. - Tidak? Kenapa tidak?
Karena aku tidak mau. Hanya saja... Aku tak bisa melakukan ini.
Dan kau terus menatapku, menunggu!
Tahu tidak? Kita istirahat dulu. Ya.
Benarkah?
Ya, aku akan cari makanan. Hanya...
Kau tetap di sini, cobalah rileks. Saat aku kembali, kita coba lagi.
Permata litomantikku.
Halo.
Kau bisa mengampuniku. Aku tahu siapa kau, dan kenapa kau di sini.
Oh? Dan kenapa?
Kau akan membunuhku.
Nah, kalau begitu, kurasa sudah waktunya untuk, kau tahu...
Berteriak.
Tidak, tidak akan ada hal seperti itu.
Aku sudah melihat akhirnya. Aku lari, kau menangkapku,
aku mati. Aku tetap di sini, aku mati.
Hmm.
Tapi dengan cara ini, orang-orangku akan membunuhmu.
Kau yakin soal itu?
Aku yakin.
Tahu tidak, ini akan jauh lebih seru jika kau berteriak.
Sial.
- Ah, hei! - Hei.
- Dari mana kau? - Perpustakaan.
Kenapa aku bertanya?
Bagaimana latihannya?
Uh, menyebalkan. Pelatih terus mengomentari servisku.
Katanya kami, oh, dan kutipannya, "Payah tahun ini."
- Ugh. - Ya.
- Memotivasi sekali. - Oh, ya.
Andai saja kita punya setter hebat di tim.
Kutu buku yang atletis untuk membawa kita menuju kemenangan.
Ronson, aku waktu itu masih 12 tahun.
Dan pemain voli terbaik yang pernah kulihat.
Ini tahun terakhir. Aku punya lima kelas AP, ditambah sukarela.
Aku tidak punya waktu.
No comments yet. Be the first to leave one.