200 baris pertama.
Tarek !
Kau bodoh !
Sialan, kembalikan punya mereka sekarang !
Bodoh !
Dasar Bodoh menyebalkan !
Kerja yang bagus
Para pengungsi baru yang kreatif.
Terutama mereka yang telah tiba dengan desain baru.
Ada truk baru tiba !
Anak-anak, menjauhlah dari truk.
Bantu mereka.
Letakkan barang-barang di sini.
Langsung ke Nyonya Salma untuk mendaftar.
Daftar di sini.
Antrian menurut desa.
Keluarga tinggal bersama-sama.
- Nama ? - Atta Mohammad Atallah.
- Desa ? - Imwas.
Tuan, ada dari Bayt Nuba ?
Kau tahu Ghassan Abu Issa ?
- Siapa yang dari keluarga Abu Issa ? - Maaf, nyonya.
Sayang ?
Aku bantu baca ?
Ahli biologi telah mengidentifikasi sekitar 1,7 juta organisme sampai saat ini...
Banyak tinggal di bumi dan habitat yang bisa diakses.
Bawah tanah, di laut dalam...
Pada mahkota dari pepohonan tropis...
dan di punggung atau pada makhluk lainnya...
Guruku benar-benar jelek.
Wajah seperti burung hantu.
Tarek !
ada yang tau berapa banyak bintang di alam semesta ini ?
Mungkin 200 miliar.
Tidak ada yang tahu persis.
Karena teleskop tidak bisa mencapai setiap sudut.
Mereka tidak menghitungnya.
Jika aku punya teleskop, Aku aka tau truk ayah datang
Ide bagus.
Aku akan melihat dia sebelum dia melihat kita.
aku akan punya waktu berdandan juga.
Berdandan dan mengemasi barang kita
Kami tidak bisa tinggal di tempat bodoh ini.
Benar ?
Benar atau tidak ?
Benar.
Dengan Guru Nasser yang jelek !
Pengantin yang paling cantik !
- Berkati engkau, dari mana kau berasal ? - Bayt Nuba. Kau ?
Kami datang dari Ayn Karem dua puluh tahun yang lalu.
Dua puluh tahun ?
Kau di sini selama dua puluh tahun ?
Dia sudah berada di sini selama dua puluh tahun.
Itu sama dengan 7300 hari.
Kau mencekik Aku.
Apa yang Kau katakan ?
- Pagi, Ummi Mohammad. - Pagi Ummi Tarek, bagaimana kabarmu ?
Alhamdulillah, baik.
Dan Kau, Tarek ?
Ummi Mohammad bertanya padamu satu pertanyaan.
Tidak baik mengabaikan orang sepert itu.
Bagaimana kabarmu hari ini ?
Aku baik-baik saja, terima kasih.
Bagaimana kabarmu Bilal ?
Baik, terima kasih.
Bagaimana kabarmu Lina ?
Kamu baik-baik saja, kamu ?
Aku baik-baik saja.
Aa, Kamu, Kamu baik-baik saja terima Kasih
Aku baik-baik saja.
Aku baik-baik saja.
Aku baik-baik saja. Terima Kasih Bagaimana kabarmu Pak Naseer ?
Buatlah dirimu berguna. Ini untuk kita semua.
Apa yang kau bangun ?
Pengadilan Internasional.
Benarkah ?
Ummi Tarek.
Aku ingin bicara mengenai Tarek.
Ada apa ?
Sudah begitu serius...
Dia datang ke sekolah setiap hari.
Ini harus dihentikan.
Maaf...
Aku pikir Kau tahu.
Anakmu mengalihkan perhatian orang lain. Kehadirannya mengganggu mereka.
Anakku mengalihkan perhatian orang lain ? Mungkin mereka menggangunya ?
Kami tahu itu sulit.
Pak Nasser, Kau akan memperlakukan anakku seperti yang lain.
Dia tidak sama dengan yang lain.
Dia lebih pintar dari mereka.
Anakmu tidak bisa membaca.
Aku mengerti sebuah rumah tanpa seorang laki-laki...
... sangat sulit.
Boleh aku membantu sesuatu ?
Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar.
Tarek, Bagaimana Sekolahmu ?
Baik.
Aku belajar hal-hal baru.
Kau tahu dalam 20 tahun...
...Ada 175.320 jam ?
Tarek, Aku melihat Pak Naseer.
Ia jahat. Tidak seperti Ibu Hala.
Kapan kita akan kembali ?
- Aku harap segera. - Apa yang kita tunggu ?
Kita harus menunggu di sini. Aku tidak tahu untuk berapa lama.
Bagaimana jika ayah tak bisa menemukan tempat ini ?
Dia akan menemukannya.
Kenapa kita tidak kembali dan menemukan dia ?
Kita lebih aman di sini. Dia akan menemukan kita.
Kenapa kita tidak pulang saja ?
Tidak bisa sekarang.
Kita datang dengan jalan kaki...
Kita kembali juga dengan berjalan kaki.
Benar ?
Benar ?
Benar atau tidak ?
Tidak !
- Mengapa ? - Karena !
Cukup ! Diam ! kau tidak lihat apa yang terjadi ?
Tarek, Apa yang telah kita katakan ?
Disini saja.
Masuk
30 kuadrat...
... sama ?
30 kuadrat...
... sama 900
40 kuadrat adalah...
40 kuadrat adalah...
sama 1400
Pak Nasser !
1600
- Salam 'Alaikum. - Wa'alaikum Salam.
- Bagaimana kabarmu ? - Baik.
- Bagaimana keadaan di sana ? - Tidak buruk.
Walid, Ahmad.
Layth.
- Mereka akan bergabung denganmu. - Sebuah kehormatan.
Ok, Semua, jadilah pemberani.
Jangan khawatir.
Allah bersamamu.
Bagi kami Kau pahlawan.
Sampai Jumpa.
Walid !
Kami punya toilet di rumah.
Apa kau putra Ghassan Abu Issa ?
Kau tahu dimana ayahku ?
- Dia tidak ada di sini ? - Tidak
Siapa yang tahu ? sepupuku, seluruh keluarga nya hilang.
Orang-orang Palestina pergi.
- Melewati rumahmu ? - Ya.
- Dimana tempat tidurmu ? - Tempat tidur ku ?
Aku rindu tempat tidurku.
Dimana Kamar mandimu ?
Tidak tahu.
Aku rindu kamar mandiku.
Handuk Ayahku berlubang di dalamnya. Tapi punyaku tidak
Lihat kakakmu hari ini...
Dimana dia ?
Dia akan jadi Fedayee.
Apa itu ?
Seorang petarung. Aku juga akan belajar.
- Kau tidak ingin menikah ? - Aku akan menikah dengan seorang Fedayee
Sepupu aku seorang Fedayee juga.
Ia pergi ke Palestina dan melihat rumahnya.
Untuk mengambil buah ara buat ibunya di tanah mereka.
Masuk kedalam !
Hari yang beruntung.
Mulukheeya.
ini berlendir
Aku tidak mau suka yang berlendir.
Kau malu ya ?
Apa ini ?
Dimana ayah ? Dimana ?
Kami akan menemukannya !
Dimana rumah kita ? dari mana kita berasal ?
Cukup Sayang, cukup.
Kau mencekik Aku !
- Kau selalu berarti baginya ! - Tidak, aku tidak berarti bagi dia !
Sekarang kita di sini !
Kita tidak tau dimana rumah kita !
Aku tidak ingat !
Ingat ketika dia membawa kita ?
Ingat ?
Ingat apa yang dia tunjukkan padamu ?
Tongkat.
Bagaimana matahari membuat bayangan ?
Ingat apa yang dia katakan ?
Arah matahari.
Itu arah di mana rumah kita berada.
kemana matahari terbenam setiap hari.
Itu bagaimana kau selalu bisa tahu.
Apa artinya ?
Ini berarti...
Kita akan kembali.
Kau tinggal di sini ?
Kemana lagi kita pergi ?
Kita bisa kembali.
Apa Kau bodoh ? Tidak bisa.
Apa benar Kau tidak bisa membaca ?
Itu bohong.
Maukah kau menikah denganku ?
No comments yet. Be the first to leave one.