Duel (Dyooeol / 듀얼)

Duel (Dyooeol / 듀얼)

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

듀얼ㅡDuelㅡE02ㅡOCN ByArthaRegina
Komentar oleh GoldenEto
Kolaborasi bersama Subber Artha Regina. Enjoy and Please Rate ^^

Tag

other
Diterbitkan pada: 2017-06-05
Unduhan: 26
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

=DUEL= =Brought to you by ArthaRegina=

Jenazah seorang anak ditemukan di Jeongreung, Jeongbok-gu, Seoul.

Jenazah tersebut ditemukan oleh pasangan berusia 50-an yang...

...berjalan di sepanjang Jalan Jeongreung sekitar jam 8 malam kemarin.

Jenazah tersebut ditemukan dengan beberapa bagian tubuh yang sudah membusuk.

Tolong hati-hati.

Hyung, kau tahu darimana kami di sini?

Kau tidak dibutuhkan disini./ Ayo.

Ayo./ Ayo.

Hyung./ Kau lihat wajahnya?

Terlalu gelap melihat apapun.

Ayo./ Maka aku harus pergi dan melihat wajahnya.

Astaga. Kenapa kau seperti ini, Hyung?

Kenapa kalian ini.

Aku ini polisi yang berusaha mengidentifikasi korbannya.

Hyung, ayo kita pergi./ Lepas. Aku harus melihatnya.

Aku harus melihatnya. Lepas!/ Tak kelihatan kalau mau melihat sekarang.

Lepaskan aku!/ Kita pergi saja.

Lepaskan, brengsek!

Lepaskan aku!

Lepas!

Berhenti kau brengsek!

Berhenti!

Berhenti di sana, brengsek!

Berhenti!

Bukankah kau si kembarannya?

Kalian pasti bersekongkol. Dia pergi kemana?

Kau pasti tahu dia ada dimana./ Aku tidak tahu.

Aku sungguh tidak tahu.

Aku tidak ingat apapun. Aku sungguh tidak ingat apa-apa.

Kau tidak ingat?

Kau tidak ingat? Kau tidak ingat?

Kapten!

Diakah orangnya?/ Ada yang lain lagi.

Dia mirip dengannya.

Dia ada di terminal, cari dia!/ Apa?

Dia punya kaki tangan, brengsek. Cepat temukan dia!

Ayo.

Dia mengenakan jaket hitam berkerudung.

Hitam!

Hei, apa kau tahu cara terbaik agar seseorang bisa lagi mengingat?

Menghajar mereka, brengsek.

Menghajar mereka, brengsek!

Pergi ke sana./ Baik.

Oi!

Maaf.

Hyung Geun, ayo ke arah sana.

Hei./ Hei.

Aku tidak bisa menemukannya.

Kau belum menemukannya?/ Belum.

Disana, aku mencari semuanya./ Sunbae sudah temukan?

Tak tahulah.

Kita tidak punya waktu. Ayo./ Aish.

Nomor telepon./ Apa?

Telepon kakakmu atau entah siapapun dia.

Suruh dia menukar putriku denganmu.

Jika dia melepaskan putriku, aku juga akan melepaskanmu.

Kau boleh ambil uangnya. Ya?

Kau juga bisa menghabiskannya. Itu milikmu.

Telepon saja dia.

Aku tidak tahu, sungguh. Aku saja tidak ingat namaku.

Aku baru tahu aku punya kembaran saja hari ini.

Telepon dia, brengsek

Atau aku akan menembakmu duluan, lalu menembaknya setelah aku menemukannya.

Telepon dia sekarang.

Cepat telepon dia, brengsek! Cepat!

Hyungnim!

Hyungnim!

Hyung!

Kau tak boleh begini.

Hyungnim, tenanglah.

Hyungnim, jangan seperti ini.

Cepat sini kau!

Kau sudah temukan si brengsek itu?

Maafkan aku.

Maaf./ Ayo pergi.

Aku harus menangkapnya. Ayo cepat pergi.

Bukan aku. Sungguh bukan aku./ Cepat jalan.

Hyung Geun.

Ya?

Bawa mobilnya ke kantor polisi.

Ya, baiklah./ Kau naik mobilku saja.

Soo Ha, kau yang menyetir./ Baik.

Hyungnim, duduk di depan.

Kau pikir berpura-pura tidak tahu...

...dan tidak ingat apapun bisa membantu petugas polisi?

Aku sungguh tidak tahu.

Aku tak punya ingatan./ Si brengsek ini.

Kau sudah gila?

Mau kubantu biar ingatanmu itu muncul?

Bisa gila aku!

Kau ini sudah gila apa?

Aku menerima catatan tulisannya "Jang Deuk Cheon" dan tiket bus.

Mereka menyuruhku naik bus ke Seoul, jadi aku naik.

Kupikir jika aku bertemu dengan Jang Deuk Cheon, dia akan memberitahuku.

Catatan itu ada di sakuku.

Jika kalian tak percaya, periksa saja. Periksa apa itu memang benar.

Periksa sakunya.

Jika kau berbohong, kau tidak akan lolos begitu saja.

Memang ada.

Siapa yang memberi ini?

Hah?

Tampangnya seperti tunawisma.

Aku pasti mengenalinya jika aku melihatnya.

Tapi aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Sungguh.

Aku sungguh tidak tahu apa-apa.

Beres, 'kan? Sekarang kalian percaya aku, bukan?

Astaga. Hanya karena catatan ini?

Jadi, karena aku memeriksa catatan ini di sakumu...,

...kau juga harus memeriksa sesuatu untukku.

Menurutmu siapa orang ini? Siapa menurutmu?

Dia mirip kau, bukan?

Mirip, 'kan?

Tapi ini sketsa gabungan tersangka.

Kau mengerti yang kubicarakan ini?

Kapten melihatmu pada hari Soo Yeon diculik.

Sketsa ini digambar tepat berdasarkan pernyataannya.

Dan tanganmu ini. Tanganmu terluka seperti ini...

...sambil bertengkar dengannya, bukan?

Dengan kata lain...,

...kau penjahat yang menculik seorang putri petugas polisi!

Sekarang kau sudah mengerti? brengsek!

Bukan aku.

Ahjussi.

Sungguh bukan aku. Aku sungguh...

Hei.

Kau menyangkal sekali lagi, kubunuh kau disini.

Dasar.

Hei.

Hei, dimana Soo Yeon?

Jawab. Hanya itu cara kau bisa hidup. Mengerti?

Dimana Soo Yeon?

Dimana Soo Yeon sekarang? Brengsek.

Tak tahu. Aku juga tidak tahu.

Bukan begini.

Bukan aku!

Lepas.

Lepas!

Lepaskan dia!/ Kau brengsek.

Lepas! Lepaskan dia!

Tidak!

Hei, kau baik-baik saja?

Hei. Hei, mau kemana...

Hei, bangun.

Kembali kesini!

Hei, brengsek!

Ke mana lagi orang itu? Kemana dia?

Hei.

Hei!

Kau tak punya tempat tujuan, brengsek!

Kau tak bisa kemana-mana, brengsek.

Sini kau, brengsek.

Sini sekarang juga kecuali kau mau kepalamu kutembak.

Tembaklah.

Tembak saja!

Lagipula semua ini sudah membuatku gila.

Aku tidak akan pergi kemana-mana.

Aku tidak bisa pergi ke mana pun seperti ini!

Baiklah.

Katakan saja Soo Yeon berada dimana.

Maka aku akan mengabulkan permintaanmu.

Aku tidak ingat.

Aku sungguh tidak ingat apa-apa.

Katakan, brengsek.

Katakan!

Katakan Soo Yeon ada dimana.

Tidak ada yang mengizinkanmu mati, brengsek.

Kau sungguh tidak boleh mati sampai kau memberitahuku Soo Yeon ada dimana.

Sungguh bukan aku, Ahjussi.

Bukan aku. Sungguh.

Kalau seperti ini, lebih cantik.

Apa ini?

Kau main-main denganku? Hah?

Menurutmu ini mengasyikkan?

Dasar psiko kau.

Menurutmu ini mengasyikkan?

Kutanya apa ini mengasyikkan. Brengsek!

Brengsek.

Aku juga rasanya mau gila. Aku tidak ingat apa-apa.

Semua ingatanku hilang.

Satu-satunya hal yang kuingat...

...ialah waktu aku di Busan dua hari yang lalu.

Ketika aku terbangun...,

...aku berada di tempat yang mirip seperti kamar rumah sakit.

Kesadaranku terus menghilang..,

...dan esok paginya, tiba-tiba aku sudah ada di terminal bus.

Lalu seseorang memberiku tiket bus.

Setelah itu, aku naik bus yang menuju Seoul dan tiba di sini, Ahjussi.

Itu saja yang kuingat.

Hanya itu yang kuingat.

Aku sungguh tidak mengenal putrimu. Melihat putrimu saja, aku belum pernah.

Aku juga bukan kaki tangan.

Aku saja tidak melihat brengsek itu dua hari yang lalu!

Yang kutahu pasti...

...orang yang menculik putriku mirip persis seperti kau.

Kalian berdua itu mirip.

Inilah kesempatan terakhirmu.

Dimana Soo Yeon?

Kuhitung sampai tiga.

Satu.

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left