200 baris pertama.
SANG TUAN MUDA
Singa Emas milik perguruan ini
Dia takkan kemana-mana 'kan?
Karena tak ada yang bisa mengalahkan kita
Begitulah
Ayo kerja! jangan duduk saja
Aku bekerja koq!
Kerja gundulmu!
Atas, bawah, kiri, kanan...
Kiri, kanan, kiri, kiri, kanan...
Semua beres?
Beres guru!
Kostumnya sudah ada?
Belum, Bibi Har yang akan mengantarkan
Guru, Bibi Har datang
Maaf terlambat, Guru!
Selamat datang bibi
Halo semuanya! hai
Nah kostumnya sudah rampung
Ayo lekas dicoba!
Pastikan ukurannya cocok,
Jangan sampai tertukar
Pastikan semuanya kebagian
Ayo lekas!
Kakak Lung!
Baik aku datang!
Ini Kak! ini kostum mu!
Kakak?
Kakak, kau tak apa-apa?
Apa yang terjadi?
Bagaimana rasanya?
Kakiku sakit sekali!
Siapa yang menaruh ember disini
Ini pasti ulah Si Yatim
Aku?
Lekas, bantu aku berdiri
Bantu dia!
Ambilkan bangku!
Kejadian ini sangat tidak tepat
Kakak seharusnya yang memegang kepala singa
Pikirmu tanpa dia kita akan kalah?
Ada aku!
Aku juga bisa!
Ya aku tahu itu
Sepertinya kita butuh seorang pengganti
Aku? Aku tidak..
Siapa yang menunjukmu?
A Lung, bisa tidak?
A Lung tidak cukup cekatan
Kalau dia menolak, biar aku saja!
Tidak, kau tidak bisa...
Kalian berdua! Diam!
Lung penggantinya
Tuan-tuan, hadirin sekalian
Tahun ini telah membuat kita damai sejahtera
Maka sesuai dengan tradisi kita
Kita menciptakan simbol yang melambangkan perdamaian di tanah kita
Perguruan Jing Fung dan Perguruan Wai Yee
Akan bersaing memperebutkan simbol itu
Kita lihat siapa yang akan membawa simbol keberuntungan ditahun depan
Simbol apa namanya?
Sawi Hijau
Apa?
Kalau tidak salah, Simbol Sawi Hijau
Ini Simbol 8 Naga Melingkar
Gerakan kita gesit.
Mereka takkan menang
Ya mereka hebat!
Mereka punya tim yang baik tahun ini
Tehnik mereka berbeda tahun ini
A Lung kau siap?
Ya
Chan, kau pegang ekor
Semua siap?
Siap Guru
Bersiap tabuh genderang!
Aku pegang Singa Emas!
Aku Singa Hitam
Siap?
Siap Guru
Mulai!
Siapa Jagoanmu?
Aku pegang Singa Hitam
Tak mungkin menang
Tapi aku kaya jika menang!
Dasar gila!
Pasar taruhannya berapa?
Sepuluh banding satu untuk Hitam
Dua banding satu untuk Emas
Dua banding satu?
Tentu saja, semua juga tahu Emas akan menang
Gila saja kalau kunaikan taruhannya
Pergilah kalau hanya bertanya
Aku pegang Hitam
Antri disana
Apa! kau pegang hitam?
- Ya - Mari kutulis kuponmu sekarang
Terima kasih
Ayo, kamu bisa
Menurutmu bisa?
Akan kucoba!
Cobalah!
Angkat ekornya!
Mereka takkan bisa melompatinya
Lompat!
Baiklah! terus naik!
Ayo lekas naik!
Dorong terus, kakak!
A Chan! lepas sabukmu!
Baik!
A Chan! kau siap?
Siap!
Aku turun!
Ayo!
Kakak?
Kita bukan saudara! kalau kau sanggup, rebutlah!
Tapi...
Ayo!
Tarik aku!
Baik!
Jangan sampai lepas!
Kakak, kenapa lakukan ini? Ini pengkhianatan
Persetan, aku dibayar untuk menang!
Makanya aku lakukan ini
Kumohon jangan lakukan ini
Hati-hati, tahan dia
Diam! rebut hadiahnya
Lekas! rebut!
Rebut hadiahnya!
Yeah! kita menang!
Pulanglah!
Kita menang! kita berhasil!
Siapa yang pegang kepala?
Dia sungguh hebat
Sudah, jangan berdiri saja.
Ayo ambil Singa Emasnya
Yeah.
Sudah, bereskan semuanya
Jangan duduk saja
Pegang ini, aku ambil taruhanku
Gara-gara kamu, aku jadi kalah!
Dasar payah!
Kau jadi Singa Hitam, aku jadi Singa Emas!
Hitunglah, aku tak mau ada keluhan
Banyak uang banyak pula teman
Kita kerjasama lagi tahun depan
Nanti ada orang yang tahu
Kenapa kau tak ikuti saranku saja
Bergabung dan mengajarlah diperguruanku, bagaimana?
Akan kupertimbangkan
Guru, apa kita menang?
Gu...gu..guru
Kita memang kalah, jangan terulang lagi
Kembali latihan!
A Lung!
Kau bertanggung jawab atas kekalahan ini
Sebagai hukumanmu
Angkat meja 100 kali
Berikan sabunnya...
Aku masuk dulu!
Aku yang masuk duluan!
Kau rapikan ranjangku?
Memangnya aku pembantumu?
Oh, ayolah!
Ya jangan mimpi
Mengapa harus aku?
Turuti aku saja, ayolah!
Hai!
Lewat sana
Tenang aku tahu jalannya
Ini bukan kali pertama
Jangan keras-keras! Guru sedang dikamar.
Kalau kau malu dan takut gurumu akan tahu
Kenapa juga membawaku kemari?
Halo tampan ! aku lagi!
Kakak
Ada apa?
Apa maksudnya "lagi"?
Jangan banyak tanya!
Kakak, jangan lama-lama!
Itu urusanku, sekarang keluarlah!
Awas, guru sedang kemari
Guru!
Kau sedang apa?
Sejuk sekali disini
Sejuk?
Benar!
Mau membodohiku?
Tidak, tidak...
Pikirmu kau sedang apa?
Tidak ada!
Guru, takkan ku ulangi lagi!
Akan kupastikan
Jangan menindihku!
Kau!
Ini perguruan, bukan pelacuran. Keluar!
Aku juga mau pergi koq. buang waktu saja disini
Apa? belum pernah lihat perempuan?
A Lung, berikan sabukmu
Perguruan Wai Yee?
No comments yet. Be the first to leave one.