200 baris pertama.
Masuklah.
Apa kau pergi ke kuil?
Benar.
Kau tidak terlihat sehat. Apa yang terjadi?
Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?
Apakah kau sungguh berencana untuk meninggalkan tempat ini?
Akankah kau meninggalkan segalanya dan semua orang untuk pergi ke wanita itu?
Kehidupan yang lebih baik baru saja terbuka untukmu di sini.
Kau akhirnya telah memenuhi keinginan ayahmu.
Kau adalah satu-satunya penerus keluargamu, bagaimana kau bisa memiliki pikiran semacam itu?
Aku tidak mengharapkan hasil yang seperti ini,
atau menerima jimat dari guru untuk digunakan seperti ini.
Aku memberimu jimat untuk keselamatanmu, bukan agar dirimu merelakan segalanya demi seorang wanita.
Dan jimatnya... Kalau jimatnya digunakan untuk keinginan egois, akan membawa kesialan.
Bagaimana kau bisa membuat keputusan seperti itu?
Ini pertama kalinya aku melihatmu sebingung ini.
Aku tidak siap untuk mendengar ini sekarang, tapi karena kau mencurahkan keluhanmu,
Aku prihatin.
Ayo bicarakan satu per satu.
Kau bilang jimatnya akan menjadi kutukan. Apa maksudmu?
Bagus. Playboy menelepon Wanita Tercantik Sedunia.
Halo? Playboy?
Bagaimana kabarmu?
Baiklah, ponselnya sudah siap.
Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan siang. Aku juga belum makan.
Ada apa?
Aku tidak membeli ini dengan uangku. Ini uangnya.
Kau lihat bukan, seberapa banyak uang yang dia miliki.
Aku hanya berbelanja atas namanya. Mewakili untuk membeli.
Wow. Penampilan yang menakjubkan.
Kau mengekspresikan setiap perasaan hanya dengan mendecakkan lidahmu.
Kejengkelan. Kemarahan. Kekesalan.
Mengesankan.
Aku tidak bisa berkata-kata.
Sebelum pergi ke lokasi syuting, ayo berhenti di agen perumahan.
Kenapa?
Untuk mencari apartemen. Suatu tempat di bawah Namsan dengan pemandangan bagus.
Dia sungguh membuatmu melakukan segalanya, itu...
Jika dia ingin membeli rumah, harusnya dia yang mencarinya. Kenapa memintamu melakukannya?
Dia tidak bisa melihat apa yang bagus.
Aigoo. Pria yang bahkan tidak bisa mencari rumah untuk dibeli... (Aigoo - ya ampun, ya tuhan)
Kenapa kau mengencaninya?
Dia punya banyak uang.
Lihatlah. Pria kesukaanmu adalah yang mempunyai banyak uang,
jadi kenapa kau bersikap seperti ini?
Kau bilang hanya pria dengan banyak uang boleh,
Hei. Dia pun mungkin punya lebih banyak daripada Han Dong Min.
Sejak dia pun tidak tahu seberapa besar warisannya.
Orang kaya sungguhan adalah seseorang yang tidak tahu dengan pasti berapa banyak kekayaan yang mereka punya.
Kau bilang begitu, ingat.
Sejak aku berbelanja untuknya, aku harus mengambil ini sebagai uang jasa.
Ini hanya akan senilai sebungkus permen karet untuknya.
Ayo makan sesuatu yang enak. Aku yang traktir.
Ah, benar-benar...
Apa kau senang?
Dong Min menyemprotkan air padamu. Kau kehilangan semua kontrak iklanmu.
Kau diperlakukan dengan buruk di lokasi. Kau disebut sebagai pembuat skandal.
Dan kau masih senang? Apa kau benar-benar senang?
Ya, aku senang.
Gadis busuk. Setidaknya kau senang.
Apa yang akan kita lakukan kalau kau begitu bodoh? Walaupun yang lain tidak, setidaknya kau bahagia.
Itu benar, kau melakukan dengan baik.
Walaupun cinta tidak bisa meletakkan nasi di atas meja, uang bisa.
Setidaknya dia mempunyai uang.
Ini sialnya sangat beruntung.
Saat aku menerima jimat, ada sesuatu yang dikatakan guru besar.
Siapa gadis itu? Kelihatannya dia datang setiap hari.
Dia adalah seorang gisaeng. Di rumah Seryeong.
Gisaeng... keinginan apa yang dimiliki gisaeng itu sehingga dia begitu bersungguh-sungguh berdoa dan dengan begitu setia?
Dia punya keyakinan yang sangat dalam tentang belas kasih Buddha.
Apa yang sungguh-sungguh kau inginkan?
Sepertinya gisaeng pun tidak berbeda dengan biksu.
Selalu memisahkan diri dari hal-hal duniawi, keinginan apa yang begitu dalam sampai setiap hari kau terjaga sepanjang malam?
Aku bertanya karena kayakinanmu pada Buddha begitu patut dicontoh sehingga aku ingin membantumu.
Orang ini memiliki kepandaian yang unggul, dan punya tujuan yang ingin dia capai.
Apa yang kau doakan untuk orang ini?
Aku mendoakan untuk keselamatan dan kebahagiaannya.
Namun sayangnya...
Karena dia ditakdirkan untuk menghadapi kesulitan tiada akhir, akan sulit untuk mempertahankan hidupnya di dunia ini.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Sebuah jimat bisa menjadi kutukan dan juga keuntungan, jadi seseorang harus menggunakannya dengan hati-hati.
Hanya karena aku telah menulisnya, bukan berarti akan berperan menurut keinginanku. Jimat itu diisi dengan ketulusanmu tapi tidak bisa dikontrol oleh keinginanmu.
Walaupun jimat itu miliknya, jimat itu juga tidak bisa dikontrol oleh keinginannya.
Jika dia berpegang pada keinginan yang lain, jimat itu bisa membawa kesialan besar.
Dia dengan jelas mengatakan kalau itu bisa menjadi kutukan.
Tulisan guru di jimat, dan aku memberikannya padamu adalah dengan keinginan untuk mempertahankan hidupmu.
Tapi sekarang, kalau kau menggunakannya untuk keinginanmu sendiri pergi ke tempat itu,
bukankah itu bertentangan dengan keinginan asli saat jimat itu dibuat?
Bukankah itu keinginan egois yang guru besar bicarakan?
Tidak pernah ada satu kali pun, Tuanku, saat aku tidak mendoakan untuk kebahagiaanmu.
Namun, aku tidak pernah berpikir kalau kebahagiaan Tuanku akan berarti menghilang dari hadapan kami selamanya.
Siapa kau?
Aku datang dari Biro Investigasi Istana. Untuk Administrator Kim Boong Do...
Masalah apa?
Ini pesan yang dikirim oleh Petugas Yoon Sung Moon dari Biro Investigasi Istana.
Sesuai dengan informasi yang anda sediakan, kami telah membuat pengumuman menjelaskan ciri-ciri pria bernama Ja Soo,
dan kami segera menjalankan prosedur pada semua orang yang muncul.
Tapi pencarian tidak berhasil, jadi kami meminta bantuan anda.
Juga, ini bukan masalah resmi, tapi ada sedikit masalah kemarin malam.
Masalah...
Beberapa hari yang lalu, Ratu pergi mengunjungi ibunya. Kemarin malam...
Siapa kau?
Pembunuh!
Di luar, mereka menanyakan keselamatan anda.
Tidak terjadi apa-apa di sini. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Untungnya keselamatan Ratu tidak terancam.
Bagaimana bisa insiden seperti ini masih terjadi?
Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan fraksi pemberontak!
Panggil semua pengawal kerajaan! Tangkap sisa-sisa fraksi pemberontak,
dan selidiki siapa saja yang bersekongkol dalam hal ini.
Interogasi para kriminal lagi!
Raja sangat marah. Karena itu beliau ingin menemui anda.
Bukankah hanya anda yang dapat mengenali pimpinan pengkhianat?
Tapi mengapa mereka melakukan sesuatu yang sebodoh itu?
Itu tidak bisa dipastikan. Ini jalan buntu. Dan masalah ini tidak bisa dimengerti.
Kami megambarnya menurut informasi yang anda berikan. Apa terlihat sama?
Tidak ada kesalahan pada ciri-ciri umum, tapi bentuk mulutnya sangat berbeda.
Begitukah? Lalu bisakah anda lebih lengkap, menjelaskannya kepada kami?
Ini akan menjadi sederhana kalau kita mengambil foto saja.
Maaf? Apa yang baru anda katakan?
Bukan apa-apa. Apakah orang yang menyusup ke kediaman ibu Ratu mirip dengannya?
Mereka hanya bisa melihat punggungnya. Namun, kelihatannya bukan orang yang sama.
Dia sangat tinggi, dan memakai jubah bangsawan.
Jubah bangsawan...
Pembunuh!
Pembunuh!
Kejar mereka! Mereka ada di atap.
Administrator! Dia pergi ke mana?
- Kau tidak melihatnya? Dia menghilang. - Apa katamu?
Aku melihatnya juga. Dia menghilang sebelum panah mengenainya...
Benar. Dia baru saja di sini dan kemudian menghilang!
Apa itu masuk akal?
Temukan dia! Dia pasti ada di suatu tempat di sini.
Baik.
- Apa itu? - Mana kameranya?
Dia tampan.
Kapan akan ditayangkan?
Dia sangat tinggi.
Di siang bolong di tengah-tengah jalan...
Percobaan pembunuhan di depan petugas Biro Investigasi Istana.
Pembunuh!
Itu pasti sebuah jebakan.
Ini perbuatan orang yang tahu keberadaan dan kekuatan jimat.
Sesuai dugaan, pasti perbuatan Ja soo.
Kejadian dimanipulasi oleh strategi Min Am dari balik layar.
Licik. Strategi Min Am.
Jika kau memberikan perintah, walaupun nyawaku taruhannya...
aku akan menyusup ke kediaman Kim Boong Do untuk mengambil jimatnya
dan melenyapkannya.
Tidak, tidak perlu.
Kalau itu disebut "kehidupan setelah kematian,"
bukankah itu berhubungan dengan "kematian setelah kehidupan" pada akhirnya?
Maaf?
Jimatnya melindungi hidupnya.
Begitu juga, semuanya
bisa diakhiri dengan jimat itu.
Namun, tidak terlihat seperti pria yang sama.
Dia sangat tinggi, dan memakai jubah bangsawan.
Jubah bangsawan...
Bukankah kita tahu kalau dia pernah berada di kediaman pribadi Ratu?
Hari itu... aku yakin kalau pada hari itu dia mengunjungi kediaman Ratu sebelum datang ke rumahku.
Tapi tidak ada bukti untuk membuktikannya.
Itu benar.
Namun sekarang, bukti telah muncul.
Yang harus kita lakukan adalah menciptakan kembali kejadian hari itu.
Apa maksudmu dengan "menciptakan kembali"?
Bagaimana menurutmu Raja, dengan harga dirinya yang kuat, akan menjadi yang paling tidak bisa mentolerir?
Satu hal di mana dia tidak akan bisa tahan.
Tidak membunuh Ratunya yang terpercaya dan Kim Boong Do dengan tangannya sendiri.
Fitnah.=-
=Fitnah - rumor kotor dan buruk=-
Itu fitnah.
Itu fitnah.
Aku tidak yakin kalau kau bisa membaca ini.
Tuan Kim Boong Do, sekarang kau bisa berhenti menjadi pencuri.
Perlengkapi dengan benar selama kau melakukan perjalanan.
Wanita Tercantik Sedunia.
Kau mau pergi ke mana?
- Tolong antar aku ke perpustakaan. - Perpustakaan... Perpustakaan mana?
Penumpang, perpustakaan mana yang kau bicarakan?
Yang terdekat.
Yang terdekat... Perpustakaan nasional di dekat sini. Kita ke sana saja?
Baiklah.
Baik.
Ah, benar-benar...
Penumpang, jalanannya sangat padat di sini.
Apa kau bisa turun di sini? Hanya tinggal sekitar 50 meter lagi.
Penumpang? Penumpang? Permisi, penumpang...
Ya ampun, apa yang terjadi...
Hei ajussi! Ajussi!
Ya ampun... Ajussi.
Yang Mulia, itu masalah pribadi selir. Itu bukan sesuatu yang harus anda pikirkan.
Maaf? Yang Mulia, apa maksud anda aku sedang cemburu?
Bagaimana bisa dia berbohong tentang penyakitnya? Aku hanya memberinya pelajaran.
Bagaimana ini dibilang cemburu?
Sudah cukup. Tidak lagi aku akan memusingkan diriku dengan masalah menyangkut Selir Bangsawan Istana.
Apa yang mereka lakukan? Kenapa asisten sutradara memakai jubah Raja?
Itu karena Han Dong Min menolak untuk syuting bersama Choi Hee Jin.
Mereka syuting secara terpisah.
- Itu sungguh seperti Han Dong Min. Sangat seperti Han Dong Min. - Yang Mulia,
No comments yet. Be the first to leave one.