Informasi rilis

Queen In Hyuns Man E10 450P ok
Komentar oleh joelzr
Resync to 450P sub by : lordcadaz @IDWS

Tag

other
Diterbitkan pada: 2015-01-28
Unduhan: 42
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Yang Mulia, Petugas Gim Bung Do dari Kantor Penasehat Khusus ada disini untuk berdiskusi denganmu.

Masuk.

Yang Mulia. Pelayanmu, Gim Bung Do, sudah datang untuk menunjukkan rasa hormatnya. Umur panjang sang Raja.

Ada apa dengan penampilanmu?

Apa kau memang sengaja kelihatan tidak sehat untuk menghukumku karena penderitaan yang sudah kau lewati?

Pelayanmu sama sekali tidak menderita, Yang Mulia.

Tolong jangan khawatirkan aku.

Petugas Gim mengalami sakit dan hilang ingatan, Yang Mulia.

Jadi itu bukan hanya rumor? Apa kau benar-benar hilang ingatan?

Kurasa aku tidak bisa mengingat apa-apa yang terjadi selama 2 bulan terakhir.

Sayang sekali, tapi aku senang itu terjadi.

Aku masih khawatir bagaimana menghadapimu.

Apa seharusnya aku berpura-pura sakit dan tidak menemuimu sama sekali? Itu sangat mengkhawatirkan.

Kau sudah melewati masa-masa sulit.

Tapi sekarang, semuanya sudah seperti sedia kala.

Bagaimana aku bisa membalas utangku kepadamu?

Kau terlalu baik, Yang Mulia.

Aku pergi untuk menebus dosa-dosaku dengan menjadi mak comblang.

Putri ketiga Perdana Menteri dikenal sebagai seorang gadis dengan kecantikan langka.

Maksudmu, Perdana Menteri?

Aku merasa terhormat untuk memenuhi permintaanmu Yang Mulia.

Yang Mulia.

Perjodohan dengannya harus menebus dosa-dosaku,

jadi, dia pasti sangat cantik.

Kita tidak boleh membiarkan Bung Do menderita lagi.

Raja sudah memberikan sebuah pernikahan kepada Gim Bung Do yang sudah kembali dari pengasingan,

sebuah pernikahan dengan Putri ketiga Perdana Menteri?

Kecantikannya bukanlah kecantikan yang turun dari surga,

tapi dialah yang paling elok diantara 3 putri.

Raja bilang ini adalah sesuatu yang membahagiakan.

Americano atau cappucino?

Cappucino.

Apa ini? Kenapa butuh waktu lama sekali untuk syuting Scene 15?

Sudah hampir subuh disini.

Sungguh...

- Ada apa? - Apa?

- Apa suasana hatimu tidak baik lagi? - Tidak.

Kau juga, kan?

Ini, lagi?

- Apa yang kau lihat? - Bukan apa-apa.

Apa ada sesuatu di papan pengumuman?

Apa ini?

Kau masih membaca barang ini?

Sesi konselingmu sudah selesai.

Aku hanya mempelajari sejarah.

Belajar? Kau hanya mencari orang yang bernama Gim Bung Do itu setiap hari.

Seperti sekarang. Kau lihat... Gim Bung Do.

Bagaimana? Apa kau mendapatkannya hari ini?

Jadi apa yang Gim Bung Do lakukan sekarang?

Ada apa hari ini, sampai-sampai kau kelihatannya sudah ingin mati?

Suk Jong ingin menjadi mak comblang.

Apa?

Sebuah perjodohan dengan putri Perdana Menteri. Dikatakan merupakan sebuah kecantikan yang langka.

Dia harus melakukan apa yang Raja katakan dan menikah, kan?

Kalau tidak, itu merupakan pengkhianatan.

Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu begitu Bung Do masuk ke dalam istana, Raja akan melakukan ini.

Dia pasti sangat bahagia.

Kalau dia menjadi menantu Perdana Menteri, statusnya akan meningkat.

Aku tahu. Ini mimpi. Semuanya mimpi.

Aku tahu itu mimpi.

Jadi kau bahkan jangan berpikir untuk mengirimku ke psikiatri lagi.

Meskipun ini mimpi, ini tetap membuatku marah!

Hanya karena ini tidak nyata, aku tidak boleh merasakannya secara emosional?

Kita membaca novel dan menonton drama, dan bahkan tahu kalau itu adalah fiksi,

tapi kita masih bisa merasakannya secara emosional, kan?

Semuanya begitu untukku.

Jadi jangan tatap aku dengan pandangan seperti itu.

Baiklah, aku tahu

Jadi apa Gim Bung Domu menikahi putri Perdana Menteri?

Tidak ada catatannya.

Kalau begitu, mungkin mereka tidak pernah menikah.

Dia mungkin tidak bisa melupakanmu, dan hidup sebagai bujangan.

Seorang pernikahan dengan wanita biasa mungkin tidak muncul di sejarah.

Kenapa aku peduli kalau dia benar-benar menikah atau tidak?

Aku tahu itu mimpi. Sungguh.

Aku sungguh berharap ini bukan mimpi.

Aku tahu. Aku sangat mengerti. Aku orang yang realistis.

Scene 17 akan segera dimulai. Tolong datang siap-siap.

Iya.

Ayo keluar.

Pengkhianat.

Yang Mulai, Ratu!

Sudah agak lama. Kudengar kau terluka.

Aku sudah pulih sepenuhnya. Jangan khawatir, Nyonya.

Syukurlah. Musuhmu benar-benar keras kepala, iya?

Mereka jauh-jauh ke Jeju hanya untuk melukaimu, kan?

Aku begitu bahagia bisa melihatmu, Yang Mulia, sehat dan hidup dengan baik diistana.

Ini adalah rasa terima kasih karena dedikasimu.

Waktu itu aku jauh, Nyonya, dan hanya melakukan sedikit.

Bagaimana bisa kau menjadi utangku?

Aku merasa lega ketika semua orang bahagia,

tapi setiap kali aku memikirkan perasaan Permaisuri Kerajaan, aku tidak bisa tidur.

Berapa orang yang sudah terluka karena aku?

Kalau orang bertindak, bukannya selalau ada akibat?

Kau hanya kembali ke posisimu semula, Nyonya. Harusnya tidak ada yang bersalah.

Kepada ratusan bahkan ribuan orang, ini adalah sesuatu yang harus dirayakan.

Tinggalkan kami sebentar.

Nyonya? Iya.

Aku sudah menunggumu untuk kembali.

Kenapa itu, Nyonya?

Penyerangan mengerikan tadi malam... Aku sangat ketakutan.

Bahkan sekarang, itu terus membuatku terbangun setiap malam. Aku bahkan tidak bisa mengatakan masalah ini kepadamu Raja.

Aku khawatir sendiri,

dan takut kalau ini akan melukaimu.

Apa aku sudah mengatakan sesuatu yang harusnya tidak dikatakan?

Yang Mulia, maafkan aku, aku tidak mengerti apa yang kau katakan.

Yang Mulai sudah tiba!

Ini adalah salahku. Aku tidak akan mengatakannya lagi.

Kuharap yang Mulia tidak tahu masalah ini.

Yang Mulia.

Aku tidak mengira kau menemui Bung Do. Apa yang kalian bicarakan?

Aku hanya membuatnya merasa nyaman setelah mendengar kabar bahwa dia ternyata lolos dari kematian.

Iya. Tapi apa kau sudah dengar bahwa aku harus menebus rasa bersalahku dengan mengurus pernikahan untuknya/

Apa itu benar?

Bagaimana menurutmu, pernikahan antara dia dan putri ketiga Perdana Menteri?

Perdana Menteri bicara tinggi tentang kecantikan putrinya.

Kenapa kau tidak menjawab? Apa kau tidak ingin menikah?

Yang Mulia... tidak perlu terburu-buru.

Kenapa bisa tidak terburu-buru?

Kalau Yi Sang Gung masih hidup, apa kau pikir mereka tidak akan menganggapmu tidak berbakti?

Aku juga merasa tidak perlu terburu-buru, Yang Mulia, apakah ini tidak terlalu dini?

Begitu? Apa aku semangat lagi?

Bukankah ini hari pertamanya dia kembali masuk ke istana?

Kalau begitu aku akan lakukan apa yang dikatakan Ratuku.

Bukankah aku sudah berjanji untuk mendengarkan kata-katamu dengan baik?

Masih belum melihatnya? Terus mencari.

Coba cek lebih jauh ke dalam.

Tidak ada apa-apa, aku sudah mencari disini.

Tidak ada apa-apa disini. Ayo kita ke tempat lain untuk mencari.

Carilah dengan teliti.

Jimat itu sangat kecil.

Kalau kita tidak mencari dengan baik, itu tidak akan pernah ditemukan, mengerti?

Kau sudah kembali, Yang Mulia.

Apa kau sudah menemukannya?

Belum ada. Kami sudah mencari kemana-mana. Ruangan dalam adalah yang terakhir.

Tapi bagaimana mungkin kalau itu ada disini?

Apa kau sudah mengirim orang-orang ke kuil?

Iya. Tapi master akan kembali setengah bulan lagi.

Kalau begitu, kita harus mengirimkan pesan darurat ke Jeju. Cepat pergi ambil seorang kurir.

Ke Jeju? Tapi itu akan membutuhkan waktu cukup lama.

Tidak ada cara lain, kan?

Aku ingin bertanya satu hal, entah itu masuk akal atau tidak.

Apa yang kau ingin katakan, apakah itu masuk akal atau tidak?

Apa ada wanita lain yang boleh memakai perlengkapan Ratu?

Menurutmu siapa yang mungkin?

Apa?

Seorang wanit ayang mengenakan perlengkapan Ratu tentu saja Ratu.

Bagaimana kalau itu bukan Ratu?

Kalau itu bukan Ratu,

siapa yang berani mengenakan perlengkapan Ratu?

Itu adalah pengkhianatan. Apa mereka ingin dihukum sampai mati?

Tidak mungkin begitu, kan?

Kenapa kau bertanya kepadaku dimana seharusnya kau lebih tahu?

Aku bertanya karena aku berharap itu bukan Ratu?

Apa? Kenapa kau berkata seperti itu?

Han Dong. Apa yang sudah kulakukan beberpaa bulan terakhir?

Apa?

Sebenarnya apa yang kulakukan? Apa aku benar-benar salah minum obat?

Ah, kau bilang kau belum pernah mendengar ungkapan itu sebelumnya.

Aku pasti benar-benar sudah minum obat yang salah.

Yang Mulia, kau kelihatan lelah sekali. Apa kau ingin kuambilkan air madu?

Tidak apa-apa.

Meskipun begitu, tetap saja lebih baik untuk merebus beberapa obat.

Kejadian malam itu.

Aku ketukan dan gemetaran,

meskipun sekarang aku gemetara dan tidak bisa tidur karena memikirkannya.

Aku bahkan tidak bisa memberitahu masalah ini kepada Raja.

Selalu mengkhawatirkan diriku sendiri, dan takut kalau itu akan melukaimu.

Apa aku sudah mengatakan sesuatu yang harusnya tidak kukatakan?

Benar sesuatu yang berbahaya untuk dilakukan.

Hui Jin!

Nanti kalau kita syuting, kita harus ingat untuk membawa kulkas kecil.

Ini sudah tumpah. Semuanya.

Kita mau kemana?

Aku perlu ke super mart.

Aku capek makan kimbap. Kita buat beberapa hidangan untuk makan malam.

Kau mau makan apa?

Apapun? Terserah kau.

Okay.

Ini aku. In aku.

Inu aku.

Kukira kau adalah maling.

Jadi kau memakai headphone. Bahkan aku kaget.

Kapan kau kemari?

Barusan...

Aku menyuruh orang untuk beli makan malam. Ayo kita makan disini, udaranya bagus.

Okay, aku tahu.

Tunggu sebentar, kau berteriak karena kau kira aku maling?

Atau karena kau tahu itu aku makanya kau berteriak?

Tidak.

Tapi rasanya tidak begitu.

Kau lari karena kau melihat wajahku, kan?

Tidak mungkin.

Rasanya itu tidak mungkin. Lihat ini.. Kenapa? kau akan lari?

Siapa?

Jangan coba-coba kau lari.

Orang lain akan lihat, ini diluar rumah.

Orang-orang akan mengambil foto.

Kau selalu menghindari kontak mataku. Lihat aku.

Aku melihat sekarang.

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left