マイマイ新子と千年の魔法
200 baris pertama.
Alih bahasa: Why_Hyde Member of IDFL.US Subscrew
Mitsuko-chan, ibu berangkat.
Haaah?!
Tunggu aku!
Kita juga berangkat. Ayo, cepat.
Bagaimana? Tidak apa-apa?
Apa bisa diperbaiki?
Kalau musim semi, si "Kojiro Hijau" sangat berisik.
Musim panas lalu, si "Kojiro Hijau"...
Bagus
Selesai. Coba kau naik.
Baik.
Musim panas lalu,
ketika aku terjatuh dari tempat tidur ayunan akar yang kakek buat,
Aku melihat si "Kojiro Hijau" dari dalam air.
Senang rasanya, aku satu-satu orang yang bisa melihatnya.
Shinko.
Hmm?
Bagaimana menurutmu?
Eh?
Kau tahu, aliran sungai
...tidak bisa berbelok ke belokan kanan dengan tajam.
Aku tidak tahu kenapa begitu.
Tapi, bukannya dari dulu memang begitu, kan?
Menurutmu sudah berapa lama?
Dulu kakek adalah seorang guru.
Shinko.
Asal kau tahu, sudah seribu tahun seperti itu.
Seribu tahun?
Ladang ini,
dari dahulu adalah ladang gandum...
seribu tahun yang lalu...
Kalau penyakit asma kakek kambuh, sedikit merepotkan.
Tapi, Kakek selalu menceritakan kisah yang menarik.
Mai Mai Shinko dan
Keajaiban Seribu Tahun
Rating: Remaja
Kakak bodoh!
Ah, kenapa, Mitsuko-chan?
Tangan Kewpie-san rusak!
Aduh, kenapa dia melakukan itu?
Ratusan tahun lalu, ladang gandum ini
adalah bagian dari ibu kota.
Jadi jalur aliran sungai ini pun dari dulu sudah seperti ini.
Negara Suou.
Wilayah ini dulu di kenal dengan nama, negara Suou.
Dan sungai berbelok ke arah kanan adalah...
Oh, motor model baru.
Aliran sungai itu bersampingan dengan aliran parit yang mengalir di sepanjang jalan ini.
Hei, apa sepedamu rusak?
Iya, benar.
Ku beritahu, daripada kau mengeluh dan marah karena sepeda itu, lebih baik kau...
Dari dulu, jalan yang selalu digunakan Yoshimura-san dan Eijima-san bertengkar...
memiliki banyak hal yang menarik:
Hal-hal menarik yang kakek ceritakan padaku.
Terima kasih, kakek.
Ibu lihat Shinko?
Tidak.
Dasar, roti kukus untuk kakek juga hilang.
Shinko!
Shinko!
Kau dimana?!
Kau ada disitu, kan?!
Kalau kau yang mengambil roti itu, bilang saja!
Shinko! Shinko!
Ah, tidak dengar!
Nanti aku beri kau nasi.
Seribu tahun lalu, ibukota...
Shinko!
seperti apa, ya?
Seperti itu.
Sebelah sini?
Shinko!
Ayo, cepat kemari!
Tempat ini sangat damai.
Kapal dari ibukota sebentar lagi akan tiba.
Kita harus segera mempersiapkan penyambutan.
Betul juga! Tuan putri dari ibukota akan datang.
Turunkan layar!
Ah, itu.
Untuk pertama kalinya, aku, Kiyohara dari Motosuke, menjadi gubernur pulau itu,
pada usia yang ke-67 tahun.
Nagiko, keluarlah.
Ayo kita lihat pemandangan ini.
Hei! jangan main-main di ladang!
Ternyata kau lagi! Hei!
Sudah berkali-kali aku bilang... Hei, kau dengar tidak?!
Ah, Tuan putrinya sebentar lagi tiba.
STASIUN MITAJIRI
Kita sampai, Kiiko.
Hmm...
Ah... maaf, apakah anda Dokter Shimazu?
Salam kenal, aku Fujiwara dari bagian personalia.
Ah, salam kenal.
Anda telah melakukan perjalanan jauh dari Tokyo, Anda pasti lelah, kan?
Silakah, ini kartu nama saya.
Apa itu putri anda?
Iya.
Seperti yang anda lihat, ini adalah jalan utama.
Dibandingkan Tokyo, ini cuma kota kecil.
Kalau anda hanya tinggal sebentar, tidak banyak yang bisa anda lihat.
Tapi, di sini banyak kuda dan sapi...
dan dimana-mana ada ladang gandum.
Sangat berbeda dengan Tokyo, kan?
Bodoh, bodoh, bo-doh.
Kau tidak boleh berkata begitu.
Walaupun dia pantas dimarahi, dia itu tetap kakakmu.
Orang bilang perang telah berlalu sepuluh tahun,
tapi masih terasa seperti hebusan angin keras...
karena itu masih bagian dari sejarah seribu tahun.
Benar sekali, Kakek.
Ini, obat kakek.
Kemarin ayah tidak pulang lagi, ya?
Ayah bilang, dia sedang sibuk.
Ayo, Shinko, cepat makan sarapanmu.
Ah, Aku telat, aku telat.
Gara-gara "mai mai" ini.
Cepatnya.
Aku tidak akan kalah!
Bau!
Bau! Bau!
Bau.
Bau apa ini?
Bau!
Bau?
Bau apa ini?!
Menurutku ini baunya enak.
Baunya berasal dari anak pindahan.
Kenapa dia memakai bau seperti itu?
Aku tidak tahu.
Bukankah itu gincu? Apa yang lain ada yang pakai gincu.
Dia terpengaruh budaya orang asing.
Rasanya, ada yang salah.
Dengar, Kelas 3-3, Istri pak guru Harada melahirkan tadi malam.
Bayinya sudah lahir?
Iya, jadi jam pertama kalian belajar sendiri.
Perempuan?
Yoshioka-san, kau pintar mewarnai, ya?
Tidak juga.
Hei!
Menurut kalian, kira-kira bayinya namanya siapa?
Kalau pak guru, sepertinya akan memberi nama Chibari atau Chieri, ya?
Apa kemarin kalian mendengar radio?
Jam enam?
Iya, dengar, dengar.
Haa, hebat!
Pensil warnanya!
Hei, pensil warna yang barusan kau gunakan
Hei, semuanya ada berapa warna?
Aku belum pernah melihatnya.
Ada apa, sih?
Abaikan saja.
Dua, empat, enam, delapan, sepuluh, duabelas, empatbelas...
Hebat, semuanya 26 warna!
Ada warna yang belum pernah aku lihat!
Hei, apa ini barang dari luar negeri?
Ada banyak warna hijau dan merah yang berbeda.
Apa semuanya sedang belajar, Kelas 3-3?
Itu Tatsuyoshi murid kelas lima, kan?
Dia bolos lagi.
Abaikan saja.
Boleh aku pinjam warna ini?
Aku mau mewarnai laut daerah Seto dengan warna ini.
Warnanya bagus,
tapi kau...
Ah, patah juga!
Sudah hentikan.
Eh?
Kembalikan! Kembalikan!
Ah, bahaya, bahaya!
Hei, bahaya tahu!
Gaun ini cantik, kan?
Oh, apa kau baik-baik saja?
Hei! Apa yang kau lakukan pada anak baru itu?
Ah, pak guru Hanada!
Ayah Hanada~
Ayah~
Hei, kalian ini benar-benar...
Hei, awas.
Shimazu Kiiko-san...
Kenapa? Cuma Shigeru yang dihukum.
Aku juga tidak tahu?
Kau tidak tahu? Kau tahu...
Maaf.
Ah, hei!
Dengar!
Kau aneh.
Di sini banyak industri rumah tangga.
Aku tidak tahu ada tempat seperti ini...
di tanah ini.
Pertunjukan gambar!
Pertunjukan gambar!
Ayo!
Pertunjukan gambar!
Kita pulang!
Kau jalan duluan saja.
Ah, bagus, bagus!
Oh, bagus, bagus!
Aku tahu! kau ingin di garuk, kan?
Bagus, bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.