Samurai II: Duel at Ichijoji Temple (Zoku Miyamoto Musashi: Ichijôji no kettô)

Samurai II: Duel at Ichijoji Temple (Zoku Miyamoto Musashi: Ichijôji no kettô)

続宮本武蔵 一乗寺の決闘

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Miyamoto Musa II - Ijôji no kettô 1955
Komentar oleh Soelima
Resync dari iamklopers, ga tau versinya, mangga di coba. cari film di iwannawatch, streaming.

Tag

other
Diterbitkan pada: 2015-09-15
Unduhan: 66
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Original Subtitle Oleh DietcH

TOHO CO LTD, JAPAN MCMLV

SAMURAI II PERTARUNGAN DI KUIL ICHIJOJI

Diproduksi oleh KAZUO TAKIMURA

ADAPTASI HIDEJI HOJO DARI NOVEL MUSASHI OLEH EIJI YOSHIKAWA

SKENARIO OLEH TOKUHEI WAKAO dan HIROSHI INAGAKI

SINEMATOGRAFI Juni Yasumoto

DIREKSI SENI Makoto Sono dan Kisaku Ito

SUARA Choshichiro Mikami

PENCAHAYAAN Shigeru Mori

MUSIK Ikuma Dan

CAST

Musashi Miyamoto - Toshiro Mifune

Kojiro Sasaki - Koji Tsuruta

Otsu - Kaoru Yachigusa

Akemi - Mariko Okada Nona Yoshino - Michiyo Kogure

Oko - Mitsuko Mito Seijuro Yoshioka - Akihiko Hirata

Toji - Daisuke Kato Takuan - Kuroemon Onoe

Matahachi - Sachio Sakai Denshichiro Yoshioka - YU Fujiki

Osugi - Eiko Miyoshi Baiken - Eijiro Tono

Jotaro - Kenjin Iida Gonroku - Akira Tani

Koetsu Honami - KO Mihashi Nikkan - Kokuten Kodo

Disutradarai oleh Hiroshi Inagaki

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Ada pertarungan disini. Pergilah. Disini berbahaya.

Kau Musashi Miyamoto, kan?

Bagaimana kau tahu?

Kau akan bertarung dengan Old Baiken.

Aku harus melihatnya.

Pergilah.

Aku tinggal di sini. Kau saja yang pergi.

Baiklah. Kalau begitu tetap di tempatmu sekarang.

Dia datang!

- Musashi? - Baiken.

- Siap? - Kau akan kalah!

Aku serang!

Maksudmu pedangku lemah?

Pasti.

- Kau belum mendekati sempurna. - Tapi aku mengalahkan Baiken.

Kau mungkin sudah mengalahkannya dengan pedangmu,

tapi kau kehilangan semangat pedangnya.

Tapi aku menang dengan pedangku.

Aku bahkan tidak terluka.

Aku akan tunjukkan.

Kau sepertinya begitu percaya dengan keahlianmu.

Kalau begitu, biar aku bertanya.

Kenapa kau melompat ketika kau melihat topeng setan itu?

Apa jawabanmu?

Kau memang kuat.

Tapi pikiranmu tidak tenang.

Itu artinya kau bisa menang,

tapi kau belum seorang samurai sejati.

Kau hanya cuman seorang pria kuat saja.

Maha Guru, siapa kau?

Ajari aku lagi.

Aku hanya bisa memberitahumu ini.

Kau terlalu kuat.

Mengertilah, Musashi?

Sebilah pedang berarti pikiran yang tenang.

Ingatlah, manusia tidak bisa terus kuat selamanya.

Kau terlalu kuat. Begitu kuat.

Menyerahlah. Kau tidak bisa jadi muridku.

Kenapa tidak?

Aku sendiri masih belajar. Aku tidak mengangkat murid.

Tidak, aku akan belajar bersamamu.

Ini bisa lama. Mungkin seumur hidup.

- Hei, nak. - Panggil aku Jotaro.

- Dan orang tuamu? - Mereka sudah mati saat Pertempuran Sekigahara.

KOTA KYOTO

Kipas. Beli kipas.

Mau beli kipas.

- Kau mau apa? - Permisi.

Kau mencari seseorang.

Aku mengawasimu.

Aku kagum padamu.

Menunggu seseorang saat kau mencari makan.

Ya.

Apa itu seorang pria? Kekasihmu?

Maafkan rasa keingin-tahuanku.

Aku merasa itu seakan masalahku.

Ada seorang pria yang ingin kutemui.

Seorang pria yang sangat ingin kutemui!

Bukankah itu lucu?

Tentu saja tidak.

Kau yakin pria itu akan datang?

Ada yang bilang dia akan datang.

Apa itu kabar angin?

Tapi satu-satunya harapan hidupku adalah menunggunya.

Aku tahu.

Kuharap kau menemukannya.

Setelah mendengar ceritamu,

Aku merasa harapanku kembali lagi.

Aku menyerah sudah lama.

Aku mungkin bisa melihatnya suatu hari nanti.

Aku akan doakan buatmu.

Terima kasih.

Dan aku akan berdoa buatmu.

Disini kau, Akemi.

Tuan muda sedang menunggu. Ayo!

Gadis muda itu seperti buluh angin.

Diperintah laki-laki.

Kemana saja kau? Tuan muda menunggu.

Nanti!

Masuklah.

Akemi, darimana saja kau?

Kemarilah, tuangkan aku minum.

Dia begitu naif. Terlalu lugu.

Namanya anak muda. Ya begitu.

Tidak seperti dunia aku dan kau.

- Bagaimana uangnya? - Aku tahu.

Sampai mereka berhubungan, kita tidak punya hak memintanya.

Kau bawahan yang buruk.

Kau ibu cantik yang buruk juga.

Ayolah.

Dia kembali lagi, eh?

Kenapa kau tidak mengusirnya?

Atau kau masih peduli padanya?

Di sepetik bunga

Untuk beberapa alasan

Bunga itu

Merasa kesepian

Kau tidak menyukaiku?

Kau diam saja.

Itu berarti kau tidak menyukaiku.

Tapi aku...

Kumohon, jangan bercanda.

Jika aku bercanda, aku tidak akan menderita seperti ini.

Perguruan Yoshioka

Dua tewas.

Aku tahu.

Kita harusnya tidak meremehkannya.

- Temui Tuan Muda? - Kami masih mencoba.

Aku akan melihatnya juga.

Jangan biarkan dia hidup! Itu akan jadi aib kita!

Berhenti.

Tidak ada gunanya terus seperti ini.

Aku minta bertarung dengan Tuan Seijuro Yoshioka.

Tunggu!

Tuan! Tuan Muda pulang!

Apa maksudnya ini?

Murid Perguruan Yoshioka dikalahkan oleh samurai tak dikenal!

Ini kesalahanmu!

- Membawa Tuan Muda menemui seorang wanita. - Apa?

Di masa Tuan Kenpo, tidak ada aib menimpa kita.

Diam! Kau mencemarkan nama baik Tuan Muda.

- Penghinaan apa ini! - Diam.

- Katakan dimana dia. - Ya, tuan.

Dia menunggu anda di ruangan itu.

Bawa dia.

Tunggu. Sebentar.

Dia tidak sebanding untuk Tuan Muda.

- Biarkan dia kami bereskan! - Itu terlalu pengecut. Tidak!

Bersabarlah.

- Dia tidak bisa dibiarkan hidup! - Akankah aku kalah?

Mengalahkannya tidak akan membuat anda terhormat.

Miyamoto, maaf membuatmu menunggu.

Bisakah aku menemuimu sebentar?

Dia tidak ada!

Cari dia.

- Jangan biarkan dia kabur! - Aku menemukan surat.

Sebuah kemalangan besar Tuan Yoshioka tidak ada hari ini

Aku akan selalu siap memperlihatkan pedangku,

kapan saja , dimana saja.

Aku akan merasa terhormat atas ketersediaanmu.

Kutunggu balasanmu di Jembatan Sanjo jam 6:00 besok.

Jika tidak, aku akan mengumumkan.

kalau aku sudah mengalahkan Guru Besar Perguruan Yoshioka.

Apa masalahmu, Tuan Muda?

Ayo kita minum, Tuan.

Masih terganggu dengan ini? Ini pembodohan.

Lupakan saja ini.

Lihatlah kimono yang anda belikan di pakai oleh Akemi.

Tuan, jangan terganggu dengan Musashi.

Kami akan mengatasinya.

Kenapa aku tidak boleh menerima tantangan itu?

- Apa aku begitu lemah? - Omong kosong!

Dia tidak sebanding dengan anda untuk melawannya.

Biarkan orang lain yang melakukannya.

Saudara anda Denshichiro, misalnya.

Ayo, Akemi.

Lakukan sesuatu. Mainkan sesuatu.

Dan kumohon lupakan tentang Musashi, Tuan.

- "Takezo Miyamoto." - Apa? Takezo?

Bodoh! Itu dibacanya "Musashi."

Apa dia dari Provinsi Mimasaku?

Ya, dia ronin dari sana.

Bukankah Takezo dari Desa Miyamoto di Provinsi Mimasaku?

Dia dari sana.

Musashi Miyamoto. Itu pasti Takezo.

Kau mengenalnya?

Ya. Dia pria yang ingin kutemui.

Aku harus memberitahu Matahachi.

- Oko, bawa dia kembali. - Akemi!

Tuan, semua adil dalam cinta dan perang.

Secepatnya, atau Musashi akan mendahului anda.

- Apa? Takezo masih hidup? - Musashi Si Samurai.

Akemi, ada apa denganmu? Cepat kembali ke Tuan Muda.

- Berhenti memanfaatkannya untuk uang. - Diam.

More Indonesian subtitles for Samurai II: Duel at Ichijoji Temple (Zoku Miyamoto Musashi: Ichijôji no kettô)

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left