A Mouse Tale

A Mouse Tale

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

A Mouse Tale 2015 DVDRip Ganool
Komentar oleh seaZ

Tag

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
ganool
Diterbitkan pada: 2015-06-06
Unduhan: 29
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Dahulu kala hiduplah seorang peri gigi.

Tapi ceritanya bukan begitu. Peri tidak terlibat.

Sebenarnya kisah ini tentang makhluk kecil yang lain.

Yang suka makan keju tapi tak suka bergaul dengan kucing.

Sejak penemuan serbuk ajaib,

makhluk kecil ini membantu para peri...

membuat ramuan, menyihir dan meletakkan koin dibawah bantal ketika gigimu tanggal.

Betul sekali, aku bicara tentang Tikus.

T...I...K...U...S

Aku datang, aku datang.

Tangkap aku jika kau bisa!

Lari.

Kena kau.

Aku ingin main.

- Tangkap aku. - Lari.

Aku ingin ikut main!

Aduh, sakit!

Rasakan!

Aku ingin main.

Ayo ke lantai atas.

Pelan, jangan lari terlalu cepat.

Kita harus mengejarnya!

Tunggu!

Kalian kemana?

Kembalilah kalian.

Mengapa kau tak bermain dengan saudara-saudarimu, Chip?

Mereka bilang, aku tak boleh main bersama mereka karena aku terlalu kecil.

Mereka bilang begitu?

Mungkin lebih baik begitu.

Karena tak ada orang yang aku ajak ngobrol.

Kemarilah.

Kau bertambah besar.

Sebentar lagi, kau akan terlalu besar

untuk duduk di pangkuan kakek.

Chip, aku akan bercerita

tentang penyihir terhebat di dunia ini.

Bisa di katakan, dia adalah tikus kecil dengan impian besar.

- Aku ingin jadi penyihir juga! - Aku juga.

Tapi satu-satunya yang mempercayaiku hanyalah nenekmu.

Akhirnya aku menyerah menjadi penyihir

dan pindah ke rumah pohon ini.

Kisah ini bukan tentang diriku.

Tapi tentang tikus muda.

Apakah dia punya tongkat sihir?

Hei, siapa dulu yang bercerita?

Itu akan meninggalkan bekas luka.

Menyenangkan.

Ingat, tikus tidak mendarat dengan kedua kakinya.

Lebih baik aku membangunkan Si Peri.

Kuharap suasana hatinya sedang bagus.

Ini dia.

Imut sekali, bukan?

Hei, kau mau kemana?

Apakah aku salah ngomong?

Kemarilah.

Atau tetaplah disana!

Panggil aku jika kau butuh aku!

Tak masuk akal.

Mengapa kau marah?

Gara-gara aku bilang kau imut?

Maksudku... kau jelita!

Maksudku... kau cantik?

Maksudku...kau...

Tolong!

Aduh!

Aku tidak mengerti wanita.

Maaf... Maaf.

Bagaimana aku bisa menjadi penyihir hebat?

Aku bahkan tidak mampu bicara dengan peri.

Kutemukan kau!

Percobaan bagus, Sam.

Berapa kali ku katakan,

Jangan gunakan sihir jika kita bermain lempar batu.

Sebastian?

Kau sedang apa?

Kau tikus, bukan tupai.

Aku ingin melihat dunia secara terbalik.

Bolehkah aku membantumu?

Oh, Tidak!

- Itu sangat tidak perlu! - Baiklah.

- Sam. - Awas!

Hampir saja.

Kupikir lemparanmu tepat mengenai aku.

Cranberry!

Bisakah kau menolongku, Sam?

Jangan kuatir, Kau akan baik-baik saja.

Jika kau belum tahu,

Tikus tidak dapat terbang!

Kuharap aku masih ingat mantra untuk mendarat.

Sudah kubilang, Kau tak perlu kuatir.

Tenang!

Sam, kau sangat kekanak-kanakan.

Kau melempar batu ke tikus lain ketika kau ingin diperhatikan.

Kupikir kau suka main lempar batu.

Aku suka itu, tapi bukan begitu maksudku.

Ayolah. jangan kuatir, Sebastian.

Aku sangat mempercayaimu.

Suatu saat, kau akan jadi penyihir terhebat di seluruh dunia.

Oh ya!

Oh, Sam.

Kau sangat naif.

Mengapa kau tak menerima kenyataan bahwa aku gagal?

Fakta itu tidak terlalu buruk.

Bahkan aku menerimanya.

Ya, aku ingin jadi penyihir.

Tapi aku ingin hidup di istana dan menikahi seorang putri.

Kau tahu yang mereka katakan?

Impian yang besar membawa kekecewaan yang besar.

Aku menyesal dengan keadaanmu.

Kau seperti tikus lain.

Lihatlah sekelilingmu. Apa yang kau lihat?

Aku melihat hutan penuh dengan bunga dan air terjun.

Siapa yang ingin hidup di istana tua yang bau?

Kau tahu...

Kau ingin tahu yang aku lihat? Sekelompok pohon bodoh!

Dan dibelakang mereka ada sesuatu yang akan memakanku.

Hutan jadi tempat berbahaya untuk tikus, jika...

- Apa? - Diamlah, Ada kucing!

- Ayo kita periksa. - Periksa?

Jangan pengecut!

Aku bukan pengecut.

Aku tidak bohong, aku hanya takut.

Tunggu, Sam!

Kucingnya besar sekali!

Ayo cabut kumisnya.

Apakah menyakitkan jika aku menjatuhi kepalamu?

Aku penasaran.

Kau tahu, kumisnya bisa dibuat menjadi tongkat ajaib?

- Tidak. - Kumis kucing.

Tidak mau.

Kau kecoh dia dan aku yang cabut kumisnya.

- Sam! - Baik, kau menang.

Aku mengecohnya dan kau yang ambil kumisnya.

Sam, bukannya aku tidak menghargai nasehat luar biasamu itu,

Tapi aku yakin 100% aku akan menjadi makanan kucing.

Hal itu tak akan menjadikanku penyihir yang lebih baik. bukan?

Aku senang kau menghargai nasehatku, Sebastian.

Karena ada hal lain yang aku utarakan padamu.

Ya, aku akan jadi penyihir terhebat di dunia...

Bukan! Lihat dibelakangmu.

Hai, Kucing!

Senang bertemu denganmu.

Dia Sam, kau kenal dia? Sam?

- Sam! - Hadapi dia, Jangan kuatir.

Apakah itu tanaman kumis kucing?

Berikan aku kumismu itu!

Sam!

Sudahkah kau coba? Apakah berhasil?

Aku tak percaya kau mencuri kumis kucing.

Jangan berisik.

Tongkatnya berhasil.

Dan kau membuat kita ketahuan.

Mungkin dia tak lihat kita.

- Dia melihat kita! - Ya, dia mengejar kita.

Tidak ada waktu beristirahat.

Baiklah Kucing, kau akan kalah.

Astaga.

Kupikir ini bukan ide yang bagus.

Berhentilah mengeluh.

Lihatlah apa yang aku katakan.

Dia cuma kucing yang bodoh.

Ada apa, Kucing?

Kepala besarmu tak bisa masuk kedalam batang pohon yang kecil?

Oke, masalah menjadi lebih rumit.

Benarkah? Kenapa kau bilang...

"Jangan kuatir"

"Curilah kumis kucingnya"

Sebaiknya kau coba gunakan tongkat ajaib yang kau milki.

Tongkatnya bisa membuat kita menghilang.

Cobalah.

- Disini kau rupanya. - Apa yang terjadi?

Tak tahu, tapi luar biasa.

- Aku tahu kau bisa melakukannya. - Melakukan apa, Sam?

Bukankah kita hampir dimangsa oleh sepasang kucing?

Apa itu?

Ayo kita periksa.

Tunggu, Sam!

Dia pasti bercanda.

Seperti terakhir kali dia bilang, " Ayo kita periksa"

dan aku hampir dimangsa kucing.

Mengapa kerjamu terlalu lama, Kapten?

Suruh anak buahmu untuk menggali lebih cepat!

Tapi kami lelah, bau dan belum makan selama berhari-hari.

Kalau kita berhasil menyerbu Kerajaan Tikus,

Kalian akan mendapatkan semua keju yang kalian impikan.

Keju?

Kalian dengar dia, Tikus busuk!

Bekerja keraslah!

Lebih cepat!

Mengapa kalian berhenti?

Ayo jalan!

Mereka akan menyerang Kerajaan Tikus.

Jangan langsung mengambil kesimpulan.

Penjaga! Kejar mereka!

Kembalilah.

Maju, ayo!

Mereka dalam masalah!

Kita harus lapor kepada Raja.

- Kembalilah! - Tunggu, Aku ada ide.

Mereka ada di sekitar sini.

A Mouse Tale subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for A Mouse Tale

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left