Specials

Informasi rilis

Heart Surgeons 2018 E22 720p WEBRip-ALF
Komentar oleh alfky
VIU WEBRip only

Tag

webrip
web
720p
720
BRip
Diterbitkan pada: 2018-11-02
Unduhan: 38
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Dokter Park, bagaimana dia?

Semua tampak bagus,

kecuali ukuran pupilnya tampak sedikit berbeda.

Kita butuh pindai CT kepala.

Akan kumintakan. Saat radiologi memanggil, kirim Seung Jae.

Dia akan segera keluar. Aku akan membantu operasi Kepala Koo.

- Baiklah. - Terima kasih.

- Kinerja kalian bagus. - Anda juga.

Bagus, Pemagang. Tolong selesaikan, Seung Jae.

Ya, Profesor.

Kami akan mengabari saat berada di ICU.

Pemagang, besok kamu akan bergabung juga, bukan?

- Besok juga? - Ya.

Karena pemagang ada di sini, profesor tidak berteriak lagi.

Itu operasi yang sangat bagus.

Maaf?

- Permisi. - Dia harus tahu sebelum melamar.

Serius? Kamu membantu dia?

- Tadi Profesor Choi di sini. - Apa? Tidak masuk akal.

Astaga, dia mengucapkan enam umpatan hanya dalam satu kalimat.

Astaga.

Disebut ruang operasi torakoplastik saat mendengar dia menyumpah.

Tidak, pekan lalu itu enam, tapi kini sampai tujuh.

Naik sampai ke tujuh? Apa tambahannya yang baru?

Tidak. Itu tidak benar.

Hentikan. Seung Jae akan menangis.

Kamu bisa tahu Profesor Choi adalah ahli bedah yang baik, bukan?

Ya.

Kamu bersedia?

Bisakah kamu mewujudkan cangkok dan pemilihan presiden?

Perawatan pascaoperasi sangat penting.

Lihat? Ini berubah. Lihatlah.

Jika tekanan darah melebihi 120 atau 130, pasien bisa pendarahan.

Seung Jae.

Dokter Park meminta pindai CT kepala untuk Im Ho Kyun di Ranjang Enam.

- Mereka ingin dia datang sekarang. - Baiklah. Aku akan pergi.

- Tolong hubungi Dokter Yoon. - Baiklah.

Kamu belum pernah memindai CT kepala, bukan? Ikutlah denganku.

Baiklah.

Aku memesan rontgen dan tes darah untuk Nona Lee Ji Yeon.

Dia tidak berselera makan dan juga dehidrasi.

- Naikkan infus ke 90 per jam. - Baik, Dokter.

Ya?

Aku sudah mencari tahu yang Anda inginkan.

Aku di perjalanan. Temui aku di sana.

Hei, Soo Yeon.

Paman Hyun Il.

Tampaknya kamu tergesa-gesa.

Aku ada janji.

Boleh tahu siapa yang akan kamu temui?

Maaf?

Paman tidak bermaksud apa-apa.

Paman hanya merasa kamu pulang terlalu cepat.

- Aku hanya pergi sebentar. - Baiklah.

Kamu tidak lupa kita mengunjungi ayahmu besok, bukan?

- Tentu saja tidak. - Baiklah.

Semoga harimu menyenangkan.

Catatan dana taktis Taesan dari rumah sakit di Afrika

yang Anda minta.

"Laporan Akuntansi RS Universitas Taesan Afrika"

- Ini sudah lengkap? - Ya.

Itu sudah dihapus.

Tidak mungkin.

Aku tahu apa yang kulihat.

Kurasa mereka menyadari itu dan menghapus semuanya

saat Anda sedang koma.

Bagaimana ini?

Kita harus terus mencari, tapi tidak akan mudah.

Kamu menemukan sopir truk itu?

Aku menemukan dia, tapi

tidak bisa melacaknya karena dia meninggalkan Korea.

"Rumah Sakit Universitas Taesan"

"Rumah Sakit Universitas Taesan"

"Rumah Sakit Universitas Taesan"

Ya, Dokter Moon.

Ya, Dokter Park sedang mengoperasi.

Im Ko Hyun dipindai CT, dan mereka bilang tidak ada masalah.

Ya. Tolong beri tahu dia.

Kami akan membawanya ke ICU.

Baiklah.

Pak Moon.

Kamu tampak lelah. Kamu baik-baik saja?

Tidak apa-apa.

Awasi pernapasannya saat kamu melakukannya.

Baiklah.

Hei! Dokter Moon!

- Selangnya tersangkut. - Tidak apa-apa?

Entahlah. Aku harus memeriksa selangnya.

Apa yang terjadi?

Ini kenapa?

- Ada apa? - Apa ini?

Kenapa dia pendarahan begitu banyak?

Tolong panggil Dokter Park. Cepat!

Cepat.

- Cepat! - Aku mendengarmu!

Dokter Park.

Dokter Park.

Kita harus melepas ECMO.

Semua baik saat itu dilepas dan tanda vitalnya stabil.

Aku meresepkan ekokardiogram, hubungi aku saat Ji Na datang.

Baiklah.

Tapi akankah Dokter Moon baik-baik saja?

Dia tampak pucat tadi.

Aku yakin dia trauma. Ini kecelakaan pertamanya.

Syukurlah tidak parah.

Yang benar saja.

Untungnya, itu saatnya melepas ECMO,

jadi, pasien baik-baik saja.

Nomor yang Anda tuju…

Tiap kali terjadi sesuatu kepada pasien,

kamu akan bersembunyi?

Kecelakaan tidak pernah boleh terjadi,

tapi itu tetap terjadi.

Hal yang sama berlaku juga untukku.

Baik disengaja atau tidak, jika terjadi kecelakaan,

tugas kita adalah memperbaikinya.

Mari pastikan kejadian ini tidak akan terulang

dan lebih berhati-hatilah.

Baik, Pak.

Seung Jae, angkatlah kepalamu.

Maafkan aku, Dokter.

Jangan minta maaf kepadaku.

Kamu harus minta maaf kepada pasien.

Untungnya, dia tidak apa-apa.

Kamu pasti kebingungan, tapi menanganinya dengan baik.

Yang kupikirkan hanyalah aku perlu memberi tekanan.

Mungkin instingmu berusaha menyelamatkan dia.

Kamu lelah, bukan?

Aku tahu.

Kamu bahkan tidak punya teman sekelas,

jadi, harus melakukan semuanya sendiri.

Kamu harus mempertimbangkan dan melakukan intubasi,

menemukan arteri pusat,

dan menggunakan ECMO

untuk menyelamatkan pasien.

Itulah jantung yang kita sentuh,

dan itulah ICU.

Aku sungguh ingin melarikan diri hari ini.

Bagaimana kamu bertahan?

Aku tidak pernah bertahan.

Aku tidak bisa lari ke mana-mana.

Saat kamu benar-benar sendiri,

keterampilanmu berkembang.

Makin kamu menderita,

makin berkembang kemampuanmu.

Begitu, ya.

Ayah.

Ini aku.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Ayah. Aku akan merawat Ayah dengan baik mulai sekarang.

Ayah.

Kita baik-baik saja sekarang.

Terima kasih.

Terima kasih banyak.

"Ambulans"

Tolong rontgen dia.

- Pasien darurat baru tiba. - Apa?

Apa yang terjadi? Lewat sini.

Baiklah. Pelan-pelan.

Apa yang terjadi?

Dia pingsan saat ritual pisau.

- Dia berdiri di atas pisau? - Ya.

Jika dia pingsan saat berdiri di atas pisau…

Sungguh?

Tolong hubungi Kardiologi.

Baiklah.

"Pengobatan tekanan darah tinggi"

Aku akan meresepkan obat tekanan darah tinggi selama sebulan.

- Kembalilah dalam sebulan. - Hanya sebulan?

- Bisa berikan lebih banyak? - Saat Anda kembali bulan depan,

kita akan menjalani tes lagi, dan memberi obat lebih banyak.

Aku bangun pagi-pagi benar dan naik kereta sampai kemari,

tapi Anda ingin aku kembali bulan depan?

Dokter. Bisakah Anda memberikan pasokan tiga bulan?

Maafkan aku.

- Panggil pasien berikutnya. - Baik, Dokter.

Mari.

Dokter muda itu sangat tidak sopan.

Kenapa dia tidak bisa pengertian? Dia sangat arogan.

Masih, ya?

Hei.

Kamu masih dingin kepada pasienmu.

Kalau tidak, mereka banyak bicara.

Apa salahnya itu?

Mereka pasti punya banyak pertanyaan.

Aku harus menemui 60 sampai 70 dalam setengah hari,

terkadang sampai 100.

Jika bicara dengan mereka masing-masing lima menit,

kapan aku selesai menemui semua pasien itu?

Meski aku bekerja melewati jadwalku seperti ini, tidak akan selesai.

Ditambah lagi, semua ini untuk mereka.

Begitu, ya?

Mereka pikir jika datang ke Seoul untuk pengobatan darah tinggi,

yang sama dengan di kampung halaman mereka, itu berbeda.

Jadi, mereka datang jauh-jauh kemari.

Jika kubilang datang sekali sebulan,

mereka ke rumah sakit terdekat hanya karena itu merepotkan.

Aku bisa memakai waktu itu untuk memeriksa pasien lebih kritis.

More Indonesian subtitles for Heart Surgeons

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left