Az első 200 sor.
Itu dia. Antwone.
Dia di sini. Antwone di sini.
Itu Antwone. Lihat.
Antwone?
Panggilan pertama. Panggilan pertama untuk kulit berwarna.
Panggilan pertama. Panggilan pertama untuk kulit berwarna.
Astaga. Berkley.
Apa?/ Sudah 10 menit kau di dalam sana.
Tutup mulutmu./ Ya, baiklah.
Suatu saat Chief akan memergokimu pakai kamar mandi seenaknya.
Seharusnya kuadukan kau. Ayo, menyingkir.
Minggir kau, pengadu./ Ayo, menyingkir.
Oh, ya, ya. Ooh!
Kena kau.
Ooh!
Berhentilah bercanda.
Apa yang pecah, Fisher?/ Kepalamu jika kau tak menjauh dariku.
Apa itu di wajahmu?
Ayo, omong. Omong lagi.
Omong lagi? Kau banyak omong./ Fish!
Lepaskan aku.
Aku tenang, aku tenang.
Santailah. Aku tenang.
Bangsat!/ Hei, hei, hei!
Bintara Fisher, kau didakwa melakukan pelanggaran...
artikel 128 - penyerangan terhadap bintara atasan.
Apa pembelaanmu?/ Bersalah, Pak.
Dalam pernyataanmu, kau menyerang Bintara Berkley...
karena terprovokasi ejekan rasis.
Benarkah?/ Ya, Pak.
Bintara Berkley, apakah kau mengeluarkan perkataan rasis?
Tidak, Pak./ Berkley-
Diam di tempat!
Ini Angkatan Laut AS, Nak.
Kunilai kau bersalah.
Akan ada sanksi denda $200 untuk dua bulan...
Kau dilarang keluar dari kapal selama 45 hari...
dan melaksanakan tugas tambahan selama 45 hari.
Kuturunkan pangkatmu, dari Bintara Kelas Tiga AL...
menjadi Kelasi AL...
dan kurekomendasikan kau untuk dievaluasi...
di klinik psikiater sebelum periode berikutnya berlangsung.
Bubar.
Apa yang terjadi?/ Bagaimana hasilnya?
Bisa ditebak. Aku disalahkan dan diharuskan ke klinik kejiwaan.
Kau masuk RSJ?/ Farmer, tutup mulutmu!
Menyerah begitu saja?/ Ya, ampun.
Sampai jumpa minggu depan.
Kelasi Fisher.
Masuk sini.
Aku tahu ini bukan hari pertamamu di sini.
Sudah bertemu Dr. Williams?/ Dia yang temui saya.
Itu istri Anda?/ Ya.
Silakan duduk.
Aku tahu kau suka berkelahi.
Beberapa orang memang perlu diberi pelajaran begitu.
Beri pelajaran, tapi kau kau malah dihukum.
Kau mau bicarakan tentang itu?/ Tentang apa?
Apapun yang merisaukanmu.
Untuk apa aku risau?
Karena menyerang seorang bocah kulit putih...
maka akulah yang pasti bersalah?
"Jebloskan dia ke RSJ! Negro itu mau membunuh tuannya.
Dia pasti sudah gila."
Kau mencari pembenaran, Fisher?
Tidak./ Tapi kau mengarah ke sana.
Jika ingin keluar dari AL, aku tinggal pergi saja./ Pergi tanpa izin?
Ya, jika itu yang dianggap AL.
Melarikan diri dari masalah?/ Aku tak punya masalah.
Dari mana asalmu, Fisher?
Di mana kau habiskan masa kecilmu?/ Cleveland.
Orangtua masih di sana?/ Tak pernah punya orangtua.
Mereka sudah meninggal?
Aku tak pernah... punya orangtua.
Itu keajaiban medis, Kelasi Fisher.
Kau lahir dari mana?
Dari balik batu.
Baik.
Baiklah.
Kita jumpa lagi minggu depan.
Aku takkan kembali./ Kenapa?
Karena aku sehat-sehat saja./ Aku setuju itu.
Sampai jumpa minggu depan.
Temui resepsionis saat keluar.
Rabu depan, jam dua siang.
Walker, Philip Walker.
Itu nama pria terakhir yang membututiku./ Ampun, deh.
Aku ketahuan./ Ya, Kau ketahuan.
Ya./ Apa kabar? Kau kemana saja?
Aku dalam masa hukuman./ Lagi?
Ya./ Bagaimana kau bisa keluar dari kapal?
Aku baru datang dari RS.
Kenapa?/ Oh, mm...
Aku mengerjakan malakah penting ini untuk Komandan.
Makalah semacam apa?/ Aku tidak...
Aku tak dibolehkan membocorkannya saat ini.
Ya./ Aku ingin mengundangmu ke pesta.
Aku?./ Ya, kau.
Ruang gerakku dibatasi./ Ya, kau sudah bilang.
Aku harus kembali ke kapal.
Mereka mungkin sedang mencariku sekarang.
Senang berbincang denganmu.
Sial.
Sampai jumpa saat hukumannya selesai.
Ya.
Ya. Bawa dia masuk.
Jangan sentuh aku!
Kukira kau lupa arah ke tempat sini...
jadi kukirim pengawal untuk menjemputmu.
Kau bisa memaksaku kemari, tapi tak bisa membuatku bicara.
Terima kasih. Kalian boleh pergi.
Kau tak mau bicara denganku?
Kujelaskan padamu, sebanyak inilah kasus yang harus kutangani.
Aku tak punya banyak waktu.
Aku habisi tiga sesi hanya untuk...
membuat evaluasi dan rekomendasi pada komandanmu.
Kau tahu ia ingin membuangmu dari AL, kan?
Kau boleh duduk di sini dan bicara padaku jika kau mau.
Tapi sesi kita takaan dimulai sampai kau bicara padaku.
Tak yang harus kubicarakan./ Baik. Kita duduk di sini sampai kau bicara.
Banyak perkejaan yang harus kukejar. Kita bisa duduk sampai aku pensiun.
Tak masalah buatku./ Tak masalah juga buatku.
Baik./ Bagaimana dengan kurungan?
Memang kenapa?/ Jebloskan saja aku ke kurungan.
Di situ kurungannya. Kurung dirimu sendiri.
Kau tahu apa? Waktunya habis.
Sampai ketemu minggu depan. Jam 14:00.
Keripik?
Apa?
Aku tak berkata apapun./ Kupikir kau berkata sesuatu.
Aku cuma batuk.
Baik.
Mungkin kesehatanmu sedang terganggu.
Aku baik saja.
Ini cuma.../ Cuma apa?
Ini cuma buang-buang waktu saja, duduk di sini dari minggu ke minggu.
Cuma buang-buang waktu.
Aku tak ingin kau buang-buang waktu, Antwone.
Jadi kau ingin aku bicara apa?
Bukan apa yang kuinginkan.
Tapi apa yang ingin kau bicarakan padaku.
Mungkin kau bisa mulai dengan ajukan pertanyaan padaku.
Coba biarkan mengalir./ Bisa saja.
Katamu kau lahir dari balik batu. Apa maksudmu itu?
Entahlah. Itu hal pertama yang terpikirkan olehku.
Menurutmu apa artinya?
Bisa saja itu artinya...
kau merasa tertekan.
Merasa sebuah beban menghimpitmu.
Merasa dalam kegelapan. Kesepian.
Katamu kau tak punya orang tua./ Punya.
Baik.
Hanya tiga sesi, kan?/ Hanya tiga.
Nama ayahku Edward.
Jadi kau mengenalnya?/ Tidak.
Aku bahkan tak tahu nama kepanjangannya.
Tahu keberadaannya?/ Ya, aku tahu.
Kau tidak...
Ia pergi ke rumah pacarnya.
Mereka bertengkar. Gadis itu menembak ayahku.
Di mana ibumu saat itu terjadi?/ Di penjara.
Baiklah.
Aku lahir dalam penjara dua bulan setelah ayahku terbunuh.
Kenapa ibumu dipenjara?
Aku tak tahu. Yang kutahu adalah apa yang kuceritakan padamu.
Jadi kau diserahkan ke negara?/ Ya.
Negara menempatkanku dalam rumah panti asuhan.
Mestinya itu sampai ibuku keluar dan mengklaimku sebagai anak...
tapi saat keluar, ia tak pernah mengklaimku.
Berapa lama kau di sana?/ Dua tahun.
Bagaimana perasaanmu dengan itu, Antwone?
Entah./ Ayolah. Kau pasti punya perasaan soal itu.
Bagaimana rasanya?
Hujan berhari-hari./ Seperti hujan berhari-hari?
Baik. Kenapa begitu?
Kau tahu, di Cleveland, sering hujan.
Tak setiap saat, tapi...
bagi seorang anak yang ingin keluar dan bermain...
itu rasanya seperti hujan setiap hari.
Kadang anak-anak mengharapkan hujan turun, tapi...
Bagi seorang itu, hujannya terlalu lama.
Hmm.
Baik.
Kau ingin aku kembali minggu depan?/ Ya, aku ingin.
Kau pernah mencoba mencari ibumu?
Tidak, Pak.
Baik. Minggu depan.
Hari yang sibuk?
Seperti biasanya.
Tomatnya dari kebun kita./ Ya?
Hmm.
Panennya jauh lebik dari tahun lalu.
Hmm.
Maksudku, aku tak pandai berkebun, tapi...
Mungkin sedang belajar.
Tomat ini enak.
Saat usiaku dua tahun... aku ditempatkan di rumah asuh Tate.
Pendeta Tate adalah pengkhotbah yang berapi-api.
Ia punya gerai toko sendiri di gereja.
Di sana hanya ada beberapa jemaat.
No comments yet. Be the first to leave one.