Az első 200 sor.
Sejauh ini dalam Life Story,
kita telah melihat hewan menghadapi bahaya di masa kecilnya.
Menyaksikan mereka memasuki dunia dewasa.
Kini, hewan-hewan muda harus menemukan rumah.
Suatu tempat yang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Rumah itu bisa menjadi perlindungan dari musuh.
Dan perlindungan dari berbagai unsur.
Tanpa memiliki tempat sendiri,
hewan akan berjuang keras untuk bertahan hidup.
Di dataran luas Zambia,
semak terisolasi ini adalah tempat berteduh yang tak lazim.
Ini rumah bagi kawanan anjing pemburu.
Kehadiran belasan anak anjing
artinya kawanan harus hentikan sementara gaya hidup nomaden.
Di sini, mereka bia menembunyikan dari intaian banyak musuh.
Di musim kering ini makanan menjadi langka.
Kemana pun kawanan pergi berburu,
seekor anjing harus tinggal menjadi pengasuh anak.
Jika bahaya mengancam, masa depan kawanan bergantung pada anjing ini.
Seekor piton batu sepanjang delapan kaki sedang berburu.
Ia bisa dengan mudah menangkap anak anjing dengan sergapan tiba-tiba.
Si anjing dewasa melihatnya.
Upayanya mengusir ular itu menghasilkan kemungkinan buruk.
Si ular mundur menuju liang anak anjing.
Kini, anjing dewasa itu menghadapi pilihan kritis.
Tetap di tempat dan pertaruhkan nyawa dengan seekor predator,
atau coba mencari perlindungan baru dalam beberapa jam sebelum malam tiba.
Itu artinya menggiring anak-anak ke tempat terbuka.
Si pengasuh telah menentukan pilihannya.
Sayangnya, dataran ini adalah rumah bagi hyena.
Mereka adalah musuh besar anjing pemburu.
Seekor hyena akan mencabik anak anjing jika ada kesempatan.
Ia mungkin bisa menang melawan anak anjing dengan seekor pengasuh.
Tapi kawanan anjing lainnya yang kembali dari berburu,
adalah masalah lain.
Hyena akan menghindari konfrontasi ini.
Kembali pada kekuatan penuh, kini kawanan bisa membawa anak-anak
ke tempat perlindungan baru yang aman.
Kembali aman,
anak-anak bertengkar berebut daging hasil buruan.
Tugasnya selesai, si pengasuh kini bisa beristirahat.
Beberapa minggu lagi, anak-anak akan cukup dewasa untuk tinggalkan sarang
dan bergabung dengan kawanan di dataran terbuka.
Di alam, rumah yang baik terlalu langka.
Di sini, di pulau kecil Caribbean, pesisir lepas Belize,
terdapat masalah kekurangan rumah yang cukup parah.
Kepiting hermit menggunakan cangkang kosong sebagai rumah berjalan.
Seiring pertumbuhan kepiting ini, cangkangnya menjadi kian sempit.
maka ia harus pindah ke cangkang yang lebih besar.
Cangkang kosong yang cocok sangat sedikit dan berjauhan satu sama lain
yang satu ini terlalu lebar bagi si kepiting.
Tapi daripada melanjutkan pencarian,
kepiting kecil ini rebahkan diri untuk menunggu.
Kepiting lain juga mencari rumah yang lebih besar,
segera dikumpulkan setiap ada cangkang terhanyut ke darat.
Sayangnya, cangkang baru juga terlalu bagi mereka.
Meski begitu, kepiting-kepiting yang berkumpul
mulai mengukur satu sama lain,
lalu melalukan sesuatu yang cukup luar biasa.
Mereka menyusun diri ke dalam antrian tertib.
Yang terbesar di depan, yang terkecil di belakang.
Mereka berbaris dengan satu tujuan -
untuk bertukar properti.
Tapi tak satupun kepiting yang bisa bergerak,
karena rantai barisan belum lengkap.
Mereka menunggu kedatangan kepiting yang berukuran tepat.
Dan ini dia.
Pendatang terakhir ini didorong ke urutan depan.
Awalnya rantai barisan terpecah.
Saat terbentuk lagi, kepiting kecil akhirnya bisa bergerak
dan mengambil tempatnya di urutan terakhir.
Setelah inspeksi penutup, kepiting besar bergerak masuk.
Hal ini memicu reaksi berantai.
Masing-masing kepiting buru-buru masuk ke dalam cangkang
yang sudah dikosongkan kepiting di depannya dalam barisan.
Baru saja kepiting kecil berupaya masuk ke dalam rumah barunya,
pendatang baru memaksa masuk.
Dibiarkan tanpa cangkang adalah hukuman mati.
Kepiting yang telanjang akan terpanggang oleh sinar matahari tropis yang intens.
Tapi, setelah semua pertukaran selesai,
tinggal satu cangkang yang tersisa.
Sayangnya, cangkang itu tak lebih besar dari
dari cangkang si kepiting kecil sebelumnya,
dan parahnya lagi, cangkang itu berlubang!
Tapi cangkang jelek lebih baik daripada tak punya rumah.
Si kepiting kecil harus berganti rumah, bahkan akan lebih mendesak
pada saat cangkang berikutnya menggelinding ke darat.
Bangkai kapal tua di lepas pantai Fiji ini
adalah tempat berkumpul beberapa ikan yang sangat tak lazim.
Mereka disebut remora, tapi di sini bukan rumah mereka,
lebih tepat sebagai ruang tunggu.
Seperti kepiting hermit,
tiap-tiap remora menanti datangnya tempat tinggal yang sempurna.
Penghisap unik di belakang kepala mereka
menunjukkan gaya hidup yang tak lazim dan sangat berbeda.
Tepat di atas adalah terumbu karang.
Para remora mengawasi dan menunggu pengunjung tertentu.
Hiu.
Kebanyakan ikan akan menghindar saat mereka muncul.
Tapi tidak dengan remora.
Bagi remora, rumah adalah ikan yang lebih besar.
Dan kesempatan ini tak boleh dilewatkan.
Jemputan melintas, hiu banteng sepanjang delapan kaki,
salah satu predator laut paling agresif.
Remora merapat begitu dekat, atau bahkan menempel pada inang
dengan penghisap mereka.
Dan ikan apa yang bisa menawarkan perlindungan lebih baik dari hiu?
Dan lagi, saat hiu mendapat mangsa,
remora bisa memulung sisanya.
Sebagai imbalan, remora membantu hiu dengan memakan parasit di tubuhnya.
Tapi terlalu banyak remora bisa memperlambat hiu,
jadi mereka berusaha menghindari kelebihan penumpang.
Itu menimbulkan kompetisi ketat di antara remora untuk mendapat ruang.
Yang satu tak mendapat bagian.
Untungnya, bukan hiu saja pengunjung yang cocok di karang ini.
Pari manta raksasa ini menawarkan si remora peluang lain.
Ia sudah menampung beberapa remora besar.
Tapi masih ada satu ruang pada ikan raksasa.
Akhirnya, si remora mendapat rumah yang aman.
Tapi, dengan keputusannya itu, maka kini remora harus pergi
kemana pun manta membawanya,
ke arah yang lebih baik atau buruk.
Beberapa hewan membangun sendiri rumahnya,
dan jika hidup mereka dipenuhi bahaya,
maka rumah itu harus berupa benteng.
Semut rangrang Australia ini membawa bagian dari masa depan koloninya,
larva, di rahangnya.
Ia tengah membantu dalam kontruksi untuk rumah barunya.
Ratusan sesama pekerjanya bersama-sama bekerja
membangun benteng dari daun.
Rantai para pekerja menarik daun bersama-sama.
Mereka memegangnya ketat, tapi mereka perlu perbaikan lebih permanen dari ini.
Si pembawa-larva akan berperan penting.
Tapi pertama-tama, ia harus menyeberangi area konstruksi.
Para pekerja membentuk jembatan hidup di antara dedahanan,
memungkinkan yang lain bergerak lebih cepat di sekitar area.
Pekerja ini, dengan larvanya, menyeberang.
Saat pekerja ini mencapai daun yang harus diselamatkan,
ia mengetuk-ketuk bagian kepala larva.
Menstimulasi larva itu untuk memproduksi sutera.
Si pekerja menggunakan larva seperti lem,
mengolesinya maju-mundur pada sisi yang digabung.
Sutera adalah serat terkuat di alam,
Selain itu, sutera pun fleksibel, membuatnya menjadi lem sempurna
bagi konstruksi yang harus meliuk dan lentur saat tertiup angin.
Setelah upaya ketat selama beberapa jam, rumah semut kini sudah lengkap.
Sepenuhnya anti bocor, sarang baru ini menjadi tempat asuh yang ideal
dalam rangka memulai membesarkan anak-anak yang berharga.
Tapi sarang ini pun perlu dijadikan benteng
karena koloni-koloni semut lain
yang mencoba melebarkan kerajaannya, selalu menyerang.
Jarang ada rumah yang menyediakan
segala yang dibutuhkan hewan untuk bertahan hidup.
Beberapanya berbahaya.
Lereng bukit yang curam di Pegunungan Rocky Amerika
menyediakan keamanan bagi kambing gunung dari serangan.
Kambing-kambing itu menghabiskan musim dingin di atas sini.
Tapi meski aman dari predator, hanya ada sedikit makanan.
Saat musim semi tiba,
pola makan mereka yang buruk menimbulkan penderitaan
akibat kekurangan mineral yang vital.
Maka, setiap musim semi, mereka harus tinggalkan keamanan di lereng
dan lakukan perjalanan turun gunung yang berbahaya selama tiga hari.
untuk mencari zat garam yang berharga itu.
Sementara para induk membimbing anak-anak turun ke lembah,
kambing muda yang baru mandiri ini
melakukan perjalanan beresiko sendirian untuk pertama kalinya.
Hangat matahari telah membangunkan para predator dari hibernasi.
Seekor beruang grizzly.
Ancaman maut bagi kambing muda.
Untungnya, perhatiannya tertuju pada sisa-sisa korban sebelumnya.
Kambing berusia setahun ini harus tentukan jalannya tanpa pembimbing.
Di ketinggian, longsor dan batu jatuh menjadi bahaya.
Lebih ke bawah, sungai melebar setelahes meleleh.
pose the greatest danger.
Dari pengalaman, induk kambing tahu tempat lebih aman untuk menyeberang.
Bagi anak barunya, ini cukup menakutkan.
ia bisa dengan mudah terbawa arus hingga mati.
Setelah beberapa hari, si kambing muda mulai mendekati penyeberangan.
Di seberang sungai hanya tempat seluas bermil-mil
di mana terdapat bebatuan kayak garam.
Segala yang membentang di antara si kambing muda dan bebatuan itu
adalah arus sungai sedingin es.
Sulit mengetahui di mana harus menyeberang tanpa bantuan.
Ia berhasil.
Ia akan tinggal selama beberapa hari
menyaring garam dalam debu yang kaya ini,
sebelum menghadapi bahaya dalam perjalanan pulang
kembali ke puncak yang aman.
Di Zambia, anak-anak anjing pemburu
kini berusia empat bulan.
dan telah meninggalkan sarang mereka yang aman.
Begitu anak anjing cukup besar untuk mengikuti,
kawanan anjing berkeliaran di dataran untuk menandai wilayah mereka.
Di musim kering, berpindah-pindah adalah cara menemukan cukup makanan
bagi 12 ekor remaja lapar ini.
Siang dan malam, para anjing saling mengandalkan satu sama lain untuk perlindungan dari musuh.
Para hyena.
Musuh bebuyutan anjing.
Hyena adalah pemakan bangkai.
No comments yet. Be the first to leave one.