Les 200 premières lignes.
Sebelumnya di SEAL Team... apa Sonny baik-baik saja?
Mungkin dia sedang -kurang fokus. Kenapa? -Aku hamil.
Kau biasanya sangat antusias ingin keluar dari Vah Beach.
- Ada sesuatu yang terjadi di Texas. - Apa pun yang ada di Texas
akan tetap ada saat kita -kembali. Aku butuh kau fokus. -Ya.
Dan Ray kini perwira, jadi peranmu berubah.
-Timku, sistemku. Apa kau meninggalkanku
karena harus pergi atau karena ingin pergi?
Kau tahu aku takkan pernah sengaja meninggalkanmu, kan?
-Bagaimana kabarnya di sini? Fakta bahwa dia
meminta untuk memulai tugasnya
dua minggu lebih awal sungguh luar biasa.
Angkatan Laut tak memaksamu ke sini. Kau membohongiku.
Ponsel yang disita dari target
mengarah pada penjual kita, Yassine Kassen,
alias Raqqa Jacques.
Senang akhirnya tahu siapa dia.
Kau pernah melihat pria ini sebelumnya?
Saat dia menyiksaku di Suriah.
Jason harus tahu.
Jangan katakan sepatah kata pun.
Bagian dari tugasku adalah
mengawasi timku.
- Mengawasiku? - Mengawasimu.
Kau menggangguku bekerja.
- Mengganggumu? - Ya, kau begitu.
Tidurlah, dan naiklah ke pesawat itu besok.
Anak buahku bilang kau lolos dari ikatanmu.
Kau tak terlihat seperti pesulap, kau terlatih, kan? Tentara?
- Namanya? - Jameelah.
Siapa yang tahu apa yang sudah kita retas,
tapi kita berhasil masuk.
- Enkripsinya jebol? - Kesempatan kita
untuk membongkar seluruh operasi Raqqa Jacques.
File dan komunikasi di hard drive itu
sudah ada sejak setidaknya setahun lalu.
Aku tak peduli masa lalunya, yang penting sekarang.
Kita harus prioritaskan referensi apa pun
soal dua drone tersisa atau lokasinya saat ini.
Sudah delapan jam sejak kita ambil laptop itu.
Info intelijen punya masa berlaku terbatas.
- Pagi, Master Chief. - Pagi.
Anak-anak sedang berkemas.
Bersiap untuk bergerak.
Aku benci meninggalkan misi saat baru setengah jalan,
percayalah.
Apalagi saat ada dua drone di luar sana.
Aku sedang berusaha menanganinya sekarang.
Oh.
Kau punya, eh,
wajah baru di papan tulis.
Yassine "Raqqa Jacques" Kassen.
Penyalur senjata kita yang juga melakukan
serangan ke pangkalan AS bulan lalu.
Yah, terdengar cukup -untuk paket target. -Belum tentu.
Belum ada yang bisa ditindaklanjuti.
Masih berusaha mencari lokasi dia dan drone itu.
Berapa lama itu akan memakan waktu?
Tergantung seberapa terganggunya kita.
Seperti yang kubilang tadi malam, Jace,
tak ada yang perlu kau lakukan di sini.
Baiklah.
Operasimu, Ray. Semoga berhasil.
Pergilah, Jace. Biarkan aku bekerja.
Eh, aku hanya datang untuk pamit.
Kau baik-baik saja?
Ya. Ya, aku baik.
Hanya sedang berusaha fokus.
Aku akan ambilkan kopi.
Jadi, aku rasa kau belum mengubah pikiranmu
untuk memberi tahu Jason siapa Raqqa Jacques bagimu?
Saat ini, dia hanya hantu di hard drive.
Dan Jason akan pergi.
- Kenapa harus memberitahunya? - Tak ada hubungannya secara operasi,
tapi mungkin dia bisa membantumu.
Membantuku bagaimana?
Aku tak ingat banyak teman di ruangan itu dengan Raqqa Jacques,
dan aku masih berdiri di sini.
- Ray. - Tak ada yang boleh menghadapinya sampai aku menemukannya.
Dan itu takkan terjadi sampai aku bisa fokus, jadi...
Kumohon.
Jaga dirimu, Ray.
Aku berpikir mungkin kita minta pilot ini
untuk mampir ke "Sin City" di daerah ini.
Aku belum benar-benar ingin kembali
ke dunia nyata sekarang.
Apa ada masalah yang menunggumu di rumah, Sonny?
Tidak, bukan itu.
Eh, kau sedang menghindari sesuatu.
Penagih utang? Surat perintah?
Pembunuh bayaran?
Sejak kapan pria butuh alasan untuk lari dari kenyataan?
Menurut Winona Ryder, itu menyakitkan.
Baik, eh, jadi, kembali ke Vah Beach,
apa rencana selanjutnya untuk kita
di, eh, rencana besar Soto?
Eh, empat hari mengawasi latihan menyelam
untuk sekelompok teknisi.
Hebat. Mengasuh sekumpulan orang bodoh dengan snorkel.
Apa Jace bisa membujuk mereka agar batal?
Tidak. Dia ingin merobek
jadwal Soto begitu melihatnya,
tapi kami menahannya. Benarkah?
Bagaimana reaksinya?
Mungkin lebih buruk dari yang terlihat.
Dia kembali ke Bravo.
Dia punya bos baru, sistem baru.
Datang ke sini, dan Ray yang memegang kendali.
Mungkin membuatnya bertanya di mana posisinya.
Bravo tetap timnya.
Dan siapa pun yang melupakannya, semoga Tuhan mengampuninya.
- Hei. - Hei.
Yah, ini bisa jadi saat terakhirku bersama Bravo.
Sayang sekali kita berakhir dengan cara seperti ini.
Ya.
Itu-itu pasti terasa berat, ya?
Mm.
Tapi aku baik-baik saja dengan itu, kau tahu.
Keputusan yang kubuat.
- Kita buat, kan? - Mm.
Jadi, sekarang hal itu terjadi.
Benar. Ya, itu bagus.
Bagus.
Apa kau dan Ray baik-baik saja?
Kupikir ada sedikit ketegangan di hotel tadi.
Ya, hanya... hanya penyesuaian diri.
Ya, kalian akan segera sejalan lagi.
Mungkin kita memang tak pernah sejalan.
Sekarang dia perwira, mungkin... mungkin kau bisa bilang begitu.
Ya, kau tahu, aku mengira dia hanya...
Memantapkan posisinya sebagai perwira,
tapi sekarang...
Ya?
Menurutmu apa yang dia alami di Tunisia
akhirnya meresap ke dalam dirinya?
Dia terlatih untuk menangani itu.
Selama berminggu-minggu, dia bilang dia baik-baik saja,
kau tahu, semuanya lancar.
Kau tahu, aku kembali ke Bravo, dan kupikir
di sinilah tempatku seharusnya.
Tapi, kau tahu, dengan Ray, energinya terasa beda.
Aku merasa seperti kehilangan dia.
- Dia memintaku tak memberitahumu. - Apa?
HVT yang dia buru, Raqqa Jacques itu,
adalah orang yang sama yang menyanderanya,
yang menyiksanya.
Dia mengejarnya sendirian.
Kenapa dia tak memberitahuku?
Davis.
Diterima. Ini Ray.
Dia butuh kita di sana.
Baiklah.
Info intelijen yang akurat punya batas waktu,
- jadi mari kita bahas. - Ray, kita perlu bicara.
Jangan sekarang, Jason.
Nama HVT itu Yassine Kassen. Prancis-Aljazair.
Dikenal di kalangan jihad sebagai Raqqa Jacques.
Mendapatkan kredibilitas di Raqqa
selama pengepungan kota itu, dan tiga tahun terakhir
memimpin cabang paramiliter AKM.
- Memimpin mereka dalam apa? - Segalanya.
Propaganda, rekrutmen, penggalangan dana.
Membantu membangun jaringan perdagangan.
Senjata, wanita.
Mungkin terlibat penculikan dan tebusan.
Kau yakin dia tak melakukan hal yang lebih buruk?
Dia menggunakan penjualan senjata untuk mendanai aksi.
Melakukan serangan drone ke pangkalan AS di Baghdad yang menewaskan
12 tentara. Dan sekarang...
Kami yakin dia berencana menggunakan sisa dronenya
untuk menjatuhkan dua pesawat komersial 72 jam lagi.
Laptop yang kami temukan berisi data penerbangan,
yang bisa diprogram ke dalam drone bersenjata itu.
Bahkan jika penerbangan itu diberitahu dan dibatalkan,
yang akan merusak operasi kita, tak ada yang tahu ke mana
dia akan mengarahkan drone itu setelah diluncurkan.
Kita sudah punya lokasinya?
Drone itu? Belum.
Tapi kita sedang mengintai salah satu letnan dekatnya.
Warga Suriah bernama Dabir Ganim.
Intel mengatakan dia saat ini tinggal
di suatu tempat di Bisharat Square,
tepat di sini, di Irbid.
Tim Bravo akan membantuku melacaknya
agar kita bisa menyadap jaringannya
dan menemukan dua drone tersisa.
Lalu Raqqa Jacques?
Itu sudah pasti.
Baiklah, mari selesaikan tugas ini.
Ya.
Silakan, taruh tas kalian di atas,
lalu kita bahas detail misinya.
Jadi, kenapa kau tak bilang siapa dia sebenarnya?
Aku melaporkan intel ke pihak yang perlu tahu.
Oke?
Itu latar belakang, tak relevan dengan operasi saat ini.
Tentu saja itu relevan.
Apa itu sebabnya kau datang ke sini lebih awal? Hah?
Kau sudah melacak pria ini -selama berminggu-minggu. -Tidak, tidak, tidak.
Aku tak tahu dia terlibat sampai tadi malam.
No comments yet. Be the first to leave one.