He's Out There

He's Out There

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

Hes Out There 2018 WebRip WEB-DL
Un commentaire de mifae

Tags

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
BRip
Publié le: 2018-09-14
Téléchargements: 99
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

Diterjemahkan oleh mifae :)

Dulu, ada tikus yang sangat bahagia

tinggal di bawah sebuah pohon.

Tak peduli apa pun juga dan tidak takut.

Dia bermain setiap hari dan tidur di tempat teduh.

Suatu pagi, tikus itu dengar jeritan keras

dan gagak sehitam malam terbang turun dari langit.

Gagak menurunkan paruhnya dan memiringkan kepalanya

lalu menakuti tikus itu dengan berkata

"Kegelapan bersembunyi di hari yang terang.

Sebaiknya lari, tikus kecil, sebelum dia keluar bermain

karena Kegelapan itu jahat dan suka bermain petak umpet.

Dia bisa pergi ke mana saja sambil sembunyi dan mengintip."

Tikus melangkah dan melihat sekelilingnya.

Dia berputar, melihat ke atas dan ke bawah.

"Tak ada kegelapan di sini, burung tua sinting.

Mentari bersinar terang. Itu sangat konyol."

Tapi gagak tertawa kencang dan berkata

"Dasar tikus kecil bodoh.

Jangan sampai Kegelapan mendengar ucapanmu.

Ada satu hal yang harus dilakukan, jadi, dengarkan aku.

Kau harus melihatnya dulu jika ingin bebas."

Bayi zombi! Dia akan memakanmu!

Maddie! Apa yang kau lakukan? Lihat tanganmu.

Baik. Jangan main spidol lagi.

Tapi aku bosan.

Menggambarlah di sini

selagi Ibu mengemasi barang ke mobil. Oke?

Oke.

Peluang terakhir untuk ucapkan selamat tinggal!

Maddie, jangan ke jalanan!

Baik, Bu.

Maaf. Dia hanya sehari di kota ini, Sayang.

Begini. Kau akan punya banyak waktu untuk memikirkan

cara menebusnya pada kami

dalam perjalanan jauh seorang diri.

Ayah, lihat. Ini aku dan Kayla.

Baik. Ayo naik.

Aku bisa sendiri.

Baik. Pakai sabuk pengamanmu.

Terima kasih, Yah.

Jangan marah. Aku minta maaf.

Jika kau memang menyesal, kau takkan batalkan rencana.

Kita akan tetap bersenang-senang. Hanya sedikit terlambat.

Tolong kabari aku kalau sudah tiba

agar aku tahu kalian tiba dengan selamat.

Jangan terlalu dramatis. Kapan kau berangkat?

Siang ini. Aku akan sampai paling telat tengah malam.

Baik. Bawakan aku kudapan malam.

Berpamitan pada Ayah.

Dah, Yah! Aku sayang Ayah.

Dah. Ayah sayang kalian.

Malam khusus perempuan.

Selamat bersenang-senang.

Aku mencintaimu.

Dah, Yah. Aku sayang Ayah.

Baik. Kita sampai.

Akhirnya.

Kita sudah sampai?

Ayolah.

- Siapa kau? - Aku Owen.

Hai.

Longgarkan pasak dalamnya.

Terima kasih.

Tak masalah.

Aku dianggap satpam di sini

mungkin karena hanya keluargaku

yang tinggal di sini sepanjang tahun.

Andai kami bisa melakukannya.

Apa? Tinggal di sini?

Dulu, ada dua keluarga yang tinggal di sini.

Keluarga lain tinggal bertahun-tahun di rumahmu.

Sampai anak laki-laki mereka hilang.

Hilang?

Seusiaku. Namanya Johnny.

Agak bodoh kalau kau paham maksudku.

Mereka tak menemukannya?

Tidak. Keluarganya sangat sedih.

Mereka menjual rumah ini dan tak terlihat lagi.

Aku Laura. Ini Kayla dan Maddie.

Anak-anak, berikan salam.

Senang jumpa kalian, Nona-nona.

Jarang ada orang kemari setelah musim ramai.

Di sini agak sepi.

Ya. Kami pikir mau menyempatkan

satu perjalanan terakhir tahun ini.

Aku tak menyalahkanmu.

Kuhargai bantuanmu, Owen. Terima kasih.

Hanya anak-anak dan Ibu di akhir pekan ini?

Juga Ayah.

Ya, dia menuju kemari. Dia akan menyusul.

Senang mendengarnya.

Ucapkan terima kasih pada Owen, Anak-anak.

Terima kasih.

Sama-sama.

Terima kasih. Jaga diri kalian.

Kena. Kau kejar.

Anak-anak, jangan terlalu dekat ke air.

Baik.

Sebaiknya kau telepon dari jalanan.

Aku belum berangkat.

Kau pasti...

Bergurau. Kalian tiba dengan selamat?

Ya, kami baik-baik saja.

Anak-anak, ini Ayah. Pengeras suara aktif.

Hai, Yah!

Hai, Anak-anak!

Rumahnya masih berdiri?

Ya.

Sempurna.

Kapan Ayah datang?

Sebentar lagi.

Dah, Yah! Kami sayang Ayah!

Suara apa itu?

Bukan apa-apa. Aku hanya mampir isi bensin.

Aku akan tiba jam 11.

Baik. Mungkin akan kutunggu.

Sebaiknya begitu.

Kita lihat saja. Mungkin kau beruntung.

Itulah rencanaku.

Hei. Aku lupa beli telur.

Telur. Baik. Sampai nanti.

Hati-hati di jalan. Dah.

Hai. Tolong bungkus ini.

Juga dua botol Merlot terbaikmu.

Apa rencanamu?

Tidak ada.

Anak-anak, Ibu taruh buku dan mainan di ruang bermain.

Jangan. Ruang itu seram.

Tidak. Jangan takut, Sayang.

Aku bukan anak kecil.

Hei! Ibu mengawasi kalian.

Maddie, siap?

Kau tampak konyol, Kay Kay.

Apa itu?

Ke mana perginya?

Anak-anak?

Anak-anak?

Aku belalang.

Masa? Kau tidak hijau.

Kita punya cat hijau?

Tidak, hanya biru.

Maddie! Jangan bawa sepatumu ke ranjang.

Ibu sudah keluarkan piyama kalian.

Gantilah pakai piyama

dan turun.

Kayla, apa itu?

Bukan apa-apa.

Ibu melihatmu menaruh sesuatu di sana. Apa itu?

Ini untuk Ayah.

Coba Ibu lihat. Apa itu hidup?

Tidak.

Jangan buat rumahnya bau.

Tidak akan. Ini tidak bau. Harum.

Baiklah. Ganti baju dan turun.

Ibu akan buat piza.

Tikus itu melangkah dan melihat sekelilingnya.

Dia berputar, melihat ke atas dan ke bawah.

"Tak ada kegelapan di sini, burung tua sinting.

Mentari bersinar terang. Hal itu sangat konyol."

Tapi gagak tertawa kencang dan berkata, "Tikus kecil bodoh.

Jangan sampai Kegelapan mendengar ucapanmu.

Kau harus lakukan satu hal, jadi, dengarkan aku.

Kau harus melihatnya dulu kalau mau bebas."

Aku tahu ceritanya.

Sungguh?

Aku mau tidur, Bu.

Mau tidur? Ceritanya belum selesai.

Kau tak mau makan piza?

Tidak mau? Baik. Naiklah.

"Aku akan memberi petunjuk. Dia sembunyi di depan mata.

Dia tinggal dalam gelap bahkan saat terang.

Dia berjalan di belakangmu dan melihatmu bermain.

Mengapung di sampingmu dari kepala sampai kaki."

Maddie menggambar ini?

Tidak. Memang sudah ada.

Benarkah?

Baik, Kay Kay.

Maddie, apa kau demam?

Begini. Itu lebih baik.

Selamat malam.

Maddie, kau tak apa-apa?

Kau lihat apa?

Hai.

Hai. Semuanya baik? Aku telepon sejak tadi.

Sial. Ponselku tertinggal di mobil. Maaf.

Baik. Apa yang kalian lakukan?

Tidak ada. Anak-anak bermain selagi aku membongkar barang

dan kami makan piza. Mereka sudah tidur.

Di mana kau?

Sudah setengah jalan, jadi, beberapa jam lagi.

Sayang, kau harus lihat ini. Danaunya sempurna.

Di sini sangat indah.

Itu bagus. Kau hanya butuh telur, kan?

Shawn, kau merusaknya.

Maaf. Kukira kau sudah selesai bicara. Silakan lanjutkan.

Menarik sekali.

Dasar berengsek.

Setidaknya aku ingat beli telur.

Kau sangat tidak romantis.

More Indonesian subtitles for He's Out There

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left