Les 200 premières lignes.
Sebelumnya dalam Being Human...
Kau tahu ada cara lebih baik untuk melakukan ini.
Melakukan apa? Menjadi monster yang lebih baik?
- Bagaimana soal apartemennya? - Ya, itu sempurna.
Kita akan mengundang tetangga dan memakan mereka.
- Aku Sally, hai. - Ia hantu.
Kau seharusnya menikahi siapa namanya itu, kan?
- Danny. Ya. - Benar. Kenapa kau tak menghantuinya?
Aku ingin sekali pergi. Aku ingin sekali membuka pintu itu
dan secara ajaib kembali ke kehidupan yang telah direnggut dariku.
Kau monster
dan ia bukan.
Katakan pada Bishop kejadian yang terakhir itu kesalahan.
Karena aku tak keberatan untuk membereskan kekacauanmu sesekali. Itu yang kita lakukan.
- Kita keluarga. - Jadi kau memilih siapa?
Kita...
atau mereka?
Aku pilih mereka.
Hidup selamanya.
Menjelajahi dunia dengan sejuta cara berbeda.
Tahu semua yang kau inginkan.
Keabadian.
Apa yang harus tak disukai?
Hanya ada satu hal yang tak menggiurkan.
Waktu.
Waktu menghisap darah tanpa akhir.
Tak ada bel penutup, istirahat.
Tak ada ukuran
selain kenangan,
kenangan yang menghantui.
Iris mereka, potong mereka.
Melakukannya lagi
dan menyadari
hanya ada satu hal yang benar.
Mustahil bisa hidup selamanya dengan sempurna.
Sync by honeybunny Diterjemahkan oleh mifae :)
Katakan padaku kau membawa lebih banyak kopi.
Apa?
Tunggu!
Siapa mereka ini?
Oh, ya. Maaf.
Semuanya, ini Josh.
Josh, temuilah para tetangga.
- Hai, Josh! - Hai.
Kau mengundang semua tetangga ke rumah kita? Apa kau sudah gila?
Masa kita tak bisa menyapa para tetangga?
Sudah tak ada lagi orang yang menyapa tetangganya.
Kau tahu kenapa? Karena kita tetangganya!
Josh, ini pesta. Tenanglah.
Aku harus membuat celupan tujuh lapis, kan?
Tidak.
Tidak perlu.
Bagaimana kelihatannya di luar?
Coba lihat. Ada Edie si pemabuk,
Ben si rasis,
April si tukang pijat psikopat.
Selamat. Kau telah mengundang semua tetangga yang pernah kubenci
untuk menjadi bagian dari pengawasan lingkungan kalian.
Lingkungan apa?
Berbaur.
Dengarkan aku dulu.
Dengarkan apa? Ini sangat masuk akal!
Siapa yang lebih bisa mengawasi lingkungan
dari sepasang monster?
Josh, kita perlu ambil bagian dalam banyak hal.
Ini salah satunya.
Aku tahu kalian semua sudah melihat ini di sekitar sini.
Perhatikan musuh dengan seksama, semuanya.
Jesse.
Josh.
Siap untuk kembali menguasai malam?
Seorang siswa sekolah seni menganggap properti pribadi kita
karya seni pribadinya?
- Permisi. - Tidak lagi.
Badut ini meninggalkan jamur meledaknya
di teras kita, kotak surat, gereja kita.
Apa yang kau lakukan?
Tak ada.
Menunggu Danny.
- Kenapa? - Aku tak tahu, Josh.
Mungkin karena terakhir kali ia berada di sini
kami mengalami momen bersama.
Kami bersentuhan.
Jim, berapa kali kau harus...
- Kuminta Aidan mengundangnya. - Tiga kali!
Sambutlah Opsir Michael Garrity,
humas polisi kita yang telah berbaik hati mau datang
untuk menyampaikan beberapa patah kata pada kita malam ini.
Terima kasih, Opsir.
Terima kasih.
Selamat datang, semuanya, dan...
Hanya ucapan terima kasih dan satu pengingat singkat.
Tak ada pahlawan di luar sana.
Hanya lihat dan laporkan.
Serahkan urusan berbahaya pada polisi.
Asuransi kami lebih bagus daripada kalian.
Bagus sekali! Baik, kertas paraf sedang diedarkan.
Itu milikku.
...bergantian setiap malam sampai kita menangkap orang ini.
Ayo kita lakukan.
Baiklah.
Jadi silakan saja.
Hiduplah selamanya. Lupakan yang telah kau lupakan.
Tapi mereka takkan lupa.
Mereka tak pernah lupa.
Jadi vampir menyikat gigi mereka,
tapi tidak makan?
Tidak untuk kelangsungan hidup,
tapi mungkin untuk pertunjukan sesekali.
Mengenai sinar matahari,
bukankah kau seharusnya meledak jika pergi ke luar?
Apa? Aku tak tahu!
Vampir dan muntah membuatku sangat takut
saat masih kecil.
Katakan saja kami sudah berevolusi.
Kami dulu makhluk malam.
Kini kami peka cahaya.
Kenapa ia datang jauh-jauh ke sini dan tidak tinggal?
Apa energiku seburuk itu?
- Siapa? - Danny.
Apa ia begitu pengecut
sampai tak bisa mengatasi sedikit ketakutan?
Mungkin bukan kau yang membuatnya takut.
Mungkin Josh.
Baiklah.
Kau mau penyelesaian, kan?
Kau mau resolusi.
Mungkin Danny tak mau tinggal. Mungkin itu penyelesaianmu.
Itu tak masuk akal.
Penyelesaian itu memuaskan dan tidak terbatas.
Ini suram dan menyedihkan.
Mungkin kunci agar kau bisa melanjutkan
adalah melupakan Danny.
Bagaimana jika kau bertemu orang lain?
Seseorang yang lebih mirip dirimu.
Apa maksud ucapanmu itu?
Itu...
di sini.
- Apa yang ada di sini? - Tak ada.
Tapi itu ada di bawah. Kau memberitahunya, kan?
Aku berniat memberitahunya.
- Semuanya! - Hei!
Kenapa Axl Rose berdiri di bak mandiku?
Kenapa kalian tak membunuhnya?
Sally, ini Tony.
Ia hantu.
Mustahil!
Kau hantu?
Kau jenius?
- Kapan kau meninggal? - Tahun '87.
- Kenapa kau memakai riasan wajah? - Kenapa kau tidak?
Mari kita ulangi.
Tony DiPaulo! Senang bertemu denganmu.
Aku tak bisa percaya ini!
Kalau begitu, di sini baik-baik saja?
- Kami akan... - Ya.
Tolong tehnya.
Bagaimana rasanya bekerja di RS?
Biasa saja.
Kadang sedikit sedih.
Terima kasih.
Apa kejadian tersedih yang pernah kau lihat?
Orangtua yang punya anak-anak di sini.
Mereka yang paling menyedihkan.
Mereka memesan kopi,
tapi hanya duduk di sana dan bahkan tak menyentuhnya.
Ini.
Tidak, tak usah.
Kita akan segera bertemu lagi.
Aidan!
Merayu gadis di konter untuk mendapatkan minum gratis.
Apa kau tak ada pekerjaan lain yang lebih baik?
Seperti menyelamatkanmu lagi?
Sekarang apa?
Yah...
In mungkin bukan apa-apa
tapi saat salah satu opsirku
mencari salah satu dari kita di sumber data,
itu memunculkan bendera merah.
Siapa yang mencariku di sumber data?
Tak mengejutkan kau tak terkejut. Itu pasti bukan pertama kalinya.
Siapa?
Michael Garrity.
Siapa Michael...
Opsir Garrity.
Jadi kau mengenalnya?
Tidak juga. Ia ada di rumahku selama 10 menit.
Di rumahmu?
Dengar, akan kutangani.
Aku akan mengurusnya.
Bagus. Ia duduk hampir setiap malam di O'Sheedy's.
Beritahu aku apa yang terjadi.
Jadi kau mengenal Aidan dari RS?
Meninggal di UGD.
Kita akan melakukan ini atau tidak?
Apa?
Meledakkan stan es krim.
Ya, aku...
Aku tak bisa pergi.
- Tentu saja bisa. - Sudah kucoba.
No comments yet. Be the first to leave one.