Les 200 premières lignes.
Jadi, itulah para pegawainya.
Lalu,
ini kantormu.
Bagaimana?
Ayo. Cobalah duduk.
Bagus.
Cocok untukmu.
Bau di sini aneh.
Cuma bau ban dan asap. Kau akan terbiasa.
- Berbahayakah? - Entahlah.
- Tak ada yang tahu. - Kok bisa tak tahu?
Kau pasti bisa.
Kau hanya perlu ingat,
buka pintunya pukul 07.00, dan kunci pukul 19.00.
Kilah akan beri tahu cara penutupan di akhir tiap hari.
Baiklah.
Hei, kau lihat itu? Ya?
"Terbaik di West Chester, 2019."
Beberapa tahun lagi, kau mungkin akan menambah banyak plakat di tembok ini.
Hei.
Jangan menangis di sini, Will.
Aku tak menangis.
Tapi mungkin begitu. Sial!
Hei, Will?
Kau pasti bisa, Nak.
Ini hanya sementara.
Untuk bangkit kembali.
Kau bisa.
- Astaga! - Sial!
Tanganku terluka parah. Tolong!
Astaga, Shane!
Will, telepon 911!
Belum pernah kulakukan itu! Tunggu!
Kondisimu baik? Apa yang terjadi?
Tidak, aku terluka. Aku berdarah parah. Tolong!
Aku menelepon 911!
- Kau serius? - 911, ada keadaan darurat apa?
- Ayah! - Kau menelepon benaran?
- Ya. Kau gila? - Ini saus. Aku menjahilimu.
Tidak lucu. Aku menelepon 911! Haruskah kutelepon balik?
Tak perlu.
Turut prihatin soal pekerjaanmu. Apes banget.
- Ya, terima kasih. - Paman Jon, aku mau pulang.
- Aku berlumuran saus. - Tak boleh.
Kau menangis?
Aku tak menangis!
- Menangis di hari pertama kerja, ya? - Kau tak ada kerjaan lain?
Apa katamu?
Kau pasti suka di sini.
Siap bekerja?
Ayah, jendela itu harus dipasangi tirai.
Ya, akan langsung dipasang.
TERBAIK DI WEST CHESTER, 2019
MASA KINI
Diam.
- Shane! - Sedang apa kau?
- Bekerja. - Bekerja?
- Tak sedang coli? - Tidak! Laptopku tertutup.
- Tak perlu laptop untuk lihat pria. - Perlu.
- Oke. - Shane.
SERING BERIMA
Apa ia punya ekor?
- Ya. - Bisa terbang?
Tidak.
- Bisa berdiri tegak? - Ya.
Hidup di bawah tanah?
Tidak.
Jadi, bukan orang Yahudi?
- Bukan. - Itu kurang spesifik.
Ayo.
Shane, Phil datang.
Shane?
- Itu hebat. - Menyenangkan.
Buenos días, amigos.
Kenapa dia selalu membawanya?
Hai, Semuanya.
- Hei, Bonnie. - Hei, Bonnie. Apa kabar?
Senang bertemu denganmu lagi.
Sama-sama.
Jadi, kau tidak mau pakai kaus barunya?
Tidak, kami mau pakai yang lama.
- Oke. - Itu cocok untukmu.
- Warnanya bagus. - Makasih.
Will, kau terlihat rapi sekali.
Itu dijahit khusus? Tampak eksklusif.
Memang dijahit khusus.
Karena bentuk tubuhku agak aneh, kemeja biasa jadi menjuntai di lenganku,
jadi harus kupotong sedikit.
Tubuhnya cacat. Kami enggan ungkit itu.
Tidak apa-apa.
Will, Shane, ayo ke kantor. Bahas bisnis.
Bagus. Kalian bergembiralah.
- Dah. Dah, Shane. - Sampai jumpa.
- Dah. - Dah, Will.
Oke. Kilah, ceritakan semua yang terjadi padamu.
Mulai dari mana, ya?
Oke, Semuanya, kita harus bicara.
Bisnis kita kacau.
Setuju. Makanya, kita harus membuat iklan.
Iklan?
Karena kita sedang terpuruk, tunda dulu ide itu.
Justru iklan itu ide bagus. Aku pun punya ide pemasaran lain…
Aku punya ide pemasaran.
Hari ini, kau akan memecat Mike Weir.
- Mike? - Ya.
Memecat Mike Weir itu langkah bisnis yang bagus.
Ya, tapi…
Tokonya berkinerja buruk berbulan-bulan, Dia pun sudah sering diperingatkan.
Aku tahu, tapi Mike itu orang baik.
- Dia hebat. - Pecat dia.
Apa ini salahnya atau karena kurangnya jumlah mobil?
Berapa lama dia bekerja?
- Dua puluh tahun. - Selamanya.
Menurutmu dia butuh waktu lebih lama
untuk belajar cara mengelola tokonya dengan sukses?
Telinga Ayah ditindik?
Ya, telinga Ayah ditindik, selain tindikan lainnya.
- Ih. - Putingmu ditindik?
- Itu pilihan logis. - Apa penis Ayah ditindik?
Kalian tidak suka Bonnie?
- Apa? Tidak. - Bonnie oke, kok.
- Kami suka Bonnie. - Ya.
- Tapi aku mau bahas Mike. - Dia pikir kalian tak suka.
Dia benaran berpikir begitu, atau Merkurius lagi mundur?
Dia sedang menempuh jalan spiritual.
Itu bukan jalan spiritual, tapi omong kosong.
Ayah memacari gipsi. Penyihir.
Bonnie bukan penyihir.
Dia semacam penyihir. Lihat, dia sedang menyihir Kilah.
Apa-apaan itu?
- Kau cemburu. - Aku tak cemburu.
Kami suka Bonnie. Dia bukan penyihir. Palingan agak seram, tapi…
Seram itu seksi, aku suka. Bagus.
Semua suka Bonnie. Kita semua akan makan dan berkumpul.
- Tapi… - Bagus. Tangani Mike Weir.
Tunggu sebentar.
Phil, sebentar saja.
Aku mau bicara soal itu. Mike orang yang baik.
Dia bekerja untuk ayahku selama 20 tahun, datang ke wisuda SMA-ku.
Jangan sebutkan itu saat kau memecatnya.
Aku tahu ini tugas berat,
tapi kau ingin dapat tanggung jawab lebih. Nah, ini.
Ayo buat kesepakatan. Pecat Mike Weir,
lalu kita tinjau ulang ide pemasaranmu. Bagaimana?
Katakan dengan jujur.
Apa antingnya aneh?
Tidak, menurutku antingnya keren. Harrison Ford pakai anting.
Benarkah?
Sialan!
Bonnie, ayo pergi.
- Dah. - Dah.
Dah, Ibu.
- Jangan panggil dia Ibu. - Oke, Ayah.
Dia bilang, "Ibu"?
KELOMPOK PECANDU SEKS ANONIM
Namaku Dave, dan aku pecandu seks.
Bertahun-tahun, aku menjalin hubungan di luar pernikahanku.
Aku kecanduan pornografi.
Aku pun rutin mencium bibir para penari telanjang.
Dulu kupikir hal itu keren.
Dulu kupikir keren sekali bisa menyewa SUV mewah,
memakai kacamata hitam,
dan bercinta dengan ahli manikur muda saat istirahat makan siang.
Itu tidak keren.
Tidak keren, Bung.
Sungguh tidak. Sama sekali tidak keren. Tidak keren dalam bentuk apa pun.
Yang keren adalah komitmen kepada keluarga kita.
Pada janji yang kita ucapkan
saat masih muda.
Mungkin kemudaan, tapi itu tak relevan.
Kita mengucapkannya.
Ini bukan sekadar kata-kata. Selama lebih dari enam bulan,
aku telah setia.
Tapi bukan berarti aku sempurna.
Minggu lalu,
Julie dengan baik hati berbagi kisah pengalaman lesbiannya dengan teman,
lalu suaminya datang.
Aku tahu itu sangat traumatis bagimu, tapi aku juga berat mendengarnya.
Aku paham kesedihanmu, tapi juga tak bisa menahan
pikiran yang terus mengganggu ini, "Bagaimana jika aku suaminya?
Bagaimana jika bukannya bertengkar hebat, tapi mereka malah bersemangat?"
"Oh, Dave datang", atau "Oh, ini luar biasa."
Ini justru membuatnya makin seru.
Mereka pun bukannya saling bertengkar,
tapi malah berebutan untuk membuka celanaku duluan.
Itu pasti keren. Maksudku,
itu tak keren karena akibatnya.
Itu bisa merusak hubungan keluarga,
tapi ditinjau lebih mendalam, pasti luar biasa jika bisa mengalaminya.
Maaf, aku bersikap egois. Pada akhirnya, aku senang ada di sini,
dan sudah enam bulan kujalani monogami yang indah.
Itu pilihan yang tepat untukku.
Aku senang berada di sini. Kujalani ini hari demi hari.
Baiklah.
Siapa selanjutnya?
Aku.
Hei, Semuanya.
Minggu lalu lumayan baik.
Tapi
aku memang sempat khilaf.
No comments yet. Be the first to leave one.