Les 200 premières lignes.
Hidup itu sebuah percobaan.
Semakin sering melakukan percobaan, maka semakin baik.
Apa yang anak-anak sembunyikan dan yang orang dewasa tidak ketahui.
Inilah sekolah.
"Layanan Antar Apa Pun"
"Episode 1"
Kamar 305.
Jangan lupa yang sudah dipelajari untuk setahun ke depan.
Ini menandakan berakhirnya kelasku.
Ada pertanyaan?
Pak Kang,
Bapak benar akan meninggalkan bimbingan belajar ini?
Ya, untuk sementara ini.
Dia pasti mau pergi.
Pak Kang berencana melakukan apa?
Itu bukan urusanmu, tidak perlu khawatir.
Kapan Bapak akan kembali?
Bagaimana dengan sesi mengajar terakhir yang spesial?
Kalian bisa mendapatkan ini sebagai ganti
dari sesi belajar terakhir yang spesial.
Itu buku panduan belajar emas. Bukankah itu buku panduan belajar?
Hebat.
Benar.
Ya, inilah yang kalian anggap sebagai buku panduan belajar emas.
Bapak akan memberikannya kepada kita?
Tentu saja.
Asyik!
Mincheol, tolong bagikan kepada yang lain.
Belajarlah dengan tekun
dan…
Hidup kita akan berubah.
Layanan Antar Apa Pun!
Di sini!
Tunggu.
Kamu siapa…
Aku murid sekolah.
Murid sekolah, ya.
Murid SMU?
Ya.
Ya?
Suasana hatiku sedang bagus.
Biarkan aku melihatnya.
Hei, murid SMU,
ambil ini dan coba soal latihannya.
Pak Kang, itu tidak adil.
Diam.
Aku tidak membutuhkannya.
Apa?
Kalian ini.
Baiklah.
Karena kita tidak punya banyak waktu lagi,
haruskah kita mulai pestanya?
Bapak akan ikut dengan kami?
Apa?
Sekarang hari ulang tahunnya.
Kita tidak perlu melakukan ini.
Memangnya kenapa?
Benar. Lagi pula, hari ini hari ulang tahunmu.
Bersenang-senanglah. Kue itu untuknya, bukan?
Benar.
- Ini untukku? - Bukankah terlihat lezat?
Ya.
- Selamat ulang tahun, Nak. - Selamat ulang tahun.
Ya, jadi, selamat bersenang-senang.
Bapak akan pergi lebih dahulu.
Sampai jumpa.
Baik. Sampai jumpa.
Mau dinyanyikan "Selamat Ulang Tahun"?
Ya, boleh.
- Baiklah. - Kita mulai.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun"
"Selamat ulang tahun, Dong Hyun, selamat ulang tahun"
Ha Kyung.
Kamu belajar dengan baik di kelas.
Tidak.
Aku tidak bisa mengantre semalaman.
Bergadang bukan masalah,
tapi semester baru dimulai besok.
Baik.
Baiklah.
Kamu mengenaliku, bukan?
"Bimbingan Belajar Se Chan untuk Penulisan Esai Bahasa Korea"
Kamu datang jauh-jauh untuk ini.
"Layanan Antar Apa Pun"
Kamu sungguh melakukan apa pun?
Hampir segalanya.
- Berapa biayanya? - Untuk apa?
Berapa banyak yang harus kubayar kepadamu
untuk membuatmu lupa telah melihatku di sini hari ini?
Ambil uangku dan tutup mulutmu.
Akan kubunuh kamu kalau kamu bilang-bilang!
Sial.
Berdirilah.
Berdirilah, Aneh.
Bodoh.
Kamu ini terlalu baik atau memang bodoh?
Si pecundang itu tidak perlu ditakuti.
Hei,
pinjamkan kami uang.
Kenapa? Kamu tidak mau?
Aku ingin kembali dua dolar.
Astaga.
Kita lihat saja nanti.
Pergilah dan beli sekotak rokok.
Sampai nanti.
Hei!
Kami tidak mengambil uangnya darimu.
Kami meminjamnya.
Omong kosong.
Selamat pagi.
Kenapa kamu datang dari sana?
Aku naik taksi
karena ada banyak anak murid di gerbang depan.
Kenapa? Kamu tidak mau menemui murid yang merokok lagi?
Abaikan saja. Banyak dari mereka yang merokok.
Ya, tapi sebagai guru, sulit bagiku untuk pura-pura tidak melihat.
Kamu khawatir jika bilang sesuatu, kamu akan buat masalah?
Tapi kamu memang benar. Sebaiknya hindari saja mereka.
Kamu sudah dengar soal wali kelas kelas 2?
Dia cuti.
Kudengar dia cuti sakit. Kondisinya parah?
Dia tidak sakit. Mereka bilang, dia ingin keluar.
Selama 30 tahun, dia gunakan hukuman fisik untuk menertibkan.
Karena sudah dilarang, dia kehilangan taringnya.
Aku penasaran, siapa yang akan dapat kelas bermasalah itu.
Aku?
Kenapa tidak?
Kamu tidak bisa?
Bukan begitu, tapi ini terlalu tiba-tiba.
Bukankah itu berlebihan?
Lagi pula, dia dalam kontrak jangka pendek di sini.
Tapi ada siapa lagi?
Kepala fakultas dari kelas dua SMU?
Atau…
Ini baru tahun pertamaku, jadi…
Benar, bukan?
Walau Bu Jung sementara, dia punya pengalaman lima tahun.
Benar.
Ambil kelasnya dan lihat dahulu. Akan kubantu sebisaku.
Baiklah.
Jangan bersikap lemah karena hari pertama semester baru.
Tetap tertibkan mereka.
Pastikan para pembuat onar tidak ganggu yang tekun.
Nilai akhir rata-rata sekolah kita telah turun drastis.
Terutama kelas dua. Aku terlalu malu untuk membahasnya.
Bel sudah berbunyi. Maaf.
- Silakan. - Ayo.
Satu lagi!
Kalian harus selesaikan pemilihan ketua kelas dan wakil ketua kelas.
- Kami mengerti. - Baiklah.
Mereka selalu bilang mengerti.
- Bu Jung. - Ya?
Tahun ini tidak berjalan dengan baik bagimu, ya?
Kelas 2 sangat memusingkan.
Kamu harusnya sudah tahu. Kamu mengajari mereka semester lalu.
Mereka tidak seburuk itu.
Ini manis sekali.
Hei, hei!
Bangun.
- Semuanya! - Diamlah!
Semuanya!
Aku wali kelas kalian mulai hari ini.
Mereka murid kita, bukan?
Apa?
Mereka memakai seragam sekolah kita.
- Benar, bukan? - Ya.
Keluhan diajukan ke Dewan Pendidikan
oleh pemilik toko makanan kecil di depan sekolah kita.
Syukurlah.
Dia bisa saja menghubungi kita.
Dia menghubungi beberapa kali, tapi tidak ada tindakan.
Cari anak-anak ini dan selesaikan hari ini.
Kita tidak bisa melihat wajahnya.
Pak Uhm, kamu mengenalinya?
Kita tidak akan bisa menemukannya karena wajah mereka tertutup.
Aku tidak meminta hal lain.
Gunakan akal sehat kalian dan lakukan hal yang benar.
- Ketua kelas. - Ya?
Selama ini kamu bagaimana terhadap murid yang terlambat?
Itu…
Soal itu…
Kami harus membayar denda keterlambatan.
Ketua kelas kami sangat tegas dalam mengambil denda.
Buang permen karetmu.
Duduk dengan tegak.
Oh Jung Ho!
Bisa aku mengganggu sebentar?
Kedua tangan di atas meja.
Sekarang juga.
Menyebalkan.
Pak Uhm, ada apa?
Aku harus memeriksa semua barang-barang mereka.
Letakkan tangan kalian di atas meja, sekarang.
Oh Jung Ho.
Bawa tasmu kemari.
Go Nam Soon.
Berdirilah.
Periksa meja Oh Jung Ho.
Pak Uhm, aku bisa periksa mejanya…
Bisa tolong pegang ini, Bu Jung?
No comments yet. Be the first to leave one.